Sherly, gadis yang tiba-tiba merasuki seorang tuan putri yang berani dan blak-blakan. tapi sayang, baru pertama kali bertransmigrasi, dia sudah mendapatkan hukuman.
namun Sherly tidak merasa sedih, dia justru menyambut hukuman itu dan mendapatkan sebuah ruang yang penuh dengan bahan makanan atau sembako. sehingga dia tidak perlu susah lagi untuk memikirkan kehidupannya di zaman ini.
lalu bagaimanakah kehidupan Sherly yang merasuki putri dari kekaisaran Orion, yang bernama arela Arilea itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. mengapa
kaisar dan ke-3 putranya, tampak meninggalkan gerbang istana dingin itu tanpa menutupnya kembali. sepertinya mereka memberikan akses bebas kepada Putri arela, agar bisa dengan leluasa keluar masuk dari istana dingin.
keempatnya berjalan dengan keheningan dan dengan pikiran masing-masing. mereka tidak mengerti, kenapa hal seperti ini harus terjadi.
"ayah.. kenapa hal ini bisa terjadi ayah ? aku tidak mengerti sama sekali." tiba-tiba pangeran Melvin mengeluarkan suaranya, sehingga membuat kaisar dan kedua saudaranya menghentikan langkah kaki mereka.
"kenapa Putri arela begitu dingin kepada kita? dia bahkan menuduh kita ada maksud tertentu. padahal, kita sangat peduli padanya. bahkan dia dikurung di istana dingin itu, karena kita sayang padanya. tapi kenapa dia tidak mengerti ayah!! dan malah menuduh kita memiliki maksud tertentu untuk menemuinya.!!" serum Melvin yang tampak tidak terima. mendengar itu ketiganya pun terdiam.
"andai saja dia tahu ayah!! aku ingin sekali arela menjadi gadis yang baik dan lemah lembut. gadis yang penurut, dan tidak memiliki hati yang jahat, kejam dan tegaan kepada saudaranya sendiri. tapi, aku tidak mengerti, kenapa dia malah melayangkan tuduhan kepada kita.?" ucap Melvin lagi.
"sudahlah Melvin! mungkin arela masih belum menerimanya. dia masih belum terima, karena menurutnya kita terlalu berpihak pada Marissa. yang penting sekarang, yang harus kita lakukan adalah mulai memperhatikan arela, dan terus mengawasi Marissa. tampaknya, Marisa tidak sesederhana itu sekarang." tiba-tiba pangeran Andreas yang merupakan pangeran yang paling membela Marissa langsung bersuara.
Andreas. walaupun dia sangat membela Marissa, tetapi jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, Dia sangat menyayangi saudara-saudaranya, apalagi arela. walaupun selama ini dia bersikap dingin, tapi dia selalu memperhatikan arela dari jarak jauh. namun entah mengapa, dia tak pernah bisa melihat taktik licik yang dilakukan oleh Marisa.
dan jawabannya cuma satu, karena setiap apa yang dilakukan oleh Andreas, selalu diceritakan dengan gamblang di hadapan Marissa. sehingga Marisa, dia mengetahui segala aktivitas pangeran Andreas.
"hais.. sudahlah. kita kembali saja pada kegiatan masing-masing. biarkan saja adikmu berada di sana. kalau dia mau keluar, terserah dia. kalau tidak juga tidak masalah." kaisar Ronaldo hanya bisa mengeluarkan kata seperti itu saja. karena jujur saja, dia juga bingung harus bertingkah seperti apa.
mungkin arela memang masih marah kepada mereka, karena keberpihakan mereka kepada Marisa. dan setiap waktu yang mereka prioritaskan adalah Marissa. Dan anehnya, mengapa kaisar Ronaldo baru sadar sekarang.
"kalian kembalilah dan renungi semua masalah yang terjadi. ayah pergi dulu. untuk sementara, jangan ganggu ayah dulu." tuturnya lagi.
setelah kaisar Ronaldo mengatakan hal itu, dia pun langsung bergegas meninggalkan ketiga para pangeran yang masih berdiri dengan pikiran yang berkelana entah kemana-mana.
melihat kaisar pergi begitu saja, para pangeran pun langsung membubarkan diri dan kembali ke kediaman masing-masing.
******
sementara itu, Maya dan Mario memperhatikan pintu gerbang yang terbuka lebar. keduanya mengerutkan kening, mengapa pintu gerbang tidak ditutup kembali seperti sebelumnya ?
"nona!! pintu gerbangnya sudah terbuka. ini menandakan kalau nona sudah diizinkan keluar.!" seru maya dengan semangat. mendengar itu, arela menoleh ke Arah pintu gerbang, yang memang sudah terbuka lebar.
"tutup kembali pintunya! dan kunci dari dalam. dan jangan biarkan siapapun orang bisa mengakses istana dingin, selagi kita masih berada di sini." tutur arela dengan ekspresi dinginnya. mendengar itu, Maya dan Mario saling memandang kebingungan.
bukannya ini kesempatan bagi mereka untuk segera keluar dari tempat pengasingan ini ? tapi mengapa nona mereka malah berkata begitu.
"tapi nona.. bukankah ini kesempatan bagi kita untuk keluar.?" tanya Maya dengan rasa ingin tahu. Ella pun mengganggukan kepalanya.
"betul! tapi takutnya, hal seperti ini malah dimanfaatkan orang lain. nanti mereka akan membolak-balikkan fakta, mengatakan kalau kita menggunakan rencana licik agar bisa keluar dari istana pengasingan ini. apakah kamu ingin menanggung konsekuensinya May ?" tanya arela lagi. mendengar itu, dengan cepat Maya mengangkat tangannya dan menggoyangkannya dengan ekspresi panik.
"tidak tidak nona!! Saya tidak berani.!! kalau begitu pintunya langsung kita tutup saja. lagi pula akses kita juga cukup bebas untuk bisa keluar masuk istana dingin kan hehehe!!" setelah mengatakan itu, Maya pun langsung bergegas berlari menuju ke arah pintu gerbang dan kemudian disusul oleh Mario.
mereka berdua langsung menutup pintu itu, dan kemudian menguncinya dari dalam. sehingga siapapun tidak akan mudah mengakses tempat ini, termasuk kaisar dan para pangeran.
"sudah siap nona!"tuturnya setelah selesai menutup pintu itu.
"bagus. sekarang, kita siap-siap, karena sebentar lagi kita akan keluar untuk berkeliling lagi. dan jangan lupa tujuan kita hari ini. memasak ayam atau ikan yang kita temui dan dapatkan." tutur arela yang langsung kembali menjadi semangat. wajahnya juga ikutan ceria dan tidak seka aku beberapa waktu yang lalu setelah kedatangan kaisar dan para pangeran.
"wah bagus kalau begitu nona!! aku akan menggunakan pakaian yang sering nona pakai juga. biar tidak terlalu repot kalau harus bergerak ke sana ke sini.!!" jawabnya dengan girang. arela yang mendengar itu kembali tersenyum simpul.
"ya sudah kalau begitu!! tunggu apa lagi.!!"
akhirnya mereka bertiga pun masuk ke dalam kamar masing-masing dan mulai mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang modelnya benar-benar tidak ada di zaman ini. mereka tak lagi menggunakan pakaian model kerajaan, seperti gaun dan kemeja. mereka lebih menggunakan kaos oblong dan pakaian santai yang ada di zaman modern.
setelah selesai, mereka juga tak lupa masing-masing membawa koin yang berhasil mereka kumpulkan setiap harinya. kemudian mereka pun keluar dari kamar masing-masing.
"wah!! baju ini benar-benar sangat nyaman ya!!" seru Maya sambil mengamati baju itu dengan wajah yang ceria.
Mario sendiri juga terlihat mengenakan pakaian santai khusus pria. namun, tampilannya masih terlihat kurang, karena rambutnya yang panjang itu mengganggu penampilannya. arela yang melihat itu pun langsung berinisiatif.
"Mario!! nanti kita ke tukang pangkas ya. kamu pangkas rambut kamu sampai pendek. nanti aku akan perlihatkan gaya rambut seperti apa yang cocok dengan pakaianmu." ucapnya dengan senyum. Mario yang mendengar itu pun mengedipkan matanya.
"maksud nona!! rambut saya ini harus dipotong?" tanyanya dengan ekspresi panik dan sekaligus kaget. di sini, para laki-laki memang memiliki rambut yang panjangnya hampir sebahu. Dan mereka tak pernah memotong rambut mereka sedikitpun. ya walaupun tidak ada kewajiban untuk merawat rambut di tempat ini sampai panjang. namun di tempat ini juga, tak ada laki-laki yang berambut pendek atau nyaris botak di kekaisaran ini.