NovelToon NovelToon
Restu Untuk Pengkhianat

Restu Untuk Pengkhianat

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:598.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Linda manik

Indah berpikir jika rumah tangganya baik baik saja. Ternyata tidak. Sikap manis suaminya hanya untuk menutupi watak aslinya yang sudah mendua di belakang Indah.
Yang membuat Indah sangat sakit hati. Ternyata perselingkuhan Rama didukung keluarganya. Dan wanita selingkuhan itu juga sudah hamil.

Cerai adalah jalan terbaik tapi kehidupan Indah tidak tenang sampai disitu. Keluarga Rama terus meneror Indah seakan tidak ingin melihat wanita itu bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Giska

Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Dan setiap orang juga berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Tapi tidak bagi Rama. Kesalahannya berkhianat dari Indah membuat laki laki itu tidak mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu dalam pernikahan mereka.

Mereka kini sudah dalam proses perceraian dan mungkin dirinya akan direpotkan oleh masalah perceraian tersebut. Sebenarnya, Rama merasa frustasi. Dia ingin mempertahankan pernikahannya dengan Indah tapi hal itu tidak akan mungkin lagi. Permintaan maaf yang entah ke berapa kali masuk di ponsel Indah tidak pernah mendapatkan tanggapan. Jangan kan tanggapan, pesan pesan itu tidak dibaca sama sekali. Hanya satu kini harapan Rama. Semoga di sidang mediasi nanti. Dirinya bisa minta ijin dari pekerjaan. Rama bertekad harus bisa hadir di sidang tersebut karena dirinya masih berniat mempertahankan pernikahan mereka.

Membayangkan dirinya akan repot antara pekerjaan, agenda sidang dan persiapan pernikahan membuat Rama pusing tujuh keliling. Bisa saja sebenarnya, Rama minta ijin untuk menyelesaikan dua urusan penting dalam hidupnya itu. Tapi jarak sidang dan pernikahan yang berdekatan akan membuat tanda tanya dan rasa penasaran orang orang kantor kepada dirinya.

Perceraian dengan Indah dan pernikahan dengan Giska adalah dua hal yang harus disembunyikan dari wilayah kerjanya. Pengkhianatan tidak dibenarkan oleh siapapun meskipun itu adalah pengkhianatan pernikahan. Orang orang kantor sudah mengetahui bahwa Indah adalah istrinya. Jika salah satu orang kantor mengetahui pernikahan kedua ini. Sudah bisa ditebak jika pernikahan Rama dan Indah dihiasi pengkhianatan. Dan hal itu bisa membuat reputai nya akan hancur.

Rama terlambat berpikir. Seharusnya dampak dari pengkhianatan itu dipikirkan sebelum memulai berhubungan dengan Giska. Menyadari Naya sahabat Indah bekerja satu kantor dengan dirinya membuat kekhawatiran Rama semakin menjadi jadi. Rama takut, masalah rumah tangganya dengan Indah sudah diketahui oleh Naya.

Memikirkan kemungkinan kemungkinan yang belum terjadi. Rama tidak bisa tidur dengan nyenyak. Setelah Indah pergi dari rumah satu minggu yang lalu hampir setiap malam Rama selalu gelisah.

Bayang bayang kebersamaan dan kebahagiaan yang diberikan oleh Indah selalu terbayang di pikirannya. Rama sadar, tidak alasan dirinya berselingkuh jika dilihat dari cara Indah memperlakukan dirinya. Jika alasan keturunan. Hamil bukan lah kuasa Indah.

Apa yang dirasakan oleh Rama, hal lain yang dirasakan oleh Giska. Bukan hanya merasa menang diatas awan. Giska merasa jika dirinya lah yang lebih baik dan lebih segalanya dari Indah. Mengetahui rumah milik Rama sudah dijual tidak mengurangi kebahagiaan Giska. Dia sangat yakin, jika rumah itu sudah lunas pembayaran nya. Dan Giska juga sangat yakin setelah dirinya dan Rama menikah nantinya. Rama sanggup membeli rumah seperti itu walau hanya dibeli lewat kredit.

Jika Rama frustasi memikirkan hari pernikahan dan agenda sidang. Giska justru tidak sabar menunggu hari itu tiba. Giska tidak sabar menunggu hari dimana secepatnya Rama dan Indah secepatnya bercerai resmi. Dan Giska semakin tidak sabar menunggu hari dimana dirinya akan diresmikan menjadi istri Rama. Hari yang sangat dinantikan selama ini.

Sebelum saat itu tiba, Giska sudah berperan seperti Nyonya sungguhan. Dirinya, Rama dan ibu Yanti masih di rumah itu karena pembeli yang dikatakan oleh Indah belum mengkonfirmasi kapan mereka harus mengosongkan rumah itu.

"Mama masih saja tidak ikhlas jika harus meninggalkan rumah bagus ini."

Ibu Yanti masih saja tidak percaya jika rumah itu sudah dijual. Wanita itu mengedarkan pandangannya ke arah perabot perabot di rumah itu. Dia merasa rugi karena tidak memiliki perabotan itu yang jauh lebih baik kualitas nya dibandingkan perabotan di rumahnya sendiri.

"Sama. Aku juga begitu Tante. Tapi tenang saja. Mas Rama pasti bisa membeli seperti ini nantinya Tante," kata Giska. Rama yang duduk di sebelahnya kurang berminat ikut menanggapi perkataan mamanya. Pikirannya masih memikirkan wanita yang sudah menjadi mantan istrinya. Lagipula, dia malas menjelaskan jika rumah itu dibeli dengan pinjaman tanpa pernah mencicil selama ini.

Tanpa sepengetahuan, ibu Yanti dan Giska. Sebenarnya selama satu minggu ini. Rama berusaha mencari keberadaan Indah setiap pulang bekerja. Tidak bisa dipungkiri jika dirinya juga khawatir akan keberadaan mantan istrinya itu. Kekhawatiran Rama sedikit berkurang hanya karena mengetahui Indah bersama Mirna saat pergi dari rumah.

Mengingat Mirna, kebencian Rama pada wanita itu juga menjadi jadi. Dia sangat yakin, perselingkuhannya itu terbongkar pasti dari Mirna. Dia akan membuat perhitungan dengan pembantu itu nanti. Rama sudah berjanji dalam hati akan hal itu.

Baru saja, Rama teringat dengan Mirna. Wanita yang dia benci itu muncul di rumah itu dengan seorang laki laki.

"Untuk apa lagi kamu kemari babu."

Ibu Yanti melayangkan pertanyaan dengan nada menghina kepada Mirna. Mirna tentu saja sangat sakit hati mendengar pertanyaan itu. Andaikan bukan Indah yang menyuruh dirinya kembali ke rumah itu. Mirna tidak akan bersedia karena tidak ingin melihat orang orang jahat itu. Mirna lebih tidak ingin lagi melihat Indah bertemu dengan tiga orang itu. Itulah sebabnya, Mirna bersedia masuk ke rumah itu untuk mengambil barang barang pribadi Indah yang masih ada di kamar atas sementara Indah harus menunggu di dalam mobil.

Mirna tidak menjawab pertanyaan ibu Yanti. Wanita itu terdiam dan terus melangkahkan kakinya menuju tangga.

"Mirna, stop. Jangan sembarangan kamu naik ke atas," kata Rama dengan membentak. Dia sudah benci dengan Mirna karena sudah membocorkan perselingkuhannya. Rama semakin membenci Mirna karena sikap cuek yang ditunjukkan oleh wanita itu.

"Maaf Pak Rama. Aku ke atas hanya untuk mengambil barang barang pribadi milik mbak Indah," kata Mirna. Satu minggu yang lalu, mereka hanya membawa pakaian dan masih lumayan banyak barang barang Indah berupa tas dan barang barang lainnya di kamar itu.

"Tidak boleh. Jika Indah menginginkan barang barang nya itu. Silahkan dia sendiri yang mengambil nya dari rumah ini," kata Rama.

Rama merasa mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan Indah karena barang barang yang masih tertinggal di kamar mereka. Dia pernah berpikir, jika Indah akan mengambil barang barang itu setelah mereka resmi bercerai.

"Iya benar. Suruh wanita mandul itu yang kemari," kata ibu Yanti. Jika Rama menginginkan Indah mengambil barang barang itu untuk meminta maaf dan ingin memperbaiki kesalahannya. Ibu Yanti menginginkan Indah datang ke rumah itu supaya dirinya bisa meminta bagian dari hasil penjualan rumah itu. Rama sudah menjelaskan jika dirinya tidak mempunyai uang sepeser pun dalam pembelian rumah itu. Ibu Yanti sama sekali tidak percaya. Dia berpikir, Rama mengatakan itu dan membiarkan uang penjualan rumah itu di tanan Indah karena rasa bersalah dan rasa cinta yang ada di hati putranya itu. Ibu Yanti bisa melihat jika putranya masih mencintai Indah.

"Mbak Indah tidak ingin bertemu dengan kalian. Mbak Indah muak."

Mirna tidak berbohong. Indah memang tidak ingin bertemu dengan tiga manusia itu. Mereka kembali untuk mengambil barang barang pribadi Indah setelah satu minggu pergi dari rumah itu karena berpikir tiga manusia itu sudah keluar dari rumah itu. Tapi ternyata tidak. Indah terpaksa menunggu di Mobil daripada melihat mereka.

Mirna menaiki tangga itu dengan supir pribadi yang diperintahkan oleh Ibu Sukma untuk menemani Indah dan Mirna.

Merasa penasaran dengan isi kamar Indah. Giska menyentuh tangan ibu Yanti dengan gerakan mata supaya mengikuti langkah Mirna. Selama satu minggu ini, Mirna sudah berusaha masuk ke kamar itu tapi karena terkunci, Mirna tidak bisa masuk. Satu minggu yang lalu, Indah memang mengeluarkan barang barang Rama terlebih dahulu sebelum keluar dari rumah itu. Indah juga sengaja membawa kunci kamar karena dia merasa apa yang tertinggal di kamar itu adalah barang barang yang dia beli sendiri dengan menggunakan uang pribadinya.

Ibu Yanti dan Giska sama sama terkejut melihat tampilan kamar itu. Mereka disambut dengan kemewahan yang ada di kamar itu. Ranjang mahal dan dua lemari besar memanjakan mata mereka. Dan semakin tidak ikhlas jika barang barang di kamar itu bukan untuk mereka.

"Mas, aku tidak mau tahu. Ranjang itu harus milik kita berdua," bisik Giska kepada Rama. Ranjang itu sangat bagus sangat berbeda dengan kasur busa yang ada di kamarnya di rumah ibu Yanti. Juga berbeda dengan ranjang yang ada di kamar bawah kamar yang dia tempati bersama Rama selama satu minggu ini.

Rama tidak menjawab. Dia hanya menatap Mirna yang sibuk memasukkan pakaian Dan tas yang tertinggal itu ke dalam tas plastic yang besar. Untuk melarang, Rama tidak berani. Tatapan tajam dari laki laki yang menemani Giska itu sangat menusuk dan seakan hendak menerkam dirinya.

"Stop Mirna," kata Giska tiba tiba. Wanita yang hamil muda itu menghampiri Mirna dan merampas kotak perhiasan yang baru saja diambil Mirna dari lemari. Mungkin karena terburu buru minggu lalu, Indah melupakan kotak perhiasan itu. Padahal seingat Giska, Indah juga sudah membawa kotak perhiasannya yang lebih besar dari kotak itu minggu lalu.

"Kembalikan, itu milik mbak Indah," kata Mirna cepat. Mirna hendak merampas balik perhiasan itu tapi Giska cepat bergerak sehingga Mirna hanya menangkap angin saja.

"Tenang Mirna. Ingat aku sedang hamil. Jika aku celaka hanya karena usaha mu untuk merampas kotak perhiasan ini. Kamu bisa dikenakan pasal berlapis. Tenang saja ya. Aku hanya melihat isinya saja. Sini tante, kita lihat sama sama," kata Giska. Wanita itu membawa dirinya duduk di ranjang.

Kedua mata Giska dan ibu Yanti membulat melihat satu set perhiasan itu.

"Mas, pasti kamu yang membeli Indah untuk Indah?" tanya Giska. Rama mengerutkan keningnya. Selama ini dirinya tidak pernah membelikan perhiasan kepada Indah.

"Tega kamu mas. Selama ini aku menginginkan perhiasan seperti ini. Aku mengandung anak mu mas. Seharusnya perhiasan ini untuk ku," kata Giska lagi. Wanita hamil itu mendekap erat kotak perhiasan itu.

"Tidak bisa. Itu milik mbak Indah. Kembalikan," kata Mirna. Giska menggelengkan kepalanya.

"Katakan kepada babu ini mas. Ini untuk aku. Kamu berhak mengatakan itu. Karena uang kamu yang membeli ini."

"Giska, kembalikan. Itu milik Indah," kata Rama keras. Rama tidak menyukai sikap Giska itu. Bukan karena dirinya merasa tidak pernah membeli perhiasan itu untuk Indah tapi karena sikap Giska yang berlebihan.

"Kamu membentak aku mas. Aku mengandung anak mu dan akan mempertaruh kan nyawa ku supaya kamu menjadi seorang ayah. Tapi kamu lebih memanjakan Indah daripada aku," kata Giska. Melihat perhiasan mewah itu, Giska tidak terima jika Indah mendapatkan lebih daripada dirinya.

Rama hanya bisa menahan kesal dalam hati. Indah tidak pernah menuntut perhiasan apapun dari dirinya. Sedangkan Giska sudah mendapatkan lima belas juta dari dirinya untuk membeli perhiasan yang diinginkan wanita ini.

Giska pun menitikkan air matanya. Dia seperti anak kecil yang menginginkan mainan kesayangannya.

"Mas, ini keinginan janin kamu juga. Tapi kamu tega mas," kata Giska lagi.

"Itu milik Indah, Giska. Berikan kepada Mirna Apa yang menjadi milik Indah tetap milik Indah. Jadi jangan coba coba untuk memiliki perhiasan itu," kata Rama lagi. Seketika, dia mengingat pernah melihat Indah memakai perhiasan itu dan berkata jika perhiasan itu adalah perhiasan kesayangannya. Dia sengaja berkata seperti itu kepada Giska karena berharap Mirna menceritakan kejadian ini kepada Indah. Rama bersikap seperti itu untuk meraih hati Indah kembali.

Bukan hanya berkata seperti itu. Rama juga mengambil paksa kotak perhiasan itu dari dekapan Giska dan memberikan ke tangan Mirna.

"Mas, aku tidak mau tahu. Kamu juga harus membelikan perhiasan seperti itu untuk aku," kata Giska. Setelah mengatakan hal itu. Giska keluar dari kamar itu.

"Ingat pak Rama. Sesungguhnya yang diinginkan pelakor itu bukan anda. Tapi hasil jerih payah anda," kata Giska sambil menoleh sinis kepada ibu Yanti yang sepertinya juga terkejut melihat sikap Giska itu.

1
Surati
bagus
Luchi Chipoedanz Sihite
Luar biasa
ros
kenapa x sambung thor
Putu Suciptawati
sebulan lbh nunggu kelanjutan cerita ini, mandeg ya kak thor😭
Syafira Putri
ntar kapan up nya ini
Putyy
next Thor
Yuki Oktayani Aritonang
lagian ni ya thor, jgn krna uda cerai masa gk bisa menjalin silahturahmi sma keluarga mantan,

banyak kok yg begitu thor
Yuki Oktayani Aritonang
kalau bisa ni thor buat siintan bisa bekerja,

atau ksh pekerjaan di tmpt orng tua indah thor kasian intannyaa dia gk prnh makan nangka tapi dia yg kena getahny , gk lucu kan thor
Isabell Serinah
up lagi banyak 2 plseeee 👍
Uthie
Salah satu ciri cerita yg bisa bikin saya langsung jatuh hati adalah saat awal mampir sy bisa langsung ngebut diujung penantian nya, dan cerita ini adalah salah satunya 👍👍👍
berarti kelanjutan nya juga menjadi yg sangat saya nantikan kehadiran nya 👍👍🤗
Uthie
Yaaa ampun.... ternyata ngebutnya saya baca cerita ini dari awal semalam sampai lanjut pas bangun tidur tadi, udah mentok aja di ujung penantian 😂😂👍

kalau sy ngebut baca kaya gini, berarti cerita ini sangat-sangat udah bikin saya tertarik banget bacanya 👍👍👍🤗

ditunggu kelanjutannya 👍😘💞💞💞
Uthie
puassssss dehh tuhhh
Uthie
sukurin 😝😝😝
Uthie
sukurin 😝
Uthie
Wah..wahhhh.. si Giska emang murahan banget 😏
Uthie
dasar manusia mata duitan
Uthie
bagus 👍😏
Uthie
Semua kehancuran si Rama emang si Giska... istri istri pembawa sial boleh tuhh di sematkan 😜😄
Uthie
Nice ☺️
Uthie
Apa rahasia yg dipegang tante Ellis itu adalah bahwa si Rama yg mandul 😜😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!