NovelToon NovelToon
GAIRAH TERLARANG SANG PENGUASA

GAIRAH TERLARANG SANG PENGUASA

Status: tamat
Genre:Romansa / Kaya Raya / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: wilia

Latizia adalah wanita yang bersuami. Parasnya yang cantik dan nyaris sempurna melekat tapi tak bisa merubah kenyataan rumah tangganya.

Ia harus menerima kepahitan saat melihat suaminya bercinta dengan wanita lain di kamarnya sendiri.

Tibalah suatu malam Latizia tak sengaja menyaksikan hubungan panas kakak iparnya bersama istri pria itu.

"Kau pasti juga ingin merasakannya, bukan?!" Desis sesosok pria bertubuh kekar tinggi yang tengah membekapnya dalam kegelapan.

Sejak saat itu Latizia terlibat hubungan terlarang dengan kakak iparnya yang bahkan lebih bengis dari sang suami. Pria itu menekankan jika hubungan mereka hanya sekedar saling memuaskan dan terlepas dari masalah apapun, pria itu tak ingin ikut campur.

Bagaimana nasib Latizia selanjutnya?! Mampukah ia terus bertahan dengan hubungan terlarang dirinya dengan pria bangsawan itu?!

......

Tinggalin like, komen and subscribe-nya ya say..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mereka sangat membenciku

10 pria kekar yang tadi menghadang mereka bagai debu yang terombang-ambing ringan ketakutan bahkan, 7 diantaranya sudah tewas di tempat. Salju yang tadi putih sudah berubah menjadi bercak merah bahkan Latizia mematung berjongkok di dekat kaki Milano yang masih menggenggam tangan dingin wanita itu.

Darren yang asik menembak membabi-buta, tersenyum kecut melihat Latizia yang pucat sementara Milano menyelesaikan semuanya dalam sekejap.

"Luar biasa, Prince!" Decah Darren meniup ujung pistolnya yang berasap melihat banyak mayat yang sudah tergeletak di sekeliling mereka.

Tiga diantaranya tampak sekarat dengan bagian dada sudah di lobangi peluru. Milano menatap datar tiga pria itu lalu melirik Darren yang mengerti.

"Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Darren intens dan menyelidik.

"K..kami..kami membencinya, uhuuk!"

Mereka terbatuk darah dan akhirnya tewas. Latizia diam, wajahnya yang pucat pasih memandang kosong hamparan mayat ini seperti ada rasa sedih di batinnya yang sulit di jabarkan.

"Prince! Sepertinya mereka memang pemberontak!"

"Selidiki dari mana mereka berasal!" Titah Milano lalu menarik Latizia untuk berdiri.

"Mereka sudah mati!"

Latizia hanya diam. Ia bersandar ke bahu kokoh Milano yang tahu Latizia masih syok dengan semua ini. Ia segera menyimpan pistolnya lalu melepas ransel yang tadi ada di punggungnya.

"Bawa ini!"

Melempar benda itu pada Darren lalu ia berjongkok di hadapan Latizia yang bingung.

"Naik!"

"A..aku bisa jalan sendiri," Tolaknya halus.

"Menunggumu berjalan, aku sudah kehabisan waktu," Datar Milano menarik kaki Latizia hingga mau tak mau wanita itu naik ke punggungnya.

Ia berjalan melangkahi mayat-mayat itu dengan gagah menjahui area pertempuran ganas tadi.

Latizia membisu. Salju yang mereka tapaki cukup tebal tapi tak menyulitkan langkah tegas lebar Milano yang tak ada guratan berat atau susah membawanya mendaki ke atas.

"Terbuat dari apa tubuh pria ini?!" Batin Latizia saat Milano mudah menggendongnya dan berjalan menerjang salju yang menebal.

Di sepanjang perjalanan, Latizia terus menatap wajah tampan Milano yang memang sangat mempesona. Tatapan datar tajam mendominasi seakan-akan mengusir semua bahaya yang ingin datang.

"Aku tahu, pesonaku sangat kuat!" Gumamnya tersenyum angkuh menyadarkan Latizia yang segera membuang pandangan ke sembarang arah.

"B..biasa saja!" Ketus Latizia dengan kedua pipi bersemu merah.

Kedua tangannya membelit leher kekar Milano yang hanya diam mengeratkan peggangannya ke kedua paha Latizia yang juga tak lagi berani memandang Milano secara diam-diam.

Darren hanya menatap malu mereka berdua. Diam-diam ia mengambil foto mesra itu dengan niat jika sudah ada sinyal barulah ia kirim pada pangeran Franck.

Setelah beberapa lama pendakian, akhirnya mereka sampai ke puncak gunung Andolf yang tampak seperti pemukiman biasa tapi disini begitu dingin.

"Aku akan mencari penginapan, Prince!" Ujar Darren bergegas pergi melewati beberapa rumah kayu yang memang tampak asri dan dekat dengan alam.

"Kehidupan disini memang memanfaatkan sumber daya alam. Mereka termasuk jauh dari perkotaan!" Jelas Latizia masih di gendong Milano yang mengamati orang-orang yang lalu-lalang di sekitar mereka.

Langit sudah mau gelap dan udara-pun semakin beku, Milano merasakan pipi Latizia yang dingin menempel ke telinganya.

"Kau tahu dimana tempat pria tua itu?"

"Tahu. Kau ingin pergi sekarang?" Tanya Latizia tapi Milano menggeleng datar.

"Nanti saja."

"Hm, terserah!" Jawab Latizia apa adanya. Ia diam mengamati daerah di sekitar sini dan sesekali heran dengan wajah-wajah orang yang melihatnya seperti menyimpan kebencian.

Milano juga menyadari hal itu. Ia yakin jika berlama-lama disini maka keamanan Latizia akan terancam.

"Prince!"

Darren muncul dari arah depan berlari kecil dengan ransel yang tadi ia bawa sudah tak ada.

"Penginapannya ada di depan. Aku sudah memesannya!"

"Hm," Gumam Milano segera ke sana. Untuk sementara ia tak menggubris ketidaknyamanan Latizia karna mengantar wanita ini ke penginapan lebih penting dari pada berlama-lama di luar.

"Aku rasa mereka sangat tak menyukaiku!"

"Istirahatlah dulu!" Pinta Milano sudah mendekati sebuah penginapan kayu yang terlihat rapi dan cukup mewah jika dibandingkan dengan rumah-rumah penduduk disini.

Latizia turun di dekat tangga kediaman ini karna ada seorang pria paruh baya dan wanita tua yang keluar menemui mereka.

"Tuan! Silahkan!" Sambutnya sopan.

"Kau pergilah duluan!" Pinta Milano pada Latizia yang mengangguk ikut dengan wanita tua itu ke dalam.

Sekarang, Milano berhadapan dengan pria paruh baya itu dengan tatapan sulit di bantah.

"Apa disini ada penduduk baru?"

"Iya, tuan! Mereka dari kerajaan Garalden yang menetap disini sejak satu tahun yang lalu!" Jelas pria itu benar adanya.

"Maaf, tapi nona tadi.."

"Jangan sebarkan identitasnya!" Titah Milano tegas membuat pria itu terkejut. Berarti benar duggaanya, Putri Latizia datang kesini dan tentu para penduduk Garalden yang semula mengutuk keluarga kerajaan akan semakin mendidih.

"Tuan! Sebaiknya cepat bawa dia pergi dari tempat ini. Sejak wilayah kerajaan Garalden diambil alih kerajaan Madison, semua rakyatnya di bantai habis sampai mereka punya dendam pada keluarga kerajaan!" Cemas pria itu tahu jika Latizia tak bersalah.

Milano diam sejenak. Jadi, bandit yang tadi menghadang mereka adalah bagian dari kerajaan Garalden yang dendam pada Latizia.

"Mereka selama ini begitu membenci keluarga kerajaan. Setiap orang yang datang dari Madison pasti akan di bunuh tanpa ampun!"

"Sampai separah itu?!" Gumam Darren yang prihatin.

Milano diam. Latizia harus tahu semua ini. Walau nantinya ada luka yang besar tapi, wanita itu akan menjadi orang bodoh tak tahu jika kerajanya sudah hancur sejak lama.

"Untuk sekarang. Rahasiakan keberadaanya! Aku ingin menyewa satu penginapan ini!"

"Baik, tuan!" Jawab pria itu pamit pergi.

Darren segera berdiri di belakang Milano yang melihat situasi di sekeliling penginapan. Tempat ini cukup aman untuk Latizia malam ini.

"Prince! Pria tua yang di katakan nona itu tak ada sangkut pautnya dengan kebencian rakyat Garalden. Sepertinya dia satu-satunya tetua yang menerima nona Latizia!" Jelas Darren dengan cepat mendapat informasi.

"Terus pantau daerah ini. Sebarkan perintahku untuk menjaga area penginapan dari jauh saat aku tak ada!" Titah Milano yang diangguki Darren.

Pria dengan tubuh lebih kurus dan lebih muda dari Milano itu segera pergi menjalankan perintah. Milano menatap datar kepergian Darren lalu melihat ke arah pintu di belakang.

"Kau ingin jadi es batu di luar?" Tanya Latizia yang tampak berdiri dengan niat memanggilnya masuk.

"Kau merindukanku?" Tanya Milano tersenyum messum.

Sontak Latizia langsung menutup pintu kasar membuat Milano kembali merubah ekspresi wajah dinginnya. Dalam sekejap ia pergi tanpa tahu kemana tujuan dan apa yang ia lakukan.

Latizia yang kembali mengintip dari sela pintu segera tersentak saat tak menemukan Milano, padahal ia baru beberapa detik menutup pintu ini.

"Pria brandal itu memang sangat aneh," Gumamnya merenggut segera masuk ke dalam.

......

Vote and like sayang..

1
Netty Netty
sarung tangan🙏
Netty Netty
bagus thorr, 👍👍👍
Netty Netty
latizia ceroboh
Ida Irwanto
kira2 siapa ya yg curi dengar
Ida Irwanto
sdh belah duren habis ini milano kecanduan dah dan tiap hari ada gempa dan banjir lokal🤣🤣🤣
Ida Irwanto
apa milano yg memainkan harmonikanya ya
Ida Irwanto
untuk yg blm perna baca cerita kak will coba dulu ya pasti nyandu baget ceritanya selalu menarik dan buat candu pembacanya semangat terus kak will👍💪💪💪
Khofifah Khofifah
fyi aq download apk noveltoon bln kmren pas baca kyk gk ada yg seru trus habis itu aq uninstall aq dipizo emng tau kak wil karya2nya...tp gtw klw dia juga nulis dinoveltoon ...pas tau akun noveltoon kak wil ini aq download lagi 😂 dn hello ini karyanya yg pertama yg aku baca 👌🏻😭 the best pokok e😂😉
Earlyta a.s Salsabila
good
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
Betri Betmawati
aku Krang srek dengan peran wanita nya lemah bodoh,mau ja ditindas
Lia Pazliani
keren banget👍👍👍👍
jojo
Luar biasa
liya kurniawan
/Scare//Scare//Scare//Scare/
liya kurniawan
cerita nya tentang kerajaan. tp di cerita nya pakaian mreka pake jas, latizia pake hotpants,sama rok pendek. AQ jd susah bayangin nya. ko zaman kerjaan bgtu?
Avril
🤣🤣
Erna Na
hihihi
Lis Nawati
sangat keren
Murniyati
kerennnn mksh author
Murniyati
baguss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!