Sequel Jodoh Pilihan Allah
~Aku mencintaimu karena Allah, aku menikahimu Karena Allah, Semoga Karena Allah pulalah kita berpisah~
Shafa Azura & Zidane Ar-Rayyan pasangan fenomenal dengan kisah cintanya yang unik dan menginspirasi. Namun, sebuah tragedi terjadi, memaksa mereka terpisah. Apakah itu ujian? Atau garis takdir yang harus mereka jalani.
Mampukah Shafa bertahan dengan penantian dan cintanya kepada Rayyan?
Jangan tanyakan sampai kapan aku menunggu, Karena aku di takdirkan untuk menunggu dan kau di takdirkan untuk kembali~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesak
"Jadi siapa yang mengganggu Zafran?" Tanya Jeffri pada dua bocah yang kini tengah menikmati eskrim di dalam mobil. Tadi mereka menyempatkan diri untuk membeli es krim untuk sedikit menghibur Zafran dan Aira yang baru saja mengalami pembullyan di sekolah.
Zafran dan Aira saling lirik, ia takut menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada orang dewasa yang kini menuntut penjelasan dari keduanya.
"Zaf?"
"Aira?"
Jeffri masih menunggu mereka menjawab pertanyaannya.
"Nak, ayo cerita? Siapa yang mengganggu Zafran sampai terluka begitu?" Rayyan yang duduk di sebelah Zaf mencoba membujuknya agar mau bercerita.
"Ehm" Aira yang berada di bangku depan sebelah Jeffri berdehem sambil melirik Jeffri seperti hendak menjelaskan sesuatu.
"Aira cantik, kenapa Zaf bisa terluka sayang?" Tanya Jeffri lembut pada gadis cantik sahabat karib Zafran tersebut. Ia sengaja melaambatkan laju mobilnya karena sudah memasuki kawasaan perumahan Rayyan. Mereka akaan mengantar Aira sekalian Zafran pulang untuk berganti pakaian.
Mendengar dirinya di puji cantik Aira langsung buka suara.
"Zaf tadi di keroyok sama anak-anak nakal di kelas om." Ucap Aira yang kini menoleh memandang Zafran yang tengah tertunduk di sebelah ayahnya.
"Keroyok? Masih Sekolah Dasar sudah berani main keroyok? Om akan laporkan mereka sama kepala sekolah. Memangnya kenapa sampai Zaf di keroyok?" Kali ini Jeffri benar-benar akan mengusut kasus pembullyan tersebut. Yang benar saja anak kelas 2 SD sudah melakukan aksi bully sampai main kroyokan, padahal sekolah mereka adalah sekolah elit yang bertaraf internasional. Sepertinya, kualitas akademik saja tak cukup untuk membekali anak-anak didik agar bisa jadi manusia yang seutuhnya. Penanaman karakter dan nilai moral yang paling penting untuk mereka di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan seperti saat ini.
"Aira, Jangan" Zafran berucap lirih sambil memandang lurus pada Aira.
"Zaf, kita tidak boleh melindungi orang yang salah. Mereka sudah berbuat salah jadi harus di hukum supaya tidak mengulangi lagi" Ucap Rayyan sambil merangkulnya. Dengan anak ini pun Rayyan merasakan memiliki kedekatan emosional yaang kuat. Terlebih saat kilas balik memorinya terputar kembali dalam ingatannya.
"Tapi Zaf sudah memaafkaan mereka ayah" Ia mendongak menatap ayahnya dengan tatapan polosnya.
"Memaafkan bukan berarti membiarkan nak, sebagai teman yang baik kita juga harus mengingatkan supaya mereka tidak mengulanginya lagi" Rayyan berucap lebih leembut agar Zafran paham akan maksudnya.
"Benar Zaf. Mereka nakal om jadi harus di hukum" Ucap Aira dengan semangat.
"Kejadiannya bagaimana Aira?"
"Tadi kan kita lagi menggambar, terus Ciko dan kawan-kawan pengen liat gambar Zaf, tapi Zaf nggak ngijinin. Mereka maksa sampai gambar Zaf robek." Terang Aira.
"Terus kenapa Zaf yang di keroyok?"
"Karena Zaf lapor sama bu guru, jadi mereka di marahai bu guru. Terus mereka dendam om. Pas mau pulang tadi mereka dorong Zaf sampai jatuh di kelas dan ...."
"Udah itu aja Om, Ayah" Zafran menyela Aira yang masih ingin melanjutkan kata-katanya.
"Dan apa Aira?" Tanya Rayyan. Dia harus tahu semuanya, tanpa terkecuali.
"Dan... Mereka ngata-ngatai Zaf. Katanya gambar Zaf jelek. Katanya Zaf mimpi karena Zaf nggak punya Ayah" Sambung Aira yang tak menghiraukan tatapan marah Zafran padanya.
"Dasar anak-anak nakal. Memangnya Zaf gambar apa?" Jeffri menggeram mendengarbucapan Aira. Orang tua anak-anak itu harus di panggil agar tahu kelakuan anak-anaknya. Batinnya.
"Zaf gambar keluarga. Ada Om Ray, tante Shafa, Zaf, Am dan Zizi" Imbuhnya. Zafran hanya tertunduk dalam diamnya.
Ya Allah, Seperti inikah yang di alami anak-anakku selama aku tidak ada. Rayyan merangkul Zafran semakin erat.
"Sekarang nggak akan ada lagi yang ngejekin Zaf. Ayah tidak akan pergi lagi. Zaf jangan sedih ya nak. Terimakasih Zaf sudah jadi abang yang kuat" Bisiknya menguatkan hati putranya.
"Ayah?" Panggil Zafran sambil mendongak pada Rayyan.
"Iya nak"
"Ayah jangan bilang mommy ya? Nanti mommy sedih." Pintanya dengan tatapan memohon.
"Iya" Rayyan kembali membawa Zafran kedalam pelukannya. Batinnya meringis melihat keluarganya yang saling menjaga dan melindungi satu sama lain.
Kamu memang wanita hebat Shafa!!!
🍃🍃🍃🍃
Di ruangan bernuansa putih itu, telah duduk kedua orang tua Shafa juga kedua mertuanya dan seorang gadis yang sejak tadi tak pernah lepas dari pandangan mata Shafa. Siapa lagi kalau bukan Aisyah. Setelah Shafa bangun dari tidurnya, ia mencari keberadaan Rayyan kesana kemari karena telah yakin bahwa dirinya tidak sedang berhalusinasi.
Perlahan tapi pasti, 4 orang yang kini di hadapannya menjelaskan kondisi Rayyan yang sesungguhnya. Tubuhnya langsung lemas, mengetahui bahwa suami tak lagi mengenalinya. Lalu apa yang akan terjadi dengan rumah tangga mereka kedepannya jika salah satu dari mereka terlupakan begitu saja.
Kenapa takdir begitu kejam kepada kita? Ia memisahkanku denganmu dan mengembalikanmu dengan melupakanku.
Adakah yang lain di hatimu kini mas?
Ketakutan-ketakutan itu mulai menghantui fikirannya. Bagaimana kalau posisinya di hati Rayyan telah tergantikan dengan wanita lain. Bagaimana kalau Rayyan tidak lagi mengingatnya dan tidak lagi mencintainya seperti dulu. Bagaimana kalau ternyata Rayyan sudah memiliki wanita lain? Bagaimana dengan nasib ketiga anaknya? Apakah akan ada orang ketiga di antara mereka?
"Shafa harus bagaimana?" Ia menyandarkan tubuhnya pada sofa diruangan itu.
"Shafa percaya Rayyan kan?" Tanya Ayah.
Jauh didalam hati ia percaya pada Rayyan yang menutut penuturan Aisyah dia tidak memiliki siapapun. Tapi lagi-lagi itu menurut Aisyah, bukan kata Rayyan. Siapa yang bisa mengukur kedalaman hati seseorang? Bisa saja kelihatanyya seperti itu tapi kenyataannya berbeda.
"Nak, kita tidak pernah tahu rencana Allah ke depan. Bisa saja yang terjadi pada kalian saat ini adalah bagian dari rencana Allah yang indah untuk kalian di masa depan."
"Tapi Mas Ray nggak ingat Shafa ayah" Ucap Shafa dengan bibir bergetar. Sesak Rasanya mengetahui dirinya terlupakan.
"Sekarang lebih baik Shafa makan dulu ya" Mommy mencoba membujuk Shafa yang sejak bangun tadi menolak untuk makan.
"Aku nggak lapar mom"
"Tapi kamu harus makan. Gimana kamu mau merawat Rayyan dan anak-anak kalau kamu sakit?" Balas Mommy. Ia hendak berdiri mengambil makanan yang tersedia di atas meja.
"Kecuali jika kamu ingin orang lain yang merawat Rayyan?" Mommy melirik Shafa yang langsung duduk tegap sambil memandang mommynya. Pandangannya kemudian beralih pad Aisyah.
"Eng..enggak...enggak. Aish nggak mau ngetawat kang Andi...eh kang Rayyan" Ucapnya sambil di ikuti gerakan tangan menolak.
"Assalamualaikum" Ucap Zafran yang langsung masuk kedalam ruangan Am. Di ikuti Rayyan dan Jeffri di belakangnya.
"Waalaikum salam"
"Zaf?" Shafa sedikit tertegun melihat Zafran yang berjalan menghampirinya dengan sebelah tangannya menggandeng Rayyan.
"Mommy..." Zafran mencium tangan mommynya, memeluk dan mendaratkan kecupan di pipinya.
Jeffri memberikan kode pada mereka yang berada di ruangan itu untuk keluar. Ia ingin memberikan waktu kepada Rayyan dan keluarga kecilnya untuk melepas rindu, juga menjelaskan apa yang harus di jelaskan.
"Em... Fa, kami makan siang dulu ya. Dari tadi belum makan siang" Ucap ibu yang di ikuti oleh mommy dan lainnya.
"Kang, Aish pulang dulu ya.. Kasian pak Marno dari tadi nunggu" Sahut Aisyah yang juga paham akan kode yang diberikanJeffri.
"Daddy juga, ke ruangan dulu ada beberapa dokumen ynag harus di periksa. Ayo mom" Ucapnya sambil menggandeng tangan Mommy Shafa.
Shafa dan Rayyan hanya bisa bengong melihat satu per satu orang meninggalkan ruangan itu.
"Ray...!" Panggil ibu sebelum menutup pintu.
"I...iya bu?" Jawabnya agak canggung, ia belum terbiasa dengan nama Rayyan, meski nama itu tidak asing baginya.
"Tolong bantu Shafa makan. Sejak tadi dia belum makan. Kamu makanlah juga ibu sudah menyiapkan semua di atas meja" Ujar ibu yang di jawab anggukan oleh Rayyan. Dia sendiri baru saja makan saat mengantar Zafran pulang berganti pakaian. Bukan hanya makan ia bahkan di jamu baak seorang raja oleh pembantu di rumahnya yang sangat terkejut dengan kedatangannya. Dan karena berada di rumah itu pula, Ingatannya sedikit-demi sedikit muncul.
Kini hanya tinggal mereka bertiga yaangbada di dalam ruangan. Shafa, Rayyan dan Zafran, karena Am dan Zifara sedang di bawa Aini dna tante lilis keluar mencari udara segar. Am tadi sempat rewel mencari ayahnya.
Kecanggungan begitu nampak di antara mereka berdua yang kini saling tatap. Ingin rasaany aShafa memeluk dan mencium priaa di hadapannya itu, menumpahkan semua rasa rindunya. Sayangnya, amnesia Rayyan membuat Shafa takut dan malu. Ia seperti baru bertemu dengan seorang pria. Padahal laki-laki di depannya saat ini adalah laki-laki yang sudah mengetahui dirinya luar dalam messki kini sedang lupa ingatan.
Aku kangen kamu mas!
tp akhirnya ceritanya gantung.
tolong dilanjut sampai end kak...
ternyata selama itu kak authornya vakum
semoga sehat selalu kak ya, dimudahkan segala urusan oleh Allah SWT
Aamiiiin
ayolah kakak di lanjut lg
jngan di gantung
sy selalu mendoakan semoga kak Thor naik sehat dan selalu dlm lindungan Tuhan ,,
biar bisa lanjut
sy samapai jenuh menunggu
Tp ngomong2. Ini banyak komen gn dibaca ga sih sama si Author.
ga terlalu lebay
tapi kenapa lama sX up lanjutan nya
sampe 5 x baca bolak balik
belum ada sambung nya ,
sampe cape nunggu
sampe hafal cerita nya karna berulang X di baca
malah sampe geregetan sama AUTHOR nya
kenapa blm UP lg
sampe nangis di tinggal AUTHOR ngilang begitu Saja
tapi kenapa kelanjutan nya belum ada juga tor
lanjut dong biar seru
sampe bosen bacanya 5X baca loh ,,
sampe khatam ceritanya