NovelToon NovelToon
Kapten Basket Itu Suamiku

Kapten Basket Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Perjodohan
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aqilazahra

Nikah muda? ✅
Nikah online? ✅

Satu kelas sama suami sendiri yang ternyata idola sekolah? Nah, yang ini di luar prediksi BMKG!


Satu tahun lalu, sebuah ijab kabul via video call mengikat takdir Ellea dengan seorang pria di kota. Tanpa cinta, tanpa tatap muka langsung.

Kini, Ellea harus menyusul sang suami ke kota setelah kepergian neneknya. Namun, saat tiba di sana, justru pria itu kabur dari rumah dan takdir membawa mereka untuk bertemu kembali di koridor sekolah.

Pria itu bernama Albiru, pria yang paling dielu-elukan, sang kapten tim basket yang dingin dan tak tersentuh, ternyata adalah pemilik cincin yang sama dengan yang melingkar di jari Ellea.

Bagaimana cara Ellea menyembunyikan rahasia besar ini di depan teman-teman barunya? Dan mampukah sang kapten basket mengenali istrinya sendiri yang bercadar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilazahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kuliah di Kairo

Hari-hari kemudian bergulir laksana pasir yang meluncur cepat dari genggaman. Tak terasa, satu bulan telah berlalu sejak badai pertengkaran di kamar Albiru sore itu. Waktu yang tersisa bagi murid kelas dua belas kini dihabiskan dengan tumpukan latihan soal dan persiapan ujian kelulusan yang kian mencekam.

Di bawah atap rumah keluarga Samudra, Ellea dan Albiru sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Mereka berakting dengan sangat rapi sebagai suami istri yang akur demi menjaga senyuman Mahira. Namun di sekolah, kerenggangan itu justru kian menganga lebar. Ellea secara konsisten menarik diri, sementara Albiru tak jarang kedapatan uring-uringan terutama saat melihat Andra yang tak kunjung gentar untuk mendekati dan menghormati Ellea di tengah cemoohan murid lain.

"Anak-anak, bulan depan kita sudah memasuki ujian kelulusan. Oh ya, ini ada kertas formulir rencana pelaksanaan studi lanjut. Tolong isi kalian mau melanjutkan kuliah ke mana setelah ini, lalu kumpulkan hari Senin, ya," ujar Wali Kelas setelah membagikan selembar kertas putih ke setiap meja.

"Baik, Bu!" sahut para murid serempak.

Begitu langkah sang guru menghilang di balik pintu, ruang kelas seketika kembali ricuh. Suasana ketegangan ujian mendadak luntur, berganti dengan riuh obrolan masa depan, nama-nama universitas beken, dan impian masa muda.

Dania memutar tubuhnya ke samping, menopang dagu di atas meja. "El, setelah lulus nanti, elo mau lanjut kuliah ke mana?" tanya Dania penasaran.

Ellea menghentikan goresan penanya di atas formulir. Sepasang mata abu-abunya menatap kosong lembaran kertas itu sesaat sebelum seulas senyum tipis terbit di balik cadarnya.

"Mmm ... sepertinya aku mau lanjut kuliah di Kairo, Dania. Kebetulan adik almarhumah abahku ada yang tinggal dan mengajar di sana," jawab Ellea lembut, suaranya cukup jelas terdengar hingga ke barisan meja di sebelahnya.

Dania membelalakkan mata, refleks menepuk meja. "Yah, jauh banget, El?! Gue kira elo bakal ambil kuliah di Jakarta aja biar kita bisa barengan lagi."

Di sebelah kanan mereka, pergerakan tangan Albiru yang tengah memutar-mutar pulpen seketika terkunci. Rahangnya mengatup rapat, dan sepasang netra elangnya menatap tajam ke arah kertas formulirnya sendiri.

Kairo? Kenapa keputusan sebesar itu sama sekali tidak ia ketahui? Dada Albiru berdesir panas oleh rasa tidak rela yang mendadak menyeruak. Ia tidak menyadari bahwa keputusan Ellea sudah bulat, gadis itu hanya ingin menjauh, terutama menjauhkan hatinya yang telanjur terluka dari keberadaan Albiru.

Belum sempat Albiru meredakan gejolak di dadanya, suara manja Sandra dari arah depan memecah konsentrasinya.

"Al, elo jadi, kan, ambil kuliah di Singapura sama gue? Papah gue udah pesenin apartemen yang dekat sama kampus kita di sana," tanya Sandra setengah berteriak, sengaja ingin memamerkan kedekatan mereka pada seisi kelas.

Ellea yang mendengar hal itu refleks menoleh sekilas, sebelum akhirnya kembali menundukkan kepala menatap bukunya. “Singapura? Jadi, mereka berdua sudah memutuskan untuk pergi bersama setelah ini? Enggak sabar banget sih, Al, untuk bisa berduaan tanpa ada aku yang mengganggu,” batin Ellea, setitik rasa pahit kembali mengasami lubuk hatinya.

Melihat respons dingin Ellea dan sikap ember Sandra yang terkesan mendikte, rasa jengkel Albiru memuncak. Ia menggebrak meja pelan, membuat Sandra tersentak.

"Nggak. Gue mau lanjut di Jakarta," timpal Albiru tajam, suaranya terdengar berat dan penuh penekanan. Pandangannya sengaja dialihkan lurus-lurus ke arah Ellea yang masih menunduk. "Elo tahu sendiri kedua orang tua gue nggak setuju kalau gue ke luar negeri. Lagian, di rumah gue, nggak ada yang boleh kuliah jauh-jauh!"

Albiru sengaja menekankan kalimat terakhirnya dengan volume yang sengaja ditinggikan. Ia berharap Ellea menangkap sindiran itu dan membatalkan niat gilanya untuk terbang ke Mesir. Namun, Albiru terlalu tinggi hati untuk tahu satu fakta, justru Rendra dan Mahira telah merestui rencana Ellea sejak minggu lalu. Kedua mertuanya sengaja membiarkan Ellea pergi demi memberi pelajaran berharga atas keegoisan putra tunggal mereka.

Kringgg!

Bel tanda pulang sekolah berbunyi nyaring, memutus ketegangan yang sempat menggantung di sudut-sudut kelas. Murid-murid mulai berhamburan mengemas tas mereka.

Gerry, sahabat karib Albiru di tim basket, berjalan mendekat dan menepuk bahu tegap pria itu. "Al, jangan lupa sore ini kita ada tanding persahabatan di lapangan. Jangan telat, Bro."

"Ok, gue pasti datang," sahut Albiru pendek.

Setelah Gerry melangkah pergi, Albiru kembali memfokuskan pandangannya pada Ellea. Sudah hampir satu bulan penuh gadis itu selalu berhasil menghindarinya dengan berbagai alasan halus. Meskipun batasan ini adalah hal yang Albiru minta sendiri di kamar sore itu, entah mengapa, melihat Ellea yang benar-benar menganggapnya 'tidak ada' justru membuat batin Albiru dilingkupi rasa asing yang memicu amarah terpendam.

Melihat Ellea mulai menyampirkan tasnya, Albiru berdiri dari kursinya. "El, pulang sama siapa?" tanya Albiru, mencoba mencairkan dinding es di antara mereka.

Ellea menoleh, bibirnya baru saja hendak menimpali bahwa ia akan pulang bersama Andra. Namun, sebelum sepatah kata pun lolos, sesosok pria dengan seragam yang sedikit berantakan muncul di ambang pintu kelas. Itu Andra.

"Ellea, ayo?" panggil Andra sembari melemparkan senyum hangat yang langsung membuat suasana di sekitar Albiru mendadak sedingin es.

Ellea sempat melirik ragu ke arah Albiru lewat sudut matanya sebelum kembali menatap Andra. "Ah, iya Kak. Tapi sepertinya—"

"Gue tunggu di depan gerbang sekolah, ya? Kalau sudah selesai urusannya, kamu langsung ke depan aja."

Ellea mengangguk pelan. "Iya, Kak. Terima kasih banyak."

Setelah melemparkan tatapan dingin penuh peringatan ke arah Albiru, Andra membalikkan badainya dan melangkah pergi menuju gerbang sekolah, meninggalkan sepasang suami istri itu dalam keheningan yang mencekam.

Saat kelas mulai sepi, Albiru tidak bisa lagi menahan badai cemburu yang sejak tadi mengasapi dadanya. Tanpa peringatan, Albiru maju beberapa langkah dan langsung mencekal pergelangan tangan Ellea yang terbalut manset hitam dengan cukup kuat.

Ellea tersentak, tubuhnya refleks berbalik menghadap Albiru. Mata abu-abunya membelalak lebar, menatap pergelangan tangannya yang kini berada dalam genggaman erat suaminya.

"Kak Al, lepas! Apa-apaan sih?" protes Ellea setengah berbisik, mencoba menarik tangannya dengan kepanikan yang mulai merayap. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling kelas, untungnya sudah mulai sepi dari berlalu-lalang murid lain.

"Gak akan gue lepas sebelum lo jelasin ke gue!" bentak Albiru dengan suara rendah yang sarat akan penekanan. Sepasang netra elangnya menatap Ellea dengan kilat amarah yang berkobar. "Maksud lo apa hah? Kuliah di Kairo? Terus sekarang lo mau pergi berduaan lagi sama si Andra itu? Lo sengaja mau bikin gue kelihatan kayak orang tolol?!"

"Lepas, Kak! Sakit!" pekik Ellea lirih, ringisan senyap lolos dari balik cadarnya saat cengkeraman tangan Albiru justru semakin mengerat akibat emosi pria itu yang tidak stabil. "Kakak sendiri yang bilang kalau di luar rumah kita hidup masing-masing! Kenapa sekarang Kakak jadi mengatur hidupku?!"

"Karena lo masih istri gue, Ellea!" sentak Albiru, egonya terluka parah melihat bagaimana Ellea begitu penurut pada Andra sementara padanya selalu bersikap dingin. "Gue udah bilang, siapa pun prianya asal jangan Andra! Kenapa lo keras kepala banget sih?!"

Dada Ellea bergemuruh hebat mendengar kalimat mutlak yang keluar dari bibir pria egois di hadapannya. Rasa sakit di pergelangan tangannya tidak sebanding dengan rasa perih yang kembali mengoyak lubuk hatinya. Pertahanan diri dan kesabaran yang selama sebulan ini ia bangun kokoh seketika runtuh total.

Ellea berhenti memberontak. Ia menegakkan punggungnya, menatap lurus-lurus ke dalam manik mata Albiru dengan sorot mata yang mendadak berubah menjadi sangat dingin dan asing, sorot mata yang belum pernah Albiru lihat sebelumnya dari sosok gadis pesantren yang lemah lembut ini.

"Aku dan Kak Andra dua Minggu ini sudah jadian," ucap Ellea cepat, melontarkan kalimat pendek itu dengan begitu lugas dan tenang tepat di depan wajah Albiru.

Deg.

Waktu laksana berhenti berputar seketika di ruangan itu. Kata-kata Albiru tersangkut begitu saja di tenggorokannya. Genggaman tangannya pada pergelangan tangan Ellea mendadak melemas, kehilangan seluruh kekuatannya dalam satu detik yang fatal.

"Maaf ... aku baru sempat memberi tahu kamu sekarang," lanjut Ellea lagi, tanpa ada keraguan sedikit pun di dalam nadanya.

"M-maksud kamu apa, El?!" tanya Albiru, suaranya mendadak tercekat.

1
Iped Suhendi
sangat bagus cerita nya.
Iped Suhendi
semangat ya nulis nya.Bagus banget cerita nya.Saya suka 😍
Aqilazahra: terima kasih Kak, sudah mampir. semoga suka ya
total 1 replies
Muharlita Muharlita
saya suka
Devan Davin
bgus skli
Aqilazahra: terima akak sudah mampir
total 1 replies
rattna
bagus
Aqilazahra: terima kasih kakak, sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!