NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan ke Pasar Malam

Gabriel menilik dari celah pintu, ia merasa Celine aneh karena sedari tadi duduk diam di meja makan. Piring berisi mie goreng itu pun tidak tersentuh sama sekali. Ia melangkah pelan, kemudian duduk berhadapan dengan gadis itu. Suasana kian canggung karena Celine menatap langsung ke sorot mata laki-laki itu.

"Mau?" tawar Celine tiba-tiba, ia sodorkan seporsi mie ke hadapan Gabriel. Laki-laki itu tak langsung menerima, dia merasa Celine berbeda.

"Tumben," katanya. "biasanya aku dulu yang ambil paksa baru bisa makan. Kesambet apa kamu?"

Alih-alih murka, Celine malah menipiskan bibir membuatnya tampak cantik, tapi hal itu malah membuat Gabriel merinding. Pasalnya, bukan kebiasaan Celine tersenyum sukarela padanya.

"Aku sedang dalam suasana hati baik." Gabriel lebih percaya bumi itu datar, daripada perkataan perempuan di depannya.

"Beracun kah?" tebak Gabriel skeptis.

"Mana ada racun, cuman kurang selera doang buat makan. Lagipula untung apa ngasih racun sama kau. Kalau emang gak mau yasudah, entar aku kasih kucing aja." putus Celine, ia hendak berdiri. Namun Gabriel lebih dulu mencegah, ia tarik pergelangan tangan Celine untuk duduk kembali.

"Oke." Dia dekatkan piring itu, mengambil satu sendok mie yang langsung dikunyah. Tidak ada yang aneh dari rasanya, tapi Gabriel mendelik.

"Ini kamu pake resep apa?"

"Kenapa? Enak banget?" Celine memangku dagu, untuk pertama kalinya ia merasa kehadiran Gabriel sedikit mengobati luka hatinya.

"Gak masuk lidah orang kaya, ketahuan banget resep kaki limanya," pungkasnya, tapi tidak berhenti makan. Ia habiskan mie itu sekali duduk membuat Celine menatapnya sinis.

"Banyak gaya," cercanya. "habis juga perasaan. Udah kenyang kan?"

"Udah." Gabriel memegangi perutnya, ada perasaan hangat yang menjalar dari dadanya.

"Sekarang pulang."

Gabriel menatap tidak percaya, reflek menggebrak meja makan. Tangannya mengepal di sisi meja, seolah menahan sesuatu yang hampir meledak. "Dikasih makan, tinggal diusir doang ternyata." gumamnya.

"Alay, udah ah capek debat, tengok jam!" ujar Celine. "udah jam setengah lima, mandi sana, kau bau!"

"Idih sok ngatain, padahal dirinya sendiri belum mandi. Ngaca, mau aku beliin cerminnya?" Gabriel menaikkan sebelah alis, tapi tak urung bangkit berdiri. Ia pergi sebelum Celine mengamuk.

Celine mendengus, ia bersandar di sandaran kursi lantas menutup mata. Penyesalan itu hinggap di relung hatinya begitu memblokir nomor Ares, ada percikan kecil yang menyala di sana, perasaan kecewa.

Nggak dicari.

Gadis itu membuka layar ponselnya kembali, pada room chat milik Ares. Setelah memikirkan cukup lama, ia mengambil langkah pasti, membuka kembali blokiran itu. Agaknya hatinya merasa kosong jika tidak tahu kabar laki-laki itu.

Udah cuman buka doang, anggap aja marahnya reda dikit. Sisanya biar dia yang buktiin. Oke.

Rasanya lama sekali Celine menunggu, ia ketukkan jemarinya pada meja. Berulang kali mengecek apa kah ada pesan yang masuk, hingga setengah jam pun berlalu.

Ting

Hai

Oh, udah dibuka blokirnya?—Ares

Celine mengamati pesan itu sebentar, menimbang-nimbang balasan apa yang harus dia lontarkan. Namun nyatanya, otaknya benar-benar buntu.

Hei, kok gak dibalas? Lagi sibuk kah? —Ares

Celine menggerutu, "Basa-basinya bikin muak, udahnya juga dibuka blokiran masih tetap yapping. Muka temboknya yang semalam itu hilang ke mana?"

Sementara di sisi lain, Ares menyandarkan bahunya pada kepala ranjang. Ia menarik senyum tipis, membayangkan ekspresi Celine yang sudah muak dengan pesan yang ia kirim.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Celine membalas chatnya.

Napa?

"Jutek banget," komentar Ares.

Aku butuh penjelasan —Ares

Celine mengepalkan kedua tangannya begitu membaca pesan Ares, itu berhasil membuatnya naik pitam. Ia menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya.

"Harusnya aku nggak sih yang butuh penjelasan?"

Penjelasan apanya, bukannya udah tahu sejak awal? Sok banget, udah ah malas.

Celine meracau tidak jelas, pesan itu malah jadi boomerang untuknya sendiri. Gadis itu mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya.

Aku nanya buat mastiin, kan? Kamu yang ngelak Celine, kenapa sih sebenarnya?

"Kenapa dia bilang?"

Celine menggebu-gebu untuk mengetik.

Aku bilang gitu karna kamu dekat banget sama Jasmine, tiap hari bareng mulu perasaan. Semalam juga, sok cool banget lewat depan muka aku, padahal kan udah tahu juga itu bekal dari siapa. Kalau emang gak suka aku bilang sejak awal, jangan cuman ngasih harapan palsu.

Celine berhenti sejenak untuk mengambil pasokan udara. Rasa malunya sudah ditelan bulat-bulat.

Atmosfer di kamar Ares berubah seketika, rasanya sedikit hangat. Bibirnya sedari tadi melengkung tipis membentuk senyuman, hasilnya sesuai yang dia duga. "Apa yang dia ketik nampaknya gak dipilah dulu," gumamnya. "tapi itu justru lebih baik."

Mau ketemu nggak? Biar aku jelasin semua, supaya kamu gak mikir aneh-aneh.

Ada pasar malam yang baru buka, mau main ke sana nggak? —Ares

"Bukannya dijelasin langsung malah ngalihin topik. Pokoknya aku gak bakal mau!" putusnya.

Lagi sibuk, mending kamu ajak Jasmine.

Celine menatap horor pesan berikutnya yang masuk.

Kamu lagi cemburu, ya? Kan udah aku bilang bakal jelasin, ribet soalnya kalau lewat chat gini.—Ares

Nanti aku jumpai kamu di depan rumahmu, tengah delapan.

Celine mendengus, tapi diam-diam ada harapan kecil yang menyala di dalam hatinya. Setelah pertimbangan yang cukup lama akhirnya dia menyetujui ajakan laki-laki itu.

Sekarang jam sudah menunjukkan pukul tujuh, Celine memandangi dirinya di depan kaca besar. Sedang mencoba berbagai model baju, tapi kali ini semuanya tampak aneh dan tidak menarik.

Pintu kamar Celine diketuk dan seseorang masuk ke dalam, itu ibunya yang mengantarkan segelas susu hangat. Alisnya menekuk begitu melihat kamar Celine berantakan.

"Lagi apa sayang, kok berantakan gini bajunya?" tanyanya.

Celine terpaku, ia membalikkan badannya.

"Lho, udah pulang Ma?"

"Udah," katanya, ia menyodorkan segelas susu. "nih diminum dulu."

Celine menerima pemberian ibunya dengan baik, mereka kini duduk di pinggir kasur. Ia mengulum bibirnya ketika menyadari tatapan menyelidik dari sampingnya.

"Tumben bongkar-bongkar," katanya.

"Aku lagi pengen nyoba baju aja Ma, lagi bosan banget!" alibi Celine.

"Masa?" Ibunya tersenyum tipis. "Bukan karena mau jalan sama seseorang, kan?"

"Eh," Celine kehabisan alasan, ia memilin ujung bajunya, karena tertangkap basah. "Sebenarnya ... aku mau pigi keluar bentar, boleh enggak Ma?"

"Udah malam lho ini, memang keluar sama siapa?" Ada terselip kekhawatiran di sana.

"Sama teman, gak aneh-aneh kok, cuman ke pasar malam. Nanti bakal pulang cepat kok janji!" Celine mengangkat jari telunjuk dan tengah membentuk peace.

Wanita itu tertawa kecil, ia usap kepala Celine yang kini pipinya bersemu merah. "Putri ibu udah dewasa, ya sekarang."

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!