Terlahir dengan kutukan yang memakan usia, Boqin Tianzun terpaksa menempuh jalan berdarah demi melawan waktu yang kian menipis. Di tengah pengkhianatan keluarga dan dunia yang memuja kekuatan, ia merajut rencana keji untuk merangkak ke puncak tertinggi.
Bagi sang iblis berbakat, nyawa hanyalah pion catur dan cinta hanyalah teknik manipulasi, kecuali untuk satu jiwa yang tersisa. Di ambang batas kematian, ia bersumpah akan menaklukkan takdir dan menghancurkan siapa pun yang menghalangi langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Singgasana di Atas Para Dewa
Gemuruh dimensi pecah saat Istana Langit Abadi menembus tabir antara benua bawah dan Benua Atas. Begitu mereka tiba, tekanan energi Qi yang ribuan kali lebih padat langsung menghantam. Di benua ini, bahkan rumput pun memiliki kesadaran, dan para kultivator di sini menganggap diri mereka sebagai dewa.
Istana Boqin muncul tepat di atas Lembah Dewa Sejati, wilayah kekuasaan Sekte Langit Tak Terbatas, faksi terkuat yang telah memimpin Benua Atas selama sepuluh ribu tahun.
"Lancang! Siapa yang berani membawa bangunan kotor dari dunia fana ke wilayah suci kami?!"
Tujuh sinar cahaya melesat dari bawah. Tujuh orang tetua dengan jubah emas, semuanya berada di ranah Jiwa Sejati Level 9, mengepung istana melayang Boqin. Mereka memandang istana itu dengan jijik, seolah-olah sebuah gubuk sampah baru saja mendarat di taman bunga mereka.
Boqin Tianzun keluar ke balkon, masih menggenggam tangan Sua Mei. Ia merasakan aura mereka, namun wajahnya tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. Sebaliknya, ia merasa haus darah.
"Aku mencari Pil Keabadian Langit," ucap Boqin, suaranya bergema membelah awan. "Berikan padaku, dan aku akan membiarkan kalian tetap hidup di bawah kakiku."
Para tetua itu tertawa terbahak-bahak. "Pil itu adalah jantung dari sekte kami! Seorang sampah Level 4 sepertimu ingin menantang Dewa? Mati kau!"
Ketujuh tetua itu menyerang serentak, melepaskan teknik penghancur bintang. Langit menjadi gelap, petir ungu menyambar-nyambar ke arah istana.
"Sangat berisik," gumam Boqin.
Ia menutup mata Sua Mei dengan telapak tangannya. "Jangan lihat, Mei. Ini hanya kembang api perayaan kedatangan kita."
Dengan tangan yang lain, Boqin melepaskan kekuatan Jiwa Sejati Level 4 miliknya yang telah dicampur dengan Inti Api Matahari. Namun kali ini, ia membakar esensi hidupnya sendiri untuk melakukan lompatan kekuatan terlarang.
"Seni Iblis: Pemakan Surga!"
Lubang hitam raksasa muncul di tengah tujuh tetua itu. Alih-alih meledak, lubang itu menghisap semua serangan mereka, semua energi mereka, dan bahkan jiwa mereka. Dalam hitungan detik, tujuh pendekar terkuat Benua Atas itu berteriak histeris saat tubuh mereka mengkerut dan lenyap tertelan kegelapan.
Boqin menghirup napas dalam-dalam. Energi dari tujuh pendekar Level 9 itu masuk ke tubuhnya, memaksa kultivasinya meledak melewati batas.
Jiwa Sejati Level 6... Level 8... Puncak Level 9!
Hanya dalam satu tarikan napas, Boqin telah berdiri di puncak kekuatan benua ini.
Kematian tujuh tetua itu membuat seluruh Sekte Langit Tak Terbatas gemetar. Dari kedalaman lembah, seorang pria tua dengan rambut putih panjang dan mata yang memancarkan cahaya putih murni keluar. Ia adalah Leluhur Agung, satu-satunya makhluk yang telah menyentuh ranah Keabadian Semu.
"Kau... kau bukan manusia," ucap sang Leluhur dengan suara gemetar. "Kau adalah kutukan yang dikirim untuk menghancurkan kami."
Boqin menatap sang Leluhur dengan mata dingin. "Aku hanya seorang suami yang ingin istrinya hidup selamanya. Berikan Pil Keabadian itu, atau aku akan menghapus benua ini dari peta penciptaan."
Sua Mei menggenggam baju Boqin, ia mulai menyadari bahwa perjalanan ini telah mengubah Boqin menjadi sosok yang sangat mengerikan, namun ia juga tahu bahwa semua darah ini ditumpahkan hanya demi dirinya.
"Boqin... apakah ini benar-benar perlu?" bisik Sua Mei lirih.
Boqin menoleh, sorot matanya yang kejam melembut seketika. "Untukmu, Mei... aku akan membakar seluruh surga jika itu berarti kau bisa bersamaku selamanya."