NovelToon NovelToon
Alexander

Alexander

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:404.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: momian

Alexander pria yang dingin dan sangat susah untuk di sentuh. Dan semenjak meninggalnya sang istri, Alexander tidak lagi membuka hati untuk siapapun. Karena hati dan cintanya juga ikut mati dengan istri tercintanya.

Dan karena satu insiden membuat Alex terpaksa menikahi wanita yang bernama Kartika.

Mampukah Kartika meluluhkan hati Alex, atau malah sebaliknya?


"Cinta? Bagiku hanya ada satu cinta untuk satu wanita saja."


"Cinta? Bagiku, selama kau bisa membuat orang bahagia maka itulah yang di sebut cinta." Kartika Wijaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Dimana Molki dan juga Mora?" Tanya Alex saat masuk ke dalam rumah, sambil berjalan melonggarkan dasinya.

"Dia..." Ucapan bi Ratih terputus kala, Kartika langsung datang menyelah.

"Mereka ada di kamar" jawab Kartika sambil meraih tas kerja milik Alex.

"Aku sudah menyiapkan air mandi untukmu." Kata Kartika membuat Alex menghentikan langkahnya.

"Jangan cari perhatian denganku." Ucap Alex dengan ketus.

"Aku hanya memperhatikan mu sebagai pasangan. Bukan mencari perhatian. Jadi, jelas beda." Jawab Kartika yang tidak terima jika dirinya di sebut mencari perhatian.

Alex tidak menggubris ucapan Kartika, ia langsung saja jalan. Menaiki anak tangga.

"Dasar pria dingin." Ketus Kartika, dan membuat langkah kaki Alex terhenti.

"Kau bilang apa?" Tanya Alex, sambil menolehkan kepalanya kebelakang, melihat Kartika yang masih berdiri di ujung tangga..

"Kau dengar apa?" Jawab Kartika dengan sebuah pertanyaan.

Alex menggelengkan kepalanya, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar pribadinya.

Karena percuma bagi Alex berbincang dengan seorang Kartika, yang ujung-ujungnya tidak bisa Alex kalahkan dalam hal berbicara.

"Nyonya hebat." Kata Ratih sambil menganggat jempolnya. Ratih yang sejak tadi diam mematung, terus saja memperhatikan nyonya dan tuannya yang sedikit terlibat pertengkaran kecil.

"Bi Ratih. Bantu aku siapkan makan malam." Ajak Kartika.

"Tapi tunggu dulu." Ucap Kartika sambil tertawa kecil. "Aku lupa menyimpan tas pria dingin itu."

Alex menautkan satu alisnya, saat hendak menuruni anak tangga dan mendengar suara tawa dari arah lantai satu.

"Mora." Batin Alex yang hafal betul dengan suara sang anak.

Ya, kini suara Mora yang tertawa dengan lepas terdengar hingga lantai dua. Alex yang berada di atas dan mendengar tawa sang anak, langsung penasaran. Karena baru kali ini Alex mendengar Mora tertawa lepas, dan terdengar seperti sangat bahagia.

Namun langkah kaki Alex terhenti, kala melihat Mora tertawa dengan di dampingi oleh Kartika yang berada di samping Mora.

"Nyonya." Ucap bi Ratih dengan pelan, kala menyadari jika tuan Alex sudah berdiri tidak jauh dari arah dapur.

Bi Ratih dapat melihat dengan jelas jika saat ini tuannya sedang diam. Entah apa yang ada di dalam pikirannya. Yang jelas bi Ratih takut melihat wajah tuannya yang terlihat seperti sedang mengintai mangsanya.

"Nyonya." Panggil ulang bi Ratih, karena Kartika dan Mora masih sibuk saling melempar tepung terigu ke arah satu sama lainnya.

"Ada apa bi?" Tanya Kartika di sela tawanya.

"Hentikan." Teriak Alex dengan nada suara yang meninggi. Hingga membuat Kartika dan juga Mora menghentikan aktifirasnya.

"Mora, sekarang juga, masuk ke kamar. Dan bersihkan dirimu." Titah Alex yang tak ingin terbantahkan.

"Dan kau!" Ucap Alex sambil menatap tajam pada Kartika.

"Tante." Lirih Mora sambil menggenggam tangan Kartika. Karena Mora sudah mulai merasa takut, mendegar perkataan Alex.

"Masuklah sayang. Bersihkan dirimu." Ucap Kartika, dan Mora langsung menurut, dan berjalan dengan pelan menuju kamarnya. Sesekali Mora membalikkan kepalanya, melihat Kartika.

"Jangan hukum tante Kartika." Teriak Mora dengan keras sebelum menutup pintu kamarnya.

"Begini caramu mengajari anakku? Kau mengajarinya bermain kotor-kotoran."

"Bukan kotoran. Itu hanya tepung terigu." Jawab Kartika.

"Aku tahu. Kau pikir aku buta?" Bentak Alex.

"Kau! Kedatanganmu di rumah ini, membuat aku setiap hari kesal. Dan kedatanganmu di rumah ini membawa pengaruh buruk untuk Mora."

Kartika menundukkan kepalanya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan pria dingin yang ada di hadapannya ini, yang mengiria dirinya membawa pengaruh buruk pada Mora.

"Jangan dekati anak-anakku. Terutama Mora."

Mendengar ucapan itu, Kartika langsung menaikkan kepalanya dan menatap Alex.

"Bagaimana kalau aku tidak mau?" tanya Kartika.

Alex menautkan alisnya mendengar ucapan Kartika.

"Mereka anak-anaku. Bukan anakmu." Sentak Alex dengan tegas.

"Ingat! Jangan dekati anakku, dan jangan pengaruhi pikiran anak-anakku."

1
Dwi Vella
Luar biasa
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Nadine Nabila
Luar biasa
nobita
yuup.. aku mampir thor
Vero Octav
Luar biasa
Ananda Manginte
ngaduk2 perasaan bacax ,tpi ending x sll nanggung 😢
Ibrahim Efendi
author, boleh kasih tambahan scene?
"rumah yang tadinya gelap, kini menjadi terang kembali. suasana yang tadinya sunyi, kini kembali diisi suara obrolan, candaan dan tak jarang terdengar tawa riang. hingga akhirnya beberapa jam kemudian kembali terdengar sunyi. tak terasa waktu bergulir, matahari kembali menampakkan diri di ufuk timur. kegiatan manusia kembali nampak di lingkungan rumah itu. termasuk truk sampah yang rutin singgah mengambil sampah dari rumah itu. ketika sang awak truk turun untuk memindahkan sampah dari dekat pagar rumah, beberapa serpihan kertas coklat jatuh dari tong sampah yang dibawa sang awak truk. ya, serpihan kertas sampul coklat yang berisi surat gugatan cerai yang kini sudah koyak hancur tak bersisa. hanya menyisakan kenangan di secuil tempat di sudut hati. untuk menjadi pelajaran menatap masa depan yang bahagia. TAMAT.
Ibrahim Efendi
ditunggu s2-nya....
Aidah Djafar
posesif boleh2 aj lex pada ank2, mu tpi ya jngn berlebihan🤔 nanti mengganggu pola pikir ank2 mu lho 🤔🤦
Aidah Djafar
mampir thor 🙏
Zudiyah Zudiyah
Mau miskin baru sadar
Zudiyah Zudiyah
emang apa ya isi amplop coklat itu hingga ht Ales luluh sampai" memboyong Kartika saat tidur?
Zudiyah Zudiyah
Ale kelimpungan kn?
Zudiyah Zudiyah
bingung ya Lex nikotin Kartika? usah g usah capk" nyari" siapa Kartika itu cukup terima keberadaan Kartika sbg istrimu maka dg sendirinya kau akan tau siapa istrimu sbnarnya
Zudiyah Zudiyah
hai Lex, klo katamu itu soal kecil knp g kmu sendiri yg nyari tau siapa Kartika?
Zudiyah Zudiyah
bisa jadi Aris banda 😜
Zudiyah Zudiyah
haha.....masak orang mati bisa nyekek, ada" aja kmu Tika 🤗
Zudiyah Zudiyah
Oh, trnyata Kartika bukn orng sembrgn 👍👍👍
Zudiyah Zudiyah
Jangn ngmong gitu dong Lex! entar yg nangs mlah kmu mohon" agar Kartika tdk mningglknmu?
Zudiyah Zudiyah
Apa Sahara mengaku klo dirinya adlh Kartika kan Alex g tau wajah Kartika hanya melalui pesan surt sj hubngn mrk LDR an?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!