Apa jadinya jika yang berada di sisimu ternyata bukan suamimu tetapi wajah mereka sangat mirip bagai pinang dibelah dua tidak ada bedanya?
Yasmin (27 tahun) yang tengah berbadan dua sungguh bahagia dan kembali ceria saat suaminya, Aldavi Wiyono (30 tahun), kembali pulang setelah mendadak hilang tanpa kabar selama dua pekan lamanya. Akan tetapi bagaimana kelanjutan pernikahan Yasmin dan juga nasib buah hatinya ketika dia mengetahui fakta mencengangkan bahwa suami yang berada di sisinya ternyata bukan suaminya namun kembaran suaminya yang bernama Aldava.
Apa yang terjadi dengan suaminya hingga kembarannya menggantikan posisinya?
Simak kisah mereka yang penuh liku dan tabir💋
Karya ini telah menandatangi kontrak eksklusif dengan NovelToon dan hanya boleh dipublikasikan di platform ini. Segala bentuk pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 - Sabar Sayang
"Yasmin mau jadi istri solehah enggak?" tanya Aldava dengan mimik wajah tegas namun tutur katanya masih lembut tanpa penekanan pada ibu hamil ini.
"Iya Aa. Maafin Yas tapi Aa jangan marah sama aku. Huhu..." cicit Yasmin dan sedikit terisak.
Yasmin sendiri juga tak tahu mengapa selama kehamilan pertamanya ini yang sudah memasuki trisemester kedua makin menjadi-jadi terlebih ingin selalu lengket dengan suaminya.
Padahal saat bulan pertama hamil dirinya tampak biasa saja tidak seperti ini baik ngidam maupun hal manja lainnya. Pada saat bulan pertama hamil kala itu Yasmin masih bersama Aldavi bukan Aldava.
"Aa maafkan tapi jangan diulang kembali seperti itu. Kan Aa sudah janji akan nurutin kemauan Bunda setelah Aa pulang dari Jakarta. Jadi Aa harap Bunda bisa bersabar. Bunda paham?" tanya Aldava menatap tegas Yasmin.
"Iya Aa, Bunda paham. Tapi kapan Aa pulang?" tanya Yasmin dengan sedikit manja.
"Sabar ya Bunda sayangku cintaku separuh nafasku. Doakan biar urusan Aa di sini cepat beres jadi bisa cepat pulang terus katanya pengen jenguk si utun," ucap Aldava sengaja menggoda lembut agar ibu hamil ini tak bersedih saat ini kala keinginannya belum juga terkabulkan.
"Amin..."
"Yasmin dan utun tunggu Aa di rumah selalu," cicit Yasmin dengan wajah malu-malu.
"Sini aku kasih bonus kiss biar nanti saat Aa pulang juga dapat bonus kiss dari Bunda sayang," tutur Aldava dengan terkekeh.
"Jangankan kiss, semuanya juga Bunda bakalan kasih kok buat Aa Davi seorang. Mau nanti pakai baju saringan tahu juga sudah ready, pakai baju jala ikan juga siap dengan berbagai gaya. Mau main gaya lato-lato, cicak-cicak di dinding, aduk bola bekel sampai uler-uleran ala ular tangga juga Yasmin siap enam sembilan."
Celoteh riang Yasmin menjabarkan kesiapan dirinya menjamu sang suami untuk berbuka puasa. Menuntaskan dahaga cinta yang terpendam sekian purnama. Untaian kata panjang lebar dari A sampai Z tadi yang keluar dari bibir imut Yasmin membuat Aldava terkekeh dan tersenyum yang merona-rona.
Dirinya tak habis pikir apa semua wanita hamil seperti Yasmin. Sepertinya dirinya harus bertanya banyak pada sang Papa. Bagaimana dahulu sang Mama saat hamil dirinya dan Aldavi. Apa seheboh dan seganas Yasmin juga? Entahlah, hanya Mahesa yang tahu atau pembaca mungkin lebih tahu. Kalau othor hanya paham sama urusan masak memasak pepes tahu kecombrang ala Sunda.
"Pokoknya Bunda dandan yang cantik dan wangi saat nanti Aa pulang. Sudah dulu sayang, Aa mau tidur. Aa cinta Bunda dan utun banyak-banyak. Mimpi indah sayangku, muach."
Aldava segera memberikan ciuman pengantar tidur untuk Yasmin sebab dirinya ingin beristirahat agar segera menyelesaikan misi di Jakarta bersama Lexi. Akhirnya video call pun berakhir ditutup ciuman maut menggemaskan dari ibu hamil yang berada nan jauh di sana namun dekat di hati Aldava.
Entah sejak kapan nama Yasmin mulai mengisi relung hatinya yang kosong. Mungkin sejak ditinggal menikah oleh Rara, mantan kekasihnya. Akan tetapi yang ia yakini sekarang hanya ingin membuat keluarganya utuh kembali setelah menyingkirkan para tikus got itu. Lalu menjadikan Yasmin yang halal baginya dan wanita satu-satunya pemilik hatinya setelah sang ibunda.
Setelah video call dengan Yasmin terputus, Aldava tidak langsung tidur tetapi ia menghubungi Lexi guna misi penting lainnya.
Tut...tut...tut...
"Iya bosku yang tampan. Ada yang perlu dibantu. Lexi ready dua puluh empat jam demi kamu," ucap Lexi meledek dan tertawa terbahak-bahak di seberang telepon.
"Dasar bujang lapuk. Mana demen gue sama sapu lidi punya kamu. Mending main bola bekel punya Yasmin atau main congklak sama ibu hamil lebih mantap," teriak Aldava sengaja meledek Lexi sang asisten bahlulnya.
"Memang situ berani main sama si hamidun?" tanya Lexi terkekeh.
"Beranilah sebentar lagi. Siapa takut!" tutur Aldava tegas dan sangat percaya diri.
"Hahaaaa...iya percaya deh sama si Bos. Yang penting jangan lupa baca doa sebelum berbuka biar berhasil tanpa rintangan maupun halangan seperti Sun Go Kong pergi ke barat," ledek Lexi kembali.
"Dasar bujang karatan!" hardik Aldava.
"Bos kenapa telepon aku. Kangen apa rindu atau mau kasih bonus?" tanya Lexi dengan candanya.
"Rindu sontoloyo pala lu peyang! Aku mau bicara serius Lex. Ya ampun punya sahabat sekaligus asisten kenapa otaknya pada geser semua," gerutu Aldava membuat Lexi di seberang sana makin terbahak-bahak tanpa dosa.
"Habisnya lu gangguin gue saja. Ini lagi kencan sama Mia mau ke pasar malam," ucap Lexi yang memang kini ia tengah menyetir mobil bersama Mia, kekasihnya, menuju ke area pasar malam.
"Hah pasar malam? Kenapa enggak ke Mall? Apa gaji dan bonus dari gue kurang Lex sampai kamu turun kasta main ke pasar malam segala," omel Aldava mirip ibu-ibu ngomel ke suami jika uang belanja kurang selembar.
"Ya Mia bawa pasukan bocah-bocah alias keponakannya. Mereka minta naik wahana komedi putar sama main skuter yang hanya ada di pasar malam, Bos. Ya mau gimana lagi namanya calon istri. Kita harus dapat dukungan dari keponakannya dong selain Enyak Babehnya," cicit Lexi.
"Terserah kamu mau main apa sama Mia di pasar malam bukan urusan gue. Yang penting kamu selidiki segera kematian Aldavi dan aku tunggu besok laporannya sudah masuk, titik!" titah Aldava.
"What?" teriak Lexi terkejut.
🍁🍁🍁