NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:402
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03

...****************...

Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya.

Lampu-lampu kota berkelap-kelip di balik kaca apartemen mewah milik Nora, tapi bagi Evelyn Hills, semuanya tampak buram.

Bukan karena hujan, tapi karena air mata, dan alkohol.

Evelyn,wanita 25 tahun dengan paras menawan dan aura elegan, duduk bersandar di sofa, gaun hitamnya sedikit berantakan.

Di tangannya, gelas wine yang sudah entah ke berapa kali diisi ulang.

“Dia... dia bilang cuma aku...” suara Evelyn bergetar, matanya kosong menatap lantai.

Nora yang duduk di sebelahnya menghela napas panjang.

“Cowok kayak gitu memang jago ngomong, Vel. Tapi ujung-ujungnya tetap sama.. brengsek.”

Evelyn tertawa kecil, pahit.

“Lucu ya... aku yang biasanya negosiasi jutaan dolar tanpa takut, malah kalah sama satu pria bodoh yang suka laki.”

Nora menyenggol bahunya pelan.

“Karena ini bukan soal bisnis. Ini soal hati, lagi pula siapa yang menyangka mantan mu ternyata suka batang..”

Evelyn mengangkat gelasnya lagi, tapi Nora cepat menahannya.

“Cukup. Kamu udah minum terlalu banyak.”

“Biarkan saja...” Evelyn mencoba merebut gelasnya. “Setidaknya ini bisa bikin aku lupa.”

“Lupa sementara,” sahut Nora tegas. “Besok kamu tetap bangun dengan masalah yang sama.”

Evelyn terdiam. Lalu perlahan, air matanya jatuh lagi.

“Kenapa sih, Nora...? Apa aku kurang cantik? Kurang baik? Kurang apa?”

Nora langsung memegang wajah Evelyn, memaksanya menatap.

“Denger ya. Kamu itu Evelyn Hills. Cantik? Jelas. Pintar? Nggak perlu diragukan. Kaya? Ya ampun, kamu bahkan punya perusahaan sendiri! Jadi jangan pernah mikir kamu kurang.”

“Lalu kenapa dia selingkuh...?”

“Karena dia suka batang ..!!,” jawab Nora tanpa ragu. “Kurang otak, kurang bersyukur, kurang harga diri.”

Evelyn terdiam beberapa detik, lalu tertawa kecil di sela tangisnya.

“Kamu selalu tahu cara bikin aku merasa sedikit lebih baik.”

“Itu karena aku sahabat kamu,” Nora tersenyum. “Dan sahabat tugasnya nyelametin kamu dari keputusan bodoh, termasuk minum sampai pingsan.”

“Terlambat...” gumam Evelyn sebelum akhirnya tubuhnya limbung.

Nora langsung menahannya.

“Ya ampun, Vel! Aku udah bilang..”

Namun kalimatnya terhenti ketika Evelyn benar-benar kehilangan kesadaran.

Nora menghela napas pasrah.

“Hebat. CEO perusahaan besar... tumbang gara-gara cinta pria homo.”

#######

Pagi hari datang terlalu cepat.

Cahaya matahari menembus tirai apartemen Nora, tepat mengenai wajah Evelyn yang meringis kesakitan.

“Kepalaku..., ck..! sakit sekali.” gumamnya sambil memegang pelipis.

“Bagus, kamu bangun juga akhirnya.”

Evelyn menoleh. Nora sudah berdiri di pintu kamar dengan tangan terlipat.

“Aku di mana?” tanya Evelyn, masih setengah sadar.

“Di apartemenku. Dan kamu tadi malam minum kayak sapi glonggong."

Evelyn mengingat sedikit demi sedikit. Wajahnya langsung berubah dingin.

“Oh... ya ??”

Nora melihat perubahan itu.

“Masih kepikiran?”

Evelyn bangkit perlahan, menyingkirkan selimut.

“Aku nggak punya waktu buat itu, kayak gak ada laki-laki lain saja.”

“Serius?” Nora mengangkat alis. “Baru semalam kamu nangis sampai pingsan.”

“Itu semalam,” jawab Evelyn tegas. “Hari ini aku punya perusahaan yang harus aku jalankan.”

Nora mendecak.

“Minimal akui kalau kamu masih sakit.”

Evelyn berhenti sejenak. lalu berkata pelan,

“Aku memang sedikit sakit, Tapi aku nggak boleh berhenti hanya karena satu pria Homo kan ?"

Nora terdiam, menatap sahabatnya itu dengan campuran kagum dan khawatir.

“Ya sudah,” Nora akhirnya mengalah. “Aku sudah masak sarapan. Kamu makan dulu.”

Evelyn melirik jam di ponselnya, matanya langsung melebar.

“Jam segini?! Aku telat!”

Ia langsung beranjak dari tempat tidur, buru-buru mengambil tasnya.

“Vel! Sarapan dulu!” teriak Nora dari dapur.

“Nggak sempat!”

“Aku sudah capek-capek masak!, teman biadab !!” suara Nora mulai kesal.

Evelyn berjalan cepat menuju pintu.

“Nanti saja!”

Nora muncul sambil membawa piring.

“Telur, roti, bahkan jus aku bikin! Kamu cuma perlu duduk lima menit!"

Evelyn berhenti sejenak, menatap makanan itu, lalu menghela napas.

“Aku benar-benar nggak bisa, Nora. Meeting penting.”

“Kesehatan kamu juga penting Eve.” balas Nora.

Evelyn tersenyum tipis, tapi matanya tetap dingin.

“Aku janji, nanti aku makan.”

“Kamu selalu bilang gitu!”sangkalnya.

Evelyn sudah membuka pintu. “Thanks, Nora. Untuk semuanya.”

“Eve..!!, Hoy..!!, emang kurang ajar..!!”

Namun pintu sudah tertutup.

Nora berdiri terpaku, menatap pintu itu beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas panjang.

“Dasar keras kepala...”

Ia melirik piring sarapan di tangannya.

“Cantik, pintar, kaya... tapi urusan makan aja susah.”

Di sisi lain, Evelyn sudah masuk ke dalam mobilnya.

Wajahnya kembali tanpa ekspresi, dingin, tegas, seperti CEO yang dikenal banyak orang.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!