NovelToon NovelToon
Bloody General Sword

Bloody General Sword

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:141.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayzani01

Sesion 1

Gadis itu bernama lee Renzai, dia adalah putri ketiga dari seorang jenderal di istana, tetapi dia juga seorang jenderal di masa lalu yang kejam, yang berasal dari kerajaan Ochtosk.

Karena kekejamannya, dia akhirnya berubah menjadi buih karena meminum air keramat yang berasal dari sungai kyusu, siapapun orang yang kejam dan meminumnya akan menghilang bersama derasnya air sungai.

Mampukah Sang jenderal untuk merubah takdirnya, akankah dirinya yang kejam akan berubah ketika dia terlahir kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vol 23

Mereka berada di tengah-tengah hutan, prajurit itu bergelimpangan di sekitar hutan, sementara itu kedua Akai sedang merawat luka Otaru. Renzai membuka dan mendobrak tandu itu, di tariknya kedua putri itu dengan paksa, lalu di hempaskannya ke tanah, dengan pandangan murka, dia menatap mata mereka yang ketakutan.

"Ap...Apa yang kau inginkan?" Ucap Park Ji Eun. "Apa..apa kau menginginkan emas?" tanyanya. Park Ji Eun segera saja melepaskan semua perhiasan yang di kenakannya, begitupun putri, dia juga turut melepaskan semua perhiasannya, mereka berdua tersudut dan duduk di tanah, mereka menatap sosok bertopeng hitam yang berdiri menjulang di hadapan mereka.

Renzai menendang semua perhiasan yang disodorkan oleh kedua putri itu, keduanya teriak ketakutan. Renzai menyeringai kejam, tangannya menarik pakaian bagian depan Park jie Eun sehingga tubuhnya terangkat dan mendekat ke arah Renzai. Dia menyeretnya ke salah satu pohon dan mendorongnya lalu menyudutkannya.

Park ji Eun menggoyangkan kedua kakinya dan wajahnya terlihat membiru karena tercekik oleh tangan Renzai, di turunkannya Park ji Eun hingga kakinya mencapai tanah. Putri gemetar ketakutan, tubuhnya bergetar hebat, dia menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa, matanya menyusuri mayat-mayat prajurit, tetapi dia heran menatap hatachi dan Rui yang tidak jauh dari tempat itu, dia lebih memilih mengobati Otaru di bandingkan menolong mereka berdua.

Renzai tiba-tiba membuka topengnya, mereka berdua begitu terkejut, dia tidak menyangka yang menyerang mereka adalah seorang perempuan, putri menatapnya heran, dia tentu mengenal Renzai, dia adalah putri bungsu dari jenderal Lee Geem Ling.

Park Ji Eun tersungkur di tanah, dia menatap Renzai dengan tatapan marah, Renzai lalu berjongkok sambil menyeringai dan sejajar dengan mereka berdua. "Bebaskan Kang Gun Wu." Ucap Renzai.

Park Ji Eun menatap Renzai sambil teriak. KAU..KAU PIKIR AKAN SELAMAT SETELAH APA YANG TELAH KAU LAKUKAN INI? KAU TIDAK AKAN KULEPASKAN, AKU AKAN MENGHANCURKAN KELUARGAMU, APA KAU TIDAK TAHU SIAPA YANG KAU HADAPI?"

Tawa Renzai kini meledak, pandangannya menghina dan mencela kepada mereka berdua.

"Bunuh, bunuh mereka, bunuh keluargaku." ucap Renzai dengan tatapannya yang kejam, tanpa belas kasihan di matanya.

"Setelah kau membunuhnya, lihat, apa yang akan aku lakukan kepada keluargamu, ayah ibumu dan....." Renzai menyeringai jahat sambil menatap Park jie Eun. "Kudengar Sebentar lagi kau akan memiliki seorang adik yang sudah lama kalian tunggu-tunggu?" senyumnya.

Kedua putri gemetar ketakutan, Park Ji Eun dan putri tidak lagi bersuara.

"Nyawa kalian, akan kuampuni." Renzai lalu melemparkan gulungan kertas di hadapan putri.

"Tulis titahmu di sana, Kau akan membebaskan Kang Gun Wu." Ucap Renzai.

Dengan perlahan dan gemetar, putri mengambil gulungan itu, tapi tangannya terlalu gemetar dan tidak sanggup memegang kuas.

Renzai kemudian berbalik dan memandang hatachi, mereka bertiga sontak terkejut.

"Kau, kemarilah ! tuliskan titah sang putri tercinta kalian." Hatachi segera mengerjakan apa yang di perintahkannya, dia lalu mengambil gulungan dan menulis sesuai yang diucapkan oleh Tuan putri yang masih gemetar ketakutan.

Setelah tulisan itu selesai, Renzai mensejajarkan dirinya dengan park Ji Eun dan tuan putri. "Segera bebaskan Park Gun wu, waktumu hanya Sampai fajar, jika saja kau tidak menepatinya, jangan salahkan aku, kau akan lihat bagaimana rasanya jika kau melanggar janjimu." Ucap Renzai.

"Atau kau lebih suka, jika pagi ini raja dan ratu ditemukan tidak bernyawa lagi?" ucap Renzai dengan tawa kejamnya. Kedua putri ketakutan mendengarnya.

"Anda tidak bisa melakukan hal itu, jika tidak....

Hatachi lalu terdiam, pedang Renzai sudah berada di lehernya, lalu berpindah ke leher tuan putri. "Membunuh kalian tidaklah menarik, bagaimana kalau putra mahkota?" Kedua putri menggeleng ketakutan.

"jadi sebaiknya pegang kata-katamu dan tutup mulut, kalian mengerti." ucap renzai.

Keduanya mengangguk patuh, Renzai memukul tengkuk mereka berdua hingga jatuh pingsan, Renzai kemudian berdiri, dia tidak menghiraukan keberadaan hatachi di sana yang masih memandangnya sembunyi-sembunyi.

"Kau ! ambil gulungan itu dan bawa ke istana sekarang juga." titahnya. "Sebelum fajar, kang Gun Wu harus sudah di bebaskan." Hatachi Segera mengambil gulungan yang telah di tulisnya dan telah di bubuhi stempel tuan putri.

Renzai kemudian memandang mereka bertiga yang masih bertahan di sana, ada perasaan aneh yang terlintas di benak Renzai mengenai ketiga pria yang terduduk di tanah itu, mereka seperti memberi hormat kepadanya. Renzai mengambil kudanya dan akan meninggalkan tempat yang di penuhi puluhan mayat prajurit yang telah di bunuhnya. Tanpa Renzai sadari sesuatu keluar dari mulutnya.

(Dalam bahasa Kerajaan Ochtosk)

"Kepada siapa para Akai memberikan kesetiaannya?"

Renzai pun berlalu pergi dan meninggalkan mereka bertiga. Rui menghembuskan napas lega. "Jenderal sama sekali tidak berubah, meskipun terlahir kembali, dia tetaplah jenderal yang kejam, dan tanpa belas kasihan." Ucap Otaru, dia terlihat sedih.

"Dia benar-benar jenderal kita," Ucap hatachi sambil tersenyum senang. Dia lalu menatap langit siang itu. Otaru memegang lukanya dan mencoba berdiri, untung saja lukanya tidak begitu dalam.

"Kau gila Hatachi, kenapa kau tersenyum? apa kau pikir jenderal mengingat keberadaan para Akai?" ucapnya.

"Apa kalian berdua tidak mendengarnya? dia mengatakan sesuatu yang aneh." Ucap Rui, tiba-tiba pandangannya ke tempat berlalunya Renzai, membuat tatapannya menjadi sedih.

"Aku...aku takut kejadian itu akan terulang lagi kepada jenderal." Ucap Rui. "Ketika dia berubah kembali menjadi buih karena kekejamannya." bisiknya.

~

Kegelapan malam yang pekat, penduduk joseun tidak lagi berkeliaran di kota pada jam seperti ini, angin menghembuskan udara yang begitu dingin, seluruh penduduk kota sudah terlelap di pembaringannya, setelah mereka semua lelah beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Tapi sosok itu tidak, Renzai duduk di atas rumahnya sendiri, menanti fajar menyingsing. Tidak lama kemudian, ketika dari kejauhan terlihat cahaya sudah menerangi sedikit demi sedikit desa itu, terdengar ketukan, Renzai dengan gesit turun ke bawah dan membuka gerbang rumahnya, dilihatnya hatachi dan Rui, mereka berdua memegang kedua tangan kang Gun Wu di sebelah kanan dan kirinya, Gun wu terlihat babak belur, wajahnya di penuhi darah, dan beberapa tanda memar kebiruan di bahu dan lengannya.

Renzai hanya terdiam melihat satu-satunya kawan dekatnya babak belur seperti itu.

"Anda tidak perlu cemas, kami sudah memberikan obat kepadanya dan mengoleskan salep ke tubuhnya." Ucap Rui sembunyi-sembunyi menatap Renzai.

Renzai tidak berkata-kata, mereka membawa Gun wu ke dalam rumah Renzai dan membaringkannya di atas papan yang sudah di alasi oleh selimut. Sebelum mereka berdua keluar dari gerbang rumah Renzai, mereka berdua berbalik dan menatap Renzai.

(Dalam bahasa Kerajaan Ochtosk)

"Kesetiaan, kesetiaan kami para Akai, hanya untuk jenderal."

Mereka berdua akhirnya beranjak dari kediaman Renzai, dia masih berdiri di sana, Renzai tidak mengerti mengapa mereka berkata seperti itu kepadanya, tetapi satu hal yang Renzai ketahui, bahasa yang mereka gunakan sangat di pahami oleh Renzai, mereka menggunakan bahasa Kerajaan Ochtosk.

1
Tiana
wah tanpa belas kasihan
azka aldric Pratama
hadir 😉😉😉
MAWAR BERDARAH
Semangat
Kadek Mudiastini
thor,aku suka ceritamu ini.gak bertele-tele.aku harap renzai lahir kembali dg sifat baik dan menemukan cinta sejatinya.apakah season 2 udah keluar?
Crzalia00
makasih kak,, ceritanya seru👍
ditunggu season 2 nya😁😁
Crzalia00
seru
Qimti Sa
good
Allessha Nayyaka
keren
Riri
g ada karya baru lagi ya disini ay....
Afrilho
Mmm penuh misteri ternyata sang Jendral seorang wanita
Ray
Semangat terus buat Outhor 💪🙏
Sehat selalu 🙏🙏
Ray
Sungguh ironi sekali endingnya, tapi banyak hikmah dan pelajaran yg positif bisa diambil dari ceritamu Outhor 🙏👍
Semoga dikehidupan nanti mereka berubah menjadi lebih baik👍🙏
Semangat terus berkarya Outhor, Qutunggu cerita2x yg lainnya💪🙏👍
Ray
Apakah seorang ayah sekaligus Jendral dimana musuh dari anaknya sendiri yg tubuhnya telah dikuasai sepenuhnya oleh Jendral Kimi Ga, sanggup membunuh🤔? Semangat up
Ray
Semakin tegang, seru dan semakin keren Outhor, selalu kutunggu💪🙏👍
Ray
Apakah ke5 Akai bisa mematahkan kutukan dalam diri Jendral Kimi Ga?
Dan apakah Jendral Geem ayah dari Renzai tidak bisa membuat anaknya kembali menjadi baik🤔? Semangat Up dan sehat selalu buat Outhor💪🙏
Ray
Jendral Kimi Ga sudah mulai menguasai Renzai, kegelapan dalam diri Jendral sudah terjadi, dan AQ penasaran kelanjutan ceritanya Thor🤔
Semangat terus ya Thor🙏👍
Ray
Apakah pangeran ada rasa suka dan cemburu liar Renzai dengan lelaki lain?
Semangat selalu outhor💪🙏
Ray
Wakil Kapten Cheon ibarat lagi makan buah simalakama 😱🙏Serba salah, mau gsk mau harus turuti omongan dan perintah Renzai🙏 Terus Up🙏👍
Ray
Keren habis Thor, lanjut up🙏
Ray
Pangeran lihat Renzai dan ke5 Akai 🤔👍
Lanjut Up dan Up, semangat 💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!