~Adult Romance
~Tidak cocok untuk yang masih unyu-unyu, akan berefek samping dewasa sebelum waktunya
Bagaimana rasanya setelah empat tahun berpacaran, tanpa sepengetahuanmu kekasihmu berselingkuh dengan sahabatmu sendiri, lalu meninggalkanmu dan menikahi sahabatmu? Sakit? Marah? Kecewa? Pasti! Itulah yang dirasakan Aster.
Namun, ketika Aster sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Tiba-tiba mantannya hadir kembali sebagai pelamar kerja di perusahaannya. Akankah cinta lama bersemi kembali atau Aster memilih dengan lelaki pilihan orang tuanya? Bagaimana Aster menghadapi mantannya diperusahaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.Kang Chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Peony
Peony membelalakan matanya, saat pandangannya jatuh pada Aster yang tengah memeluk anaknya. Senyuman terpancar diwajah Aster. Peony langsung menyeret Aster dari kasur anaknya. Anaknya langsung terbangun.
"Sayang!" teriak Gaishan melihat kedatangan isterinya kaget.
"Mamah!" ujar anak kecil itu pelan.
"Akh! Peony jangan menyeretku seperti ini depan anakmu!" ujar Aster yang tangannya diseret keluar kamar.
"Dasar wanita tidak tahu diri!" teriak Peony sambil menunjuk-nunjuk depan wajah Aster.
Plak
Peony menampar pipi Aster hingga kemerahan, Aster tidak membalas hanya terdiam mengingat dulu, saat Gaishan menyelingkuhinya, dia bahkan tidak berani menampar Peony.
"Bagaimana rasanya Peony? bukankah sakit? aku pun dulu merasakannya! " ujar Aster datar.
"Aku dan kamu beda! kamu yang tergila-gila dengan Gaishan! Aku dan Gaishan tidak salah karena kita saling mencintai! kamu yang salah sendiri!" teriak Peony.
"Begitukah? bagaimana jika Gaishan saat ini menyukaiku? apakah aku dan Gaishan tidak salah karena saling menyukai?" ujar Aster.
Plak
Peony menampar pipi Aster lagi, tangannya bergetar karena amarah yang membuncah dengan perkataan Aster.
"Jangan harap Aster! Gaishan tidak akan pernah menyukaimu!" teriak Peony.
"Ssttt! Peony anakmu belum tidur!" ujar Aster tenang.
"Dasar pelakor! aku akan menghancurkan kamu!"teriak Peony.
"Ck ck bisakah kamu tidak teriak-teriak Peony! nanti semua orang tahu, kamu isteri tidak bisa menjaga suami!" ucap Aster sambil berdecak.
"Ah! aku kasian padamu! memiliki harta tapi kurang kasih sayang! kau cari kasih sayang di suami orang," ejek Peony.
"Hmm.. Begitukah kau memahamiku?" tanya Aster tenang.
"Iya kau ingin jadi pelakor tapi tidak akan pernah berhasil!" ujar Peony dengan tersenyum.
"Aku bisa menghentikan kamu dan suamimu diperusahaaku!"ancam Aster.
"Kau pikir aku takut? lakukan saja!" tantang Peony.
"Akan aku lakukan diwaktu yang tepat!" jawab Aster sambil tersenyum.
"Dasar wanita lic_" ucapan Peony terpotong oleh Gaishan yang keluar dari kamar.
"Aster pulanglah!" ujar Gaishan.
"Baiklah sampai bertemu dikantor!" ujar Aster sambil tersenyum membuat Peony kesal.
Aster keluar dari apartement itu. Dia berjalan menuju basmentnya dan menyalakan mobilnya menuju apartemennya.
---------******----------
"Kenapa kamu harus begitu depan anak kita!" ujar Gaishan ditempat makan.
"Bisa-bisanya kamu membiarkannya masuk ke apartemen kita!" ujar Peony tajam menatap makanan dimeja.
"Dia hanya membantu Iris yang sakit!" jawab Gaishan santai.
"Jangan jadikan itu sebagai alasan Gaishan!" ujar Peony dengan tatapan tajam.
"Kamu sendiri lebih mementingkan pekerjaan daripada anakmu!" jawab Gaishan membuat Peony tercekat.
"Gaishan jangan lupa aku melakukannya untuk kehidupan kita, kamu sendiri gajinya tidak seberapa, kalau aku kehilangan posisi ditempat kerja bagaimana! kita akan hidup dijalanan" bela Peony.
"Sudahlah Peony! aku lelah ingin istirahat!" ujar Gaishan.
Gaishan bangkit dari duduknya hendak ke kamar. Peony menatap makanan yang disajikan di meja penuh keheranan, tapi perutnya sudah sangat ingin diisi.
"Gaishan! ini kamu yang masak?" tanya Peony sambil menyuap makanan tersebut.
Deg
Jujur jangan! kalau jujur itu buatan Aster bisa tambah berabe! gerutu Gaishan dalam hati.
"Gaishan aku bertanya, ini cukup enak masakannya! mirip buatan seseorang!" ucap Peony.
"Sudah kamu makan saja, jangan banyak bertanya!" ujar Gaishan cari aman segera melangkah ke kamar.
"Aneh juga jika Gaishan melakukannya! tunggu! jangan-jangan.. " gumam Peony sambil melotot lalu bangkit memburu Gaishan ke kamar.
Brak
Pintu didorong tiba-tiba oleh Peony. Gaishan sedang menganti pakaiannya dengan baju tidur. Roti sobek Gaishan terlihat tapi sudah biasa dimata Peony.
"Gaishan! apa itu masakan Aster?" tanya Peony sambil menatap tajam Gaishan.
"Kau pikir aku bisa memasak?" ujar Gaishan.
Peony langsung merah padam. Malam ini menjadi malam penuh emosi baginya. Di sisi lain, seseorang mengamati apartemennya, senyuman samar tersungging dari bibir manisnya.
Aku memang jahat! Tapi lebih baik daripada aku berpura-pura baik saat hatiku menolak!" Batin Aster yang sedang berada di balkon.
_
_
_
_
Bersambung...
wkwkwk...🤣😆
jdi please ya jngan gampang dipinterin sama model2 yg begituan
itu cwok mng gak tahu diri bgd yak...udah penghianat,pengecut,pecundang...wes lah hempaskan ke laut aja tuh mereka berdua😡
🤣
mgkin setelah ini km baru mkir gimana sakitnya aster wktu dlu kalian khianatin😁