NovelToon NovelToon
Rumah Jiwa Yang Lelah

Rumah Jiwa Yang Lelah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: meiithandi

Davina Clarisa tidak tahu, bagaimana hidupnya setelah memilih berpisah dengan suaminya Rio.Rio orang keras kepala, egois dan ingin menang sendiri membuat Davina merasa lelah secara mental, sehingga ia memutuskan untuk berpisah adalah jalan terbaiknya.Davina merasa rio bukan tempat rumah ia pulang.

setelah berpisah Davina memutuskan kembali ke kampung halamannya, dan menetap disana dengan putri kecilnya.Akankah davina bisa melupakan mantan suaminya dan bisa kembali menata hidup layak seperti perempuan lain pada umumnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meiithandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kebenaran yang mengguncang Adit

Malam itu, Adit duduk di balkon apartemennya yang mewah, menatap lampu-lampu Kota C yang berkilauan di balik hujan. Sambil menyesap rokoknya.Dia terus menghela napas panjang.

Pikirannya masih tertuju pada sosok wanita di supermarket.

Itu Davina. Aku yakin itu Davina.

Jika benar itu Davina, berarti dia tinggal di Kota C. Berarti dia ada di sini.

Adit mengambil ponselnya, membuka kontak lama yang sudah bertahun-tahun tidak ia hubungi. Kontak milik teman kuliah mereka, Dimas.Dia  menekan tombol hijau , tiba - tiba terdengar suara drrtttt.Tiba - tiba di seberang sana sudab ada menjawab telponnya.

" hallo " ucap laki - laki itu dengan nada serak.

"Dim, tolong cari tahu. Apakah Davina Clarissa masih tinggal di Kota C? Atau apakah dia punya anak? Aku butuh informasi ini. Segera."

" kamu belum bisa melupakannya? " ucap Dimas teman kuliahnya dengan raut wajah yang tidak percaya.

" oh ... Ayolah Adit Praja Kusuma Ganteng, Banyak perempuan di luar sana , bahkan ada yang ingin berada di ranjangmu !, namun kamu tetap saja memilih tidak membuka hati karena belum bisa melupakan davina mantan kekasih mu itu.Bro ini dah tujuh tahun bro, move on ! " Ucap Dimas seolah tak percaya dengan kelakuan temannya itu.

" tidak usah banyak bacot, aku ingin informasi davina secepatnya " Ucap Adit lalu mematikan sambungan telponnya.

"Halo ..halo !  Ucap Dimas seberang sana tiba saja terdengar suara tutttt..tuttt.

" oh tuhan Adit , dasar keras kepala malah matikan telpon lagi.Aku belum siap bicara ! " ucap Dimas jengkel.

Adit melihat pemandangan malam dari apartement yang sangat indah.Namun dia hanya menatap lurus  pikirannya hanyalah davina.Adit ingin mendapatkan informasi davina segera.Adit ingin tahu apakah yang ia lihat adalah davina mantan kekasihnya 7 tahun lalu.Apakah dia menetap di Kota C bersama dengan suaminya.Dia ingin tahu segalanya mengenai Davina.

Dia yakin yang di supermarket itu adalah Davina. Dia sangat kenal betul dengan dengan bentuk tubuh davina dan gerak - geriknya yang sangat familiar.

Pagi yang cerah di Kota C, karyawan berlalu lalang.Adit berjalan dengan tegap dan gagah terlihat sangat berwibawa berada di lobi. Setiap Adit lewat semua karyawan menyapanya.

" pagi pak " ucap karyawan wanita menyapa Adit.

" pagi " Ucap Adit dengan wajah dingin dan cuek.Namun tidak membuat mereka takut melainkan para karyawan wanita itu berbisik.

" ganteng banget atasan kita" Ucap karyawan wanita itu dengan sedikit centil.

Adit tidak menghiraukan apa kata karyawan wanita itu.Dia sudah biasa dengan perkataan setiap karyawan , ketika berpas pasan di lobi dan dia membalas sapaan karyawan seperti biasa, dengan nada  cuek  dan datar.

Adit masuk kedalam ruangannya, adit mendudukan pantatnya di kursi, Adit mulai memeriksa berkas satu persatu.Tiba - tiba ada notif tanda pesan masuk.Adit membuka pesan masuk dari namanya

Dimas

Adit menelan ludah, jari-jarinya gemetar saat membuka pesan dari Dimas. Ada beberapa foto dokumen, tangkapan layar media sosial lama, dan sebuah pesan teks panjang.

Adit mulai membaca. Jantungnya berdegup semakin cepat, seolah ingin meledak keluar dari dadanya.

"Halo, Dit. Maaf kalau aku baru balas. Butuh waktu buat ngubek-ngubek data lama dan nanya ke beberapa orang. Ini hasilnya..."

Status Pernikahan & Perceraian:

"Davina pernah menikah sekitar 3 tahun lalu dengan pria bernama Rio Pratama. Tapi mereka sudah bercerai (atau setidaknya pisah rumah) sejak 7 bulan yg lalu. Rio dikenal sebagai suami yang tidak bertanggung jawab, sering Berada di luar dan jarang pulang. Dan Rio terlihat bersama dengan teman sekantornya.Banyak foto rio bermesraan dengan perempuan lain.

Adit mengepalkan tangan kanannya erat-erat hingga buku-bukunya memutih. Rio... Nama itu terdengar asing, namun rasa cemburu dan marah membakar dadanya.Adit tidak habis pikir Davina bisa bersama dengan laki - laki bejat itu.

Anak:

"Mereka punya satu anak perempuan. Namanya Zahra Salsabila. Umurnya sekarang 4 tahun. Lucu banget, fotonya banyak di akun lama Davina sebelum dia memprivatnya total setelah perceraian."

Adit terhenti sejenak. Matanya tertuju pada satu foto yang dikirim Dimas. Foto buram dari media sosial lama, menampilkan Davina yang sedang tersenyum tipis, memeluk seorang gadis kecil berambut lurus. Gadis itu memiliki mata yang sangat mirip dengan Davina.

Zahra...

Anak Davina. Darah daging Davina.

Rasa sakit yang tajam menusuk dada Adit. Selama tujuh tahun ini, ia sibuk membangun kerajaan bisnisnya, berpikir bahwa ia sukses dan bahagia. Sementara Davina... Davina telah melalui pernikahan, melahirkan, menjadi ibu, dan kemudian hancur lagi karena ditinggalkan suaminya.

Dan Adit tidak tahu apa-apa. Adit tidak ada di sana.

Namun, bagian terakhir dari pesan Dimas adalah yang paling membuat darah Adit membeku. Bagian yang membuat seluruh tubuhnya kaku, napasnya tercekat, dan dunianya terasa runtuh seketika.

Sekolah Zahra:

"Oh iya, Dit. Satu hal lagi yang mungkin bikin kamu kaget banget. Anak Davina, Zahra, sekarang sekolah di PAUD Al-Ghajali. Kamu tahu kan? Sekolah milikmu sendiri. Ibunya Zahra, Davina, rutin mengantar dan menjemput anaknya di sana. Bahkan dia cukup akrab dengan salah satu guru dan orang tua murid lain dan lebih mengejutkan lagi kenzo keponakanmu sangat dekat dengan anak mantan kekasihmu itu"

Ponsel di tangan Adit hampir terjatuh ke lantai.

Matanya membelalak lebar, napasnya tersengal-sengal. Rasa syok yang luar biasa menghantam dirinya seperti gelombang tsunami.

Zahra... sekolah di PAUD Al-Ghajali?

Sekolah MILIKNYA?

Selama ini, setiap kali Adit mendengar laporan dari kepala sekolah tentang "anak-anak berprestasi" atau "orang tua yang aktif", dia tidak pernah memerhatikan detail namanya. Dia hanya pemilik yang sibuk, yang jarang turun langsung ke lapangan kecuali untuk rapat besar strategis.

Ternyata... selama ini, Davina ada di sana. Di bawah atap yang ia miliki. Di lingkungan yang ia bangun. Setiap pagi, wanita yang ia cintai dan ia sakiti tujuh tahun lalu, berjalan di koridor sekolah miliknya. Setiap siang, putri Davina bermain di taman bermain yang dana pembangunannya berasal dari rekening Adit.

Mereka berada di tempat yang sama, di kota yang sama, bahkan dalam lingkaran sosial yang hampir bersentuhan, namun mereka terpisah oleh tembok ketidaktahuan yang tebal.

"Tuhan..." bisik Adit, suaranya parau dan bergetar.

Ia berdiri, berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya. Kepalanya pening. Informasi ini terlalu banyak untuk dicerna sekaligus.

Davina kembali ke Kota C.

Davina punya anak bernama Zahra.Dan pertama kali ia bertemu dengan zahra adalah saat dia berada di mall.zahra kehilangan ibunya dan itu adalah Davina mantan kekasih 7 tahun lalu.

Suami Davina, Rio, menyakitinya dan mereka sudah berpisah.

Dan anak Davina bersekolah di sekolah miliknya sendiri.

Potongan-potongan puzzle yang selama ini membuatnya gelisah, bayangan di supermarket, cerita Kenzo tentang temannya Zahra, rasa familiar yang kuat, kini tersambung sempurna. Itu benar-benar Davina. Dan itu benar-benar putrinya.

Adit berhenti di depan jendela, menatap pantulan wajahnya sendiri di kaca. Wajah itu terlihat pucat, syok, dan penuh dengan emosi yang campur aduk: penyesalan yang mendalam, kecemburuan pada Rio, rasa bersalah yang mencekam, dan... harapan yang tiba-tiba muncul.

1
Lasa Hardianti
Mampir thorr, penasaran nih alasan Davina minta cerai apa cuma gara-gara udah ga cocok atau ada hal lain?😌😳
Dian Meilani: jangan lupa pantengin ya, ku up ko okee
total 1 replies
ica
seru banget ceritanya👍
IRINA SHINING STAR
saya mampir kak, semangat ya kakk. 😆
Dian Meilani: makasih kk 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
lanjut thor
Dian Meilani: makasih atas dukungannya
total 1 replies
Cilia
Baca ceritamu bikin ikut ngerasain kehangatan keluarga thorr, lanjutin terus ya! Semangat!
Dian Meilani: makasih kak atas dukungannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!