NovelToon NovelToon
ReyLin

ReyLin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Sumartini

REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4



Rendy dan Linda

Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.

tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----


#mohon maaf masih pemula 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diana Mulai Kesal

"Rendy. Aku datang dari masa depan. Aku adalah istri yang kamu nikahi, bukan Linda."

Kalimat itu membuat langkah Rendy berhenti. Pemuda itu membalikkan tubuhnya dan menatap Diana dengan aura dinginnya.

"Kamu kira, kamu aja yang datang dari masa depan? Aku juga sama terlempar ke sini." jawab Rendy membuat Diana menjadi lebih kaget.

"Rendy.. Kamu ngomong apa?" tanya Diana dengan nada bergetar.

"Iya aku suami kamu yang datang dari masa depan. Hal terbodoh yang pernah aku jalani di masa itu adalah menikah sama kamu. Aku begitu menuruti permintaan para orang tua itu agar menikah sama kamu dan membatalkan pertunanganku dengan Linda. Tapi hal itu tidak akan terjadi lagi. Wanita yang aku cintai adalah Linda bukan kamu dan wanita yang akan menikah denganku adalah Linda bukan kamu Diana." kata Rendy.

"Rendy. Aku suka kamu, sebegitu bencikah kamu sama aku?" tanya Diana terisak.

"Diana lihat mataku baik - baik. Apa ada cinta di mata ini buat kamu? Tidak ada. Aku tidak pernah suka kamu Diana. Hatiku hanya ada Linda Angkasa. Tolong berhenti menyukaiku dan jangan menganggu hubungan kami." ucap Rendy.

Diana meremas rok sekolahnya, "Apa Linda tau kamu datang dari masa depan? Apa reaksinya kalau dia tau kamu datang dan ingin menebus rasa bersalahmu. Padahal di masa depan kamu bahkan tidak menikah dengannya, apa kamu tidak-"

"Katakan saja semuanya kepada Linda. Kamu kira ancaman itu bisa membuat aku mundur? Kamu salah lawan Diana. Aku tidak akan melepas Linda demi kamu bahkan aku tidak akan menyerahkan Linda untuk Darren William. Saat aku kembali kesini hal yang aku inginkan adalah menikah dan hidup dengan seorang wanita yang aku inginkan." potong Rendy dengan nada tegas.

Darren menyandarkan tubuhnya pada tembok di belokan lorong, tanpa sengaja dia mendengar pertengkaran Rendy dan Diana. Dia tersenyum tipis.

"Rendy.. Apa kamu..."

"Ya. Kami melakukannya. Aku memiliki Linda untukku hanya untuk aku seorang diri. Diana aku tidak memiliki hasrat untuk menyentuh kamu karena wanita yang aku sukai itu Linda. Bukan kamu. Sampai sini sudah jelas bukan? Jadi berhenti mengikutiku." ucap Rendy berlalu pergi meninggalkan Diana yang bersimpuh air mata.

Darren yang mendengar itu hanya bisa mendesah pelan, Begitu ya. Jadi semuanya jelas, sekarang aku mengerti kenapa Rendy begitu dingin dengan Diana. Linda hatiku sakit, tapi jika Rendy bisa buat kamu bahagia, aku akan mundur. Mungkin ini hukuman untukku, itulah kenapa aku kembali kesini. Gumam Darren berbalik pergi mengabaikan Diana yang masih menangis seorang diri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari terus berlanjut, festival sekolah pun di buka. Lautan manusia terlihat memenuhi area sekolah, banyak kegiatan dari siswa dan siswi disana menarik perhatian pengunjung yang datang.

Banyak gadis berbinar - binar menatap Rendy dan Darren yang terlihat berjalan bersama. Entah ada angin apa yang terjadi, tiba - tiba saja mereka berpapasan dan akhirnya jadi jalan bareng.

"Kenapa pandangan para gadis itu sangat menakutkan." kata Darren.

"Kenapa gue jadi jalan bareng gini sama lo sih." kata Rendy.

"Anggap saja ini takdir kita berdua." ucap Darren.

"Gue suka cewek bukan cowok." jawab Rendy sedikit menjauh.

Perempatan siku - siku muncul di kepala Darren, "Emangnya gue bukan cowok normal?" protesnya.

"Romantis sekali kalian berdua." seru Damian dari arah belakang. Merangkul leher keduanya.

Dimata para gadis kini ada rupa tiga manusia yang tinggi dan tampan. Meski pesona Damian tidak bisa mengalahkan Rendy dan Darren tapi wajah tampan yang diwariskan dari darah murni keluarga Angkasa tidak bisa diremehkan.

"Apa sih !" sahut Rendy sedikit ketus. Sedangkan Darren tampak biasa saja, bahkan dia berjalan sembari memakan camilan ringan.

"Tumben banget kalian akrab?" tanya Silvi yang berlari menuju ke tempat mereka.

"Kita gak akrab." jawab Rendy datar.

"Kita akrab banget." jawab Damian dan Darren serempak.

Silvi tertawa lebar, "Kalian berdua gak diakui tuh sama Rendy." kata Linda.

"Rendy itu pemalu." jawab Darren.

"Iya bener, dia itu pemalu." sambung Damian ikut nyempil memakan camilan Darren.

"Hey !!" protes Rendy tidak terima.

"Hahahaha..." Silvi, Damian dan Darren tertawa lebar.

"Ah.. Linda... Linda sebelah sini." jerit Silvi memanggil Linda yang tidak jauh dari mereka.

Tiga pemuda itu tercengang menatap Linda yang mengenakan kostum pelayan. Kostum set pelayan berwarna atasan putih dengan bawahan hitam itu begitu melekat dan pas di bentuk tubuh ramping Linda. Rambutnya yang hitam panjang dibiarkan tergerai indah. Mengenakan bando lucu menghiasi mahkota hitamnya. Riasan tipis yang membuat ia terlihat semakin manis dan cantik.

"Cantikkan sahabat gue? Gue loh yang buat Linda secantik itu." ujar Silvi dengan percaya diri.

Rendy menjitak kepala Darren, membuat pemuda itu mendelik tajam. "Apa sih Ren !"

"Singkirkan mata mesum lo dari cewek gue !" ujar Rendy kesal.

"Hey ! Lo marahin gue? Lalu apa kabar sama Damian?" protes Darren tidak terima.

"Gue gak lihat siapa pun." ujar Damian mengalihkan matanya. "Lagi pula kalau gue lihat mana mungkin gue jatuh cinta sama sepupu gue." Damian membela dirinya.

"Makanya Damian gak ngaruh." ucap Rendy mendelik kearah Darren.

"Linda muncul di depan gue, dan gue lihat itu tetap salah gue?" tanya Darren berusaha membela dirinya.

"Iya." jawab Rendy, Damian dan Silvi serempak.

"Hah?" Darren tidak bisa berkata apa pun lagi.

"Eh? Kalian bertiga akrab banget ya." ucap Linda yang bergabung menatap tiga pemuda tersebut.

"Kami gak akrab." jawab Rendy.

"Iya kami memang akrab." jawab Damian dan Darren.

Linda mengerjapkan matanya, tertawa kecil melihat kekompakkan mereka. "Kalian akrab ya."

"Sudahlah Ren, lo itu kalah suara." jawab Silvi menepuk pundak Rendy.

Rendy memutar bola matanya dan menarik senyum tipis. Ya kita memang akrab. Gumam Rendy di dalam hati.

...----------------...

Diana menjadi semakin marah setelah melihat mereka berlima tampak sangat akrab. Padahal dulu Rendy tidak punya riwayat akrab dengan Darren. Apa lagi Darren tiba - tiba sekolah disini.

Jangan bilang Darren juga? Batin Diana seakan enggan untuk percaya. Jika memang Darren pun yang dari masa depan datang kesini, apa dia juga memilih cerita yang berbeda?

"Tapi Darren sangat akrab dengan Linda. Jika itu memang dia dari masa depan seharusnya dia memilih aku bukan Linda tapi kenapa dia akrab dengan Linda dan mengabaikan aku?" gumam Diana menggigit bibirnya.

Lima manusia yang Diana lihat itu menjadi tontonan yang membuat Diana sangat kesal.

...----------------...

"Rendy mau jalan - jalan bentar sama aku?" tanya Linda mengulurkan tangannya kearah Rendy.

Rendy tersenyum, mana mungkin dia menolak gadisnya. "Ayo."

"Kita pacaran dulu ya para manusia jomblo." ucap Rendy tersenyum mengejek.

Silvi tertawa pelan. "Bucin sekali ya lo Ren."

Damian dan Darren , "Sialan !" gumam mereka yang masih di dengar Rendy bahkan membuat Rendy tertawa.

"Gue pinjam Rendy dulu ya Damian, Darren." sahut Linda.

"Bawa aja manusia itu pergi." jawab Damian.

"Kalau dia buat kamu nangis, kamu bisa cari dan mengadu sama aku Linda." jawab Darren yang membuat Rendy mendelik tajam.

"Mata lo !!" jawab Rendy menarik Linda pergi.

Darren tersenyum lembut, hatinya sakit tapi melihat Linda bahagia adalah prioritasnya.

1
Jro Resmiasa
terus berkarya Thor 💪💪💪🙏
Sumartini: terimakasih kak 🙏 semangat berkarya juga 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!