Pengusaha muda, Kevin Martine Abraham bertemu dengan penulis novel Sarah Nicole. Kevin yang memiliki segalanya, berusaha mendapatkan hati Sarah, pria itu diam-diam mengikuti Sarah hingga membuat Sarah risih.
Mungkinkah Sarah akan menerima Kevin masuk ke dalam kehidupan sederhananya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyu Ela Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
“Alexa, aku kakaknya”.
“kau sedang berbohong”.
“tidak, ini kartu namaku”. Alexa memberikan kartu namanya pada Michael “aku bisa membantumu
mengembangkan club ini, jika kau mau menjaganya untukku”.
Flashback off
“aku akan menghancurkannya seperti dia menghancurkanku, kalau bisa menghilangkannya dari
muka bumi”.
“bagus”.
Nicko datang dengan terburu, pria itu membawa sebuah data-data yang diambilnya secara diam-diam
mengenai Sarah dan siapa keluarga dibaliknya. Sebelum Sarah menghilang ketika dia datang untuk membunuhnya.
“nyonya Alexa, ada berita mengenai Sarah”. Ucap Nicko yang membuat Alexa dan Viviana menengok
“apa?”.
“Sarah adalah anak kedua dari tuan dan nyonya Marley”.
“what? Katakan dengan jelas, dia hanya anak panti yang tidak tau kemana orang tuanya”.
“memang benar nyonya, beberapa tahun yang lalu tuan dan nyonya Marley membawa Sarah ke panti itu,
sebelum mereka mati di bunuh”.
“bukankah anaknya hanya Barom Marley?”.
“tuan Barom menjemput Sarah secara langsung, bahkan berniat membawanya ke Hongkong untuk beberapa
waktu”.
“sebelum mereka pergi, bagaimanapun caranya kau harus melenyapkan wanita itu”. Bentak Alexa kesal
“aku akan membunuhnya sekarang”. Ucap Viviana yang membuat Alexa dan Nicko menatap Viviana tidak
percaya “aku tau cara masuk apartemennya, aku tau sandi apartemennya, dia tidak mungkin menggantinya”.
“apa kau yakin?”.
“sangat yakin”.
“baiklah aku tidak akan melarangmu, tapi kau harus berhati-hati jangan samai ada yang tau akan hal
ini”.
“aku mengerti”.
Viviana meninggalkan kediaman Alexa menuju apartemen Sarah.
Dengan menggunakan taksi, Viviana sampai di depan apartemen Sarah, wanita itu langsung masuk
menggunakan Lift, saat ingin masuk, dia mendengar suara Kevin. Viviana bersembunyi dibalik tembok menunggu Kevin sampai keluar. Lalu masuk kedalam lift.
Hingga didepan pintu apartemen Sarah, Viviana memencet bel yang berada di samping pintu menunggu
Sarah membukanya. Beberapa detik kemudian, pintu terbuka, Sarah menatap tajam Viviana.
Tiba-tiba Viviana berlutut di kaki Sarah sembari menangis sesenggukan.
“aku minta maaf Sarah, harusnya aku tidak iri denganmu, bunda menyayangi kami semua, harusnya aku
tidak seperti ini. Aku mohon maafkan aku”.
Sarah menunduk membawa Viviana untuk berdiri dan mengajaknya masuk ke dalam Apartemen.
“duduklah, aku akan mengaambilkan air minum, kau tidak salah apapun, aku sudah memaafkanmu
Viviana”.
Viviana mengangguk dan duduk di ruang tamu. Sedangkan Sarah menuju dapur untuk mengambilkan air minum
dan beberapa camilan.
Sarah datang dengan dua gelas coklat panas dan beberapa camilan kue kering.
“minumlah untuk menghangatkan badanmu”. Ucap Sarah
“Sarah, terima kasih kau baik padaku walaupun aku sudah sangat jahat denganmu”.
“iya, kamu juga orang baik, tapi kamu salah mengartikan sikap orang lain”.
“bolehkan aku pinjam chargermu?”.
“tentu saja, aku akan ambilkan di kamar, tunggu sebentar”.
“hm”.
Sarah beranjak dari sofa dan masuk kekamarnya untuk mengambil Charger.
Viviana melihat lebih jelas apakah sarah sudah masuk apa belum, dia memasukkan sebuah obat ke dalam
minuman milik Sarah dan menyimpan nya kembali ke saku setelah selesai.
Sarah tersenyum keluar dari kamar.
“ini, pakai saja”.
“terima kasih sar”.
Viviana mencari stop kontak di samping televise, melihat dari ekor matanya Sarah meminum coklat
panas yang sudah di campur obat oleh Viviana.
‘kau akan benar-benar menghilang dari muka bumi ini Sarah’.
Telepon Viviana berdering.
“tunggu, aku akan mengangkatnya sebentar”.
Sebenarnya itu bukannya dering telepon, melainkan hanyalah ringtone.
“maafkan aku Sarah, aku tidak bisa lama disini, aku harus segera ke gedung teater, jangan lupa melihat
pertujukkanku minggu depan”.
“baiklah hati-hati di jalan”.
Viviana meninggalkan apartemen sarah dengan senyuman liciknya. Saat berada di Lift, tanpa sengaja
Viviana berpapasan dengan Kevin, namun Viviana mencoba menutupi wajahnya dengan Hodie yang tengah dia pakai. Begitupula Kevin yang tidak begitu yakin kalau itu Viviana.
Kevin berjalan menuju apartemen Sarah, ada dokumennya yang ketinggalan. Sampai di depan apartemennya,
beberapa kali pria itu memencet bel tapi tidak di buka sama sekali, Kevin fikir Sarah sudah tertidur, akhirnya pria itu membukanya sendiri, karena mamang tau apa password apartemen Sarah.
Pintu terbuka, mata Kevin langsung tertuju pada Sarah yang tertidur di sofa, namun anehnya ada
pecahan gelas di bawah. Kevin ingat dengan orang yang berpapasan dengannya.
Pria itu membawa Sarah kedalam gendongannya menuju keluar apartemen, nafas Sarah tersenggal-senggal,
bahkan serasa sudah ingin menghilang.
Kevin menghubungi Ronald saat berada di mobil.
“tunggu sebentar sayang,kita akan segera sampai rumah sakit”.
Jawabannya dari Ronald.
“Halo tuan Martine, ada apa?”.
“bagaimana kerjamu hah? Bagaimana bisa Viviana masuk dan emmbuat sarah sekarat”.
“saya tidak mengerti tuan”.
“temukan cctv sekarang, penjarakan Viviana!”.
“baik tuan”.
Sampai di rumah sakit, Kevin membawa Sarah masuk dibantu beberapa dokter yang ada di rumah sakit itu.
“tunggu di luar tuan, kami akan melakukan pertolongan pada nona Sarah”.
Kevin mengangguk.
“selamatkan dia”.
“baik tuan”.
Pintu tertutup. Menyisakan Kevin yang mendar-mandir di depan pintu.
Beberapa menit kemudian, Barom datang dengan dua pengawalnya. Pria itu Nampak sangat marah
melihat Kevin ,karena setahunya Kevin yang terakhir bersama Sarah.
Barom menarik kerah baju Kevin. “apa yang kau lakukan pada adikku hah?”.
“aku tidak tau”.
“apa kau bilang? Kemana saja kau!”.
Ronald datang langsung memisahkan mereka berdua.
“tolong tenang sedikit tuan Barom, tuan Martine lah yang membawa nona Sarah ke rumah sakit, nona Sarah
diracuni sepertinya, Viviana datang sebelum itu, kami sudah menyerahkan kasus ini ke kepolisian”.
Kevin menunduk dan duduk dibawah, menenggelamkan wajahnya di dedua kakinya, air mata pria itu
jatuh, kali kedua dia menangisi seseorang setelah kedua orang tuanya meninggal.
Ronald membawa Barom menjauh dari Kevin. Mereka berdua berbincang-bincang dibalik tembok.
“ada apa?”.
“saya ingin menyampaikan bahwa tuan Martine sangat mencintai nona Sarah, tuan Barom tau sendiri kalau
tuan Martine selalu berganti paasangan one night stand, tapi sejak mengenal nona Sarah, dia tidak pernah sekalipun melakukannya lagi. Bahkan untuk pertama kalinya, saya melihat tuan Martine menangis selain di pemakaman orang tuanya”.
Barom terdiam, dia juga merasakan hal yang sama, bahwa Kevin mengistimewakan adiknya, bahkan Kevin
lebih dulu dekat dengan adiknya ketimbang dirinya yang kakak kandung Sarah.
“aku tau dari awal memang Kevin telah merubah dirinya untuk adikku, tapi-“.
“apa yang tuan Barom ragukan lagi?”.
“aku baru pertama kali bertemu dengan adikku, aku tidak tau dia seperti apa, yang aku tau dia tidak
boleh berada dalam bahaya, aku akan tetap membawanya ke Hongkong setelah dia sadar, disini tidak aman untukku”.
“saya tau tuan, itu memang benar, banyak yang mengincar nyawa nona Sarah”.
“siapa itu Viviana?”.
“dia anak panti yang sepertinya di setir seseorang untuk membunuh nona Sarah”.
“aku akan melenyapkan otak dibaliknya”. Ucap Barom dengan amarah
dan inilah yang bnyak terjadi novel2
*kalau pemeran utama wanita meninggalkan pemeran utama pria, itu dianggap bukan kesalahan, kalau pun salah minta maaf semua beres yang parah lagi mereka akan menyalahkan pemeran utama pria
*tapi jika pemeran utama pria yang tinggalkan pemeran utama wanita itu adalah kesalahn paling besar, tidak akan mudah dimaafkan, pemeran akan dibuat mengemis2 maaf
gk suka sama klakuannya thoooor.......suka nabur benih🤣🤣🤣