NovelToon NovelToon
Suamiku, Cintai Aku

Suamiku, Cintai Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cha Indhiey

Arinka adalah gadis desa yang jauh dari kata modern tetapi parasnya cantik hanya saja dia sangat lugu, Perjodohan adalah kata yang paling di benci Renza,
suatu hari sang nenek memilih menjodohkannya dengan gadis desa yang sangat jauh dibawah standar renza.
renza menerima perjodohan dengan terpaksa tetapi dalam hatinya dia berjanji tidak akan ada cinta dan tidak akan pernah ada hubungan intim.

"hanya gadis kampung yang biasa saja apa pantas mendapatkan hartaku dan kenikmatan tubuh ini" ucapnya dengan kesal.

akankah Renza mencintai Arinka seperti yang diharapkan sang nenek?

aku penulis baru, mohon dukung aku ya dengan kritik dan sarat yang sopan 😊

salam sayang dariku buat semua pembaca setiaku 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cha Indhiey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 : Romantis yang tertunda

Arinka berjalan lumayan jauh dari persimpangan jalan itu masuk kedaerah perumahan elite mereka. sesekali berjalan seperti itu lumayan mengasyikan, sekalian menikmati pemandangan sekitar perumahan elite itu, menghirup udara yang segar dengan banyak pepohonan yang berjajar disepanjang jalan. semacam mimpi yang menjadi nyata. Arinka bisa tinggal ditempat seperti, jika bukan karena menikah dengan Renza mungkin semua ini hanya semu.

Terbesit dibenak Arinka, Jika dirinya tidak menikah dan pergi kekota, akankah nasibnya sama seperti hari ini? ini adalah permainan takdir, hanya saja Takdirnya tidak seberuntung wanita lain yang dicintai dan inginkan. sepanjang perjalanan menuju rumah, Arinka banyak berpikir, karena sudah takdirnya mungkin ia harus menerima dengan ikhlas, Arinka selalu yakin pasti akan ada kebahagiaan sejati yang menunggu jika ia bersabar.

Pepohonan yang rindang, udara yang segar dan cuaca yang mendung karena memang sudah sore membuat Arinka sangat bahagia, ia berlari-lari kecil sambil memegang buket bunga ditangan kirinya, senyumnya merekah diiringi nyanyian kecil. hampir tidak ada yang lewat sore itu, apalagi orang yang jalan kaki sepertinya. karena rata-rata pemilik perumahan elite ini orang yang sibuk.

Tanpa terasa Arinka sudah sampai didepan rumah dengan napas ngos-ngosan. karena ia sangat jarang berlari apalagi berolahraga, tidak ada waktu baginya yang hanya orang kampung berolahraga, baginya mencari uang harus menjadi prioritasnya, ia takut jika suatu hari ia diceraikan saat ia sudah bergantung kepada orang lain. akan sangat sulit pikirnya.

"Bi Ami, Bisa tolong ambilkan Air minum? aku sangat haus."

Bi Ami muncul dan membawakan segelas air minum dan meletakkannya dimeja, Arinka sangat lelah. ditempat kerja saja dia sudah berjalan-jalan ditambah pulang jalan kaki.

"Nyonya kenapa? keringatnya banyak sekali? habis lari ya?" tanya Bi Ami.

"Haha, Habis jalan kaki Bi dari persimpangan jalan sebelum masuk kompleks."

"Wah, lumayan jauh dong Nya, kenapa jalan kaki, biasanya Nyonya naik ojek?"

"Kebetulan hari ini diantar teman Bi."

Bi Ami melirik sebuket bunga yang diletakkan di kursi.

"Ini dari teman juga?" menunjuk kearah buket bunga.

"Bukan Bi, Aku juga tidak tau siapa yang memberi bunga ini, nama pengirimnya tidak ada."

Tiba-tiba terdengar suara hempasan berkas yang lumayan keras, seketika Arinka dan Bi Ami masuk.

"Tuan sudah datang, ya? tanya Arinka

"Sudah Nya, barusan sebelum Nyonya."

Arinka bergegas kedapur untuk membuatkan Kopi, sekilas Arinka melirik Renza sedang marah. entah apa yang membuatnya marah, Deni yang berusaha menenangkan dengan pembicaraan panjang lebar.

"Biar Bibi bantu membawakan kopinya?"

"Jangan, Bi. ini sudah tugasku."

Arinka berjalan sambil membawa dua gelas kopi dari dapur dan meletakannya di meja, Renza hanya melirik tanpa berbicara sedang Deni mengucapakan terima kasih dengan sopan dan senyuman. Arinka berjalan keluar mengambil sebuket bunga mawarnya yang ia tinggal di teras tadi, lalu ia berjalan melewati Renza dan Deni yang sedang berbincang-bincang, ia naik keatas untuk menaruh bunga itu.

Bunga? dapat dari mana? tapi kenapa Renza tidak bertanya? batin deni.

"Aku naik keatas sebentar, Aku ingin mandi. Kau jangan pulang dulu, nanti kita bicarakan mengenai masalah perusahan itu." sambil berlalu membawa tas kerjanya naik kekamarnya.

"Baik, Pak."

Renza masuk kekamar dan melihat Arinka sedang senyam-senyum memandangi bunga mawar merah itu. Renza tak menggubrisnya hanya melirik dan menaruh tas kerjanya diatas ranjang. Arinka yang menyadari keberadaan Renza segera berdiri dan beralih pandang dari buket bunga itu.

"Tuan ingin mandi? sebentar Aku siapkan air panasnya."

"Hmm" jawab Renza singkat.

Renza memandangi bunga mawar itu dengan ekpresi datar, kemudian membuka bajunya dan menaruhnya dikeranjang.

Arinka sudah selesai mengisi Air panas dan keluar dari kamar mandi dengan cepat ia menutup matanya melihat Renza telah bertelanjang dada.

Kenapa sih orang ini? Senang sekali memperlihatkan tubuhnya kepadaku, Mataku ternodai tau!

"Kau kenapa?" tanya Renza.

"Maaf, Tuan. Apa tidak sebaiknya Tuan membuka baju dikamar mandi saja?"

"Memang kenapa? ini kamarku, suka-suka aku dong."

Yayaya, ini kamarmu. kau bebas.

"iya." menjawab dengan terpaksa.

"Apa kau keberatan?"

"Mana mungkin Aku keberatan, Anda kan Tuannya disini."

"Bagus jika kau tau." dengan nada tegas.

Arinka tidak tau jika Suaminya itu sedang marah karena melihat ia turun dari mobil orang lain. Seperti orang yang uring-uringan melampiaskan kesalahan kepada orang lain, tanpa mau bertanya kepada orang yang bersangkutan.

"Siapkan baju, dan tunggu aku keluar dari kamar mandi."

Kenapa aku menunggunya, ada apa sih? Dasar sultan selalu bebas berkehendak. huh!

Arinka duduk disofa, sofa yang biasa ia tiduri sambil melihat lagi bunga mawar itu, yah sesuka itu Arinka dengan buket itu, bukan karena suka bunga mawar, ia menyukai semua bunga. hanya saja suka karena itu bunga pertama yang diberikan seseorang kepadanya. Arinka terkesiap dan segera mengambil piyama untuk Renza dan menaruhnya di atas ranjang King size.

Arinka lalu duduk di atas ranjang King size itu sebentar, dan mengenjut-enjutkan ranjang itu, sangat empuk pikirnya. ia lalu tersenyum kegirangan. mungkin ini hari yang baik baginya. Renza keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit dibagian bawahnya saja sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil.

Entah angin yang berhembus dari mana, Arinka terlena menatap tubuh Renza, tidak berkedip sedikitpun. bagaikan fangirl yang menyukai Idol nya memperlihatkan Roti sobek, begitu bahasa para Fansgirl Perkoreaan. sedang Renza masih sibuk mengeringkan rambutnya, mengeluarkan segenap pesona yang ada pada dirinya.

Sadar, kau kenapa Arinka seperti tersihir. Sial! aku juga manusia biasa, bisa terhipnotis dengan dada kotaknya. Kenapa sih dia ini sangat tampan! Menepuk pipinya sambil tersenyum konyol.

"Kau kenapa?"

"Tidak apa-apa." segera menutup matanya tapi tidak beranjak dari ranjang king size itu.

Renza beranjak dari kamar mandi dan mendekat menghampiri Arinka, ia ingin mengambil pakaiannya. bau harus semerbak mendekati penciuman Arinka, ya lelaki ini memang sangat wangi.

Sial! Semakin hari aku melihatnya kenapa dia semakin cantik sih.

"Aa-aku keluar dulu." bangkit dari duduknya ingin berjalan menuju pintu keluar, tapi dengan segera Renza menarik tangannya dan membuat Arinka terperanjat, hampir saja Arinka terjatuh karena posisi kaki yang bertautan, tetepi Renza lebih sigap memeganginya.

"Kenapa, Tuan?"

Posisi mereka saat ini sangat dekat, bahkan menarik napas saja saling berebutan. Renza menatap Arinka dengan intens. Glek, Renza menelan saliva dengan payah. begitu pula Arinka menjadi sangat salah tingkah.

Kenapa dia? mau apa?

Jantung Renza berpacu dengan kencang, seakan suaranya bisa terdengar oleh Arinka. wajahnya semakin dekat dan Arinka mengernyitkan keningnya, tangan Renza perlahan memegang rambut Arinka dan...

"Ada semut dirambutmu." ucap Renza datar.

Sial! hampir saja aku ingin menciumnya. Mungkin aku sudah tidak waras.

"Oh ya." jawab Arinka panik.

Mereka tersadar dari posisi mereka dan segera menjauh, Renza segera membetulkan letak handuknya, kalau-kalau melorot tanpa ia sadari.

"Sana pergi!" bentak Renza.

Tadi dia yang bilang jangan pergi, tunggu dia selesai mandi, ada apa sih dengan lelaki ini? sekarang berteriak menyuruh pergi, cih!

Arinka tidak keluar melainkan masuk kekamar mandi setengah berlari, "Sial, memang aku memikirkan apa? haha" tertawa konyol.

Hal paling Bahagia yang diinginkan Arinka sebelum menikah adalah memiliki suami yang menyayanginya setulus hati, tapi sekarang semuanya buyar bagaikan hilang ditelan gelombang air laut. pasalnya Renza itu jauh dari semua kategori yang diidamkan Arinka. Entah kapan semua keinginan Arinka itu akan terwujud, hanya waktu yang bisa menjawabnya.

**Bersambung..

Setiap hari aku ingatkan jangan lupa vote dan comment ya 😊

Salam sayang dariku buat pembaca semua 💗

Luv u 😘**

1
Cha Indhiey
Masih ada yang nungguin ga sih?
Yuli Anggraini
arinka tidak dewasa, dikit2 marah
Yuli Anggraini
cerita renza dan arinka terkesan lebay
Nuraini Aini
karakter arinka telalu cengeng dikit" nangis g berani membalas bsnya cm nangis
Vera Wilda
masih ada aja Thor pelakor d hub. Arinka dan Renza.... 🤔🤔🤔
Vera Wilda
kok keguguran sich Thor, baru juga mau bahagia .... 😔😔😔
Pino Kiyo
aku orang kebungbader
Dewi Ruli
wauw...jadi pacaran deeeh...jadi gemeees niiih bacanya...apagi sama yg bikin cerita nya....pinter bangeeet...😀👍😍🌷❤
Dewi Ruli
seruuu...tuuuh kl mereka bisa jadian...apalagi kl sampe nikaaah...top deeeh...😀😀😀👍
Dewi Ruli
huuuuu...meleleeeh...bener ga yaaa..😍❤
Dewi Ruli
Renza moduusss...😀😀😀
Nur rahmayana
suami istri yg kompak dan kebuvinan tingkat dewa bentar lagi sahabat sahabatnya mengikuti jejak bosnya yg bucinnya super super,diputer,dijilat,trs nyemplung huahahahahhahaah
Nur rahmayana
like dan komentar dulu hadiahnya kemudian huahaha🏃🏃🏃😘
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Nur rahmayana
gengsinya digedein padahal bucin akud
Nur rahmayana
pasangan yg serasi cool dan cute manis gemezin
Nur rahmayana
SDH ada bau bau bucin super aktif kayanya....tapi gengsinya kegedean entar di salip Ama orang baru nyahok 😀😀😀😀😀😀🏃🏃🏃🏃🏃
Nur rahmayana
mampir Thor......
ayahe galih212
menutup mulutnya dgn masker..?menurut tebakanku..sepertinya Aldi..dan aldi jg ikut terlibat..karena tekanan dari Dahlan..!
ayahe galih212
Mawarni clarisya. ! mawar itu diambil dari nama depan..dan Risya itu diambil dari nama belakang...berarti sudah jelas..yg di benci dan sekaligus dicintai Deni itu hanya satu orang..!sebelumnya mohon maaf ya Thor..kalo nantinya tebakanku dari pertama ini salah..!
ayahe galih212
bikin cekikikan ya Thor..?ini sudah mulai kebaca sedikit alur ceritanya.!.apa mungkin mawar dan Risa itu orang yg sama. ya Thor..?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!