NovelToon NovelToon
DARAH PEWARIS DEWA

DARAH PEWARIS DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Penyelamat
Popularitas:534
Nilai: 5
Nama Author: Flaura Charisma

Darah Pewaris Dewa

Atlas dan Oliver menjalani hidup sebagai manusia biasa, hingga kematian ibu mereka membangkitkan kekuatan kuno yang tersembunyi dalam darah mereka.

Mereka ternyata adalah pewaris terakhir dari pendekar legendaris yang pernah melindungi Alam Dewa dari kegelapan.

Namun saat rahasia masa lalu mulai terbuka, mereka menemukan bahwa para dewa menyimpan pengkhianatan besar yang mengubah sejarah.

Dengan ancaman yang semakin dekat, Atlas dan Oliver harus mencari kebenaran tentang warisan mereka...

sebelum kekuatan dalam darah mereka menjadi penyebab kehancuran dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perang 4 pewaris

Jantung Keseimbangan semakin retak.

Cahaya yang menjadi sumber keseimbangan seluruh dunia mulai bergetar tidak stabil.

Empat kekuatan dari darah Aurelian kini telah berkumpul.

Penjaga Langit.

Penjaga Waktu.

Penjaga Kehampaan.

Dan pewaris terakhir yang membawa luka dari masa lalu.

Kael Valtherion.

EMPAT JALAN DARAH AURELIAN

Atlas berdiri dengan pedangnya.

Di sebelahnya, Oliver bersiap menjaga aliran waktu.

Aeron berada di depan inti keseimbangan.

Sementara Kael berdiri berlawanan dengan mereka.

Namun kali ini...

tidak ada yang langsung menyerang.

Karena mereka semua tahu.

Pertarungan ini bukan sekadar tentang kekuatan.

Ini adalah pertarungan tentang keyakinan.

Kael menatap mereka.

"Kalian masih ingin mempertahankan dunia ini?"

Atlas menjawab:

"Ya."

Kael tertawa kecil.

"Setelah mengetahui semua kebohongan para dewa?"

Oliver menatapnya.

"Dunia tidak hanya berisi kesalahan para penguasa."

"Ada orang-orang yang masih berjuang untuk memperbaikinya."

AMARAH PEWARIS YANG HILANG

Aura hitam muncul dari tubuh Kael.

Seluruh ruangan bergetar.

"Aku pernah berpikir seperti kalian."

"Aku percaya dunia bisa berubah."

"Tapi dunia membalas kepercayaanku dengan kehancuran."

Aeron menatapnya.

"Kael..."

"Jangan biarkan rasa sakit menentukan jalanmu."

Kael menatap Aeron dengan dingin.

"Kau tidak berhak mengatakan itu."

"Kau dikurung ribuan tahun."

"Tapi aku hidup di dunia yang membenci darahku."

"Kau tahu bagaimana rasanya menjadi sesuatu yang ingin dihapus?"

SERANGAN PERTAMA

Tanpa peringatan...

Kael menghilang.

Energi hitam muncul di belakang Atlas.

Atlas langsung mengangkat pedangnya.

Benturan kekuatan mengguncang seluruh ruangan.

Cahaya merah bertemu kegelapan.

Ledakan energi memenuhi Jantung Keseimbangan.

Oliver mencoba membaca pergerakan Kael.

Namun aliran waktu di sekitar Kael terasa berbeda.

"Aku tidak bisa melihat masa depannya."

Atlas menoleh.

"Kenapa?"

Oliver menjawab:

"Karena kekuatannya berada di luar aliran waktu."

KEKUATAN PENJAGA KEHAMPAAN

Aeron bergerak.

Ia menggunakan kekuatan Kehampaan untuk menghentikan serangan Kael.

Namun Kael berhasil menahannya.

"Menarik."

"Penjaga Kehampaan melawan pewaris yang lahir dari kehampaan."

Aeron menatapnya.

"Kekuatan bukan menentukan siapa dirimu."

Kael tersenyum.

"Tapi pengalamanlah yang membentukku."

OLIVER MELIHAT KEMUNGKINAN

Oliver memejamkan mata.

Ratusan kemungkinan muncul.

Dalam satu jalan...

Kael kalah dan Jantung Keseimbangan hancur.

Dalam jalan lain...

Atlas terluka parah.

Dalam banyak kemungkinan...

mereka gagal.

Namun ada satu jalan kecil.

Satu kemungkinan yang hampir tidak terlihat.

Oliver membuka mata.

"Ada sesuatu yang harus kita lakukan."

Atlas bertanya:

"Apa?"

Oliver melihat Kael.

"Kita tidak boleh mengalahkannya."

"Kita harus membuatnya memilih."

KENANGAN KAEL

Oliver menggunakan kekuatan waktunya.

Bukan untuk menyerang.

Tapi untuk membuka kenangan.

Di depan Kael muncul masa lalunya.

Seorang anak kecil.

Sendirian.

Diburu oleh para dewa.

Tidak memiliki siapa pun.

Kael langsung membeku.

"Berhenti."

Oliver tetap melanjutkan.

"Aku ingin kau melihat sesuatu."

SEBUAH KEBENARAN

Kenangan berubah.

Bukan hanya penderitaan Kael.

Tapi juga seseorang yang diam-diam melindunginya.

Seseorang yang selama ini tidak ia ketahui.

Ibunya.

Seorang penjaga terakhir dari garis Aurelian.

Kael menatap bayangan itu.

"Tidak..."

"Itu tidak mungkin."

Aeron berkata pelan:

"Kau tidak pernah benar-benar sendirian."

Untuk pertama kalinya...

serangan Kael berhenti.

Namun bukan karena kalah.

Karena sebuah keraguan muncul di dalam hatinya.

Keraguan yang selama ribuan tahun tidak pernah ia rasakan.

Dan di tengah kehancuran Jantung Keseimbangan...

empat pewaris harus menghadapi pertanyaan terbesar:

Apakah darah keluarga mereka akan menjadi penyebab kehancuran...

atau alasan dunia tetap bertahan?

Kenangan yang ditampilkan Oliver masih berputar di hadapan Kael.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama...

wajah yang selalu ia sembunyikan di balik kemarahan mulai menunjukkan keraguan.

Ia melihat kembali masa kecilnya.

Masa ketika ia belum mengenal kebencian.

Masa ketika ia masih percaya bahwa dunia bisa menjadi tempat yang baik.

IBU KAEL

Dalam bayangan itu, seorang wanita berdiri melindungi seorang anak kecil.

Kael kecil bersembunyi di belakangnya.

Di hadapan mereka berdiri para pemburu dari Alam Dewa.

Namun wanita itu tidak mundur.

"Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh anak ini."

Salah satu dewa berkata:

"Dia membawa darah yang berbahaya."

Wanita itu menjawab:

"Dia bukan bahaya."

"Dia hanya seorang anak yang membutuhkan perlindungan."

Kael dewasa menatap kenangan itu.

Selama ini...

ia hanya mengingat pengkhianatan.

Ia lupa bahwa pernah ada seseorang yang mempercayainya.

KEBENARAN YANG TERSEMBUNYI

Kael menatap Aeron.

"Kau tahu tentang ini?"

Aeron diam.

"Aku tahu sebagian."

"Namun ibumu meminta agar rahasia ini tidak pernah dibuka."

Kael mengepalkan tangan.

"Kenapa?"

Aeron menjawab:

"Karena dia tahu kebencian akan menghancurkanmu."

PILIHAN KAEL

Atlas maju perlahan.

"Kau tidak harus menjadi apa yang dunia katakan tentangmu."

Kael menatapnya.

"Kau pikir semuanya semudah itu?"

"Tidak."

Atlas menggeleng.

"Aku tahu tidak mudah."

"Aku juga kehilangan ibu."

Oliver berdiri di sampingnya.

"Kami juga membawa luka."

"Tapi luka bukan alasan untuk menghancurkan semua yang masih bisa diselamatkan."

MUNCULNYA MUSUH SEBENARNYA

Sebelum Kael menjawab...

seluruh Jantung Keseimbangan tiba-tiba bergetar hebat.

Energi asing memasuki ruangan.

Bukan dari Kael.

Bukan dari pewaris.

Bukan dari dewa.

Sebuah suara terdengar.

"Menarik."

"Empat pewaris akhirnya berkumpul."

Semua menoleh.

Dari inti cahaya muncul bayangan hitam.

Namun berbeda dari Penghancur Lapisan.

Makhluk ini memiliki bentuk yang jelas.

Memiliki wajah.

Dan memiliki kesadaran.

PENGUASA KEHAMPAAN

Aeron langsung berubah serius.

"Tidak..."

Atlas menatapnya.

"Kau mengenalnya?"

Aeron mengangguk.

"Dia seharusnya tidak pernah bangkit."

Oliver melihat aliran waktu.

Dan wajahnya berubah pucat.

"Dia tidak ada di masa lalu."

"Juga tidak ada di masa depan."

Makhluk itu tersenyum.

"Karena aku berada sebelum waktu dimulai."

RAHASIA PENGHANCUR LAPISAN

Makhluk itu melihat ke arah mereka.

"Selama ini kalian percaya Penghancur Lapisan adalah ancaman."

"Tapi kalian salah."

Atlas menggenggam pedangnya.

"Lalu siapa kau?"

Makhluk itu menjawab:

"Aku adalah alasan mengapa Penghancur Lapisan diciptakan."

ASAL KEHANCURAN

Bayangan masa lalu muncul.

Sebelum para pencipta.

Sebelum Alam Dewa.

Sebelum dunia pertama.

Ada sebuah kesadaran yang hanya memiliki satu tujuan.

Mengembalikan semua hal menjadi kosong.

Ia bukan makhluk jahat.

Ia bukan makhluk baik.

Ia hanya sebuah kehampaan yang ingin kembali menjadi awal.

KONFLIK PEWARIS

Kael menatap makhluk itu.

"Kau ingin menghapus dunia?"

Makhluk itu menjawab:

"Dunia tidak pernah seharusnya ada."

Aeron menggenggam senjatanya.

"Jangan dengarkan dia."

Namun Kael terlihat ragu.

Karena sebagian dari dirinya memahami rasa kecewa makhluk itu.

KEPUTUSAN EMPAT PEWARIS

Atlas melihat tiga pewaris lainnya.

Untuk pertama kalinya...

mereka tidak lagi berdiri sebagai musuh.

Mereka berdiri menghadapi ancaman yang sama.

Atlas berkata:

"Kita punya perbedaan."

"Tapi dunia ini tetap tempat kita."

Oliver mengangguk.

Aeron mempersiapkan kekuatannya.

Kael terdiam.

Makhluk itu tersenyum.

"Apakah kalian benar-benar percaya bisa menghentikanku?"

Atlas mengangkat pedangnya.

"Kami tidak tahu."

"Tapi kami akan mencoba."

Energi empat darah Aurelian mulai menyatu.

Merah.

Biru.

Hitam.

Dan cahaya keseimbangan.

Namun musuh di depan mereka bahkan tidak bergerak.

Karena ia tahu...

pertarungan ini bukan hanya tentang kekuatan.

Melainkan tentang apakah empat pewaris mampu mempercayai satu sama lain.

Jantung Keseimbangan bergetar semakin kuat.

Empat pewaris Aurelian kini berdiri dalam satu barisan.

Atlas.

Oliver.

Aeron.

Kael.

Mereka yang sebelumnya terpisah oleh sejarah, rasa sakit, dan pengkhianatan...

kini menghadapi musuh yang sama.

Makhluk yang bahkan para pencipta takut untuk menyebut namanya.

NAMA DARI KEHAMPAAAN

Makhluk itu melayang di hadapan mereka.

"Aku sudah melihat ribuan dunia."

"Aku melihat para pencipta membuat kehidupan."

"Aku melihat para dewa merebut kekuasaan."

"Aku melihat manusia mengulangi kesalahan yang sama."

Tatapannya tertuju kepada mereka.

"Semua berakhir dengan kehancuran."

Atlas menggenggam pedangnya.

"Kalau begitu kau hanya melihat akhir."

Makhluk itu terdiam.

Atlas melanjutkan:

"Tapi kau tidak pernah melihat alasan kenapa mereka tetap berjuang."

SERANGAN KEHAMPAAAN

Tanpa peringatan...

ruang di sekitar mereka mulai menghilang.

Bukan hancur.

Bukan terbakar.

Tapi lenyap.

Oliver langsung menggunakan kekuatan waktunya.

Namun kali ini...

waktu tidak bergerak.

"Aku tidak bisa mengubahnya."

Makhluk itu berkata:

"Aku bukan bagian dari waktu."

AERON MELAWAN ASALNYA

Aeron maju.

Kekuatan Kehampaan muncul dari tubuhnya.

Untuk pertama kalinya...

ia menggunakan warisannya bukan untuk menyegel.

Tapi untuk melawan kehampaan itu sendiri.

"Kau salah."

Makhluk itu menatapnya.

"Kenapa?"

Aeron menjawab:

"Karena kehampaan bukan berarti tidak ada apa-apa."

"Kehampaan adalah ruang tempat sesuatu yang baru bisa tumbuh."

KAEL MEMILIH JALANNYA

Makhluk itu melihat Kael.

"Kau mengerti aku."

"Kau tahu dunia ini menyakitimu."

"Kau tahu mereka tidak pantas diselamatkan."

Kael terdiam.

Karena sebagian hatinya masih percaya pada kata-kata itu.

Namun kemudian...

ia mengingat ibunya.

Ia mengingat orang yang tetap melindunginya meski dunia menolaknya.

Kael mengangkat senjatanya.

"Aku memang membenci dunia."

"Tapi bukan berarti aku ingin menghancurkan semua yang ada di dalamnya."

EMPAT DARAH MENJADI SATU

Atlas tersenyum kecil.

"Selamat datang kembali, Kael."

Kael tidak menjawab.

Namun untuk pertama kalinya...

ia berdiri di sisi mereka.

Empat kekuatan mulai menyatu.

Cahaya merah Atlas menjadi pelindung.

Cahaya biru Oliver mengatur aliran energi.

Kehampaan Aeron menjadi penyeimbang.

Dan kekuatan Kael menjadi penghapus energi kehancuran.

KEKUATAN AURELIAN YANG SEBENARNYA

Simbol kuno muncul di udara.

Bukan empat simbol terpisah.

Tapi satu simbol baru.

WARISAN KESEIMBANGAN AURELIAN.

Suara kuno terdengar:

"Ketika empat jalan bersatu..."

"darah yang terpecah akan kembali menjadi satu."

PERTARUNGAN DIMULAI

Atlas dan Kael bergerak bersamaan.

Pedang cahaya dan senjata kehampaan menyerang dari dua arah.

Oliver mengubah aliran waktu untuk menciptakan celah.

Aeron menahan kehampaan agar tidak menyebar.

Untuk pertama kalinya...

makhluk itu mundur.

KEBENARAN TERAKHIR

Makhluk itu menatap mereka.

"Aku mengerti sekarang."

Atlas bersiap.

"Apa?"

Makhluk itu menjawab:

"Kalian bukan kuat karena darah Aurelian."

"Kalian kuat karena kalian memilih tetap menjadi diri kalian sendiri."

Namun tiba-tiba...

energi gelap muncul dari inti Jantung Keseimbangan.

Sebuah retakan besar terbuka.

Oliver melihat masa depan.

Wajahnya berubah.

"Atlas..."

"Ada masalah."

Atlas menoleh.

"Apa yang kau lihat?"

Oliver menjawab pelan:

"Ini bukan akhir."

"Musuh ini hanya penjaga."

Dari balik retakan muncul sebuah bayangan yang jauh lebih besar.

Energinya membuat seluruh Alam Dewa bergetar.

Bahkan Penguasa Kehampaan menoleh dengan ketakutan.

Sebuah suara terdengar:

"Kalian akhirnya membuka pintunya."

"Sekarang..."

"biarkan pencipta pertama kembali."

Empat pewaris berdiri bersama.

Namun mereka baru menyadari satu hal.

Perang yang mereka hadapi...

bukan melawan kehampaan.

Bukan melawan dewa.

Melainkan sesuatu yang menciptakan semuanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!