NovelToon NovelToon
Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Teen School/College / Dijodohkan Orang Tua / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: iu.rahma93

Kisah Andira Gracelia Prastika Putri dan Axello Arkana Marvellyo yang dijodohkan kedua orang tua mereka dengan alasan untuk menjaga Dira.

"Dira, Bangun, Dir!" Ucap Axell pelan sambil menepuk pelan pipi Dira.

"Hey... Dira, Bangun!" Ucap Axell lagi sambil kembali mencoba menyadarkan Dira. Tak ada jawaban, bahkan tidak ada tanda-tanda Dira akan sadar.

Axell lalu menggendong Dira untuk ia letakkan diatas ranjang. Tak lupa ia melepas sepatu yang masih gadis itu kenakan. Lalu merogoh ponselnya dari dalam saku guna menelepon seseorang.

"Halo, om. Bisa datang ke apartemen Axell sekarang. Lantai 7 nomor 071?"
"(....)."
"Cepat, ya, om! Axell tunggu!"

Tuutt...

Axell lalu meletakkan ponselnya di atas nakas. Dan...

"Aarghh...!" Teriak Axell frustasi sambil mengacak rambutnya kasar. Ia mengerutuki kesalahannya sendiri karena gagal menjaga gadis yang berstatuskan istrinya.

"Sorry, Dir! Gue...

Apakah mereka akan bertahan dengan pernikahan mereka atau malah berpisah? Bac

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iu.rahma93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Alibi Axello.

Pagi ini jam sudah menunjukkan pukul 6.45. Jika biasanya jam segini Dira sudah bangun dan bahkan sudah sampai di sekolah, maka lain halnya dengan hari ini. Gadis itu bahkan belum bangun dari tidurnya.

Bukan sengaja karena hari ini Dira sudah mulai izin untuk tidak masuk ke sekolah karena persiapan pernikahannya, melainkan karena semalam ia yang memang tidak bisa tidur sampai hampir pagi tadi.

Bahkan lewat jam 4 pagi tadi, Dira baru bisa memejamkan matanya. Dan sampai sekarang, gadis itu masih betah bergelut dengan mimpinya.

Tok...

Tok...

Tok...

Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Dira. Karena tidak kunjung mendapat jawaban dari si pemilik kamar, membuat mama Diva memutuskan untuk langsung masuk, berhubung kamar Dira yang tak pernah di kunci.

"Sayang..." Panggil mama Diva pelan sambil mengelus rambut hitam kecoklatan milik gadis itu. Karena urung mendapatkan jawaban, mama Diva kembali membangunkan Dira. "... Bangun, sayang! Ayo sarapan, udah siang lho!" Ucap mama Diva.

Dira yang mendengar suara mama Diva pun akhirnya mulai terbangun. Gadis itu mengerjakan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya.

"Pagi, ma." Sapa Dira yang kembali memejamkan matanya. Sepertinya gadis itu masih merasakan kantuk yang luar biasa. Mama Diva cepat-cepat menepuk pelan pipi Dira.

"Sayang, bangun! Udah siang. Ayo sarapan dulu! Papa kamu juga sudah menunggu kita di bawah." Ajak mama Diva.

Dira kembali membuka matanya dan menguap, "Bentar ya, ma. Dira mandi dulu." Balas Dira ya g beranjak menuju kamar mandi.

"Ya sudah. Mama tunggu di meja makan ya, sayang." Ucap mama Diva sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar Dira.

Setelah selesai dengan urusan mandi dan bersiap, kini Dira keluar kamar untuk sarapan bersama dengan papa Pras dan juga mama Diva.

"Pagi, pa." Sapa Dira saat sampai di meja makan.

"Pagi juga, sayang. Lho... kok pakai seragam sekolah, sayang? Bukannya kemarin papa sudah bilang, kamu hari ini libur." Ucap papa Pras heran.

"O... iya, pa. Dira lupa." Jawab Dira sambil menepuk pelan jidatnya.

"Sayang, kamu mau sarapan roti atau nasi?" Tanya mama Diva.

"Roti aja, deh, ma. Pake selai coklat, ya!"

...***...

Sementara itu di kediaman mewah keluarga Marvellyo, seorang pria paruh baya dan istrinya yang terlihat cantik walau usianya yang sudah tidak muda lagi itu sedang menunggu kedatangan putranya untuk sarapan bersama.

Tadi setengah jam yang lalu, Bunda Resty datang ke kamar Axell untuk membangunkan anak laki-lakinya itu. Dan kini Axell tengah berjalan menuruni anak tangga untuk bergabung dengan kedua orang tuanya.

"Lho, boy, kok kamu pakai seragam sekolah? Bukannya kemarin -..."

Belum selesai bunda Resty menyelesaikan kalimatnya, Axell sudah lebih dulu menjawab. "Axell ada rapat OSIS hari ini, Bun. Verrel bilang, katanya hari ini dia tidak masuk." Jawab Axell bohong.

Jika tadi Dira memakai seragam sekolah karena lupa, maka lain halnya dengan Axell yang memang sengaja. Ia memang memutuskan untuk tetap datang ke sekolah hari ini dengan alasan ada rapat OSIS.

"Kamu tidak berniat untuk melarikan diri kan, Axell?" Tanya Ayah Marvellyo tanpa melihat wajah putranya itu dan malah fokus berbalas pesan dengan seseorang di seberang sana.

Axello menarik salah satu sudut bibirnya, sebelum akhirnya menjawab, "Kalau pun Axell ingin, memangnya Axell bisa kabur dari ayah? Sebelum Axell sampai ke tempat yang akan Axell tuju, pasti orang-orang suruhan ayah udah lebih dulu nangkep Axell dan bawa Axell pulang seperti waktu itu." Jawab Axell yang kembali teringat dengan kejadian beberapa waktu yang lalu. Dimana ia mencoba pergi dari rumah dan kabur ke luar negri. Tapi begitu Axell turun dari pesawat, Axell langsung di sambut oleh orang-orang suruhan ayah Marvellyo dan langsung di bawa kembali ke Indonesia saat itu juga.

Waktu itu, Axell yang baru menginjak bangku SMA sudah sering kali di jejali dengan berbagai ilmu bisnis dan bagaimana cara mengelola perusahaan oleh ayah Marvellyo.

Mengingat Axell adalah anak satu-satunya, Axell di tuntut untuk bisa menguasai dunia bisnis. Bahkan tak jarang Axell yang waktu itu masih kelas X sudah harus membantu ayahnya Meeting di kantor.

Mendengar jawaban dari putranya itu seketika membuat ayah Marvellyo tersenyum, "OK, Ayah izinkan kamu ke sekolah hari ini. Tapi setelah itu, kamu harus langsung pulang!" Ucap ayah Marvellyo tegas.

"Sudah-sudah, sarapan dulu. Sudah siang, keburu jalanan macet." Sahut bunda Resty sebagai penengah antara anak dan ayah itu.

Axell yang sudah selesai dengan sarapannya langsung berpamitan dengan kedua orang tuanya dan keluar menuju garasi untuk mengambil mobilnya.

Setelah mobil Axell keluar dari pintu gerbang rumah besar tersebut, ayah Marvellyo nampak tersenyum penuh arti sembari menggelengkan kepalanya pelan. Ayah Marvellyo itu tahu, Axell tengah berbohong tentang rapat OSIS yang putranya katakan tadi.

Sebelum ayah Marvellyo memberitahu Axell tentang pernikahannya yang akan di langsungkan dua hari lagi, ayah Marvellyo telah mengetahui tentang semua jadwal kegiatan dari putranya. Entah itu menyangkut kegiatan OSIS atau ulangan dan semacamnya.

Mengingat beliau adalah pemilik sekolah sekaligus ketua yayasan, maka mengetahui hal itu bukanlah hal yang sulit. Agar saat pernikahan Axell di langsungkan, tidak akan berbenturan dengan jadwal dan kegiatan yang lainnya.

Dan sekarang ini Axell sebenernya pergi ke sekolah bukan untuk urusan OSIS, melainkan karena ada hal yang lainnya.

"Kamu tidak akan menemukan dia di sekolah, boy. Dia tidak sekolah hari ini." Ucap ayah Marvellyo.

"Ayah tahu dari mana?" Tanya bunda Resty. Mendengar pertanyaan dari bunda Resty, ayah Marvellyo langsung merogoh ponsel dari saku jasnya lalu menunjukkan pesan dari seseorang.

...***...

Bel istirahat telah berbunyi dan kini Melody sedang duduk di temani oleh Zaki di kantin.

"Kenapa, sih, itu muka di tekuk mulu dari tadi?" Tanya Zaki yang sedari tadi memperhatikan wajah Melody.

"Nggak usah sok perhatian, deh!" Jawab Melody ketus.

"Gue selalu perhatian, ya. Lo aja yang nggak pernah ngerasain perhatian dari gue secara serius!" Jawab Zaki santai. Mendengar apa yang baru saja di katakan Zaki membuat Melody tersedak minumannya sendiri.

"Uhuk... uhuk..."

Zaki yang melihat Melody terbatuk-batuk itu langsung refleks menepuk-nepuk punggung gadis itu.

"Kalo minum itu pelan-pelan, gue nggak minta juga!" Ucap Zaki yang masih menepuk punggung Melody.

"Lo apain anak orang, woy?" Ucap cowok tengil yang baru saja datang dengan teman-temannya, siapa lagi kalau bukan Sebastian Arseino.

"Emang menurut Lo, gue apain anak orang?" Jawab Zaki balik.

"Lo cuma berdua? Berarti si Dira beneran nggak masuk, dong?" Tanya Nayla yang datang bersama Bastian dkk tadi.

Lagi,

Untuk ke sekian kalinya, mendengar nama Dira di sebut membuat perhatian Axell teralihkan dari ponsel yang di genggamnya. Verrel yang ikut mendengar nama Dira di sebutkan pun kini memperhatikan Axell dengan senyum miringnya.

Ini adalah hobi baru dari Verrel yang diam-diam suka memperhatikan sahabatnya itu. Axell yang begitu dingin dan acuh tentang lawan jenis itu kini berubah jika itu menyangkut gadis bernama Dira, adik kelasnya.

Entah mengapa, Verrel merasa jika Sahabatnya itu tertarik dengan sesuatu yang berhubungan dengan gadis itu. Bahkan beberapa waktu yang lalu, Verrel sempat menanyakan tentang perasaan Axell pada adik kelasnya itu tapi dengan cepat Axell menyangkalnya.

"Lo tau, kak?" Tanya Melody pada Nayla.

"Gue baru aja chat dia tadi, nanyain hal yang kemarin. Tapi dia bilang masalahnya nggak begitu berat kok, dan udah clear juga." Jawab Nayla santai dan mendapat anggukan kepala dari Melody.

"Lah... Iya, ya. Hari ini si bidadari gue nggak masuk. Kenapa, Nay? Sakit dia? Pantesan kek ada yang kurang dari tadi." Ucap Bastian.

"Iya, kak. Terus kenapa Dira nggak masuk?" Tanya Melody yang ikut menimpali.

"Kasih tau nggak, ya!" Jawab Nayla sambil menggerakkan jari telunjuk nya pada dagu seolah-olah tengah berpikir.

"Kasih tau aja, Beib! Kasihan yang udah penasaran kenapa Dira nggak masuk hari ini." Jawab Verrel santai sambil melirik Axell sekilas.

Mendengar apa yang Verrel katakan barusan membuat Axell langsung menghadiahinya dengan lirikan tajam bak pedang yang siap menusuk. Axell teringat dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut sahabatnya itu.

"Dia izin untuk beberapa hari ke depan. Katanya ada kepentingan." Jawab Nayla yang menunjukkan room chat nya dan Dira pagi tadi.

"Syukur, deh. Gue sempat mikir kalo Dira sakit tadi." Jawab Melody yang kini merasa lega setelah mendengar kabar dari Dira.

"Udah jelas kan, kenapa Dira nggak masuk sekolah hari ini?" Tanya Verrel. "...Gimana? Plong gitu nggak, Bas, perasaan Lo?" Celetuk Verrel dengan nada yang terkesan menggoda Axell. Bagaimana tidak, ia seolah-olah berbicara dengan Bastian, tapi pandangannya mengarah pada Axell.

'OH-SHITT!'

1
Calpore91
Kak kpn up lagiiii
I'm20___
pinter aja ngelesnya
I'm20___
nyaa... kan...
I'm20___
skidipapap gitu kan maksudnya? 🤣
I'm20___
🤩
I'm20___
yang babas bilang axell buang2 bahan bakar pas di kantin, bukan?
I'm20___
akupun jijik melihatnya 😭😭😭
I'm20___
babass... babas... ada aja tingkahnya 🤣🤣🤣
I'm20___
si zaki tau aja
Muhammad Rafli321
Dira lebay klo didunia nyata org yg begini udh gue tabok mukanya
Alif Alif
cerita nya Bagus sy suka bgt. tp syg up ny lma bgt.
Lestary Tri
ayo kak. up lagii. slalu ku tunggu.
Lestary Tri
ayo kak . up lagii.
Devi Nurdianti
Alhamdulillah akhirnya up jg..tetap smngt lanjutin crta ny..Krn AQ msh setia nungguin😘
Calpore91
Semangat trs kk,,, ayo semangat lnjutkan lgii kk 😍💪
Alif Alif
sampai lumutan Thor nunggu ny. akhirnya up lg. ini novel favorit akuh
Laras(namaasli)hehe
semangatttt kak, jangan lupaa lanjutin lagii yaaaa
Tihat Septian
alhmdllh akhr y update..kmn z kak bru nongol🤭..gmn kbr y..mksh y udh up lg semngt💪💪💪
Alex: akhirnya bikin gemas saja kau ini thor
total 1 replies
diy
kak apakabar?
aku senang sekali kk update lagi🎉🎉
Terima kasih kak🙏
Kasychan`✧⋆♡●⑅⃝😽◌彡☆
ganteng juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!