NovelToon NovelToon
Mertua, Anak Dan Menantu

Mertua, Anak Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Angst / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:101.3k
Nilai: 5
Nama Author: tompealla kriweall

"Hahaha… kamu memang tidak tahu apa-apa. Tidak heran kalau anak saya tidak senang denganmu nanti. Kamu tidak bisa memenuhi standar yang keluarga kami inginkan. Hhh!"

Nur Berliana Putri menggenggam tangannya sendiri, meremasnya karena merasa gugup. Tapi Kenzie segera menghentikan kegugupannya, dengan mengambil tangan tersebut.

Wajah Berliana mendongak ke arah suaminya, dan dia melihat bagaimana Kenzie tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali. Memberikan tanda, bahwa tidak usah menjawab atau menanggapi perkataan mamanya.

"Aku tidak pernah berharap memiliki menantu yang tidak tahu apa-apa tentang kehidupan seperti kami ini. Awas saja jika kamu membuat malu keluarga!"


***

Up hanya di Noveltoon untuk lomba menulis Novel wanita dengan tema air mata pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Ijin

Berliana berdiri di hadapan Abah Kyai Jalil di ruang tamu pondok pesantren. Dia memegang selembar kertas yang berisi surat permohonan untuk tinggal di pondok pesantren.

Berliana ingin meminta ijin pada Abah kyai Jalil untuk bisa tinggal di pondok pesantren lagi. Dia meminta maaf karena tidak bisa menjadi seorang istri yang baik dan bertahan hidup di dalam keluarga Kenzie yang merupakan keluarga kaya.

"Assalamu'alaikum, Abah Kyai. Maaf mengganggu waktunya, Abah."

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Apa yang bisa Abah bantu, Berliana?"

"Saya ingin memohon ijin untuk tinggal di pondok pesantren ini lagi, Abah Kyai. Saya tahu bahwa saya sudah tidak punya pilihan tinggal di sini setelah menikah, tapi saya tidak bisa lagi bertahan hidup di keluarganya mas Kenzie, Abah."

Air mata Berliana mengalir tanpa bisa dicegah. Padahal sebelumnya dia sudah mencoba untuk mempertahankan diri agar tidak menangis di depan Abah kyai Jalil.

"Mengapa begitu, Berliana? Apa yang terjadi?"

Abah kyai Jalil tentu saja sangat terkejut mendengar perkataan Berliana yang dalam keadaan menangis seperti ini. Dia tidak tega melihat anak yatim yang dia didik dan rawat sejak kecil merasakan sakit hati. Abah kyai Jalil merasa bahwa dirinya juga merasa sakit, sama sekali tidak dirasakan oleh Berliana.

Berliana diam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari Abah kyai Jalil dengan cepat. Dia berpikir banyak hal ketika harus membuka aib suami dan keluarganya sendiri.

"Bicara saja, Berliana. Mungkin ada yang bisa Abah bantu, atau setidaknya apa yang kamu rasakan selama ini bisa kamu keluarkan."

Mendengar nasehat dari Abah kyai Jalil Berliana menghela nafas panjang. Dia ragu untuk menceritakan tentang keadaannya sejak pertama masuk ke dalam keluarga Kenzie Zafran, suami yang diberikan oleh Abah kyai Jalil sendiri.

"Sa-ya, saya tidak bisa menjadi seorang istri yang baik, Abah Kyai. Sa-ya, saya tidak bisa menyesuaikan diri dengan gaya hidup keluarga mas Kenzie yang kaya dan mewah."

Berliana terdiam sejenak untuk menghela nafas panjang, dan menghapus air matanya.

"Sa-ya, saya merasa terlalu banyak tekanan dan beban yang harus saya pikul. Saya merasa tidak nyaman dan tidak bahagia di sana, hiks hiks hiks..."

Tangis Berliana tidak bisa di tahan lagi. Dia menangis sesenggukan menahan diri untuk tidak menangis lebih kencang. Tidak hanya merasa bahwa dirinya salah, sebab pergi dari rumah dan ke pondok pesantren tanpa ijin dari suaminya.

"Sa-ya, saya pergi kemarin tidak izin sama mas Kenzie." Berliana menunduk setelah selesai mengatakan apa yang terjadi.

Abah Kyai Jalil terdiam dan hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan yang diberikan oleh muridnya, Berliana.

"Abah mengerti perasaanmu, Berliana. Tapi apakah kamu lupa, jika tidak ijin atau berbicara dengan suamimu tentang masalah ini? Itu adalah sebuah kesalahan," ujar Abah kyai Jalil memberikan peringatan.

Berliana semakin menunjukkan kepalanya tidak berani menjawab. Dia tahu jika dia salah dalam hal ini. Tapi perasaannya yang tertekan dengan semua keadaan dan pikirannya tidak bisa diimbangi dengan apa yang dilakukan saat ini.

"Sudah, Abah Kyai. Sa-ya, saya sudah pernah membicarakan ini dengan mas Kenzie secara singkat. Saya tidak pernah mengadu apapun dengannya karena saya yakin jika mas Kenzie sebenernya sudah mengetahuinya."

Berliana menghentikan perkataannya terlebih dahulu untuk mengatur pernafasannya yang memburu karena rasa bersalah, takut dan tertekan yang berkumpul menjadi satu di dalam dada dan pikirannya.

Abah kyai Jalil juga diam saja menyimak dengan apa yang dikatakan oleh Berliana padanya.

"Ta-pi, tapi mas Kenzie tidak bisa membantu saya. Dia juga diam saja dan tidak menegur mama Juwita." Akhirnya selesai juga apa yang ingin disampaikan oleh Berliana.

"Mana, Abah mau melihat surat permohonan yang kamu bawa. Sudahkah kamu membuat dan membacanya sekali lagi?" tanyanya kemudian, saat berliana memberikan selembar kertas surat permohonan.

"Sudah, Abah Kyai. Saya menulis bahwa saya ingin tinggal di sini untuk menemukan kembali jati diri saya dan belajar lebih banyak tentang agama."

Abah Kyai Jalil menganggukkan kepalanya paham dengan apa yang dikatakan oleh Berliana. Dia tahu ini berat, tapi dia juga berkewajiban untuk memberikan nasehat yang baik dan benar pada Berliana.

"Baiklah, Abah akan mempertimbangkan permohonan mu, Berliana. Tapi kamu harus memahami bahwa tinggal di pondok pesantren bukanlah hal yang mudah. Kamu akan dihadapkan pada berbagai tantangan dan ujian dalam perjalanan hidup Anda di sini, sama seperti yang kamu ketahui selama ini."

"Dan yang paling penting adalah, kamu mendapatkan izin dari suamimu. Bukannya apa-apa, tapi kamu sudah memiliki suami jadi ijinnya itu adalah sebuah restu."

Berliana semakin menunduk mendengar nasihat yang diberikan oleh Abah kyai Jalil. Dua sadar jika dia bersalah karena pergi dari rumah tanpa izin suaminya. Dan apapun yang dia lakukan tidak mendapatkan berkah apapun karena tidak adanya izin dari Kenzie.

"Maaf, Abah. Sa-ya, saya siap menghadapi tantangan itu, Abah Kyai. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk belajar dan berkembang di sini. Saya juga akan meminta izin kepada mas Kenzie melalui pesan maupun telepon."

Akhirnya Abah kyai Jalil menghela nafas panjang saat mendengar perkataan Berliana. Dia sebenarnya tidak tega melihat keadaan muridnya, karena secara tidak langsung Abah kyai Jalil merasa bersalahnya atas semua yang terjadi pada Berliana, sebab dirinya ikut terlibat dalam kesengsaraan yang dirasakan oleh Berliana atas perjodohan yang dia lakukan untuk Berliana dengan Kenzie Zafran.

"Baiklah, Bu Berliana. Abah akan memberikan kamu ijin untuk tinggal di pondok pesantren, tapi banyak untuk sementara waktu ini. Tapi kamu harus mengikuti aturan dan tata tertib yang berlaku di sini."

"Abah akan meminta para ustaz dan ustadzah untuk membantumu dalam proses belajar dan pengembangan diri di sini. Dan yang paling penting, setelah kamu mendapatkan izin. Jika belum, Abah juga tidak akan memberikan izin kamu untuk tinggal di pondok pesantren Abah."

Berliana mengangguk dengan takzim saat mendengar keputusan yang diambil oleh Abah Kyai Jalil.

"Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan Abah dan pondok pesantren ini." Berliana merasa mendapatkan angin segar setelah semua yang menimpanya.

Abah Kyai Jalil mengangguk. "Baiklah, Berliana. Kamu bisa mulai mencari kamar kosong yang tersedia dan mengatur kehidupan mu di sini. Abah doakan semoga kamu mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan di sini, setelah keputusan yang diberikan oleh Kenzie."

"Aamiin, terima kasih Abah. Terima kasih."

Berliana mengucapkan terima kasih berkali-kali atas semua nasihat dan peringatan yang diberikan oleh Abah kyai Jalil. Dia akan segera menghubungi nomor ponsel suaminya, untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum mencari kamar sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Abah kyai Jalil tadi.

1
Atik Bunga
thor jodohkan berliana dg dilan saja bagaimana
Atik Bunga
kok alice bukannya adiknya kenzie itu calista ya
Atik Bunga
kenzie mengambil keputusan yg tepat mengajak berliana keluar dari rumah itu
Atik Bunga
sabar berlian suatu saat mertuamu oasti sadar aku dulu jg mengalami hal sama seperti dirimu malah lebih kejam trus mertuaku mulai sakit2an yg dicari malah menantu yg dibeci ini trus baik sama menantu yg tdk dihargai keberadaannya ini
kuta senasib berlian
Ummy Ima
lembek banget to mbak ber
Andriyani Al Ibtisam
best
Aerik_chan
Lah kematian nggak ada yang tahu...
Aerik_chan
jadi keinget kecelakaan yang di luar negeri yang mobil tesla....orangnya dah meninggal mobilnya masih jalan
Aerik_chan
good
Aerik_chan
nah loh
by your side..
Aerik_chan
Semangat kak thor...
by your side, hadir
Aerik_chan
Semangat kak...maaf baru mampir lagi

yuk saling dukung, By Your Side
Aerik_chan
Kalau berubah jadi baik nggak apa-apa kan ya...

Yuk saling dukung, *By Side You
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
mama Al
keren Thor
mama Al
lah kenapa ngga nikah sama anakmu, bu.
mama Al
Kenzie juga tidak bisa menengahi antara ibu dan istrinya
mama Al
ibu mertua perlu di geprek nih
mama Al
bagus nih ceritanya

salam dari kekasihku menantuku
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!