NovelToon NovelToon
Istri Seksi Gus Ibra

Istri Seksi Gus Ibra

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:49.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elma Grace

​"Bagaimana jadinya kalau gadis nakal harus takluk menghadapi anak dari pemilik pesantren?"


Tsabita Azzahra, sebagai bentuk protes karena selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya, Safira, yang nyaris sempurna, Bita memilih hidup bebas: nongkrong di lounge elite, pulang subuh, dan akrab dengan kehidupan malam.

​Puncaknya, setelah mabuk berat akibat patah hati, Bita membuat kekacauan terbesar dalam hidupnya. Di area parkir remang-remang, ia mengira seorang cowok jangkung yang sedang duduk tenang di atas moge hitamnya adalah tukang parkir. Dengan lancang, Bita memaki-maki cowok itu, menarik kerah bajunya, dan... muntah tepat di atas sepatu sneakers mahal si cowok sebelum akhirnya pingsan.

Sepanjang insiden itu, si cowok hanya diam, menatap Bita dengan pandangan dingin yang tidak terbaca, lalu menolongnya dengan tenang.

​​Kehabisan kesabaran, orang tua Bita memberikan hukuman final: Bita dijodohkan dengan anak pemilik salah satu Pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elma Grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

​Sore itu, hawa sejuk mulai menggantikan terik Jakarta. Bita berjalan pelan menyusuri selasar koridor belakang yang menghubungkan gedung yayasan dengan koperasi pondok putri. Ia baru saja membelikan beberapa camilan dan belanjaan titipan Umi. Langkah kakinya yang santai mendadak melambat saat melewati belokan dekat aula kecil, tempat yang biasanya agak sepi di jam-jam setelah asar.

​Dari balik dinding pembatas yang tertutup tanaman rambat, terdengar sayup-sayup suara tawa dan obrolan bersemangat khas remaja. Itu suara beberapa santriwati senior yang tampaknya sedang piket membersihkan area aula.

​Awalnya Bita tidak peduli, sampai sebuah nama akrab disebut dengan nada penuh kekaguman.

​"Eh, kalian ngerasa gak sih, sejak Ustazah Safira mengajar di sini, vibes pondok putri jadi beda banget? Anggun, berkelas, terus kalau jelasin materi fiqih itu adem banget di telinga."

​"Iya, bener! Mana bahasa Arab-nya fasih banget lagi. Kemarin pas denger beliau tahsin, ya ampun... fasihnya mirip orang Arab asli."

​Bita menghentikan langkahnya total. Kantong plastik di genggamannya mendadak terasa berat. Ia bersandar pada dinding semen, menahan napas untuk mendengarkan lebih lanjut. Dadanya mulai berdegup tidak keruan.

​"Jujur ya... ini rahasia kita aja. Menurutku, Ustazah Safira itu... cocok banget tahu kalau bersanding sama Gus Ibra. Sama-sama pinter, sama-sama paham agama, garis mukanya juga sama-sama tegas tapi teduh. Bagaikan pinang dibelah dua!"

​Jleb.

​Satu tusukan tak kasat mata menghantam ulu hati Bita.

​"Hush! Ngawur kamu kalau ngomong! Gus Ibra kan udah nikah sama Mbak Bita, kakaknya Ustazah Safira sendiri," tegur santriwati yang lain, mencoba mengingatkan.

​"Ya kan aku cuma bilang 'cocok', bukan mendoakan yang enggak-enggak," bela santriwati pertama dengan nada membantah. "Tapi kalian lihat sendiri kan? Mbak Bita itu... ya baik sih, ramah juga. Tapi penampilannya terlalu modern, kekinian banget. Kurang dapet kesan 'Ning' atau istri ulama-nya. Beda kelas lah kalau dibandingin sama Ustazah Safira yang emang auranya ustazah sejati dari lahir."

​"Iya sih, denger-denger kan Gus Ibra nikah sama Mbak Bita juga karena perjodohan kilat antarkeluarga, bukan karena pilihan sendiri. Kasihan ya Gus Ibra, demi bakti sama Abi, harus dapet yang... ya, kalian tahu sendiri lah."

​Tawa lirih penuh gosip menyusul kalimat itu.

​Bita memejamkan matanya rapat-rapat. Jemarinya meremas kantong plastik hingga berkerisik pelan. Kata-kata para santriwati itu laksana racun yang langsung menyebar, membakar seluruh rasa percaya diri yang baru saja ia bangun susah payah di rumah pribadinya kemarin malam.

​Rasa kurang percaya dirinya masa kecil Bita kembali bangkit tanpa ampun. Sejak dulu, Safira adalah anak emas, kebanggaan Pap, dan Mama, si anak salihah yang selalu dipuji. Sementara Bita hanyalah si bungsu yang pemberontak, yang tersesat di gemerlapnya Jakarta, dan dianggap sebagai "produk gagal" dalam hal agama.

​Mendengar dunia luar memvalidasi bahwa kakaknya jauh lebih pantas mendampingi suaminya sendiri membuat pertahanan emosional Bita runtuh seketika. Tanpa berniat menegur atau melabrak, Bita membalikkan badannya dengan cepat. Ia berjalan setengah berlari menjauhi selasar itu, mengabaikan sapaan beberapa santri lain yang berpapasan dengannya.

​Ibra sedang bersiap memakai sorbannya di ruang ganti kamar ndalem saat pintu depan diketuk dengan tergesa-gesa, disusul sosok Bita yang masuk dengan napas memburu dan wajah yang luar biasa pucat.

​Pria itu langsung menghentikan gerakannya. "Bita? Kamu dari mana? Kenapa wajahmu—"

​"Mas, kita pulang sekarang," potong Bita, suaranya bergetar hebat. Ia meletakkan kantong belanjaan dari Umi di atas meja dengan tangan yang gemetar.

​Ibra mengernyitkan dahi, melangkah mendekati istrinya. Ia bisa menangkap ada kabut luka dan kemarahan yang sangat pekat di sepasang mata bulat Bita. "Ada apa? Pertemuan dengan Umi tidak berjalan lancar? Atau ada yang menyakitimu?"

​"Enggak ada! Aku cuma mau pulang ke rumah kita sekarang, Mas! Tolong, jangan banyak tanya dulu," cecar Bita, air mata yang sejak tadi ditahannya kini mulai menggenang di pelupuk mata. Genggaman pada ujung jilbabnya mengencang.

​Ibra tidak langsung menuruti egonya untuk bertanya. Sebagai suami yang kini paham betul setiap jengkal emosi istrinya, ia tahu Bita sedang berada di titik rapuh. Tanpa suara, Ibra meraih kedua pundak Bita, menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukan dadanya yang hangat dan kokoh.

​Bita sempat memberontak kecil, memukul dada Ibra lemah. "Lepas, Mas... aku mau pulang..."

​"Kita pulang, iya. Kita pulang sekarang," bisik Ibra lembut, mengecup puncak kepala Bita berulang kali sambil mempererat pelukannya, membiarkan istrinya menumpahkan air mata yang akhirnya pecah di dada bidangnya.

​Di dalam dekapan hangat itu, emosi Bita campur aduk. Ia tahu Ibra mencintainya, sangat tahu setelah apa yang mereka lalui semalam. Namun, bisik-bisik dari selasar pondok tadi membuktikan bahwa kehadiran Safira di pesantren ini telah berhasil menyalakan api di dalam sekam, siap membakar kedamaian rumah tangga mereka kapan saja.

1
Toyaaa
kok blm up thor
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Layyana
seruu...
yok kita main drama ...kira² siapa pelaku sabotase ini ??
lanjut Thor
Tarwiyah Nasa
sangat nyata..di kehidupan sehari2 banyak yg paham dlm agama nya, ibadahnya bagus tp maksiatnya jg bagus🤭 . dn justru banyak yg berwajah sangar,bertato seperti preman tapi sayang keluarga dlm tanggung jawabnya,n baik dlm lingkungannya.
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
lanjuuuut thor...
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
Luar biasa
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Layyana
jadi ingat kisah nabi yusuf...next reading
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Layyana
benar benar gk punya adab...malu2in diri sendiri
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Layyana
ya Allah Safira cinta membutakan matamu,drama apa yg kamu buat skrg??
Toyaaa
kok blm up thorr💪💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
hey sapi perah copot aja gelar mu kalo kelakuan mu kaya jalang ...malu2in pakaian syar'i mu aja ...
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
lancang banget itu lakor gak tau adab padahal katanya lulusan universitas Islam ustazah sejati
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
pelakorrr berkedok syar'i nongol ...ipar adalah maut 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
woy sampe gak subuhan Tah itu 🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Layyana
cwe yg berego tinggi aj klo di perlakukan seperti itu pasti luluh...meleleh kek eskrim kepanasan/Facepalm/
falea sezi
trs amnesia🤣🤣 alahh pret
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: kalo gak lumpuh ya 🤭
total 2 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aku padamu Guss 🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Layyana
so sweet bangett wkwkkw
gus ibra dilawan/Facepalm//Facepalm/
gass kita nongki bareng2 wkwkwk
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh Gus pengertian banget sih ...coba aja ada kaya kamu 🤭
☆ 𝑺𝒐𝑳𝒆𝑫𝒂𝑫 ☆³ ⚫
pengen dipandang ustadzah tapi kok kelakuannya menggatal begini sapi-ra...enggak banget deh
☆ 𝑺𝒐𝑳𝒆𝑫𝒂𝑫 ☆³ ⚫
hedeeeh baru masuk di pondok Al-Madani udah bikin drama aja ini sapi-ra
dasar modus lo😠😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!