NovelToon NovelToon
Dikira Satpam Rendahan Ternyata Raja Tentara Bayaran

Dikira Satpam Rendahan Ternyata Raja Tentara Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.

Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Bugh.

Tongkat besi itu menghantam keras punggung temannya sendiri.

"Arghhh, dasar bodoh, kau memukulku sialan."

Preman yang dicekik Lin Yuan berteriak kesakitan karena pukulan nyasar tersebut.

Lin Yuan tersenyum malas dan melemparkan tubuh preman di tangannya itu ke arah preman yang memegang tongkat.

Keduanya saling bertabrakan dan jatuh bergulingan di atas lantai beton yang keras.

Pemimpin preman berwajah codet itu mulai menyadari ada yang tidak beres dengan satpam di depannya.

"Orang ini punya kemampuan bela diri, jangan anggap remeh dia."

Pria codet itu memberi peringatan kepada belasan anak buahnya yang tersisa.

"Kepung dia dan hancurkan lututnya."

Belasan preman itu langsung menyebar dan membentuk lingkaran rapat mengelilingi Lin Yuan.

Lin Yuan berdiri di tengah kepungan itu sambil membersihkan debu khayalan di kerah bajunya.

"Tuan Muda Zhao yang kalian sebut tadi, apakah dia sangat kaya?"

Lin Yuan tiba tiba melontarkan pertanyaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan situasi mematikan ini.

Pria berwajah codet itu mendengus dingin mendengar pertanyaan tersebut.

"Tuan Muda Zhao bisa membeli nyawa sampah sepertimu jutaan kali lipat."

Pria itu menjawab dengan nada bangga yang menjijikkan.

"Baguslah kalau dia kaya, karena biaya rumah sakit kalian semua pasti akan sangat mahal."

Lin Yuan menyunggingkan senyum yang tidak mencapai matanya.

Suhu udara di area parkiran bawah tanah itu entah kenapa tiba tiba terasa turun beberapa derajat.

Aura santai dan malas yang sedari tadi menyelimuti tubuh Lin Yuan menghilang seketika.

Sebagai gantinya, niat membunuh yang sangat pekat dan dingin memancar dari tubuhnya bagaikan kabut hitam.

Ini adalah aura dari seorang pria yang telah mencabut ribuan nyawa di medan pertempuran paling brutal di dunia.

Beberapa preman yang berdiri paling dekat dengan Lin Yuan tiba tiba menggigil tanpa alasan yang jelas.

Insting bertahan hidup mereka meneriakkan tanda bahaya yang sangat besar.

Seolah olah mereka sedang berhadapan dengan monster buas pemakan manusia, bukan seorang satpam biasa.

"Tu-tunggu apa lagi, bunuh dia sekarang."

Pria berwajah codet itu berteriak panik mencoba mengusir rasa takut yang mendadak mencengkeram jantungnya.

Belasan preman itu menerjang maju secara serempak dengan tongkat besi terangkat tinggi.

Lin Yuan tidak lagi bersikap santai seperti sebelumnya.

Tubuhnya melesat maju menembus kepungan itu dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata telanjang.

Krak.

Suara tulang patah menjadi melodi utama yang menggema di parkiran tersebut.

Lin Yuan bergerak seperti bayangan kematian di antara para preman itu.

Dia tidak menggunakan teknik bela diri yang indah atau rumit.

Semua gerakannya sangat efisien, kejam, dan langsung bertujuan untuk melumpuhkan titik vital lawan.

Pukulan ke arah tenggorokan, tendangan ke arah tempurung lutut, dan retakan di tulang rahang.

Setiap sentuhan yang diberikan Lin Yuan memastikan satu musuh tidak akan pernah bisa berdiri lagi.

Bugh.

Brak.

Tongkat tongkat besi berjatuhan ke lantai seiring dengan jeritan kesakitan yang menyayat hati.

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit sejak Lin Yuan bergerak.

Belasan preman elit yang dibanggakan oleh keluarga Zhao kini tergeletak mengerang di lantai beton yang dingin.

Darah segar menetes dari wajah dan tubuh mereka menciptakan genangan merah di sekitar ban mobil van.

Hanya tersisa pria berwajah codet yang masih berdiri gemetar dengan wajah pucat pasi.

Kakinya lemas dan dia bahkan tidak kuat untuk mengangkat tongkat besinya sendiri.

Lin Yuan berjalan pelan ke arah pemimpin preman itu dengan wajah tanpa ekspresi.

Dia tidak terlihat kehabisan napas sama sekali, seragamnya bahkan tidak berkerut sedikit pun.

"Ja-jangan mendekat, siapa kau sebenarnya?"

Pria berwajah codet itu melangkah mundur hingga punggungnya menabrak pintu mobil van.

Lin Yuan berhenti tepat di depannya dan menatap mata pria itu dengan tatapan sedingin es.

"Kembali ke majikanmu yang kaya itu dan sampaikan pesanku padanya."

Suara Lin Yuan terdengar sangat rendah namun menggema jelas di telinga pria tersebut.

"Beri tahu Tuan Muda Zhao, jika dia berani mengirim sampah lagi ke tempatku bekerja."

Lin Yuan mengulurkan tangannya dan menepuk pelan pipi pria yang sudah berkeringat dingin itu.

"Aku sendiri yang akan datang ke rumahnya dan mematahkan lehernya."

Pria berwajah codet itu menelan ludah dengan susah payah dan hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan cepat.

Dia sudah kehilangan seluruh keberaniannya hanya karena menatap mata Lin Yuan.

"Bagus, sekarang bawa sampah sampahmu ini pergi sebelum aku merubah pikiran."

Lin Yuan berbalik dan kembali berjalan ke arah pilar tempat bekal makanannya berada.

Pria codet itu buru buru meneriaki anak buahnya yang masih sadar untuk segera menyeret mereka yang pingsan ke dalam mobil.

Hanya dalam waktu satu menit, ketiga mobil van hitam itu melaju kencang meninggalkan area parkir dengan kondisi berantakan.

Lin Yuan duduk kembali di sudutnya dan mengambil kotak bekalnya yang sudah sedikit mendingin.

Dia memasukkan sisa daging sapi lada hitam itu ke dalam mulutnya sambil menghela napas panjang.

'Orang orang kota ini benar benar suka mencari masalah di waktu yang tidak tepat.'

Lin Yuan bergumam dalam hati sambil membersihkan mulutnya.

Dia tidak peduli dengan kekacauan yang dia buat atau darah yang berceceran di lantai parkiran.

Itu adalah tugas Kepala Keamanan Wang untuk membersihkannya nanti.

Yang terpenting, mobil mewah milik pacar pura puranya masih utuh tanpa goresan sedikit pun.

Di atas sana, di ruang kerja CEO, Shen Yuxuan berdiri menatap pemandangan kota dari balik jendela kacanya yang besar.

Dia sama sekali tidak menyadari bahwa pria yang baru saja dikontraknya telah menghentikan bencana besar di lantai bawah.

Takdir antara Raja Tentara Bayaran dan CEO dingin ini semakin terikat kuat oleh benang konflik yang tidak terlihat.

Keluarga Zhao mungkin berpikir mereka adalah predator di kota ini.

Namun mereka tidak sadar bahwa mereka baru saja membangunkan naga yang tertidur lelap.

Tirai panggung pertunjukan yang sebenarnya baru saja ditarik terbuka.

1
Reed
Wah /Hunger/, cepat up-nya Thor /Curse/
Kak Seto Kangen Band
coba lebih gede lagi cleavage nya kak👍
Reed
Lingtiang /Drool//Drool//Drool/
Reed
Hore, sepuluh Bab /Determined/. Jadikan 20 Bab Thor updatenya /Curse//Curse//Curse/
Reed
Sangat bombastis /Drool/, mana 10 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Reed
/Hunger//Hunger//Hunger/, Up Lagi Kak /Drool//Drool//Drool/
Reed
/Drool//Awkward//Awkward/, Ditunggu 8 Babnya /Curse//Curse//Curse/
Reed
Wah /Hunger//Hunger//Hunger/, langsung 10 Bab Thor /Curse//Curse/
Reed: Kamu pasti bisa Kak /Determined/
total 2 replies
Gege
lempar semua Thor 10k kata..gasss
Gege
mendadak MC ditabrak truk tronton Daan...Ding...😄🤣🤭
Tri Wahyuni: Gege berulah lagi🤭😅😅
total 2 replies
Gege
ada suara dingg...engga ini Thor...😄🤣
Yui: ehehehe, bukan system inih/Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!