NovelToon NovelToon
Menjadi Selingkuhan Suamiku 2

Menjadi Selingkuhan Suamiku 2

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:952.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Andreane

Pasca kematian sang ibu, Naina mencoba melakukan apa yang di wasiatkan padanya di secarik kertas. Ia memberanikan diri mencari sahabat ibunya untuk meminta pertolongan.

Tak di sangka, pertemuan itu justru membuatnya harus menikahi pria bernama Ryusang Juna Anggara, seorang dokter anak yang memiliki banyak pasien.

Arimbi yang sudah bersahabat sejak lama dengan ibunya, begitu yakin jika pilihannya adalah yang terbaik untuk sang putra satu-satunya.

Namun, perjodohan itu justru membuat Naina harus menjadi selingkuhan suaminya sendiri.

Lantas bagaimana dia menjalankan dua peran sekaligus?

Sampai kapan wanita dengan balutan pakaian syari'inya harus menjadi wanita simpanan untuk suami yang tanpa sadar sudah ia cintai?

Menjadi selingkuhan Suamiku 2, akan menyelesaikan kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andreane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Dan mendadak situasi menjadi hening ketika tiba-tiba mas Ryu menggeser duduknya agar merapat padaku.

"Kita akan menikah diam-diam besok" Pungkasnya dengan sorot serius. "Kita menikah siri untuk sementara, supaya kita berdua tidak jatuh ke dalam kubangan dosa yang lebih dalam lagi"

"Semua sudah ku persiapkan, kamu hanya perlu menelfon papamu supaya datang kemari untuk menjadi walimu. Dan kamu harus mau, okay!"

Aku terhenyak mendengar rentetan kalimat yang meluncur dari mulut mas Ryu.

Dilema, takut, bingung, sudah pasti membingkai wajahku dengan sangat sempurna.

Kamu salah, mas. Apapun yang kita lakukan disini justru bernilai pahala, bukan kubangan dosa. Asal kamu tahu itu! Tapi ngomong-ngomong, aku kasihan padamu, pria sepintar kamu, pria yang memiliki level tinggi, kenapa bisa tertipu oleh Jani, wanita yang tak lain adalah istrimu sendiri?

Andai mas mau mengenalku lebih dalam, semua ini nggak akan terjadi, kamu bebas melakukan apa saja terhadapku tanpa harus berdusta pada bundamu.

Ketika aku hanya bergeming dengan tatapan lekat, mas Ryu meraih kedua tanganku, otomatis aku tersentak.

Pria yang duduk di depanku ini kemudian menggenggam tanganku dengan sangat erat.

"Jangan berfikir kalau menikah siri kamu akan di rugikan. Aku nggak akan pernah merugikan kamu" Mas Ryu seakan meyakinkanku.

"Lalu bagaimana dengan Naina?" Tanyaku tanpa mengerjapkan mata.

"Biar itu menjadi urusanku, kamu nggak perlu memikirkannya" Sahutnya. Sungguh tak ada raut bercanda di wajah mas Ryu. Yang ada hanyalah keseriusan semata.

"Setelah kamu bisa hamil nanti, aku pastikan akan bawa kamu ke ayah bunda. Meski terpaksa, aku yakin bunda akan menerimamu karena ada cucu di perutmu"

Inilah yang membuatku ingin terus berperan menjadi Jani. Mas Ryu semanis ini padanya.

"Apa enggak terburu-buru?" Tanyaku sedikit berkelit.

"Justru niat baik harus di segerakan, Jani!"

"Enggak! Maksudku kita baru saja kenal, masih belum cukup untuk mengenal satu sama lain"

"Tapi akan lebih baik kita saling mengenal dengan kondisi kita yang sudah sah, meski hanya di mata agama, tapi aku janji akan segera melegalkan pernikahan kita sesuai hukum negara"

"Apa mas sudah benar-benar melupakan mantan pacar mas yang di Jakarta?" Tanyaku setelah tadi sempat ada hening sejenak.

"Sudah" Jawabnya singkat.

"Secepat itu?" Tanyaku mengernyit.

"Karena aku menemukanmu secepat ini"

"Sunggguh? Hanya aku wanita yang mas kunjungi?" Tanyaku lagi.

"Hmm" Sahutnya mantap, sembari mengangguk. "Hanya kamu!" tambahnya mengulang kalimatku.

"Janji akan meresmikanku, dan mas akan mengurus Naina?"

Kedua kalinya pria ini menganggukkan kepala tanpa ragu.

"Gimana caranya?" Entah untuk ke berapa kali aku bertanya seperti wartawan.

"Apanya?"

"Mengurus Naina. Apa yang akan mas lakukan padanya?"

"Membiarkan dia dalam kondisi seperti ini"

"Seperti ini maksudnya?"

"Ku abaikan dia. Dan aku akan langsung membawamu ke bunda setelah kamu hamil"

"Kenapa nggak sekarang saja?"

"Bunda pasti menolakmu, dan ayah nggak akan tinggal diam, beliau pasti akan memaksaku buat ninggalin kamu"

"Segalak itu ayahnya mas?" Ku tatap dalam-dalam manik gelap mas Ryu.

"Kalau anak-anaknya salah"

"Apalagi jika mas bawa wanita lain yang sedang hamil anak mas, itu kesalahan yang lebih fatal, bukan?" Ucapku.

"Setidaknya aku nggak akan kehilangan kamu" Satu tangan mas Ryu menyelipkan anak rambutku ke belakang telingaku. "Karena mau nggak mau, mereka akan menerimamu. Dan urusan aku di hajar ayah, itu belakangan. Toh orang tua nggak akan marah lama sama anaknya"

"Tapi kasihan, Naina"

"Aku bisa saranin bunda carikan pasangan buatnya nanti"

Menarik napas panjang, bibirku mengkerut menimbang-nimbang ajakan mas Ryu untuk menikah. Seandainya aku menerimanya, apa yang harus ku lakukan mengenai wali nikah, dan identitasku? Tapi jika aku menolak, mungkinkah mas Ryu meninggalkanku? Dan kesempatan menjelma wanita lain lagi untuk merayu mas Ryu, jelas tidak ada.

"Jani?"

"I-iya" Aku lagi-lagi di kagetkan oleh suaranya.

"Telfon papamu, minta dia datang ke sini besok" Perintahnya, menyodorkan gawai ke hadapanku.

Nah kan, ujian pertama, aku harus cari alasan untuk ini.

"Sebenarnya, mas_" Aku menggantung kalimatku karena agak sedikit ragu-ragu.

Pria di depanku menaikkan salah satu alisnya.

Ketika aku tak kunjung bersuara, dia mengangkat dagunya, kode supaya aku segera melanjutkan kalimatku yang ku potong.

"A-aku nggak tahu dimana papaku berada" Usai mengatakan itu aku tertunduk, takut-takut kalau mas Ryu teringat soal Naina.

"Bukankah waktu itu kamu bilang papamu ada di Bali?" Tanyanya bingung.

"Iya tapi aku nggak tahu di mana alamat pastinya, soalnya semenjak mamahku meningggal, dan papa menikah lagi, aku kesal, aku nggak mau papah punya istri lagi, jadi aku merantau ke sini dan kami hilang kontak"

Kali ini ku lihat alis mas Ryu menukik tajam.

"Sudah berapa lama hilang kontak? Apa kamu nggak berusaha pulang?"

"Aku pulang, tapi katanya papa merantau ke kalimantan bersama istri barunya"

"Benar-benar nggak tahu papahmu dimana?"

Aku merespon dengan bahasa tubuh, mengangguk.

"Benar-benar hilang kontak?"

Aku mengangguk lagi meresponnya.

"Sudah pernah cari lewat medsos?"

"Sudah"

"Tetep nggak ketemu?"

"Enggak" Jawabku bohong. "Tapi papa pernah bilang ke tetangga kalau aku mau menikah, dan butuh wali, papah rela kalau walinya di gantikan orang lain, dan papa mengijinkanku menikah tanpanya"

"Pamanmu, mungkin?" Mas Ryu masih coba mencari cara. "Soalnya kita benar-benar butuh walimu"

"Adiknya papa perempuan semua, mereka juga ada di luar jawa" Sahutku lagi-lagi dusta.

Pria ini menarik napas dalam-dalam sebelum kemudian berucap. "Okay, nggak apa-apa, kalau memang papahmu sudah mengijinkan kamu menikah, aku akan minta saksiku buat cari wali muhakkam"

"Memangnya siapa saksinya, mas?"

"Temanku, dulu satu pesantren denganku, dia sudah jadi ustadz muda sekarang"

"A-apa dia datang ke pernikahan mas dengan Naina?"

"Enggak" Jawabnya, membuatku lega. "Kalau dia datang ke pernikahanku dengan Naina, mana mungkin aku meminta dia"

"Tapi pernikahan ini tanpa sepengetahuan keluarga mas, apakah sah?" Tanyaku, padahal sah enggak sah, aku tetap istri sah mas Ryu yang sebenarnya. Bahkan tak hanya sah di mata agama, tapi juga sah di mata hukum negara.

"Insya Allah sah, karena ada kerabatku"

"Kerabat mas, siapa?"

"Mas Tera, dia sua_"

"M-mas Tera?" Kalimat mas Ryu terpenggal karena aku bersuara..

"Iya, dia suami kak Lala"

"B-bagaimana bisa?"

"Aku memang menyuruh kakak iparku buat jadi saksi juga selain temanku, tapi kamu jangan khawatir, mas Tera akan merahasiakan ini untuk sementara. Dia tahu aku nggak cinta sama Naina, jadi sedikit berat, dia bersedia membantuku, asal aku bisa secepatnya terus terang ke ayah"

Ah.. Sial! Bagaimana aku menghindari mas Tera nanti? Bisa saja dia mengenaliku.

Ya Allah, Ya Allah.

Apa aku tolak saja ide gila mas Ryu, tapi di sisi lain aku nggak mau kehilangan dia, sementara aku sebagai Naina jelas nggak bisa membuat mas Ryu mencintaiku. Dia sudah terlanjur membenciku, mau aku berdandan bahkan memakai pakaian seksipun dia nggak akan melirikku. Aku sudah di peringatkan olehnya.

Beraambung

1
Mira Rista
🤣🤣😍😍😍👍💪💪💪🙏🙏🙏
Omah Tien
kalau aku g mau ks galain jg
sherly
ya ampun gemessssnya Ama pasangan inilah...
sherly
hahahhaha bisa pula si bibik jd kambing hitam
sherly
sukurin, kapok kan ditinggal naina...
sherly
kesel, malu tp pengen ya pak...
sherly
mumettt
sherly
lah kabur aja naina...
Mumun Munawwaroh
KLO gak salah adiknya Arimbi namanya Yunus ya?
Si Memeh
Luar biasa
ovi Putriminang
GK bosan Thor
ovi Putriminang
Muter muter
Anne: jangan di baca lagi, nanti pusing
total 1 replies
ovi Putriminang
kabur aja lah naina tinggalkan,cari kehidupan sendiri
Maharani Rania
bilang ok terus datangkan ayah Bima
Ninik Hartariningsih
maaf mau ralat
itu bukan khusnul khotimah tapi yg betul husnul. maaf sekali lagi
Rika
bagus
Lala Trisulawati
♥️👍
martina melati
bukan sarang buaya???
martina melati
hati2 muncul penyakit kanker lho... bermula dari kecewa, terus jd sakit ati dan lama klamaan jd kanker
Nursina
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!