NovelToon NovelToon
Terlambat Mengerti

Terlambat Mengerti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurnia Setiyani

Terlambat Mengerti 1
Arini gadis berusia 19 tahun, mahasiswi semester 2 sebuah perguruan tinggi negeri. Diusianya yang sangat belia dia harus menyandang status ibu dari seoarang bayi perempuan hasil pengkhianatan sahabat dengan tunanganya. Keputusan apa yang akan diambil Arini selanjutnya, apa dia akan membuang bayi itu atau menitipkanya di panti asuhan ataukah merawatnya sendiri dengan segala resiko yang harus dihadapi.
Penasaran ceritanya ? yuk ikuti kelanjutanya..

Terlambat Mengerti season 2

Bagaimana nasib cinta Cila dan Agam ketika mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa hubungan mereka terhalang tembok kebencian yang tertanam kokoh dihati Agam karena kisah masa lalunya. Akankan Cinta mampu mengalahkan kebencian tersebut, ataukan justru Cinta baru yang akan hadir menghapus luka...

____________________________________

Cover by pexels

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurnia Setiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Saat Arini mengantar Cila ke sekolahnya, Cila menceritakan kejadian kemarin.

"Bu, kemarin ada temen Ibu yang datang ke sekolah Cila."

"Teman yang mana sayang?" tanya Arini heran.

"Katanya dia baru pulang dari luar negeri."

"Tante itu bilang apa ke Cila?" Arini mulai curiga.

"Dia bilang mau datang lagi Bu."

"Iren, apa mungkin yang Cila maksud adalah Iren." Arini membatin dengan rasa curiganya.

"Mulai sekarang Cila harus hati-hati sama orang yang belum Cila kenal, siapa tahu dia bohong." Ucap Arini mulai mencemaskan putrinya itu.

"Baik Bu, Cila akan ingat terus pesan ibu," jawab Cila polos.

Setelah Arini mengantar Cila, Arini kembali menuju arah rumahnya. Dia menemui Bi Inah untuk terus mengawasi Cila mulai sekarang. Bi Inah sangat memahami Arini, apalagi setelah Arini menjelaskan alasannya.

Dalam rasa khawatirnya Arini tetap berangkat kerja. Rasanya dia ingin sekali menemui Iren untuk menjauh dari kehidupannya. Namun Iren sudah jarang datang ke kantor.

Sebenarnya semua kegiatan Iren di Jogja sudah hampir selesai. Setelah pengambilan gambar dan shooting Iklan, Iren sudah tidak ada jadwal lainnya lagi. Tapi Iren masih enggan kembali ke Jakarta, dia masih ingin dekat dengan putrinya

Bu Marta yang merasa kesepian di Jakarta, akhirnya menyusul Iren pergi ke Jogja. Tempat pertama yang dia kunjungi adalah kantor agensi tempat Iren bernaung dulu. Dia langsung saja masuk ke ruang kerja pemilik agensi itu. Ketika sedang berbasa-basi dengan pemilik agensi tersebut, beberapa foto yang berserakan menarik perhatiannya.

"Kenapa ini berantakan seperti ini?" tanya Bu Marta sambil memunguti foto-foto itu.

"Ada yang minta minta dicarikan artis cilik buat iklan prodak mereka, milihnya malah sama yang bukan artis kita." Ucap pemilik agensi dengan kesal.

"Ini cantik banget lho, posenya natural, senyumnya juga indah. Kayanya bocah ini punya bakat alam buat jadi artis hebat." Bu Marta memegangi satu foto yang menarik perhatiannya.

"Nah, mereka maunya yang itu. Tapi bocah itu bukan artis kita, ibunya langsung bawa lari bocah itu setelah difoto. Jadi kita cuma dapet fotonya saja," jelas si pemilik agensi panjang lebar.

"Ibunya, **** apa ya. Anaknya mau bisa menghasilkan uang malah nggak boleh."

"Tau lah, bikin aku pusing aja."

Setelah dari tempat itu, Bu Marta menuju rumah lamanya. Dilihatnya Iren yang baru turun dari mobilnya.

"Kenapa Ibu kesini?" tanya Iren yang tidak suka dengan keberadaan ibunya.

"Ibu merindukanmu," ucap Bu Marta memeluk anaknya dengan senyum penuh makna.

Iren pun segera melepaskan pelukan ibunya lalu melangkah masuk ke dalam rumah mereka.Tidak banyak percakapan diantara mereka karena memang hubungan mereka tidaklah harmonis.

Di hari yang sama Juna juga tiba di Jogja. Tanpa menunggu lama dia segera menuju perusahaannya untuk mengecek permasalahan yang tengah membelit usaha mereka. Ternyata masalah yang dihadapi cukup rumit, kemungkinan Juna akan berada di Jogja dalam waktu yang cukup lama.

Setelah dari kantornya, Juna memberanikan diri pergi ke rumah Arini, sayangnya rumah yang dia tuju adalah rumah Arini yang lama. Dia tidak akan menemukan gadis yang dia rindukan di tempat itu. Kemudian Juna menghubungi Doni.

"Aku ada di Jogja sekarang, bisa kita ketemu? tanya Juna ketika panggilannya tersambung.

"Kita ketemu di tempat biasa saja," ucap Doni datar. Sebenarnya dia terkejut ketika mendengar sahabatnya itu tengah berada kota tempatnya tinggal sekarang.

"Kenapa nggak di resto kamu saja, aku belum pernah ke sana."

"Aku tidak di resto hari ini, di tempat biasa saja." Doni mencoba menutupi sesuatu.

"Baiklah, aku segera ke sana."

Setelah lebih dari satu tahun, akhirnya dua sahabat ini bertemu. Namun pertemuan kali ini tidak banyak yang mereka bicarakan, hanya sekedar minum dan ngobrol ringan tentang pekerjaan saja. Namun akhirnya Juna membahas tentang Arini.

"Hari ini aku pergi ke rumah Arini." Ucap Juna sambil menenggak minumannya lalu terdiam.

"Tapi dia sudah pindah," ucapnya lagi menyambung kalimatnya.

"Untuk apa kamu mencarinya lagi." Wajah Doni nampak resah.

"Jika waktu bisa diputar kembali, aku tidak akan pernah melepasnya saat itu." Juna nampak sangat menyedihkan.

"Apa kamu akan terus mencarinya, lalu mengejarnya kembali dan meninggalkan Iren." Ucap Doni mulai geram pada sahabatnya itu.

Juna hanya terdiam, dia sulit jika harus menghadapi pilihan itu. Dia tidak mungkin tega meninggalkan Iren walau dia tidak mencintainya.

"Arini akan bahagia dengan orang yang tepat, lupakan dia." Kalimat terakhir Doni yang kemudian meninggalkan Juna sendiri di tempat itu.

Arini semakin khawatir pada Cila, ketika dia tahu hampir setiap hari Iren selalu menyempatkan waktu untuk menemui Cila. Bi Inah hanya mengawasi dari jauh, takut tiba-tiba Iren membawa Cila pergi. Sejauh ini Iren hanya sekedar bertemu Cila lalu pergi, sehingga dibiarkan saja oleh Bi Inah.

Gerak-gerik Iren mulai membuat Bu Marta ibunya curiga. Selama Bu Marta berada di Jogja, hampir setiap hari Iren pergi pada jam yang hampir sama tiap harinya. Penasaran dengan kegiatan anaknya, akhirnya Bu Marta mengikuti kemana Iren pergi.

"Siapa bocah itu, apa setiap hari Iren pergi hanya untuk menemuinya?" Batin Bu Marta saat melihat Iren ternyata pergi menemui seorang anak kecil di sebuah sekolahan. Hari berikutnya kembali Bu Marta mengikuti anaknya itu, dan kembali dilihatnya pemandangan yang sama seperti hari kemarin.

"Siapa anak itu?" tanya Bu Marta tegas, setibanya Iren di rumah.

"Apa maksud Ibu?" Iren pura-pura tidak mengerti.

"Apa kamu pikir Ibumu ini bodoh, yang dengan mudahnya kamu bohongi." Bu Marta mulai menggertak.

" Dia hanya anak temanku." Jawab Iren singkat.

"Sejak kapan kamu peduli pada temanmu sampai seperti itu?" Bu Marta masih tidak percaya.

"Sudahlah Bu, itu tidak penting juga. Aku lelah, Aku mau istirahat." Arini beranjak menuju kamarnya.

"Apa dia anakmu?"

"Apa maksud Ibu?" Iren terkejut dengan tebakan ibunya.

"Ibu sangat tahu tentang kamu, kamu bukan orang yang sebaik itu tanpa alasan. Katakan kebenarannya!"

"Memang kenapa kalau dia anakku, tidak ada urusannya dengan Ibu." Jawab Iren menentang.

"Tentu ada urusannya, karena Ibu akan segera mengambil milik Ibu."

" Jangan usik dia, jika Ibu tetap melakukannya aku tidak akan membiarkannya." Tegas Iren mengancam.

" Anakmu adalah aset milik Ibu, Ibu akan mendapatkannya." Bu Marta sangat bahagia karena gadis kecil yang dia lihat dalam foto beberapa hari lalu adalah anak dari Iren yang berarti cucunya.

Merasa percuma melawan ibunya, Iren pun segera pergi meninggalkan ibunya. Iren mulai khawatir jika ibunya akan berbuat nekad.

Sementara Juna yang sudah satu minggu ini berada di Jogja belum juga menemukan Arini, dia juga sama sekali tidak menemui Iren mesk dia tahu Iren juga tengah berada di kota itu. Beberapa kali Juna menghubungi Doni, akan datang ke restonya. Namun selalu Doni beralasan tidak di tempat, seolah dia menghalangi Doni datang ke resto miliknya. Ya memang Doni selalu menghalangi Juna, karena dia tidak mau Juna bertemu Arini yang juga bekerja di restonya saat malam.

****

Happy reading

1
Yani Cuhayanih
Aku juga pernah punya sahabat pembohong seperti itu yg akhirnya menghancurkan pertemanan kami karena menggoda pacarku dgn segala tipu daya nya.oh maaf aku berbeda jd bisa mengetahui kebusukan seseorang melalui indera ke enam ku.....wadaw bercanda...peace...
Yani Cuhayanih
Baru mulai dah nangis bombay....hah
Hap£!π
baguss ka sulit ditebak endingnya
🥰Dewimitohamasreka🥰
Kecewa
Sri Wahyuni
s arini knp ga bsa jjur az cpa s cila
Sri Wahyuni
kacau deh s juna dtang k jogya
Sri Wahyuni
klau s arini sampe mau blikan lgi sm s juna itu nma y s arini cwe bodoh
Sri Wahyuni
knp ya d cerita novel kbanyakn s cewe susah move on kya cwo d dunia ini udah habis az s arini knp ga terima s doni az
Sri Wahyuni
awal yg baik crita nya smoga d bab k dpan nya ga bikin ribet dn ga cpet jenuh bca y..good luck thor
Riyanti Riri
org2 yg aneh...emgnya mereka melihat Arini hamil sampai2 menuduh Arini punya anak di luar nikah.. dasar BODOH...
Arnie Cupin
gak suka ma sikapny doni
watini fitrah
cila terima anngga biar agam dpt duit.
krisan
lanjut
Yen Margaret Purba
andin ga jd sama angga yah...?
Yen Margaret Purba
kok ngeselin yah cerita cila,
pacaran menjauh menderita
sampe lika liku laki2 SAH ttp aja gt, lgsg baca end aja deh
Yen Margaret Purba
andra ponakan sita kan,
cila itu anak tiri tantemu loh
Yen Margaret Purba
ssh amat sih thor bt damar ke sinta,
cila ke agam
Yen Margaret Purba
damar kok ga ditemani sinta
Yen Margaret Purba
yah bagaimana pun sering bersama pasti ada cinta lha,
utk cinta sejati akan tau balik ke t4 nya..
yo wes lah obati agam aja lha
Yen Margaret Purba
kl liat jalan cerita bagusnya cila ama damar sih ya,
penyelamat jika ada apa pun.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!