NovelToon NovelToon
Fake Princess

Fake Princess

Status: tamat
Genre:Petualangan / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Dunia Lain / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:26M
Nilai: 4.9
Nama Author: FufuHima

Dilarang spam promo di sini!

Warning! Banyak tindak kekerasan, penuh masalah moral. Harap ditanggapi dengan bijak!

Tahap Revisi!

Genre : Dystopia, High Fantasy, Romance, Action, Mystery, Psychology, Adventure.

Sakura, gadis yatim piatu berotak cerdas, yang selama hidupnya dibesarkan di sebuah Panti Asuhan.

Karena sebuah tragedi, ia dilahirkan kembali menjadi seorang Putri di Negeri Asing. Negeri di mana, seorang perempuan berusia empat tahun akan dipaksa bertunangan dengan seorang asing, lalu saat perempuan tersebut menginjak tujuh belas tahun ... Dia akan dieksekusi jika laki-laki yang menjadi tunangannya itu, menolak mentah-mentah dirinya.

Tak ada kebebasan untuk perempuan, yang ada hanyalah ... Hukum mutlak jika hanya laki-laki yang berkuasa, perempuan tak lebih berharga dari seekor hewan.

Ini kisah Sakura, yang berjuang untuk mendapatkan keadilan. Ini kisahnya, kisah yang akan membawamu ke sisi paling kelam kehidupan.

Semangat, cinta kasih, haru biru, memenuhi perjuangannya di dalam kisah ini. Perjuangan, yang akan membawa nasib perempuan untuk kedepannya.

2 chapter, up daily.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FufuHima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter XXIII

"Putri, kami semua sudah selesai mencuci tangan..." ucap salah satu anak laki-laki seraya mengangkat kedua telapak tangannya

"Benarkah? kalau begitu..." ucapku tertahan

"Kalian pisahkan satu persatu buah Jeruk ini. Kalau sudah dipisahkan, tusuk dan susun memanjang buah Jeruk di tusukan bambu yang kalian bawa, sekitar tiga atau empat Jeruk di satu tusukan bambu. Aku mempercayai Jeruk-jeruk itu pada kalian..." tukasku seraya menatap tumpukan buah Jeruk yang sudah dikupas kulitnya

"Siap, Putri." teriak mereka serempak

"Kalau kulitnya sudah selesai kalian bersihkan, rebus kulitnya dengan air yang kira-kira sampai kulit Jeruknya tenggelam sepenuhnya. Jika sudah direbus beberapa waktu, tiriskan kulitnya menggunakan saringan..." ucapku seraya mengalihkan pandangan ke arah mereka yang tengah membersihkan kulit Jeruk.

"Sembari kulitnya ditiriskan, kalian masak kembali air yang sudah ditambahkan gula sebelumnya. Tunggu hingga mendidih, lalu masukkan kembali Jeruk yang sudah kalian tiriskan tadi ke dalam rebusan air gula yang kalian masak. Rebus hingga beberapa saat, akan tetapi jeda waktunya lebih lama daripada proses perebusan pertama. Dan pastikan merebusnya jangan terlalu lama, jangan sampai kulit Jeruknya terlalu lembut atau lembek..."

"Aku mempercayai semuanya pada kalian, panggil aku jika semuanya sudah selesai."

"Laksanakan, Putri..."

Berjalan aku meninggalkan mereka yang tengah mengolah kulit Jeruk ke arah mereka yang tengah memotong-motong kecil buah Jeruk beserta kulitnya...

"Apa semua Jeruknya sudah selesai kalian potong?" tukasku seraya berdiri di samping mereka

"Hampir selesai, Putri" ucap salah satu dari mereka

"Aku hampir lupa, campurkan juga beberapa buah Lemon yang dipotong beserta kulitnya ke dalam potongan Jeruk yang kalian potong. Pastikan juga untuk membersihkan semua biji-biji Jeruk yang ada..."

"Siap, Putri..." tukas mereka serempak

"Sembari menunggu Jeruk-jeruk nya kalian rebus, nanti kalian ambil botol-botol kaca yang ada di dalam peti kayu yang kami bawa. Lalu masak botol-botol kaca itu menggunakan air mendidih..."

"Eh? memasak botol?" tukas mereka kebingungan satu sama lain

"(menghela nafas) kita tidak memasaknya untuk dimakan. Melainkan hanya untuk proses sterilisasi..." ucapku

"Ste... ste apa Putri?" ucap salah satu dari mereka

"*S*terilisasi ialah proses pemanasan yang bertujuan untuk memusnahkan semua bentuk mikroorganisme..."

"Mik...ro?" tukas mereka kembali

"Bagaimana aku menjelaskannya, seperti kuman atau virus penyebab penyakit..."

"Aahh jadi orang yang memakannya tidak akan sakit karena mik...ro itu kita musnahkan, seperti itukah Putri?" ucap salah satu dari mereka

"Akhirnya, ada juga salah satu dari mereka yang bisa diharapkan.." bathinku

"Tepat sekali, jadi lakukan seperti yang aku arahkan. Aku mengandalkan kalian..." tukasku seraya berjalan menjauh

"Laksanakan, Putri"

Kembali berjalan aku menuju anak-anak yang tengah fokus melakukan pekerjaan yang aku berikan, kucuci terlebih dahulu kedua tanganku sebelum mendekati mereka. Berdiri aku di samping salah satu anak, kuambil tusuk Bambu yang mereka letakkan seraya ikut membantu mereka menusukkan Jeruk-jeruk itu ke tusuk Bambu...

"Hal ini mengingatkanku saat di Panti Asuhan..." ucapku dalam hati seraya tersenyum tipis

"Putri.. Kau tidak perlu melakukannya..." tukas mereka bergantian

"Aku menyukainya. Aku menyukai melakukannya bersama kalian..." ucapku seraya tersenyum menatap mereka

Semua Jeruk sudah habis kami tusukan di tusuk bambu, bersama-sama kami membawa tumpukan sate Jeruk yang sudah kami susun ke dalam anyaman bambu menuju ke arah Tsubaru yang sebelumnya kupinta untuk memasakkan ku karamel sebelumnya...

"Apa karamel nya sudah selesai, Tsubaru.." tukasku seraya menatapnya

"Sudah selesai, Putri." Ucapnya balik menatapku

Kami letakkan anyaman Bambu berisi sate Jeruk yang kami bawa ke tanah. Kuambil beberapa buah sate Jeruk darinya seraya berjalan mendekati Tsubaru..

"Bisakah kau melumuri Jeruk-jeruk ini menggunakan karamel itu..." ucapku menatap Tsubaru seraya memberikan sate Jeruk yang aku pegang kepadanya

"Tentu, Putri" ucapnya seraya mengambil Jeruk yang aku pegang dan melumurinya dengan cairan karamel hangat yang dibuatnya

"Sudah selesai, Putri.." ungkap Tsubaru seraya mengarahkan sate Jeruk yang diselimuti karamel ke arahku

"Terima kasih" ucapku seraya mengambil sate Jeruk karamel dari tangannya

"Kalian harus menunggu nya terlebih dahulu hingga cairan gulanya mengeras. Baru kalian bisa memakannya..." ucapku seraya memberikan sate Jeruk karamel kepada mereka satu persatu

Kuambil kembali beberapa sate Jeruk di dalam anyaman Bambu dan berjalan kembali aku ke arah Tsubaru untuk melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Kuberikan kembali sate Jeruk karamel kepada anak-anak yang lainnya.

"Ini enak, Putri.." ucap salah satu anak yang sudah memakan sate Jeruk tadi

"Ini manis sekali..." sambung salah satu anak perempuan seraya menahan tangis

"Kami tidak pernah makan makanan manis seperti ini sebelumnya..."

"Terima kasih, Putri..." ucap salah satu anak sembari menangis

"Terima kasih, Putri... Berkatmu kami bisa makan makanan manis di hidup kami"

"Terima kasih..." ucap mereka bergantian seraya menangis

"Sakura nee-chan, terima kasih untuk hadiahnya" suara adik-adikku yang tinggal di Panti Asuhan pada kehidupan lamaku berdenging di telinga.

Dadaku terasa sesak seketika, tubuhku gemetar. Air mataku mengalir tanpa permisi...

"Apa yang terjadi pada mereka setelah aku meninggal?" bathinku

"Bagaimana dengan Hina? dia tidak bisa tidur tanpaku walaupun satu malam..."

"Ya Tuhan... kenapa? kenapa?... Adik-adikku disana sangat membutuhkanku. Kenapa kau membawaku pergi jauh dari mereka, setidaknya..."

"Setidaknya berikan aku waktu untuk mengucapkan selamat tinggal, setidaknya beri aku sedikit waktu untuk bilang kalau aku menyayangi mereka..." ucapku dalam hati

Kugenggam kuat dadaku yang terasa sesak, kugigit kuat bibirku yang bergetar menahan tangis. Berjalan aku menuju ke arah Tsubaru yang berjongkok di depanku, kubenamkan kepalaku di bahunya. Ditepuk-tepuk nya kepalaku pelan oleh Tsubaru...

"Putri kami sangat mudah menangis. Jika kalian menangis di depannya, maka ia pun akan melakukan hal yang sama..." terdengar suara Tsubaru di telingaku

"Maafkan kami, Putri. Kami tidak akan menangis di hadapanmu lagi.." terdengar suara mereka bergantian

"Aku tidak apa-apa..."

"Kalian tidak perlu khawatir. Hanya bantu saja aku memberikan Jeruk-jeruk itu pada yang lain, kalian bisa melakukannya bukan?" ucapku sembari menggenggam kuat jas hitam yang dikenakan Tsubaru

"Kami mengerti, Putri.." kompaknya suara mereka menusuk telingaku

"Hal ini mengingatkanku, bahwa aku masih harus banyak mendukungmu Putri..." ucapnya sembari menepuk-nepuk pelan punggungku

"Apa aku sudah membuatmu bangga?" ucapku pelan

"Tentu..." ucapnya seraya beranjak berdiri menggendongku

"Good job, my princess..." bisiknya pelan di telingaku

1
sachivers🐰
salting makkk
sachivers🐰
gk kebayang betapa romantisnya di tahun itu,dan latar indo
sachivers🐰
fix klepon
sachivers🐰
arhhhhh salting brutal sm zaki
sachivers🐰
jungkir blik lh
sachivers🐰
sachiiiii.
sachivers🐰
lg dan lg nangis sm backstorynya izumi
sachivers🐰
😂😂😂😂😂
sachivers🐰
darling......salting brutallhhdd snsjnsjshsbabahhvxyshndnsnajajsbbxbyx
sachivers🐰
dlu gw bacanya kosong yah brarti,soalnya gk sebaper ini
skrg malah baper bgeettttt
sachivers🐰
aaaaa akhirnya ktmu jg😍
sachivers🐰
suka bget ama kisah cinta mereka,pdhl msh kici tp bkin salting parah
sachivers🐰
huaaa akhirnya msuk d plot sachi dan zaki😍
sachivers🐰
prcyalah author,aku udah baca sampai sachi mkn ular,trus ttg ibu izumi,pokoknya udah jauh,tp ku ulang krn bertahun2 ku tingglkan sekali balik lgsung cri lg ini cerita dan yap,akhirnya ending
Plum_Krispyy
drama pagi keluarga takaoka
"aku membuat puding untuk kakak ku yang pecemburu"
sachivers🐰
komennya 2020/2021
haiii,aku d 2025
sachivers🐰
thor aku kembali sikian lama hiatus dri noveltoon,akhirnya tamat jg fake princess,jd ku bca ulang😄
Tini Nurhenti
keren nih abang JaGo,tw bae adinya mata ijoan /Sneer//Facepalm/
Tini Nurhenti
kayak tessy dong cincinnya tiap jari ada /Joyful//Joyful//Joyful//Curse/ dasar mata ijo mata duitan /Silent//Facepalm/
Tini Nurhenti
the best kawann wekwek nie,ngakak abissss /Joyful//Joyful//Curse//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!