NovelToon NovelToon
SECRET BABY

SECRET BABY

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Genius / Pernikahan Kilat / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:621k
Nilai: 5
Nama Author: Sensen_se.

Follow IG @Sensen_se

Tak kunjung hamil, Sofia harus menerima hinaan, cacian, gunjingan dari suami beserta keluarganya. Sofia tidak tahan, ia kabur setelah tepat dua tahun pernikahannya.

Reza Reynaldi—suami Sofia menganggap, wanita itu tidak akan pernah bisa bertahan dengan kerasnya hidup di luar sana. Karena selama ini, Sofia hanya menjadi ibu rumah tangga saja.

Siapa sangka, mereka dipertemukan lagi 8 tahun kemudian, dalam kondisi yang berbeda. Sofia menjadi wanita karir yang hebat didampingi seorang anak kecil berusia 7 tahun yang memiliki talenta luar biasa.

Penyesalan besar pun seketika merajai hati Reza, ketika tahu bahwa itu darah dagingnya. Ia bertekad untuk mengejar cinta Sofia lagi.

Akankah mereka bisa bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Persaingan

“Enggak usah ikut campur. Urus saja dirimu sendiri!” tegas Reza segera menyusul Sofia masuk ke ruangan.

“Ma,” panggil Nino.

“Ya, Sayang,” sahut Sofia mempersiapkan laptopnya, karena sebentar lagi ia harus segera berangkat bekerja.  

“Kapan boleh pulang? Nino bosen,” keluh lelaki kecil itu. Tubuhnya memang masih lemah, tetapi tidak melakukan aktivitas apa pun membuatnya jenuh.

Sofia mendekati putranya, menyentuh kening Nino dengan tangan yang dibolak balik. “Emm, udah turun sih demamnya. Tapi harus nunggu keputusan dokter, Sayang. Sabar ya. Oh ya, Nino langsung naik ke kelas 3 loh. Kok nggak pernah bilang sama Mama sih disuruh tes IQ dan soal-soal kelas 3?” ucapnya lembut menatap bangga.

Reza yang mendengarnya terperangah, “Wow! Anak Papa keren!” pujinya mengecup kening Nino.

“Nino nggak tahu, Ma. Waktu itu Bu Nisa nggak bilang, cuma dikasih soal-soal aja disuruh ngerjain,” tutur Nino sambil tersenyum. Lalu beralih menatap Reza, “Semua karena mama, Pa,” sahutnya.

Reza menoleh pada Sofia, ingin rasanya memeluk wanita itu dan mengucapkan terima kasih. Karena telah berhasil mendidik putranya dengan luar biasa, walaupun seorang diri.

“Kamu nggak bawain biolanya, Sof?” tanya Reza duduk di tepian ranjang, menggenggam tangan Nino.

“Mana sempet kepikiran sih!” sahutnya ketus tanpa menatap Reza.

“Sofia, ini bekal untuk kamu. Sekalian aku mau nebeng ya. Kita ada meeting sama para member platinum ‘kan pagi ini?” tukas Tama yang tiba-tiba hadir di antara mereka.

Sofia menoleh, mengembuskan napas kasar. Masih kesal menghadapi Reza, ditambah lagi dengan Tama. Benar-benar membuat mood paginya berantakan, “Sebentar, Mas. Aku nunggu Bi Sri buat jagain Nino. Aku juga mau mandi dulu.”

“Kan ada aku, Sofia. Aku bisa jagain Nino kok. Jangan khawatir,” timpal Reza mengurai senyum di bibir tipisnya.

“Iya, Ma. Kan ada papa. Nino nggak apa-apa sama papa aja,” sahut Nino menambahkan. Dua lelaki beda usia itu, terlihat begitu kompak.

Akan tetapi, Sofia masih tidak percaya dengan Reza. Ia memilih diam sembari beranjak ke kamar mandi sembari membawa pakaian ganti.

Senyum di bibir Reza seketika lenyap setelah Sofia menghilang di balik pintu kamar mandi. Ia melempar tatapan tajam pada Tama yang juga menatap serius ke arahnya. Keduanya seolah tengah mengibarkan bendera perang.

“Sofia masih istriku! Jangan pernah menyentuhnya!” geram Reza dengan suara pelan namun penuh penekanan.

“Cih! Bentar lagi juga cerai. Tinggal nunggu panggilan dari pengadilan agama! Enggak usah sok mengaku sebagai suami. Ke mana kamu selama ini? Delapan tahun bukan waktu yang sebentar!” cibir Tama yang memang benar adanya.

“Papa sama Om Tama ngomongin apa sih?” tanya Nino dengan raut wajah bingung menatap dua lelaki dewasa itu bergantian.

Tama segera mendekat, ia berada di sisi yang berbeda dengan Reza. “Nino! Om punya hadiah!” ucapnya menyodorkan sebuah kotak yang terbungkus rapi.

“Apa nih? Boleh Nino buka, Om?” Nino tampak berbinar, Tama menganggukkan kepalanya.

Dengan cepat Nino segera membuka kotak tersebut, tidak sabar ingin melihat isinya. Hingga mulut kecilnya menganga, disertai matanya membelalak lebar.

“Wah, laptop baru!” pekik Nino memeluk laptop bergambar apel tergigit itu. “Terima kasih banyak, Om Tama!” sambungnya tertawa bahagia.

“Sama-sama, Sayang. Biar makin semangat belajarnya!” ujarnya melirik Reza dengan tatapan penuh kemenangan.

Reza menahan gemuruh di dadanya. Ia mengaku kalah kali ini. Hatinya memanas ketika melihat Tama begitu dekat dengan putranya, mengoperasikan laptop baru tersebut.

Beberapa menit berlalu, pintu kamar mandi terbuka. Aroma wangi dari tubuh Sofia dipadukan dengan parfum beraroma lembut, menyeruak di ruangan yang cukup luas itu. Perhatian mereka segera tertuju pada Sofia.

Balutan gamis panjang menutup lekuk tubuhnya, juga hijab pasmina yang sangat pas membentuk wajah cantiknya membuat dua pria di ruangan itu berdebar tak karuan.

Apalagi make up natural yang menghias wajah ayunya, semakin memendarkan pesona yang luar biasa. Ya, sejak bergabung menjadi reseller di perusahaan skin care, Sofia memang memakai serangkaian produk yang dijualnya, sebagai testimoni para costumer.

Apalagi, saat itu dia tidak memiliki modal banyak untuk membayar endorsement. Produk yang sangat cocok untuk semua kalangan dan sangat aman. Sehingga ia berhasil menggaet banyak costumer dengan cara promosinya.

“Kenapa? Ada yang salah?” tanya Sofia memperhatikan penampilannya. Takut ada yang terbuka hingga membuat dua lelaki dewasa itu tak berkedip melihatnya.

“Tidak ada, kamu sangat cantik. Seperti biasa,” puji Tama menarik kesadaran dengan cepat.

Sedangkan Reza menelan salivanya, ia mengalihkan pandangan pada Nino sembari berusaha menetralkan detak jantungnya. Selain cinta yang semakin menanjak, ia juga merasa nyeri ketika mendengar pujian dari pria lain. Hal yang tidak pernah ia lakukan saat mereka masih satu atap, menggetarkan hatinya akan rasa sesal yang dalam.

Sofia memutar bola matanya, mungkin bagi wanita lain mendengar pujian seperti itu membuatnya bangga, tidak dengan Sofia. Luka yang pernah ia terima, sudah menutup hati dan telinga dari segala jenis pujian. Bahkan bibirnya mencebik, ketika ada lelaki yang berkata demikian. Karena menganggap, mereka hanya menilai dari fisik saja.

Bersikap profesional dan bekerja dengan sungguh-sungguh, adalah tujuannya saat ini. Bukan mengharap pujian.

“Bi, titip Nino ya. Aku pulangnya mungkin sore. Tolong kalau ada apa-apa, langsung kabari,” ucap Sofia pada Bi Sri yang sudah sampai beberapa menit yang lalu.

“Baik, Bu. Hati-hati,” ucap Bi Sri mengangguk.

“Sayang, nanti makan, minum obat teratur biar cepet keluar dari sini,” pesan Sofia merapikan rambut Nino.

“Siap, Ma! Mama hati-hati ya,” sahut anak lelaki itu.

Reza hendak berucap, tetapi Sofia sudah keburu berbalik setelah mengucap salam, wanita itu melenggang pergi, seolah tak melihat keberadaannya. Ia pun menghela napas panjang demi mengurai rasa sabarnya.

...\=\=\=\=ooo\=\=\=\=...

Sofia bingung ketika melihat pekerjaannya telah selesai. Ia ingat betul, jika semalam masih belum menyelesaikan laporan bulanan, dan presentasi untuk para member platinum.

“Enggak mungkin Nino ‘kan? Dia bukannya masih sakit?” gumam Sofia bingung. Ia menyandarkan punggung sembari meneliti kembali. Tidak ada yang janggal maupun kesalahan.

Ya, Nino memang sering membantunya ketika merekap laporan bulanan. Tapi, itu ketika kondisinya sehat. Posisinya semalam juga cukup jauh dari ranjang Nino.

“Apa jangan-jangan Mas Reza?” gumamnya bertanya-tanya, namun segera beranjak, karena meeting akan segera dimulai.

...\=\=\=\=\=oooo\=\=\=\=\=...

Tiga hari kemudian ....

Reza baru kembali ke Jakarta, setelah Nino sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah. Selama tiga hari, ia menjaga Nino tanpa meninggalkannya sedetik pun. Tidak peduli akan sikap Sofia yang selalu ketus dan berusaha mengusirnya.

Reza mematung di pelataran rumah, kilasan-kilasan masa lalu seolah berterbangan di pikirannya. Ia sudah mengambil semua barang-barang berharganya, karena rumah tersebut sedang menunggu pemilik barunya. Ya, Reza menjualnya. Ia ingin menghilangkan kenangan buruk bagi istrinya, juga memendam sikap angkuhnya di masa lalu.

“Reza, ada apa nyuruh mama  ke sini?” tanya Yani ketika baru sampai di sana.

“Ini surat untuk mengambil tes DNA.” Reza menyodorkan selembar surat pada Yani.

Yani tersenyum lebar, saat hendak meraihnya, Reza justru menarik kertas tersebut hingga membuatnya mengerutkan kening.

“Mama harus janji satu hal! Apa pun hasilnya nanti, jangan pernah usik Sofia atau pun Nino lagi!” tegas Reza.

“Loh nggak bisa gitu dong, kalau seandainya ....”

“Hentikan, Ma! Apa rencana Mama kali ini? Sudah cukup selama ini Mama menyudutkan dan menyalahkan Sofia!” sentak Reza penuh amarah, memotong perkataan ibunya.

Bersambung~

1
Yus Nita
bak kata pepatah y..
buah jatuh gakjauh dati pohon ny
Yus Nita
bantu jawab y nino
itu orng stress yggaknerima kenyataan 😃😃😃
Yus Nita
preetttt...
Yus Nita
mampis lo kan Reza. .
Yus Nita
anak dan ibu sama saja kelakuan n
mirissssss
Yus Nita
ini model suami yg di rindu kan Neraka.
jijik melihat istri yg menutuo aurat ny.
maalah bangga dengan yg memperronton kan tubuh ny pada orang lain.
Katherina Ajawaila
Reza, ngk salah tuh nyebut lg sofia ku, jijik x, ngimpi ya
Katherina Ajawaila
sombong nua jd suami, ngk mikir makmur nya suami itu juga pasti karnaseport istri, kalau suami mau jujur y
Yuliana Purnomo
ceritanya mau menjebak Sofia,, hahahah kalah telak yani,, yg ke jebak anknya sendiri
Yuliana Purnomo
kalau reza cerdik,, selama seminggu bersama Nino,, ambil kek rambut nya untuk tes DNA,, kalau dia penasaran Nino anak siapa?
Yuliana Purnomo
ampun ampun deketin ank kecil,, haknada kalem. kalemnya yaa disangka penculik lah
Yuliana Purnomo
kalah sm anaknya (Reza) ,, pengertian nya tingkat dewa walaupun masih kecil
Yuliana Purnomo
karakter reza emang sepayah itu yaa,, walaupun udah pisah lama,, tapi kog masihh aja egois nya ituuu looh
Yuliana Purnomo
haleeeehh sekarng aja nyebut Sofia ku,,, kemarin kmren ngapain aja bung
Yuliana Purnomo
halaahhhhh reza reza,, kasep kamu baru menyadari betapa pentingnya kehadiran istri mu
Yuliana Purnomo
tunggu aja,, gak lama lagi kamu bakalan menyesal
Adelia Rahma
Luar biasa
Mazree Gati
UNTUNG BACA ENDINYA DULU,, RUJUK,, MENGECEWAKAN
@ni
t o p b g t ❤️❤️❤️❤️❤️
Omha Achun
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!