Demi membalas budi kepada orang tua angkat yang membesarkannya, Eros Forger, CEO muda sukses, rela menerima perjodohan meski sudah memiliki kekasih yang dicintainya, Lura.
Ternyata, calon istrinya adalah Zenaya Harper, supermodel internasional yang cantik, mempesona, dan berhati tulus.
Awalnya Eros berusaha setia pada Lura, tetapi kebersamaannya dengan Zenaya perlahan menggoyahkan hatinya. Akankah ia tetap bertahan pada cinta pertamanya, atau justru jatuh cinta pada wanita yang semula tak pernah ia inginkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalicious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KENYATAAN YANG HARUS DI SAMPAIKAN
Eros masih menatap layar ponselnya yang sedari tadi berada dalam genggamannya.
Entah mengapa, hatinya terasa dipenuhi kegelisahan yang sulit ia pahami. Setiap kali memikirkan Lura, perasaan tidak tenang itu kembali muncul, terlebih sejak kemarin pesan yang ia kirim belum juga mendapatkan balasan.
Wanita yang selama ini selalu ia percaya.
Wanita yang selalu ia tunggu kabarnya.
Namun beberapa detik kemudian, sebuah notifikasi pesan masuk terdengar.
Eros langsung menatap layar.
Nama yang sudah sejak kemarin ia tunggu akhirnya muncul.
Lura.
Sebuah pesan singkat terpampang di layar.
Sayang.
Hanya satu kata.
Namun seharusnya kata sederhana itu mampu membuatnya merasa lega.
Seharusnya...
Karena inilah yang selama ini ia tunggu.
Kabar dari Lura.
Tetapi anehnya, Eros hanya menatap pesan itu beberapa saat tanpa membalasnya.
Wajahnya tetap datar.
Ia kemudian memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana dengan gerakan pelan.
Ada rasa kesal yang tidak bisa ia sembunyikan.
Bukan karena Lura menghubunginya.
Melainkan karena selama ini..
Lura selalu seperti itu.
Menghilang tanpa kabar.
Tidak sekali atau dua kali.
Sudah berkali-kali Luna tiba-tiba sulit dihubungi dengan berbagai alasan yang berbeda.
Namun anehnya, Eros selalu memilih untuk percaya.
Ia tidak pernah benar-benar marah.
Karena bagi Eros, mencintai seseorang berarti mempercayainya.
Tetapi kali ini..
Rasa lelah mulai muncul di dalam dirinya.
Tiba-tiba suara dering ponsel kembali terdengar.
Eros mengeluarkan ponselnya dan melihat layar.
Panggilan masuk.
LURA
Tatapannya terdiam beberapa saat.
Ada bagian dalam dirinya yang masih merasa kesal.
Namun ada bagian lain yang begitu ingin mendengar suara wanita itu.
arinya sempat ragu.
Tetapi pada akhirnya...
Ia tetap menekan tombol hijau.
"Halo, sayang..."
Suara Lura terdengar dari seberang telepon.
"Maafkan aku baru mengabarimu."
Eros diam sejenak.
"Kenapa?"
Nada suaranya terdengar dingin.
Bukan karena ia tidak peduli.
Tetapi karena ia sedang berusaha menahan rasa kecewa yang sudah menumpuk.
"Aku sibuk mengerjakan skripsku sayang."
Suara Lura terdengar sedikit cemberut.
"Semangat ya, aku kira kau melupakanku."
"Mana mungkin aku melupakan kekasihku ini.".
Mendengar itu, ekspresi Eros sedikit melunak.
"Tapi aku ada kendala karena laptopku sudah sedikit lemot di gunakan sayang."
"Aku akan transfer uangnya ke rekening mu."
"Kau beli laptop apa pun yang kau mau."
"Terima kasih, sayang."
Suara Lura terdengar bahagia.
"Kau memang selalu perhatian kepadaku."
"Aku sangat mencintaimu."
Eros terdiam beberapa detik.
Meskipun hatinya masih menyimpan kekesalan, mendengar suara Lura tetap mampu membuat pertahanannya melemah.
"Aku juga mencintaimu."
Namun setelah itu, ia menarik napas dalam.
"Aku akan pergi ke Sydney besok."
Suasana di seberang telepon langsung berubah.
Lura terdiam.
"Apa?"
"Kau akan datang ke Sydney?"
"Kenapa tiba-tiba sekali, sayang? Apa karena pekerjaan?"
"Bukan."
Jawaban Eros terdengar tegas.
"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu."
Seketika hati Lura terasa tidak nyaman.
Namun ia tetap berusaha terdengar tenang.
"B-baiklah... Aku akan menunggumu."
"Kabari aku jika sudah sampai di Sydney."
"Baik."
Eros menatap kosong ke arah jendela besar ruangannya.
"Sampai jumpa."
Panggilan itu berakhir.
Eros masih menggenggam ponselnya beberapa saat.
Besok...
Ia akan bertemu Lura.
Dan untuk pertama kalinya...
Ia harus mengatakan kenyataan yang mungkin akan mengubah hubungan mereka selamanya.
Tentang perjodohan itu.
Tentang Zenaya.
Dan tentang pilihan sulit yang selama ini ia simpan sendirian.