Siapa yang tak mengenal seorang bernama belakang Alfonso?
Maximo Alfonso adalah laki-laki bergaris keturunan bangsawan Alfonso yang saat ini mengambil alih tugas pekerjaan gelap ayahnya.
Seorang mafia terkenal kejam dan sering bergonta-ganti wanita. Siapa sangka, dirinya terpikat oleh salah satu budaknya yang sangat cantik hingga membuatnya meninggalkan kebiasaan bermain dengan banyak wanita.
Wanita itu bernama Alea, gadis yang sangat malang. Akibat iri hati saudara tirinya membuatnya tega menjual Alea sebagai seorang budak hingga jatuh ke tangan Maximo.
Akankah Alea dan Maximo bersatu menuju ikatan suci? Ataukah hanya sebatas hubungan budak dan majikan?
Ikuti terus kelanjutannya!
CEKIDOT!😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alea Menghilang
"Kau cantik sekali, sayang." Tuan Maximo mengulurkan tangan yang langsung diterima Alea dan mencium punggung tangan nya. Alea menampilkan senyum bahagia nya mendapatkan uluran tangan itu.
"Terimakasih, tapi memang sudah seharusnya aku tampil cantik bukan? Berada di dekat laki-laki tampan yang selalu dikerubungi banyak wanita akan membuat mu malu dan membuat ku merasa sangat tidak aman jika aku sendiri tidak terlihat cantik." Alea mengeringkan mata membuat Tuan Maximo terkekeh. Dia bahagia sekali Alea bisa bersikap seperti ini, suatu perubahan besar yang sangat bagus menurut nya.
Tadi saja Alea bahkan mampu bertahan memimpin percintaan selama tiga jam, dan Tuan Maximo yang merasa tenaganya masih sangat kuat karena belum bekerja menambah dua jam lagi hingga mereka menghabiskan waktu selama 5 jam penuh. Ini adalah sesi percintaan terlama nya bagi dua orang itu, meski Tuan Maximo sering melakukan nya dan disebut-sebut sebagai laki-laki haus sekks tapi sebelum nya tak pernah melakukan sesi percintaan selama itu tanpa jeda. Walau Tuan Maximo pernah melakukan hingga sehari semalam tapi biasanya akan berhenti untuk mengisi tenaga, dan ini adalah rekor baru untuk nya.
"Kau sangat pintar, tapi meksi banyak wanita yang berada di sisi ku, hanya kamu yang ku sukai." Sahut Tuan Maximo jujur namun menurut Alea perkataan ini hanya lah bualan.
Andai semalam aku tidak mendengar pembicaraan mu dengan Petro, mungkin aku akan sangat mempercayai kata-kata busuk mu yang membuat hati ku luluh, sayangnya kau tak memiliki kesempatan berbohong sampai sedalam itu, Maximo bajingann! Karena aku tahu kau hanya membual! Kata-kata mu yang semanis madu ini ternyata mengandung racun yang sangat mematikan! Gumam Alea dalam hati, namun bibir nya masih menampilkan senyum namun kedua tangan nya terkepal kuat menahan gejolak emosi yeng membuncah.
Salah mu sendiri, Alea. Bisa-bisa nya kau menyukai laki-laki bajingan ini. Bahkan mungkin perasaan suka ini sudah berubah menjadi cinta. Itu salah mu sendiri yang tak bisa menahan perasaan mu, dan kau harus menanggung akibatnya. Hati Alea masih saja berdebat antara ingin menyalahkan diri sendiri atau menyalahkan Tuan Maximo yang selalu memberi kenyamanan untuk hingga menyebabkan diri nya lancang melabuhkan cintanya pada laki-laki tak beradab itu.
"Ayo, kita berangkat. Sudah jam 3 dan sudah sangat telat untuk mengunjungi tempat wisata, nanti kemalaman." Sahut Wilia mengingatkan sekaligus untuk mengalihkan pembicaraan yang tak ingin membalas perkataan Maxim tadi.
"Terlambat juga karena mu, sayang. Kau agresif sekali, sampai aku kewalahan sekaligus tak percaya kau bisa bertahan selama tiga jam bergerak liar di atas ku,"
"Sudah, lupakan kejadian tadi." Tercipta semburat merah di wajah Alea. Meksi benar, tapi dia juga malu jika diingatkan kejadian tadi. Saat ini belum waktunya Maximo mengingat, seharusnya nanti setelah Alea tidak berada dalam genggaman nya baru bisa mengingat.
"Mana bisa, sayang? Aku akan selalu mengingat kebuasan mu tadi. Karena itu membuat ku merindukan mu."
Baguslah kalau kau akan terus mengingat nya, itu artinya kesan terakhir yang ku berikan akan selalu ada diingatan mu, dan aku berharap kau tak perlu lagi merindukan ku untuk selamanya karena aku tidak ingin kau mencari ku setelah ini.
"Haissh, ayo kita berangkat." Alea memotong pembicaraan mereka karena sudah tidak sabar ingin segera terbebas dari laki-laki itu.
Akhirnya mereka berjalan meninggalkan hotel, dan segera menuju pusat perbelanjaan.
.
.
.
Akhirnya dua sejoli yang dijaga ketat oleh banyak nya pengawal akhirnya sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota ini. Alea dipersilahkan membeli apapun sesuka nya.
Wanita itu tampak celingukan mencari kesempatan agar bisa pergi dari orang-orang yang menjaganya, sayang nya tak bisa karena beberapa pria bertubuh besar itu terus saja mengikuti kemana pun Alea pergi membuat wanita itu hampir menyerah untuk kabur.
Dia berpikir keras agar bisa terlepas dari orang-orang yang menjaga nya. Untung saja Tuan Maximo memilih menunggu di kursi setelah bujukan keras Alea yang akhirnya membuahkan hasil dan tak ikut berjalan-jalan bersama nya. Tapi masalah nya para pengawal nya itu begitu menjengkelkan, kemana pun Alea pergi terus saja mengikuti.
Setelah berpikir keras, akhirnya Alea berpura-pura ingin ke kamar mandi.
"Pak, saya kebelet banget. Tolong bawakan tas ku sebentar, saya ingin ke toilet."
Pria berbadan kekar itu belum sempat menjawab, Alea lebih dulu pergi setelah menyodorkan tas nya. Pria itu hanya tercengang seraya menatap punggung wanita itu yang sudah menjauh. Namun beberapa detik kemudian pria itu tersadar dari lamunan nya dan langsung mengikuti langkah nona Alea dengan langkah pasti yang juga diikuti beberapa pengawal lain.
Saat berada di depan toilet, mereka terus menunggu hingga seperempat jam namun nona Alea belum juga kembali membuat mereka merasa curiga.
"Kalian, cepat periksa!" Perintah salah satu pengawal yang menjadi ketua dan langsung direspon pengawal lain.
"Tidak ada siapa pun di dalam," Satu pengawal berlari melapor pada ketua pengawal itu setelah memeriksa seluruh toilet namun tidak ada satu orang pun di sana.
"Siall! Kita kecolongan. Bagaimana ini?" Sahut yang lain.
Dan setelah kebingungan melanda mereka, akhirnya memberanikan diri melapor pada Tuan nya.
Lima pengawal itu tampak menunduk ketakutan merasakan pancaran amarah dari Tuan nya.
"Apa?! Alea hilang??!" Rahang laki-laki itu mengeras dengan tatapan matanya yang berubah menggelap menandakan betapa marahnya laki-laki itu.
Semua tertunduk tak ada yang berani menatap netra nyalang Tuan nya.
"Dasar tidak becus!! Bagaimana Alea bisa hilang??!" Pikiran Tuan Maximo berkecamuk hebat. Tidak tahu apa yang menyebabkan Alea pergi dari nya, dia takut ada seseorang yang sengaja menyandra Alea karena wanita itu menjadi wanita kesayangan Tuan Maximo. Padahal saat di perjamuan tempo lalu, Tuan Maximo sudah mengenalkan Alea pada semua orang hanya seorang budak dan tak memiliki keistimewaan apapun agar tak ada siapapun yang menyakiti nya.
Tapi setelah kejadian ini Tuan Maximo benar-benar dilanda kecemasan. Antara takut kehilangan dan juga takut terjadi sesuatu pada wanita itu.
"Segera periksa cctv! Aku yakin dia belum jauh dari sini!" Perintah Tuan Maximo pada pengawal yang ada di sana. Dia juga menelpon Petro untuk mengerahkan seluruh anak buahnya agar ikut mencari Alea. Dia juga menelpon seseorang untuk menutup seluruh akses jalur transportasi mana pun sampai dia bisa menemukan Alea.
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku, Alea. Tidak akan! Kau hanya milik ku. Dan yang menjadi milik ku, selamanya akan tetap menjadi milikku." Gumamnya seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.
hanya kurang melow melow saat mereka pertemukan,,andai anaknya sudah berusia 3 tahun dengan wajah bak pinang di belah 2..hehehee mau ku thorr..kependekan kisahnya..😀