Tidak sengaja menemukan korban kejahatan yang terluka parah dan mengalami amnesia, siapa sangka kisah Maura dan Shaka dimulai di hari itu. Maura berusaha membantu Shaka untuk sembuh dan kembali mengingat jati dirinya.
Namun, saat cinta mulai tumbuh di hati mereka, ingatan Shaka kembali, laki-laki itu mengingat bahwa cintanya hanya untuk seorang wanita yang dia janjikan pernikahan.
Apakah Shaka akan kembali pada cinta pertamanya? Ataukah Shaka memilih Maura yang dengan tulus membantunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Maura sangat ketakutan di dalam kamar mandi, apalagi Reyhan terus mendobrak pintu itu. Yang sekarang Maura harapkan hanyalah satu, semoga saja Shaka bisa secepatnya datang menolongnya.
Usaha Reyhan untuk membobol pintu kamar mandi, ternyata tidak sia-sia. Laki-laki itu berhasil masuk dan menarik paksa Maura yang berniat kabur lewat ventilasi.
“Mau kabur ke mana kamu, Sayang?” Reyhan mencekal pergelangan tangan Maura yang berusaha kabur.
“Lepaskan! Kamu sudah gila Reyhan.” Maura berteriak sekencang-kencangnya, berharap akan ada orang yang mau menolongnya. Akan tetapi, semua itu sia-sia saja karena tidak akan ada orang yang mendengar teriakannya.
"Sudahlah, Priska calon istriku. Jangan munafik, kita nikmati saja hari ini. Hitung-hitung, kita akan melakukan percobaan sebelum nanti menikah, biar kamu nggak menyesal tahu milikku yang akan memuaskanmu. Aku tidak akan membuatmu kecewa, kita coba saja!"
Mas Shaka, kamu di mana? Cepatlah datang, aku takut!"
Maura sama sekali tidak menyangka bahwa laki-laki yang akan dinikahinya itu ternyata sangat picik. Pikiran Reyhan benar-benar menjijikkan.
"Aku tidak mau. Jangan kurang ajar ya kamu, Reyhan!" pekik Maura sembari menepis tangan Reyhan dari pergelangan tangannya.
"Oh, kamu lebih suka dengan Shaka ketimbang calon suamimu sendiri? Ayolah Maura, aku dan Shaka sama saja kok!" Reyhan berusaha mencium leher Maura, tapi dengan sigap wanita itu langsung menaamparnya dengan keras.
"Jaga mulut kotormu itu, Reyhan! Aku bukan wanita murahan seperti yang kamu kira!" maki Maura yang kini berubah rasa menjadi benci pada laki-laki yang merupakan calon suaminya itu.
"Oh, bukan wanita murahan? Bagaimana kalau kita buktikan saja, apa kamu benar-benar tidak murahan?" Reyhan menyeringai licik. Dia benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya, menganggap Maura sebagai wanita yang mudah dinikmati.
"Reyhan, jangan macam-macam kamu!" teriak Maura.
Reyhan menyeret Maura menuju tempat tidur. Meski gadis itu berteriak-teriak, tetapi Reyhan tidak peduli. Dia semakin menggila dan membawa membanting tubuh Maura sampai terpental ke tempat tidur.
"Jangan harap bisa lolos dariku, Sayang. Kalau kamu memang masih perawan, aku akan menikmatinya lebih dulu," kata Reyhan sambil menindih tubuh Maura. "Jangan buang energimu, Priska. Lebih baik diam, dan nikmati saja."
Reyhan mulai membuka pakaian atas Maura dengan kasar, tapi Maura juga tidak tinggal diam. Wanita itu mencakar dan melakukan segala upaya untuk melindungi dirinya.
Sampai akhirnya, Reyhan yang sudah kalap dan terbawa pikiran buruk itu dengan kasar menaampar wajah Maura hingga berdarah dan menimbulkan rasa panas yang luar biasa.
"Aku sudah bilang, nikmati saja! Jangan buat aku emosi!" kata Reyhan sambil mencekal wajah Maura dengan kasar.
Maura meludah, dia berteriak dan memaki Reyhan, tapi percuma. Laki-laki itu tetap melakukan apa yang dia inginkan.
Reyhan semakin gila. Dia ingin merasakan bibir dari mulut yang berani meludahinya. Sementara Maura memejamkan mata dengan menutup rapat-rapat mulutnya. Dia menangis kencang dan hanya bisa pasrah menunggu Shaka.
Saat bibir Reyhan hampir menyentuh bibir Maura, tiba-tiba pintu hotel terbuka. Tidak lama Shaka dan beberapa pegawai hotel itu datang.
Tangisan Maura semakin pecah saat melihat Shaka.
Shaka sendiri merasa sangat emosi dengan kelakuan Reyhan itu. Dia langsung menarik pundak Reyhan dan menghajarnya. Lalu, Shaka melepaskan jaket miliknya untuk dipakaikan pada tubuh Maura.
Setelah memastikan Maura terlindungi, Shaka kembali menghajar Reyhan sampai pegawai hotel kesulitan mengamankan Reyhan dari amukan Shaka.
"Tuan sudah!" Pegawai hotel melerai mereka, karena jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, pasti Shaka dan nama baik hotel akan ikut terkena dampaknya.
"Aku akan menyeretnya penjara, pastikan polisi datang menjemputnya!" kata Shaka sambil menendang punggung Reyhan yang sudah terkapar di lantai.
Dua pegawai hotel itu membantu Reyhan, sementara Shaka kini menghampiri Maura yang menangis ketakutan.
"Maura, kamu tidak apa-apa?" tanya Shaka sembari memeluk tubuh Maura.
"Aku takut, Mas. Aku takut." Maura terus menangis tapi Shaka memeluknya dan memberi ketenangan pada gadis yang hampir kehilangan kesuciannya.
"Sudah jangan takut lagi, ada aku Maura!"
***
Setelah mengantar Reyhan ke kantor polisi, Shaka membawa Maura ke rumahnya. Alisha, Rafael, Pak Rizal dan Bu Rizal yang juga tinggal sementara di rumah Rafael ikut terkejut melihat kehadiran Maura yang terlihat menyedihkan dengan ditutupi jaket Shaka.
"Shaka, kalian baik-baik saja?" tanya Alisha khawatir.
Bu Rizal mendekati Maura dan mereka menangis sama-sama.
"Ibu, aku takut!" Maura memeluk Bu Rizal kini.
"Maura hampir dinodai oleh calon suaminya," kata Shaka yang menjawab semua pertanyaan mereka.
Beberapa detik berikutnya, ponsel Maura berdering, dan Maura tidak berani menjawab.
"Dari ibu tirinya Maura," kata Shaka setelah mengambil alih ponsel Maura.
"Biar daddy yang bicara." Rafael menawarkan diri untuk membalas perbuatan ibu tiri Maura yang kejam itu.
"Priska, kamu di mana? Kamu kabur ya? Kenapa belum pulang?" teriak wanita keji yang merupakan ibu tiri Maura itu.
"Tidak usah mencarinya lagi, dia adalah calon anggota keluarga Hartono," kata Rafael.
***
Aduh aduh, aku jadi malu. Mau juga dong jadi calon anggota keluarga 😄
ternyata berakhir sama Maura ya.. 💞💞💞
rasa cinta ke Bianca kayaknya cuma sekedar obsesi karena ditolak terus..
ato mungkin emang udah semakin berkurang sejak kecelakaan karena udah semakin nyaman sama Maura..
yg penting happy ending..
suka banget apalagi ada part mafianya..
benernya masih kurang bacanya kak, babnya dikit banget dibanding ceritanya Satria..
tapi ya sudahlah, Terima kasih udah susah payah buat nulis cerita yg keren ini.. 😘😘😘
oke deh lanjut ke novel berikutnya..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat dalam berkarya.., 💪🏻😘🥰😍🤩