NovelToon NovelToon
Istri SAH Yang Disia-siakan

Istri SAH Yang Disia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irmayani Mursid

Aku bertahan di rumah ini karena aku mencintaimu, Ardi. Tapi mulai malam ini, demi harga diriku, jangan harap aku akan diam saja saat keluargamu menginjak-injakku lagi."

​Selama lima tahun, Sarah adalah menantu yang tak dianggap. Dia penurut, pendiam, dan selalu mengalah. Namun, ketika cinta dibalas dengan pengkhianatan ego, Sarah memutuskan untuk melawan. Ini bukan cerita tentang istri lemah yang menangis meratapi nasib, melainkan kisah Sarah yang mulai menuntut balik harga dirinya di dalam rumah tangga yang penuh tekanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irmayani Mursid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 sarapan penuh sindirian

​Matahari pagi menembus gorden tipis kamar utama, tetapi kehangatan sinarnya sama sekali tidak mampu mencairkan atmosfer dingin yang menyelimuti rumah megah itu. Bagi Sarah, pagi ini terasa berbeda. Beban berat yang selama lima tahun ini menggelayuti pundaknya—keinginan untuk selalu menyenangkan hati suami dan mertuanya—mendadak menguap, digantikan oleh ketenangan yang mutlak.

​Dia turun ke lantai bawah dengan pakaian santai yang rapi. Begitu kakinya menginjak area dapur, pemandangan akrab dari dua hari terakhir kembali menyambutnya. Ibu Widya dan Rika sudah duduk manis di meja makan panjang, sementara Ardi sibuk merapikan lengan kemeja kerjanya di dekat cermin ruang tengah.

​Bedanya, pagi ini tidak ada aroma harum dari nasi goreng buatan Sarah atau kepulan asap dari kopi hangat kesukaan Ardi. Meja makan itu kosong melompong. Jangankan makanan, segelas air putih pun tidak tersedia.

​"Sarah!" Lengkingan suara Rika langsung memecah keheningan begitu melihat adik iparnya berjalan santai menuju kulkas. "Kamu ini niat jadi istri tidak, sih? Ini sudah jam tujuh pagi, Ardi mau berangkat kerja, tapi meja makan masih kosong! Kamu sengaja mau membuat kami kelaparan?"

​Sarah membuka pintu kulkas, mengambil satu kotak susu dingin, lalu menuangkannya ke dalam gelasnya sendiri. Dia menyesapnya perlahan sebelum menoleh ke arah Rika.

​"Mbak Rika punya aplikasi ojek online di ponselnya, kan?" tanya Sarah, nadanya teramat santai, hampir seperti sedang mengobrol dengan tetangga jauh. "Di sana ada ribuan menu sarapan yang bisa dipesan. Tinggal klik, bayar, selesai. Tidak perlu berteriak-teriak di rumah orang pagi-pagi."

​"Sarah!" Ibu Widya menggebrak meja dengan telapak tangannya, wajahnya yang penuh kerutan tampak menegang karena menahan amarah. "Lancang sekali kamu bicara begitu pada kakak iparmu! Tugas kamu di rumah ini adalah mengurus suami dan mertua! Sejak kami tinggal di sini, kelakuanmu makin hari makin tidak karuan!"

​Ardi berjalan cepat menghampiri meja makan, wajahnya kusut menahan kantuk dan sisa stres dari kejadian semalam. "Sarah, ada apa lagi sih? Aku ini mau berangkat kerja, ada meeting penting pagi ini. Kenapa kamu tidak masak? Biasanya kan kamu selalu siapkan sarapan."

​Sarah menatap suaminya lurus-lurus. Laki-laki itu berbicara seolah-olah bentakan dan tuntutan paksa semalam tidak pernah terjadi.

​"Mas, mulai hari ini, aku memutuskan untuk mogok masak," ucap Sarah, meletakkan gelas susunya di atas konter dapur dengan ketukan pelan yang tegas. "Uang belanja yang kamu berikan bulan ini hanya cukup untuk kebutuhan dasar kita berdua. Sekarang, ada dua mulut tambahan yang seleranya setingkat restoran bintang lima tapi menumpang gratis. Daripada uangnya habis sebelum akhir bulan, lebih baik tidak usah masak sekalian."

​"Kamu menyindir kami?!" Rika berdiri dari kursinya, matanya melotot tajam. "Ardi, lihat istrimu! Dia benar-benar tidak punya hati! Kami ini keluargamu, sedang kena musibah, tapi dia malah memperhitungkan seiringgi beras!"

​"Sarah, cukup!" bentak Ardi, egonya sebagai kepala rumah tangga kembali terusik. Dia meraba dompetnya, mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu, lalu melemparnya ke atas meja makan di depan Sarah. "Ini! Ini uang tambahan untuk belanja! Kurang? Kalau kurang nanti aku transfer! Jangan jadikan masalah uang sebagai alasan untuk menelantarkan ibuku!"

​Sarah melirik lembaran uang di atas meja itu dengan senyum tipis yang teramat dingin. Uang yang dilempar Ardi dengan angkuh itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nilai dokumen pengalihan utang yang kini tersimpan rapi di dalam laci rahasianya.

​"Simpan saja uangmu, Mas. Simpan untuk kebutuhan yang lebih mendesak," kata Sarah pelan, melangkah mundur menjauhi meja makan. "Oh ya, sekadar mengingatkan, hari ini Mbak Rika ada jadwal untuk membersihkan rumah, kan? Kemarin kita sudah sepakat, karena menumpang di sini, Mbak Rika yang urus bagian sapu dan pel lantai."

​"Apa?! Kamu menyuruh aku jadi pembantu?!" jerit Rika histeris, menatap ibunya meminta pembelaan.

​"Itu namanya tahu diri, Mbak. Bukan jadi pembantu," balas Sarah santai. "Kalau tidak mau, silakan angkat kaki dari sini. Pintu depan tidak dikunci."

​"Ardi!!! Lihat istrimu!!!" Ibu Widya ikut berteriak, memegangi dadanya seolah-olah pasokan oksigennya mendadak menipis karena ulah Sarah.

​Ardi menarik napas dalam-dalam, menatap Sarah dengan pandangan penuh kebencian yang mendalam. "Kamu benar-benar berubah, Sarah. Aku tidak menyangka wanita yang aku nikahi lima tahun lalu bisa seculas dan sedingin ini. Ingat ya, suatu saat posisi bisa berbalik, dan jangan pernah menangis memohon di depanku saat aku sudah berada di puncak kesuksesanku!"

​"Aku akan selalu mengingat kata-katamu pagi ini, Mas," jawab Sarah lembut, hampir seperti sebuah bisikan yang mematikan.

​Ardi menyambar tas kerjanya dengan kasar, lalu melangkah lebar meninggalkan rumah tanpa menoleh lagi. Ibu Widya dan Rika segera menyusul ke depan, mengantarkan kepergian Ardi sambil terus menghujani Sarah dengan tatapan menusuk dari kejauhan.

​Setelah suara mobil Ardi menjauh dari halaman, suasana rumah kembali hening. Sarah berjalan perlahan menuju ruang tengah, mendudukkan dirinya di sofa tunggal yang nyaman. Dia mengambil ponselnya, memeriksa beberapa laporan masuk dari tim internal Mega Group yang memantau pergerakan bisnis suaminya.

​Sebuah notifikasi baru muncul di layar ponselnya. Itu adalah pesan dari nomor rahasia yang dikirim oleh informan pribadinya di kantor Ardi.

​"Nona Muda, hari ini proyek baru Pak Ardi di wilayah Jakarta resmi ditangguhkan pembiayaannya oleh bank mitra atas rekomendasi dari pihak kita. Pak Ardi saat ini sedang panik dan mencoba menghubungi investor lain. Dan... ada satu informasi tambahan, Pak Ardi menjadwalkan makan siang rahasia di Restoran Melati jam satu nanti dengan sekretarisnya, Tyas."

​Sarah membaca pesan itu dengan saksama. Jemarinya mengetik balasan dengan sangat tenang, namun setiap hurufnya membawa dampak yang menghancurkan.

​“Bagus. Biarkan bank menolak semua pengajuannya. Dan untuk makan siangnya... tolong pesankan satu meja untukku di restoran yang sama, tepat di sebelah meja mereka. Aku ingin melihat sejauh mana suamiku bisa melangkah.”

​Sarah menyandarkan punggungnya di sofa, menatap langit-langit rumah megah yang sebentar lagi akan menjadi saksi bisu runtuhnya kesombongan keluarga Ardi. Permainan baru saja dimulai, dan kali ini, dia yang memegang kendali penuh atas papan caturnya.

1
stela aza
lanjut thor lagi nanggung tau bacanya 🤭
aku
lah dalaaaaahhh semaput dia 😂😂
Alodiee: Kebayang gak kalau kamu yang di posisi dia? Pasti ikut semaput juga kan? 😂
total 1 replies
stela aza
mantap kali kau dapat kejutan bertubi-tubi,,, untung g jantungan trs kena stroke 🤭
Alodiee: Wkwkwk bener banget! Makasih ya udah setia ngikutin petualangan mereka sampai bab ini. ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor dikit bgt up-nya
Alodiee
wkwkwk sabar yahh Kak..Komentar kakak bener-bener bikin aku makin semangat buat lanjut nulis bab berikutnya. Ditunggu kelanjutannya ya!" 🥰
stela aza
lanjut thor up-nya double y
stela aza
aduh Thor ceritamu bikin gregetan udh g sabar pingin liat s kutukupret Ardi jantungngan 🤭🙏
Alodiee: Sama dong! Rahasia plot ke depan bakal bikin si kutukupret makin pusing. Stay tuned ya! ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor
stela aza
keren bgt istrinya ❤️❤️❤️
Alodiee
Kalau suka dengan ketegasan istri sah kita, jangan lupa klik bintangnya ya! Sampai jumpa di bab besok!"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!