NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Matahari pagi menyinari teluk kecil tempat Ryden dan Elira bermalam. Ryden sudah bangun lebih dulu, memeriksa perbekalan dan peta kasar yang ia gambar sendiri selama enam tahun mengarungi East Blue. Elira masih tertidur, wajahnya kini tampak lebih tenang dibanding semalam.

Ketika akhirnya gadis itu terbangun, Ryden sudah menyiapkan keputusannya. "Aku akan mengantarmu ke pelabuhan terdekat," ucapnya sambil menyerahkan sepotong buah yang ia temukan di hutan pulau itu. "Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya sesuatu—dan aku ingin jawaban jujur."

Elira menatapnya waspada, tubuhnya sedikit menegang. "T-tanya apa?"

"Kau bukan dari dunia ini, kan?" Ryden menatap langsung ke matanya, tidak ada nada menuduh dalam suaranya, hanya ketulusan seorang yang mengerti betul apa artinya menjadi orang asing di tempat yang seharusnya asing baginya. "Aku punya cara untuk mengetahuinya. Dan aku pikir... kau dan aku mungkin memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang kau kira."

Elira terdiam lama, matanya berkaca-kaca. Akhirnya, bahunya melemas, seolah beban berat yang ia pikul sendirian selama ini akhirnya bisa ia lepaskan sedikit. "Bagaimana kau tahu?"

"Firasat," jawab Ryden singkat, memilih untuk tidak mengungkap detail Sistemnya. "Dan karena aku juga bukan dari dunia ini."

Mata Elira membelalak lebar. Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, ada secercah harapan yang muncul di wajahnya. "Jadi... kau juga? Aku kira aku sendirian di sini. Aku terbangun di tengah laut tiga bulan lalu, tanpa ingatan jelas bagaimana aku bisa sampai di dunia ini. Yang kuingat hanya... aku sedang mengemudi pulang dari kampus, lalu semuanya gelap."

Ryden mengangguk pelan, memahami betul perasaan itu—kebingungan, keterasingan, dan rasa takut yang datang dari terlempar ke dunia yang sepenuhnya asing. "Aku mengalami hal serupa enam tahun lalu. Bedanya, aku terbangun di dalam tubuh baru yang sudah ada penghuninya sebelum aku. Bagaimana denganmu?"

"Aku... aku terbangun dalam tubuhku sendiri, hanya saja di dunia yang berbeda," jawab Elira pelan. "Aku tidak tahu kenapa, atau bagaimana caranya. Aku hanya berusaha bertahan hidup sejak saat itu, berpindah dari satu pulau ke pulau lain, menghindari bajak laut sebisa mungkin."

Kedua cerita mereka, meski memiliki kesamaan mendasar, ternyata cukup berbeda dalam detailnya—sebuah petunjuk kecil bahwa fenomena yang membawa mereka ke dunia ini mungkin tidak seragam, atau mungkin memiliki aturan yang jauh lebih rumit dari yang bisa mereka pahami sekarang.

"Kalau begitu," Ryden akhirnya berkata setelah termenung sejenak, "bagaimana kalau untuk sementara waktu, kita berjalan bersama? Setidaknya sampai kau menemukan tempat yang aman, atau sampai kita berdua memahami lebih banyak tentang situasi ini."

Elira menatap Ryden dengan mata berbinar, seolah tawaran itu adalah hal yang paling ia butuhkan sejak tiga bulan terakhir hidup dalam ketakutan dan kesendirian. "Kau serius? Aku... aku tidak ingin merepotkanmu."

"Kau tidak merepotkan," Ryden tersenyum tipis, sesuatu yang jarang ia tunjukkan sejak enam tahun terakhir menjalani hidup sebagai petualang penyendiri. "Lagipula, mungkin ini saatnya aku berhenti mengembara sendirian terus-menerus."

Mereka berdua kembali ke kapal kecil Ryden, bersiap melanjutkan perjalanan. Namun jauh di benaknya, Ryden masih menyimpan kewaspadaan—hasil analisis Sistemnya yang menyebut Elira sebagai "anomali" masih mengganjal pikirannya. Ada bagian dari cerita Elira yang terasa tidak lengkap, sebuah kepingan yang sengaja atau tidak sengaja belum diungkapkan gadis itu.

Untuk sekarang, biarlah kupercaya dulu, pikirnya sambil mengarahkan kapal menembus ombak pagi. Tapi aku akan tetap waspada.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!