NovelToon NovelToon
Dendam Si Kembar

Dendam Si Kembar

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Identitas Tersembunyi / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:149.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Freya Alana

Gadis dan Dara adalah sepasang gadis kembar yang tidak mengetahui keberadaan satu sama lain.

Hingga Dara mengetahui bahwa ia punya saudara kembar yang terbunuh. Gadis mengirimkan paket berisi video tentang dirinya dan permintaan tolong untuk menyelidiki kematiannya.

Akankah Dara menyelidiki kematian saudaranya? Bagaimana Dara masuk ke keluarga Gadis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Freya Alana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Hamil Anakku?

Askara melempar hasil otopsi jenazah Davina.

“Aaaaargh!” Teriaknya sekuat tenaga.

Kamar yang sering menjadi saksi perbuatan dosanya dengan Davina sudah porak poranda.

“Bisa-bisanya kamu main di belakangku, pelacur! Aaargh!” Askara kembali melempar barang-barang yang ada didekatnya.

Pria itu terus mengamuk, “Tidak kamu pasti tidak mungkin hamil anakku. Kamu adalah wanita murahan yang rela tidur dengan siapa pun pun demi harta. Seperti yang kamu lakukan padaku.”

Askara menendang file berisi foto dan hasil visum. Foto jenazah Davina terbaring dengan jahitan berbentuk V di dada tergeletak di ujung telapak kaki Askara.

Mata Askara menatap nanar pada wajah pucat yang telah kehilangan hak hidup.

Flash Back

“Selamat siang, Tuan. Saya Davina sekretaris baru Tuan Darius yang menggantikan Ibu Kristin. Saya diminta membuatkan kopi untuk Tuan. Sekaligus saya tambahkan poffertjes buatan sendiri. Semoga Tuan suka.”

Davina muncul ke ruangan Askara dengan gaya centil menggoda. Askara memperhatikan gadis yang seperti baru lulus kuliah itu. Segar dan ceria.

Askara bisa mengenali wanita-wanita yang ingin mendapat perhatiannya. Kebanyakan demi uang, tas, bahkan mobil. Askara tidak keberatan asalkan ia mendapatkan apa yang dia inginkan.

“Makasi,” sahutnya sambil menunjukkan senyum yang selalu menawan.

Wanita itu balas tersenyum. Davina adalah tipe cute girl dengan lesung pipit dan gaya menggemaskan.

Tak butuh waktu lama, Askara dan Davina menjalin hubungan. Terlepas dari sikap Askara yang acuh, Davina terus menempel padanya.

Askara yang memang memiliki uang dan kekuasaan tidak pernah kesulitan mendapatkan wanita. Davina adalah wanita kesekian yang pernah singgah di ranjangnya namun tidak di hatinya.

Tak banyak berpikir, Askara menghadiahi Davina dengan berbagai kemewahan. Mobil, apartemen, tas, sepatu, bahkan uang. Salah satu syarat yang diminta adalah Davina tidak mengumbar hubungan mereka. Syarat lain adalah Davina mau melayani hasrat Askara di ranjang.

Davina yang memang ingin dinikahi oleh Askara akhirnya rela melepas kesuciannya. Berbeda dengan angan akan malam romantis layaknya pengantin baru, Askara menuntaskan hasrat lalu menyuruhnya pulang.

Tubuh Davina kini mutlak milik Askara. Kapan pun dan dimana pun sang pemilik menginginkan, maka Davina harus memberikan.

Davina sempat memutuskan untuk kabur dari kehidupan Askara. Karena meski ada rasa cinta dan secara finansial terjamin namun harga dirinya sudah tercabik-cabik. Ia diperlakukan tidak lebih dari wanita yang menerima bayaran sebagai pemuas hasrat.

Askara mencari dan mengancam akan membuat adik perempuan Davina menjadi budak

s eksnya. Davina pun gentar dan rela menjadi wanita pemuas napsu bagi Askara.

Walau sikapnya semena-mena, tapi Askara tidak pernah menduakan Davina. Ia tetap mencari Davina untuk menuntaskan hasrat dan bukan ke wanita-wanita lain.

Tidak ada berbicara dari hati ke hati karena hati Askara masih terpaku pada satu-satunya wanita yang tidak bisa digapainya: Gadis Anantara. Sering Davina harus menahan sedih ketika Askara menyebut nama Gadis saat sedang menidurinya.

Flash back off

***

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Davina. Ibunya terus memandangi wajah putrinya yang sudah terbujur kaku di ruang tengah.

Darius, Dara, Adrian beserta istrinya, serta Anwar datang untuk memberi penghormatan terakhir. Hanya Askara yang tidak terlihat batang hidungnya.

Seluruh prosesi sudah disiapkan dengan lancar dan rapi oleh anak buah Darius. Bagaimana pun, Davina adalah sekretaris handal yang selalu bisa diandalkan selama lima tahun ini.

Adrian meminta maaf kepada ayah Davina yang menanggapi sambil lalu. Hatinya terlalu perih mendengar kemyataan bahwa anaknya telah hamil terlebih dulu. Di benaknya, Askara sudah merusak kepercayaan yang dulu pernah ia berikan saat bertemu.

Dara mengirimkan pesan ke Askara;

Kak, dimana? Kak Davina sudah disholatin sekarang mau dibawa ke makam.

Tak ada jawaban, Dara hanya menghela napas panjang. Kecewa pada perilaku kakak sepupunya.

Tanpa sadar, seseorang mengambil gambar dan mengirimkan ke Fero diiringi pesan:

Kerja buruk! Kenapa Dara Anantara masih hidup?

***

Sepulang dari kampung Davina, Dara minta ijin ke Darius untuk menemui Askara.

Setelah kejadian rem blong, Darius menugaskan empat orang bodyguard untuk menjaga Dara. Dua orang harus selalu bersamanya, dua orang lagi mengikuti dengan mobil yang berbeda.

Di gerbang rumah bak istana yang ditinggali sendiri oleh Askara, Dara dihadang oleh bodyguard yang bertugas menjaga Askara.

“Pak, Bapak tau kan saya siapa?”

“Maaf, kamu sangat paham siapa Nona. Hanya saja Tuan Askara minta kami untuk tidak membukakan pintu bagi siapa pun. Tolonglah Nona. Kami masih butuh pekerjaan.”

Dara melongok ke balik pagar. Ada sebuah mobil mewah terparkir di depan teras.

“Mobil siapa?”

“Nona, kami mohon.”

“Setidaknya bilang ke Kak Askara kalau aku datang.”

“Tuan tidak mau diganggu.” Pemimpin bodyguard terus berusaha menjelaskan dengan sopan. Dia tahu di depannya adalah pewaris tahta kerajaan Anantara. Namun ia juga tidak berani melawan perintah Askara.

“Baik kalau begitu, saya pulang.”

Tiga orang bodyguard Askara bernapas lega. Tanpa mereka sangka, Dara berbalik lalu menyelusup pintu pagar dan berlari masuk ke dalam rumah.

Bodyguard Askara mengejar tapi langsung dihalangi oleh bodyguard Dara. Masuk melalui pintu garasi, Dara masuk ke ruang utama sambil berteriak-teriak memanggil Askara.

“Kak! Kak Askara! Turun! Turun sini! Kakak!”

Satu orang bodyguard Dara terus mengikuti kemana pun Nona nya bergerak. Ia dalam posisi siaga mengantisipasi serangan dari bodyguard Askara.

“Kakak! Turun! Dara mau ngomong!”

Dara menaiki tangga menuju lantai atas.

“Kakak! Dimana kamu? Dara cuma mau ngomong.”

Dara menggedor setiap pintu yang ditemui. Bodyguard menatap takjub melihat kelakuan Dara yang seperti tidak kenal takut. Padahal Askara terkenal sebagai manusia kulkas yang tak mau dibantah.

Di ujung koridor lantai atas Dara melihat pintu besar. Dara memburu ke arah pintu yang tertutup rapat. Setelah mendekat, Dara merasa mual mendengar suara dua orang yang sedang melakukan kegiatan di atas ranjang.

“Aska …” Dara memanggil setelah mengondisikan emosi dan wajahnya yang seperti mau menelan Askara Anantara bulat-bulat.

“Nona, yang sabar.”

Dara mendelik dan membuat bodyguard mengkerut demikian juga bodyguard Askara dan lainnya yang sudah tiba di lantai atas.

Pintu terbuka. Nampak Askara hanya menutup area privatnya dengan selimut. Di atas ranjang seorang wanita sedang terbaring dengan nafas terengah-engah.

Wajah Askara nampak kacau. Matanya merah memancarkan amarah namun juga ada sorot kesedihan di sana.

Laki-laki itu terdiam ketika menatap wajah Dara.

“Gadis, akhirnya kamu pulang. Aku merindukanmu,” ucapnya dengan nada tak jelas. Limbung, ia hendak maju untuk memeluk Dara namun ditahan oleh para bodyguard.

“Kak, ini Dara. Kakak mabuk. Duh ini orang nggak ada akhlak banget.”

Askara masih terus menatap Dara.

“Gadis, jangan pergi lagi, Aska sayang sama kamu. Aska nggak berani ngomong ke kamu. Jangan pergi lagi, ya.”

Dara termenung, dia pernah membaca bahwa orang mabuk biasanya mengatakan sesuatu yang jujur.

Dirinya membatin, “Apakah ..?”

“Gadis …” Panggil Askara lagi, ia masih berusaha memeluk Dara.

Setelah itu Askara tak sadarkan diri ditopang oleh para bodyguard.

“Bawa ke kamar lain! Innalillaahi itu … itunya ditutup.” Dara menutup mata ketika selimut Askara tersingkap.

Sementara Askara dibawa ke kamar lain, Dara masuk ke menemui wanita dengan rambut berantakan yang sedang memunguti baju-bajunya.

“He’s mine …” Katanya dengan nada culas.

“Ambil, silakan. Sekarang mbak pulang dulu. Saya Dara Anantara, pernah dengar, kan? Urusan Mbak dan Kak Askara, saya sama sekali nggak mau ikut campur.”

“Bisa ngomong gitu sekarang. Gue Jessica. Bilang sepupu lu supaya telpon gue. Awas lu ambil dia!” Dara bisa melihat kukit mulus Jess ternoda tanda kepemilikan di sana sini. Tak tahan, Dara bergidig.

“Ya Allah, Mbak, naudzubillah, kelakuan kek gini mau dijadiin suami, nejong. Udah ya Mbak, pakai baju terus pulang.”

Angkuh, Jes menyidik Dara dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dara harus berterima kasih pada kakeknya yang memaksanya memakai barang-barang branded karena jelas-jelas Jess menilai semua yang melekat di tubuh Dara.

“Dadaah,” cetus Dara sambil melambaikan tangan. Jess pun meninggalkan kamar dengan wajah sebal.

Dara memerintahkan bodyguard mengambilkan baju untuk Askara. Ia sendiri pun pergi ke dapur meminta pelayan di sana untuk membuatkan air putih dicampur lemon untuk Tuan mereka. Konon menurut teman-temannya bisa membantu mengurangi mabuk.

Dirinya kemudian menunggu di teras rumah untuk menghindari fitnah.

Ia menunggu Askara hingga pria itu sadar dan menemuinya.

Kurang lebih empat puluh lima menit, Askara muncul. Walau matanya merah namun wajahnya sudah lebih baik dari pada sebelumnya.

“Dara …”

“Kenapa nggak datang ke pemakaman Davina?” Tanya Dara tanpa tedeng aling-aling.

Askara tersenyum sinis. “Untuk apa datang ke pemakaman pelacur?”

“Kak! Jahat banget. Kakak itu pernah punya hubungan sama mendiang Kak Davina! Setidaknya Kakak datang.”

“Bukan urusanmu Dara,” jawab Askara ketus.

“Kak, katakan jujur. Apakah kamu menyuruh orang untuk mencelakai Davina karena dia hamil?”

“Sumpah Dara, aku nggak tau kalau dia hamil. Tapi dengan dia terbukti tidur dengan orang lain juga, bisa aja janin di perutnya bukan anakku.”

Dara menghela napas. Ia menunjukkan video kepada Askara.

“Kakak inget Irsad? Mantan Bareskrim

yang disewa Gadis untuk memata-matai Kak Jadden?”

Askara melirik sepupunya.

Dara melanjutkan, “Irsad membantu polisi yang menyelidiki kasus Kak Davina. Lihat video CCTV lalu lintas dan time stamp. Malam itu Kak Davina pulang lewat jalan kecil, di sana nggak ada CCTV, tapi Irsad dapat rekamannya sebelum masuk ke jalan kecil dan sesudah keluar. Perhatikan.”

Dara mengamati wajah Askara.

Video menunjukkan Davina sedang menyetir dna berbelok ke jalan tikus. Tak sampai lima menit terlihat seorang pria bertopi kink berada di balik kemudi sementara Davina di sebelahnya sudah tertidur.

Pria yang menyetir mobil Davina adalah Fero. Dara sudah hafal garis wajahnya walau tidak kentara. Kini Dara perlu tahu apakah Askara mengenal Fero atau tidak.

Askara mengerutkan kening. “Nggak make sense. Kakak tau jalan itu. Cuma ada beberapa pabrik dan warung. Nggak mungkin Davina ketemuan orang di sana.”

“Dan apa mungkin, Kak, dalam waktu lima menit bisa tidur sepulas itu?” Dara membalas.

Askara menggosok wajahnya dengan kasar menyadari kemungkinan malam itu Davina diculik.

“Dara, kalau Davina diculik, apa mungkin dia juga diperkosa?”

“Di visum tidak ada tanda perkosaan tapi ada sisa potenzol.”

Askara terbelalak, dia tahu apa itu.

Irsad menelepon, “Dara, gawat, buka link yang aku kirim barusan.”

Dara langsung mematikan telepon dan membuka link. Sebuah video percintaan antara Davina dan seorang pria yang terus dibluur. Namun tidak dengan wajah Davina, setiap reaksinya terekam nyata.

“Innalillaahi …Kak Davina,” ucap Dara lirih tak tega melihat betapa seorang yang sudah meninggal diperlakukan sangat tidak hormat.

Askara tidak bergerak. Matanya menatap nanar, napasnya memburu.

“Udah, Kak …” Dara mematikan hapenya.

“Davina …” Ucap Askara lirih.

Dara menelpon Irsad, “Sad, apa bisa dihapus rekamannya?”

“Udah, satuan terkait udah berhasil menemukan sumbernya dan sudah dihapus. Hanya saja yang namanya jejak digital itu nggak akan hilang.”

“Siapa yang upload?”

“Anak-anak sekolah. Mereka nemu hape itu pas mau berangkat sekolah. Nggak dikunci jadi langsung bisa liat dalamnya. Begitu liat video ini mereka langsung upload. Iseng aja kata mereka.”

“Jahat banget.”

“Mereka sekarang sudah dikembalikan ke orang tuanya setelah diproses di kantor. Dara, gimana …?”

“Nanti gue telepon, bye.”

Siang itu langit biru, awan putih berarak, angin semilir menerpa manusia yang berusaha mengurai makna takdir.

“Dara, apa … apa mungkin Davina hamil anak Kakak?”

Dara tidak berani menjawab. Namun satu hal yang kini ia bisa percaya bahwa Askara dan Fero tidak saling mengenal.

***

1
Siti Arbainah
kadang yg terlihat baik blum tentu baik dan yg terlihat jahat blum tentu jahat
Siti Arbainah: iya.. mkanya kita gak bisa nilai orang cma dr covernya aja bahkan yg dekat aja bisa lbih jahat 😆
total 2 replies
Siti Arbainah
curiga sama Adrian sih dalangnya kecelakaan itu
freya alana: Hmmm lanjut kaaak 😍😍😍
total 1 replies
shanairatih
ceritanya keren bgt 👍👍👍👍👍💕💕💕
lapak nasi khansa
👍👍👍👍
freya alana: Makasi dah mampir ya. Sila tengo juga novelku yang lain 💖💖
total 1 replies
Nana
kasian Dara 😭😭😭
freya alana: Lanjyuuut kak ☺️
total 1 replies
Nana
couple somplak 🤣🤣🤣
freya alana: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nana
😭😭😭 gemes bgt sama Dara dari awal bikin ngakak
freya alana: Xixixixi … iya kak 😍
total 1 replies
Nana
udah ada yg punya, patah hati deh Dara gue
freya alana: Hihihi lanjut dulu kaak 😍😍😍
total 1 replies
G
yah tamat
Bundanya Pandu Pharamadina
endingnya
👍👍👍👍
❤❤❤❤
semoga mbak Authornya sehat selalu, sukses dan berkah, makasih mbak Author
freya alana: Makasi kak, maa syaa Allah … met menjalankan ibadah Ramadhan ya kak … 🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bundanya Pandu Pharamadina
Dara Askara
❤❤❤❤
freya alana: Sejodoh 😍
total 1 replies
Bundanya Pandu Pharamadina
iih mbak Author bikin senam jantung terus, semoga Dara selamat dan bisa membongkar kedok Anwar.
freya alana: Hehehehe 💓
total 1 replies
Bundanya Pandu Pharamadina
hantunya berwujud manusia yah mbak Author🤔
freya alana: Iyaaaah…
total 1 replies
Bundanya Pandu Pharamadina
mampir marathon👍❤
freya alana: Maa syaa Allah… makasi kakaaak 🌹🌹🌹
total 1 replies
Mak mak doyan novel
karya yg keren.
freya alana: Maa syaa Allah, tabarakallah … makasi kakak 💕💕💕
total 1 replies
Mak mak doyan novel
akhirnya selesai juga... ending yang sesuai harapan...happly ever after..
karyamu keren thor. good job
freya alana: Makasi kakak, makasi udah mampir dan kasih komen….. aku pada muh 💕💕💕💕
total 1 replies
Aisyah farhana
seriusan ini Dara mau 12 anak good job lanjutkan seruuu sekali banyak krucil deketan pula lahirnya, pak Adrian ternyata anda juga menyimpan rahasia tapi termaafkan dehh demi Dara sama Askara n anak" juga. karya yg hebat luar biasa kak ditunggu karya selanjutnya makasih sudah buat cerita yg luar biasa enak buat dibaca lanjuuuttt
freya alana: Kak… makasi ya sudah baca novel aku …. semoga selalu sehat dan bahagia…. Aamiin 😘😘😘
total 1 replies
🔵♨ˢᶜ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ as⏤͟͟͞R¢ᖱ'D⃤zc❖
wah Dara keluarganya rameee bangeeettt
makasih yah kak
karyanya bagus
semoga nanti Makin banyak yang baca,Makin banyak yang suka
sukses selalu ❤️
freya alana: Makasi ya Kak, udah baca novel aku …. Seneng deh. Semoga selalu bahagia n sehar ya Kak … 😘😘😘
total 1 replies
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
freya alana: Makasi ya Kakak ….
total 1 replies
Aisyah farhana
waaahhhh selamat Dara Anantara n Gadis happy banget samaan lahirannya baby boy pula yeyyyy
freya alana: Hihhi iyaaah. Lanjuuut kaaaak 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!