Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
...Devandra segera berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan kondisi Ratri cukup stabil untuk melakukan penerbangan singkat. ...
...Setelah mendapatkan lampu hijau dan restu serta doa dari Bapak dan Ibu yang memilih tetap di Solo untuk mengurus laporan polisi terkait kejahatan Indra, Devandra langsung membopong Ratri masuk ke dalam mobil menuju bandara....
...Tidak perlu mengantre di terminal komersial. Mobil mewah Devandra langsung melewati gerbang khusus dan berhenti tepat di samping sebuah jet pribadi mewah dengan logo maskapai miliknya yang terparkir gagah di apron. ...
...Beberapa kru kabin dan pilot sewaan Devandra langsung membungkuk hormat, menyambut kedatangan sang pemilik maskapai dan Kapten Ratri....
...Devandra membawa Ratri masuk ke dalam kabin jet yang sangat tenang, luas, dan nyaman. ...
...Ia membaringkan Ratri di atas sofa kompartemen khusus, memastikan posisi kepala Ratri nyaman dengan bantal yang lembut, serta memasangkan sabuk pengaman untuk wanita itu....
...Mesin jet pribadi itu mulai menderu halus, perlahan bergerak meninggalkan landasan pacu Solo, lalu melesat membelah langit malam menuju Bandung....
...Di dalam kabin yang temaram, Ratri menatap ke luar jendela pesawat. ...
...Cahaya lampu kota Solo perlahan mengecil dan menghilang di balik awan. ...
...Ia menoleh ke arah Devandra yang duduk setia di sampingnya, menggenggam jemari tangannya yang masih terasa agak dingin....
..."Dev..." bisik Ratri dengan suara serak, matanya kembali berkaca-kaca menatap pria yang telah mengerahkan segalanya demi dirinya. ...
..."Dev, ini bukan mimpi, kan? Katakan padaku kalau ini semua nyata..."...
...Devandra memberikan senyuman paling tulus dan hangat yang ia miliki. ...
...Ia membawa tangan Ratri ke bibirnya, mengecup punggung tangan wanita itu dengan lembut namun penuh penekanan....
..."Tidak, Ratri. Ini bukan mimpi," ucap Devandra dengan suara baritonnya yang menenangkan, mengunci tatapan mata Ratri dengan kepastian. ...
..."Ini nyata. Kita sedang berada di atas ketinggian, terbang menjemput putri kandungmu yang sudah terlalu lama terpisah. Sebentar lagi, kamu akan memeluknya."...
...Sementara jet pribadi milik Devandra masih membelah langit malam, ketegangan baru justru tercipta di sebuah taman kota di Bandung....
...Anak buah Thomas masih tetap pada posisinya, berdiri di balik bayangan pohon rindang dengan pandangan yang tak lepas mengawasi Sandra. ...
...Dari kejauhan, ia bisa melihat bahu gadis itu naik turun, napasnya tampak memburu karena tekanan mental dan fisik yang sudah berada di ambang batas setelah seharian menahan tangis dan lapar....
...Tiba-tiba, tubuh Sandra yang lemas kehilangan keseimbangan. Pandangannya menggelap, dan tubuh ringkihnya mendadak limbung, ambruk ke arah depan....
..."Eeehh?!" Anak buah Thomas tersentak kaget....
...Melihat kepala Sandra yang akan menghantam sudut tajam bangku kayu dengan keras, insting pria terlatih itu langsung bekerja. ...
...Ia berlari secepat kilat, merangsek maju, dan dengan sigap menyusupkan telapak tangannya tepat waktu untuk menyangga kepala Sandra sebelum benturan fatal itu terjadi....
..."Mbak! Mbak, bangun!" serunya, namun Sandra sudah tak sadarkan diri sepenuhnya. ...
...Wajah gadis itu sangat pucat, dan telapak tangannya terasa sedingin es....
...Tanpa membuang waktu, anak buah Thomas langsung membopong tubuh ringkih Sandra ke dalam pelukannya. ...
...Ia membawa gadis itu berlari menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan raya, lalu melesat membelah jalanan Bandung menuju rumah sakit terdekat....
...Sambil menyetir dengan satu tangan, ia menggunakan tangan lainnya untuk menghubungi Thomas via sambungan nirkabel. ...
..."Halo, Pak Thomas! Target mendadak pingsan di taman. Saat ini saya sedang membawanya ke rumah sakit terdekat!"...
...Di Jakarta, Thomas yang menerima laporan darurat itu langsung menegang. ...
...Ia tahu saat ini Devandra dan Ratri sedang berada di dalam jet pribadi yang berada di ketinggian, di mana sinyal telepon biasa akan sulit ditembus....
...Thomas segera mengetik sebuah pesan teks darurat dengan prioritas tinggi, lalu mengirimkannya ke ponsel bosnya....
...[Bos, anak buahku melaporkan kalau target wanita tiba-tiba pingsan di taman akibat kelelahan fisik dan mental. Saat ini dia sedang dilarikan ke IGD rumah sakit terdekat di Bandung. Saya akan terus memantau kondisinya.]...
...Thomas menatap layar ponselnya, berharap dalam hati agar penerbangan singkat Solo-Bandung itu segera berakhir, sehingga begitu roda jet pribadi Devandra menyentuh landasan pacu, sang bos bisa langsung membaca pesan penting ini....
...Sesampainya di rumah sakit, Haris—anak buah Thomas—dengan panik membantu memindahkan tubuh Sandra ke atas brankar dorong. ...
...Tim medis langsung bergerak cepat mendorong gadis itu masuk ke dalam ruang UGD untuk penanganan darurat....
...Di dalam ruang tindakan, seorang perawat dengan cekatan menyiapkan peralatan medis. ...
...Perawat tersebut menarik lengan baju Sandra dan membuka gelang kain tebal yang menutupi pergelangan tangan kanannya untuk mencari pembuluh darah. ...
...Saat itulah, tanda lahir berbentuk kupu-kupu kecil itu terlihat jelas di bawah sorotan lampu ruang UGD. ...
...Tanpa membuang waktu, perawat langsung menusukkan jarum dan memasang selang infus ke pergelangan tangan Sandra guna mengalirkan cairan nutrisi ke tubuhnya yang sangat lemah....
...Setelah memastikan kondisi pasien pertama ditangani oleh dokter, perawat tersebut keluar dari tirai pembatas dan menghampiri Haris yang berdiri cemas di sudut ruangan....
..."Siapa nama Anda yang mengantar gadis ini?" tanya perawat tersebut sambil bersiap mencatat di papan dokumen medis....
...Haris sempat gugup sejenak, karena tugas aslinya hanyalah mengawasi, bukan terlibat langsung seperti ini. ...
..."Saya, Haris," jawabnya terbata-bata....
...Perawat itu mengangguk pelan, lalu menunjuk ke arah pintu keluar ruang tindakan. ...
..."Baik, Mas Haris. Pasien saat ini sedang ditangani oleh dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut karena kondisinya sangat drop. Mohon tunggu di luar ruang UGD terlebih dahulu ya, nanti jika dokumen administrasinya sudah siap, saya panggil kembali."...
..."Baik, Sus. Terima kasih," ujar Haris patuh....
...Ia melangkah keluar menuju koridor rumah sakit yang dingin, duduk di kursi tunggu dengan perasaan campur aduk. ...
...Haris langsung mengeluarkan ponselnya, berniat mengirimkan pesan tambahan kepada Thomas bahwa ia kini sedang berjaga di depan ruang UGD Bandung, menunggu kedatangan sang bos besar dan Kapten Ratri yang sedang terbang menuju ke sana....
...Dua jam penerbangan yang terasa begitu lambat bagi Ratri akhirnya berlalu. ...
...Roda jet pribadi milik Devandra menyentuh landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dengan mulus. ...
...Begitu jet berhenti sempurna di apron khusus, Devandra langsung merengkuh ponselnya dan mengaktifkan daya....
...Bzzzt....
...Ponselnya bergetar beruntun menampilkan beberapa notifikasi. ...
...Mata tajam Devandra langsung terpaku pada pesan darurat dari Thomas yang dikirimkan dua jam lalu. ...
...Ia membacanya dengan cepat, dan raut wajahnya seketika menegang....
...Tanpa membuang waktu sepeser pun, Devandra langsung berdiri dan membantu Ratri untuk turun dari jet. ...
...Sebuah mobil premium yang sudah disiapkan oleh jaringan bisnis Devandra di Bandung telah menunggu tepat di samping tangga pesawat....
...Begitu pintu mobil tertutup, Devandra langsung menginstruksikan sopirnya dengan nada mutlak. ...
..."Kita ke rumah sakit sekarang. Jalan tercepat, jangan sampai terlambat."...
...Ratri yang duduk di samping Devandra langsung mencengkeram lengan pria itu dengan erat. ...
...Wajahnya yang semula sudah mulai membaik, kini kembali memucat karena disergap rasa panik yang luar biasa....
..."Dev... ada apa?" tanya Ratri, suaranya gemetar menahan tangis yang siap pecah kembali. ...
..."Kenapa kita ke rumah sakit, Dev? Apa terjadi sesuatu dengan anakku? Katakan padaku, Dev!"...
...Devandra menatap manik mata Ratri dengan pandangan yang dalam, lalu menggenggam kedua tangan wanita itu untuk meredam kepanikannya....
..."Ratri, tenang. Kita ke rumah sakit sekarang," ucap Devandra dengan suara baritonnya yang mantap dan menenangkan, mencoba menyalurkan ketegangan di dalam dada Ratri agar wanita itu tidak kembali syok. ...
..."Putrimu ada di sana. Dia aman dalam pengawasan orang-orangku, tapi kita harus segera sampai untuk melihat kondisinya langsung. Kuatkan dirimu, Ratri."...
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
😒😒😒
semoga cepat bisa di temukan ,
gregeet bangeet
😒😒😒😒
😒😒😒😒
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒