Berantai kejadian yg diyakini sebuah kutukan, dari buyutnya. akhirnya terpecahkan . Karena sebuah dendam , hingga anak turun temurun nya mati karena serangan ilmu hitam.
Karena kakek buyutnya yang Bernama Gajah Wereng , menjadikan anak dan cucu cucunya mati dengan dada yg memar menghitam.
Hingga kelahiran Ayunda , yg dipercaya sebagai penakluk dari musuh bebuyutan dari Gajah Wereng.
karena ternyata sang Mertua Gajah Wereng adalah Pertapa yg mempunya Pedang Langit Kembar , penghuni taman langit.
Ikutilah perjalanan Ayunda , dari hal yg receh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siluman Ular
Sementara itu ditempat Darto .
Ketika pekerjaan sudah selesai Darto keluar dari ruang kerjanya , ia ke dapur untuk minum , setelah itu ia ke kamar.
Ketika baru masuk kamar ia di kagetkan oleh suara bedebam didalam kamarnya , bergegas ia melihat apa yg terjatuh itu.
Terbelalak lah matanya ketika melihat Wowo, Kricil dan Barong telah tewas . Hal itu membuat Darto geram dan segera ia menelepon Tuannya ..
" Halo selamat malam Tuan " Darto
" Ada apa Darto ...?" Kata Tuan Bram
" Maaf Tuan, 3 penjaga telah tewas setelah menjemput Wowo di Kemang " kata Darto
" Apa....!!!! "
" Siapa berani beraninya dia mengusikku....!!!" Kata Tuan Bram
" Saya tidak Tahu Tuan....karena mereka sampai rumah sudah tewas..." Kata Darto
" Besok saya ke Kemang " Tuan Bram
" Baik Tuan.." kata Darto
Akhirnya sambungan telepon pun terputus , Darto kemudian memanggil si Gimbal penjaga rumahnya , yg wajahnya mirip Wowo , untuk membuang bangkai mereka.
*****
Hari ini di sekolah Ayunda belum ada aktifitas kembali
Hanya Pujo yg baru datang untuk pengecekan. Setelah keliling lingkup sekolah ia kembali ke pos jaga.
Ia sempat melirik ke gedung sebelah yg sudah setengahnya dirobohkan. Namun tampak berbeda hari ini. Pohon pohon didepan gedung itu hangus terbakar , dan ada bagian dinding seperti kue terpotong.
Pujo penasaran , berjalan agak mendekat , walau masih di lingkungan tempat jaganya.
Mengamati setiap pepohonan yg hangus dan terpotongnya baliho besar " itu tidak mungkin merobohkannya seperti itu" monolog Pujo saat ini.
Terlihat dari depan sebuah mobil masuk ke ke area gedung sebelah itu , "mungkin itu pemborongnya , atau mungkin yg punya " masih kata Pujo dalam hati.
Terlihat beberapa orang yg keluar dari mobil , salah satunya berpakaian sangat rapi. Sehingga terlihat sebagai bosnya.
POV Pujo
Aku melihat , seperti seorang bos turun dari mobilnya , kulihat ia mondar mandir sambil memandangi bangunan yg sudah sebagian roboh itu. Sepertinya mereka tidak menyadari , aku ada disini , aku duduk dipojok lingkungan taman sekolah sambil mendengar apa yg mungkin mereka bicarakan.
" Darto...tempat ini seperti terbakar kenapa ya , bukan pekerjaan kan yg membakar ? " kata Tuannya
" Bukan Tuan Bram..." Jawab orang yg di panggil Darto tadi
Aku mendengarkan apa yg mereka bicarakan , dan sempat mendengar , mereka sudah mengutus penjaga bernama Wowo , dia juga yg menyuruh Wowo mengusir penunggu disitu. Karena setelah bangunan jadi mereka akan , mengisi yg lainnya.
Dari yg ku dengar , sepertinya mereka adalah orang yg mengagungkan, benda atau makhluk lain. " Berarti kemarin murid yg kesurupan , termasuk ulah dari mereka ya " aku coba berfikir tentang peristiwa kemarin.
Kembali aku dibuat kaget , ternyata mereka begitu membenci akan ilmu agama . Ku dengar dia sering menyebut Nyai Ratu ,aku tidak tahu maksudnya apa , kemudian mereka menjauh dan pembicaraannya sudah tidak aku dengar
POV Pujo end
*****
" kemungkinan disini kejadiannya Darto , mereka tewas disini ... " kata Tuan Bram
" lalu siapa yg melakukannya Tuan ?" Jawab Darto
" Nanti saya akan tanya Nyai Ratu , siapa yg telah mengacaukan semua ini " kata Tuan Bram
" Baik Tuan " jawab Darto
Lalu mereka kembali ke mobil , dan mereka pergi meninggal kan tempat itu.
Tuan Bram langsung menuju ke Gunung Gede tempat Nyai Ratu berada.
Merek menelusuri pedesaan hingga Sampai kaki gunung itu . Untuk menyusuri tempat itu , Bram berjalan kaki
Disana sopir disuruhnya istirahat di sebuah Villa penginapan milik Tuan Bram , Darto tidak ikut serta . Tuan Bram berangkat ke atas ditemani penjaga disana semacam genderuwo. Bram berjalan sekitar setengah jam-an dan akhirnya sampai disebuah Goa , yg dihuni Nyai Ratu.
Ia langsung masuk kesitu. Dicarinya Nyai Ratu didalam sana.
" Ada apa Bram " kata Nyai Ratu yg ada didalam , badannya melingkar lingkar dan , mulutnya mendesis , kepalanya melongok keatas dan mengarah ke Tuan Bram.
" Ampun Nyai Ratu , 3 Penjaga kami tewas di tempat Proyek kami " Bram memberitahukan kondisi
" Kurang Ajar , siapa yg berani melakukan itu ?" Kata Nyai Ratu
" Saya tidak Tahu Nyai " jawab Bram
" Biar aku lihat " kata nyai Ratu
Kemudian ia menuju bejana yg ada diruangan itu , bejana itu berisi air dan kembang warna warni , kemudian membaca mantra , dan keluarlah gambaran kejadian Wowo , Kricil dan Barong , tewas .
" Mereka dikalahkan anak kecil , siapa dia ? " kata Nyai Ratu
" Dari cara melumpuhkan penjaga , seperti mirip Kadarsih ...!" Nyai Ratu manggut manggut.
" Hahahaha....keturunan Kadarsih ...hahahaha...!!!" Nyai Ratu
" Ternyata Nyai Andini belum mampu membinasakan keturunan Nyai Kadarsih....hahahaha " kata Nyai Ratu
" Bram..." Nyai Ratu
" Saya Nyai Ratu.." jawab Bram
" Itu musuh lama...baiklah biar aku saja yg akan menghabisinya..." Kata Nyai Ratu , yg kemudian berangsur angsur menjadi wanita cantik .
" baik Nyai Ratu " Jawab Bram
" Sekarang layani aku , hahahaha..." Kata nyai Ratu
Kemudian mereka menuju ke bilik yg ada disitu. Menyalurkan hasratnya.
Bram mencari pesugihan dengan cara seperti itu . Setelah ritual , biasanya usahanya lancar jaya .
Bram sudah lama mengenal Nyai Ratu . Sehingga sampai saat inipun sering datang ke tempat itu. Untuk menunaikan kewajiban nya karena sebuah perjanjian.
Selain itu , Bram juga diberi penjaga , dengan makanannya darah manusia.
Setelah selesai melakukan kewajibannya , Bram kembali turun ke tempat penginapan dibawah , ia segera merebahkan tubuhnya disana , menimang dan merasakan semua yg terjadi , menyesal , tentu saja tidak , karena ia sangat menginginkannya .Hingga keesokan harinya tiba , ia dan sopirnya kembali ke kota.
*****
Raisha hari ini tidak ke toko , Rian sudah berangkat . Hari ini special Raisha menemani Ayunda di rumah.
Ayunda masih tertidur hingga bunyi pintu diketuk oleh Mamahnya .
" pagi sayang...bangun yuk.." kata Raisha
" masih ngantuk mah..." Jawabnya
" mama sudah masak nasi goreng kesukaanmu, yuk...mama temenin " kata Raisha
Mau ngga mau Ayunda bangun dan masuk kamar mandi terlebih dahulu, cuci muka gosok gigi terus menuju meja makan.
Seharian ini mereka berdua menghabiskan waktu bersama hingga siang hari tampak Ayunda bermain sambil belajar di taman samping rumahnya .
Malam harinya Ayunda sudah masuk ke kamar . Di Kamarnya ternyata sudah ditunggu Oleh Kakek buyut nya .
Sambil tersenyum Kakek buyut itu memandang Ayunda .
" Cah Ayu , kemari lah..." kata Kakek
" iya eyang buyut " Ayunda
" Bersiaplah sebentar lagi pedang itu akan berada di tanganmu , kau harus hati hati dalam bertindak dan jangan gegabah. Musuh besar mu masih masa pemulihan saat ini. " kata kekek buyut
Setelah bercengkerama sekian lama akhirnya Ayunda tertidur. Lelap , itulah yg dirasakan oleh Ayunda dan membuat Ayunda bermimpi.
Dalam mimpinya 'Ayunda bertemu Ular yg sangat besar , ia menyerang membabi buta ke arah Ayunda , Ayunda bisa menghindarinya , Ayunda cuma menghindar terus menerus hingga Ular itu kewalahan , kemudian ular itu berubah bentuk menjadi manusia , perempuan terlihat muda , mulutnya mendesis , ia tertawa ketika melihat Ayunda , ia mengejek Ayunda karena hanya menghindar.
Perempuan itu mencoba menyerang Ayunda lagi , Ayunda menghindar lagi , ia belum mau menyerang , ia hanya ingin bermain main . Ketika Perempuan itu lengah , Ayunda gantian balik menyerang , hingga perempuan ular itu terpental , 2 Harimau yg menjaga Ayunda tampak berjaga , perempuan itu bangkit kembali , dari mulutnya keluar cairan berwarna hijau , mungkin darahnya. Tampak perempuan itu mengucapkan mantera , tangannya berubah menjadi merah , dan tangannya siap melemparkan bola api itu ke arah Ayunda , akan tetapi sosok ular lain menghalau serangan itu , ular yang sangat besar mirip naga .
Sesaat ular naga itu menganggukkan kepalanya untuk Ayunda cepat pergi dari tempat itu.
Maka Ayunda pun pergi
Dan akhirnya Ayunda pun terbangun dari mimpinya
Ayunda terbangun , dan ia kembali mengingat akan mimpi barusan ,siapa wanita ular itu ? . Pantas saja Kakek buyut suruh hati hati . Lalu naga itu , siapakah dia ?
Ayunda bangkit dari tempat tidurnya kemudian mengambil air minum di meja belajarnya , kemudian ke kamar mandi untuk buang air dahulu sebelum tidur kembali , karena hari masih larut.
# bersambung
🙏🙏🙏
please
🙏🙏🙏🙏
sampai selesai ya ceritanya .. jgn gantung
berpulang dlm keadaan baik
klau KHUSNUL KHATIMAH
Berpulang dlm keadaan sesat
🙏🙏🙏
jadi ingat almarhum ayah yg juga bisa begini ..
😭😭
jangan sampai terpotong sebelum dapat pedang langit kembarnya