NovelToon NovelToon
Only You

Only You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Single elit

Pertemuannya dengan seorang gadis bernama Kanaya, membuat Ray bersumpah akan membuat gadis itu menyesal karena telah mengganggunya.

Namun ternyata sumpah itu berbalik padanya, dan membuat dunianya berubah. Bagaimana kisah mereka berlanjut?

Kisah ini bukan hanya sekedar tentang cinta, kalian akan menemukan badai yang besar di setiap kisahnya.

Maka siapkan hati untuk menerima setiap sentuhan yang Ray berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Single elit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 23

Raka duduk di sofa depan ruang kamar perawatan Kanaya. Pria tampan itu menatap nanar pada layar datar di tangannya, memandangi wajah gadis yang tersenyum bahagia  terpampang sebagai wallpaper di ponselnya.

Raka menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa berwarna cream itu lalu memejamkan matanya sejenak untuk menetralisir perasaan itu. Tapi, sepertinya ia tidak di ijinkan untuk menata hatinya. Baru saja ia merasa tenang detik kemudian benda pipih di tangannya itu berdering membuat pria tampan itu membuka matanya dan melihat siapa yang menghubunginya.

" Ayah " gumamnya.

Raka menghela napas pelan, dirinya  sedikit ragu untuk mengangkat panggilan itu. Bisa Raka tebak sang ayah pasti akan menanyakan dimana keberadaan dirinya sekarang. Dan seperti biasanya pria paruh baya itu tidak berhenti menghubungi dirinya sebelum ia mengangkat panggilan itu.

" Halo yah " ucap Raka ketika panggilan tersambung.

kamu dimana?

Terdengar nada kesal dari sebrang line telepon.

" Raka lagi di puncak sama Ray "

Berbohongpun percuma fikirnya, karena ayahnya memiliki orang bayaran untuk mencari tau.

Ayah tunggu di rumah. Ada yang ingin ayah bicarakan.

Raka menghela napas panjang begitu panggilan terputus. Karena seperti yang Raka tau Martin selalu memaksakan kehendaknya, dan ini semua pasti menyangkut Ray. Kini dirinya harus bersiap untuk mengahadapi situasi panas antara Ray dan ayahnya.

" Woyy! Kenapa Lo ? "

Edo yang baru saja keluar dari kamar rawat Ayrin bertanya pada Raka ketika melihat ekspresi pria tinggi itu yang terlihat kesal. Sebenarnya Edo enggan bertanya karena Raka berbeda dengan Ray. Dia lebih dingin di banding Ray, meskipun sebenarnya Raka itu pria yang baik.

See...Raka hanya melirik ke arahnya tanpa mengatakan apapun, lalu kembali berkutat dengan benda pipih itu di tangannya. Edo menghela napas pelan, ia seperti sedang bicara dengan tembok. Edo mendudukkan dirinya di samping Raka sembari memainkan game di ponselnya.

" Gimana keadaan Ayrin? " Raka melirik sekilas lalu kembali fokus dengan ponselnya. Raka sudah lama mengenal Ayrin, gadis yang memuja adiknya dan anak dari sahabat ayahnya. Rakapun turut prihatin dengan keadaan Ayrin, melihat gadis itu ikut menjadi korban.

" Hn." Edo menoleh ke arah Raka memastikan apa pria di sebelahnya ini benar-benar sedang bicara padanya atau ia hanya salah dengar.

" Ayrin baik baik aja, besok juga udah boleh pulang. " Ucap Edo setelah memastikan tidak ada orang lain disana selain dirinya. Lalu Edo kembali fokus dengan benda pipih di tangannya.

Raka menepuk pelan bahu Edo seraya bangkit dari duduknya, membuat pria  tinggi yang kini tengah asik dengan game di ponselnya itu menoleh.

" Do. Bilangin sama Ray, gue pulang "

" Sipp " ucap Edo seraya mengacungkan jempolnya tanpa menoleh ke arah Raka.

Raka melangkahkan kakinya berjalan meninggalkan Edo, menyusuri lorong rumah sakit untuk menuju lift. Namun di pertengahan jalan seseorang menabraknya dari arah belakang. Brukk!

" Awww "

Pekik seorang gadis bertubuh langsing dengan rambut panjang bergelombang yang menutupi sebagian wajahnya. " Maaf mas, saya gak sengaja " ucap gadis itu seraya menundukkan kepalanya.

Setelah mengucap kata maaf gadis itu kembali berlari meninggalkan Raka yang terpaku melihat punggung gadis itu yang mulai terlihat menjauh.

Baru saja kaki panjangnya melangkah mata tajamnya melihat sesuatu yang tergeletak di lantai, sepertinya Milik gadis tadi pikir Raka. Tangannya terulur untuk mengambil benda berkilau itu, lalu meneliti benda itu yang ternyata dilihat dari desainnya bukan seperti barang murahan. Raka memasukan benda itu ke dalam saku celananya dan akan mengembalikan benda itu jika bertemu dengan gadis itu lagi nanti.

Sedangkan Edo masuk kedalam ruang rawat Kanaya setelah kepergian Raka. Dirinya belum melihat keadaan Kanaya sejak semalam.

" Ehm " Edo berdehem ketika memasuki ruangan Kanaya setelah melihat Ray yang sedang menggenggam jemari Kanaya.

Perhatian Ray teralihkan ketika mendengar deheman keras dari arah pintu.

Edo berjalan mendekat ke arah ranjang Kanaya untuk melihat keadaan gadis itu yang kini tengah terbaring lemah di sana. " Gimana keadaan Lo nay? " Tanya Edo dengan senyum lebarnya.

" Alhamdulillah udah agak baikan "

Ujarnya dengan tersenyum tipis.

" syukurlah, gue seneng dengernya. Semalem gue ikut panik liat keadaan Lo "

Ray menyentuh kening Edo untuk memastikan keadaan pria di sampingnya ini. Apakah kepalanya terbentur sesuatu? Karena akal sehat Ray sahabatnya ini tidak pernah benar dalam berucap.

" sialan! " Ucap Edo seraya menepis tangan Ray jauh jauh.

" Tumben omongan Lo bener " ucap Ray seraya tersenyum mengejek, lalu detik kemudian Edo menyenggol lengannya yang di balut perban. " Sakit ****! "

" Haha semalem aja Lo sok kuat ! "

Edo menghindari serangan Ray ketika melihat sahabatnya itu akan membalasnya, ia berlari ke arah pintu keluar namun kerah bajunya tertarik dari arah belakang oleh Ray hingga membuatnya terjatuh ke sofa.

Tanpa sengaja tangan Edo menyentuh benda pipih yang tergeletak di sofa. Dan sentuhan Edo membuat benda pipih di sampingnya itu menyala, hingga dengan jelas menampilkan foto seseorang di sana.

Terlihat olehnya foto seorang gadis yang ia kenal meski terlihat sedikit berbeda. Edo berfikir sejenak kemudian melirik ke arah Kanaya yang sedang menatapnya bingung.

" Kenapa Lo? " Tanya Ray bingung melihat Edo yang tiba-tiba terdiam.

" Ini punya Lo ? "

Edo bertanya dengan raut bingung Karena setau Edo Ray tidak memiliki tab.

Ray mengambil alih benda pipih itu dari tangan Edo. Dan terlihat jelas oleh manik matanya foto Kanaya terpajang di sana sebagai wallpaper di layar 7 inci tersebut.

"Kamu Kenapa Ray? Kok ikutan diem "

Suara Kanaya membuyarkan lamunannya, seketika itu juga Ray menoleh ke arah gadis yang tengah menatapnya bingung.

" Lo kenal sama Raka? "

Edo memperhatikan Ray dan Kanaya  dalam diam, jujur saja dirinya juga penasaran mungkinkah Kanaya sudah lebih dulu mengenal Raka sebelum Ray. Hingga foto Kanaya berada tab milik Raka.

" Iya, aku kenal. Kamu juga kenal kak Raka? " Tanya Kanaya dengan raut bingung.

" Jadi Lo belom tau? " Edo ikut menimpali.

" Belum tau Apa? "

" Raka itu Abang gue "

Jawab Ray cepat. Jujur saja saat ini perasaan Ray tidak menentu, pertanyaan demi pertanyaan berputar di otaknya. Mungkinkah Kanaya kekasih Raka? Shit!!! Kenyataan ini membuat hati Ray sedikit nyeri.

" Gimana ceritanya Lo kenal sama Raka? " Tanya Edo begitu penasaran.

" Lo pacarnya Ra-- "

Perkataan Ray terputus ketika suara pintu terbuka membuat mereka bertiga menoleh ke arah pintu bersamaan.

Raka terdiam di balik pintu mendapat tatapan mengintimidasi dari Ray. Raka menghela napas pelan ketika melihat benda pipih miliknya yang tertinggal berada di tangan Ray.

sepertinya setelah ini akan sedikit lebih rumit.

🍁🍁🍁

aku ikutan nyimak aja di balik gordeng 😂

jangan lupa tinggalin jejaknya kak. like ,komen, vote. tambahin kalo ada 😂

sampai jumpa di next chapter 😉

1
Cicih Sophiana
Ray lagi pengen di manja ya... pengen di perhatiin jg 😁😆
yulie istanti
👍👍
MandaNya Boy Arbeto❤️
mulai lg de awal deh
Cicih Sophiana
hmmm dapat kecupan terasa melayang jg yah...😁
Cicih Sophiana
untuk apa aq pergi kamu ada di sini ko🤭
Cicih Sophiana
Yuni kamu ga tau aja... Rey memperlakukan nya dgn baik...
Cicih Sophiana
terserah Rey aja deh mau di apain 😁 yg terpenting jgn di sakiti...😀
Cicih Sophiana
di jalan aja ga nemu macam itu thor...di mana yah aq harus mencari apa harus ke ujung dunia?🤔😁
Cicih Sophiana
visual nya cantik dan ganteng👍🥰
Cicih Sophiana
mampir thor
Etik Widarwati Dtt Wtda
akhirnya nenikah semoga bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
menikah dan berbahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
emang hukuman apa y
Etik Widarwati Dtt Wtda
nikahhh
Etik Widarwati Dtt Wtda
nikah sama ray
Etik Widarwati Dtt Wtda
lemah sekali.kanaya
Etik Widarwati Dtt Wtda
kok jahat banget y
Etik Widarwati Dtt Wtda
diperalat tantenya sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasih pelajaran ..raka kamu hrs kuat
Etik Widarwati Dtt Wtda
jahat banget titha sama marisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!