tidak ada seorang pun yang mau lahir dikeluarga berantakan begitu juga dengan Nisa.Tuhan masih berpihak pada nya,dia dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang solid dan memahami satu sama lain.
tapi semua itu langsung berubah saat sosok laki-laki datang,mengaku sebagai orang yang di jodohkan dengan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bidadari Ayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cerita
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Diam.
Aisya menatap bingung ke depan,dia melihat dengan mata kepala nya sendiri bentuk kepedulian Gus risam kepada Nisa.
Aku tidak yakin mereka menikah karena perjodohan.
Aisyah tertawa getir,siapa yang akan percaya bahwa kedua pasangan itu menikah karena perjodohan.
Jika ada orang yang melihat mereka tentu pasti tidak akan menyangka kedua orang itu di pertemukan dengan jalan perjodohan.terutama sikap Gus risam yang sangat dekat dengan Nisa,siapa yang tidak curiga.
***
“nisa?.”
Gus risam yang sibuk memapah tubuh Nisa langsung menoleh saat melihat ada seorang pria muda berdiri,tidak lupa dengan jas kedokteran berwarna putih yang tersampir di lengan nya yang kekar.
“mas Lana?.”gumam Nisa sebelum jatuh tersungkur,untung saja Gus risam lebih dulu menahan pinggang ramping nya.
“ya Allah Nisa ada apa?kau kenapa?.”tanya lana mendekat.
“alergi mu kambuh?.mas tolong antar dia ke ruangan ku!.”
Gus risam mengangguk, karena melihat kondisi Nisa yang benar-benar lemah.ia segera menggendong Nisa,lalu memasuk kan nya ke ruangan dokter Lana.
dr.maulana Malik Ibrahim.
nama yang tertera di pintu.
dokter Lana langsung bergerak cepat,tangan nya mengacak-acak isi tas milik nya.lalu menemukan satu tablet pil alergi.
“nisa,kau masih sadar kan?.”
dengan lemah Nisa mengangguk.
“mas tolong buka kan pil ini!aku akan membeli air minum sebentar.”
baru saja Lana hendak berangkat dari sana untuk membeli air minum di kantin, ustadz Rizwan sudah lebih dulu datang membawa botol air mineral.
“thanks.”
Gus risam langsung mengambil nya,sembari membantu Nisa untuk meminum pil pereda alergi.
“bagaimana?apa kau sudah baik-baik saja?apa masih terasa gatal.bilang saja,apa kau masih merasa sesak?.tolong semua nya bergeser sedikit,beri kan Nisa ruang!.”
titah dokter Lana.
diam,Nisa belum menjawab.mendadak dia yang biasa nya banyak bicara sekarang berubah menjadi pendiam.
“kenapa kau bisa ada di tempat ini Nisa?kenapa kau pergi begitu jauh?.”tanya dokter Lana,menarik pelan kursi untuk duduk di dekat Nisa.
“kau masih marah pada ku Nisa?padahal sudah enam bulan berlalu.kenapa kau masih marah kepada ku?.”
“nisa,ku mohon bicara pada ku.apa kau fikir lari dari sini akan membuat semua masalah selesai?.tidak Nisa,kau harus menghadapi nya.kau tidak selemah itu!.”
diam,Nisa belum juga bereaksi sama sekali.pada hal sejak tadi, laki-laki di sebelah nya terus mengoceh.tapi Nisa,gadis itu bersiap acuh seakan kedua nya tidak saling mengenal.
“nisa,aku minta maaf.tapi detik itu aku tidak berdaya.”
“gus!kita pulang!.”
suara Nisa membuyarkan lamunan Gus risam tentang perdebatan antara Nisa dan dokter bernama Maulana Malik Ibrahim.
“kau mau ku gendong Khumaira?.”
“tidak perlu aku bisa berjalan sendiri.”
“mari ku bantu,sekarang pegang lah tangan ku.pelan-pelan saja oke?.”
Gus risam mengulur kan tangan nya,membantu Nisa untuk turun dari brankar dengan pelan.
masih bertumpu pada lengan Gus risam,Nisa berusaha berjalan.tapi tarikan di sisi lain kanan nya,membuat perempuan itu menoleh pelan dengan pandangan dingin.
“ku mohon dengar kan penjelasan ku dulu!temui Tante Monic.dia menyesal,mama ku sekarang benar-benar menyesal Nisa,dia sedih.begitu juga dengan Vano dia sangat merindukan mu.”
pinta Lana mengemis.
“khumaira,kau bisa berbicara dengan nya!.”
“untuk apa?aku rasa tidak ada yang harus di bicara kan sekarang.dan dokter Lana,terima kasih karena sudah menyelamatkan nyawa saya.tapi saya yakin anda tidak pamrih kan?.”
“aku pamrih Nisa, dan untuk sekarang aku pamrih.kau harus membalas nya dengan datang ke rumah ku! kau harus bertemu mama ku!.”pinta dokter Lana.
“apa aku harus mematahkan leher anda dokter?.anda ingat kan apa yang terjadi saat terakhir kali saya bertemu dengan mama anda?mama anda di larikan ke rumah sakit karena patah tulang.dan ya dokter,saya tidak tertarik untuk bertemu dengan keluarga anda lagi.”
keesokan pagi nya.
“khumaira!ambil kan aku jam!.”
Nisa menurut lalu mengulurkan jam tangan ke arah Gus risam,walaupun masih dengan wajah yang memberengut.
”jangan begitu dong sayang nya Gus, tambah cantik.”cup,sebuah kecupan singkat di layangkan Gus risam di pipi sang istri.
“gus!berhenti!.”
“kenapa?.kau terlihat semakin cantik Khumaira.”
Gus risam menarik pinggang Nisa untuk semakin mendekat ke arah nya.
“kau cantik Khumaira ku tersayang.”puji Gus risam lagi.
mata Gus risam menatap lembut ke arah Nisa,menampak kan sebuah kasih sayang dan cinta.berbanding terbalik dengan Nisa yang datar-datar saja.
tok tok.
pintu kamar di ketuk,Gus risam segera berjalan mendekat guna melihat siapa yang datang.
seorang santri berdiri menunduk.dia adalah santri kesayangan Abah yai,bernama Renendra Vano Baratayudha.
“asaallamuallaikum gus.”
“wa'allaikum sallam,ada apa?.”tanya Gus risam.
“njenengan di pinta menghadap ke kantor.”
“terimakasih!Nisa ayo!.”
Nisa yang merasa di panggil langsung keluar dari kamar,sembari menoleh ke arah Gus risam.dia menatap bingung ke depan,tepat di mana seseorang tengah berdiri.
“vano?.”
santriwan itu langsung mendongak begitu mendengar ada suara seseorang yang sedang memanggil nya.
Nisa?.
Vano tertegun menatap seseorang yang sedang berdiri tepat di hadapan nya bersama sang gus.seakan melupakan adab yang harus di patuhi sebagai santri untuk selalu menunduk,Vano sekarang melanggar nya.
dia memandang,dan sekarang bukan santriwati yang ia pandang melainkan menantu dari guru besar nya,istri dari sang Gus.
“ternyata ini tempat kau bersembunyi selama ini?.aku benar-benar tidak menyangka sama sekali bahwa kau bersembunyi di sini Vano?pada hal selama ini aku selalu mencari mu.”gumam Nisa dengan sangat pelan,mata nya mulai di penuhi embun.
“nisa,kau.jangan jangan kau adalah istri dari Gus risam,itu tidak mungkin kan?.kau tidak mungkin menikah dengan Gus risam kan?kau masih SMA!.tidak,ku fikir kau mau menunggu ku.”gumam Vano tidak percaya.
mereka saling kenal ya?.
Gus risam yang sedang berdiri memandang bingung ke arah sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang berdiri berhadapan.
“nisa,aku benar-benar tidak pernah menyangka ini.bukan nya sudah ku bilang pada mu,tunggu empat tahun lagi nisa.hanya tinggal empat tahun,itu bukan waktu yang lama.berikan lah aku waktu satu hal,aku akan memohon pada mama untuk merestui hubungan kita aku benar-benar mencintai mu bahkan sampai detik ini.hanya sebentar nisa,beri kan aku waktu sebentar lagi.aku percaya kau tidak pernah berpaling dari ku Nisa,aku sedang memperbaiki diri untuk bisa bersanding di sebelah mu ”