NovelToon NovelToon
aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Patahhati / Tamat
Popularitas:233k
Nilai: 4.6
Nama Author: meidina

Penyesalan selalu ada di belakang, itulah yang di rasakan pria yang sekarang hidupnya berantakan.

Terlebih setelah dia melakukan kesalahan besar dalam hidupnya, “sudah ku katakan jangan pernah berani meninggikan suaramu padaku!” Bentak Nanang.

“Terus aku harus apa, selalu diam melihatmu menyakitiku, kamu tidak menafkahi ku aku diam, tapi berselingkuh kamu tak tau diri mas!” Jawab Sari marah.

Plak...

Sebuah tamparan di berikan pria itu, sedang sari merasa sudah tak bisa tahan lagi.
“Ceraikan aku mas, aku tak mau hidup dengan pria menyebalkan seperti mu!!” kata satinyang marah.


Apa yang di pilih Sari benar?
Atau keputusan ininakan di sesali keduanya?
Atau pilihan ini baik untuk mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

terlalu lelah.

Sari serasa luluh lantak, bagaimana dia bisa datang dan membujuk suaminya itu yang sedang marah.

tapi dia harus membujuk suaminya itu untuk tidak menyiksa orang karena sedang marah.

dia segera mengganti bajunya dan tak lupa memakai baju tebal dan segera ke tempat peternakan di ujung desa.

ternyata benar, semuanya masih sibuk membuat pakan ternak, sari datang ke tempat itu dan menyentuh pindah Nanang.

"mau apa ke sini," ketus Nanang.

"aku ingin membujuk mas, tapi tidak di sini, dan tolong minta semua untuk pulang karena ini sudah malam mas," kata sari dengan manja.

Nanang pun mengusap wajah isterinya itu, "semuanya berhenti dan kalian bisa pulang,"

"benar mas?" tanya mereka tak percaya

"iya cepat pulang, dan jangan ada yang berani balik lagi atau kalian ingin aku kunciin di dalam sini," kata Nanang.

."tidak bos, kami pulang," panik semua orang yang langsung pergi.

Sari pun menarik Nanang yang sudah mengunci gerbang peternakan itu, mereka menuju ke area kamar yang khusus Nanang buat.

Sari pun mendorong suaminya itu hingga jatuh ke ranjang, "kamu ingin mengunakan tubuh mu untuk membujukku, tapi itu tak mempan karena aku sudah puas tadi sore," kata Nanang.

"mas yakin tak mempan," kata Sari melakukan hal yang tak pernah dia inginkan.

Nanang pun kini hanya bisa mengerang saat adik kecilnya itu di manjakan.

karena tak tahan, Nanang pun menarik Sari dan mereka pun kembali beraktivitas ranjang, Sari hanya bisa mencengkram sprei di sana untuk menahan sakit.

setelah selesai keduanya pun membersihkan diri dan Nanang mengajak istrimu itu tidur di tempat itu.

sedang di rumah lain, seorang pria melamun membayangkan apa yang akan terjadi pada gadis tadi.

Fendi makin tak tenang karena dia yang menyaksikan semua yang terjadi.

"ada apa le?"

"itu Bu, Fendi tak sengaja memergoki teman Fendi yang menyiksa istrinya hingga tubuhnya penuh bekas luka," kata pria itu.

"ya Allah le, kalau kamu bisa bantu dia le, kamu bisa berdosa hanya diam membiarkan begitu saja," kata Bu Sumi.

"Fendi takut Bu, Fendi takut jika nanti dia malah makin di siksa Bu, terlebih dia sudah sangat kurus," kata Fendi.

"ya Allah... semoga dia baik-baik saja ya nak, memang siapa yang kamu maksud le?" tanya ibu sumi.

"ibu mengenalnya kok, dia adalah Sari, seperti ibu tau...." lirih Fendi yang tidur di pangkuan ibunya.

Bu Sumi pun jadi ingat bagaimana putranya itu sempat sangat frustasi. terlebih saat dia tau jika gadis yang dia cintai harus menikah dengan temannya.

meski Fendi sempat datang, tapi hatinya mungkin sudah hancur berkeping-keping saat itu.

"yang sabar ya le, mungkin Allah sedang menguji mu untuk mendapatkan wanita yang lebih baik lagi," kata Bu Sumi.

"jika Fendi tak mau Bu, aku hanya ingin gadis itu Bu, karena ibu tau bagaimana aku mencintainya," gumam Fendi yang menangis.

Bu Sumi hanya bisa diam, sekarang dia pun mengerti kenapa Fendi membuat toko roti itu.

dan bagaimana dia membantu Sari untuk membangun rumah di sebelah mereka.

bukan apa mungkin ini salah, tapi Bu Sumi tak bisa melakukan apapun untuk melarang Putranya itu.

"apa aku harus bertemu dengan nak Sari, agar mau membujuk Fendi agar mau menikah, karena tak baik jika dia terus mencintai istri orang lain seperti ini," batin Bu Sumi sedih.

akhirnya wanita itu memutuskan untuk besok datang ke toko kue dan akan mengajak Sari bicara empat mata.

〰️〰️〰️〰️〰️

pukul empat pagi, Sari mengajak Nanang pulang, beruntung dia sudah tak terlalu merasakan sakit lagi.

"baiklah ayo pulang, tapi kita naik mobil saja, kamu yang nyetir ya," kata Nanang yang bangun.

sedang Sari membereskan tempat istirahat suaminya itu, "iya mas," jawab Sari.

tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di rumah, Nanang kembali memilih tidur, sedang Sari mulai menyiapkan semua kue dan nasi bakar pesanan.

beruntung kue yang lain sudah selesai dan tinggal beberapa jenis saja.

pukul enam pagi Semuanya sudah selesai masuk kedalam box dan siap di antar.

Sari membangunkan suaminya itu pamitan, "mas aku ke toko dulu ya untuk menitipkan kue,"

"iya, tapi jangan lama-lama karena aku ingin sarapan dengan mu," kata Nanang yang memeluk tubuh Sari.

"baiklah mas, aku akan sebentar saja di toko, kalau begitu aku pamit ya, assalamualaikum..." kata sari yang mengecup pipi suaminya itu.

"waalaikum salam..." Jawab Nanang yang masih nyaman meringkuk di balik selimut.

Sari pun membawa mobil menuju ke tempat jualan kue milik Fendi, ternyata pria itu sudah menunggunya.

bahkan Fendi langsung berlari ke arah wanita itu saat mobil itu berhenti.

Bu Sumi pun melihat putranya itu dengan semangat membantu Sari, tapi niatnya yang akan mengajak Sari bicara di urungkan.

terlebih setelah dia melihat gadis itu, "assalamualaikum ibu ... sudah lama tak bertemu ya," sapa Sari yang mencium tangan Bu Sumi dengan sopan.

sedang wanita itu masih termenung tak percaya dengan apa yang di lihatnya.

"ibu itu Sari nyapa loh, kok diam begitu sih?" kata Fendi mengejutkan ibunya.

"ah iya nduk, ya Allah...." kata Bu Sumi yang malam memeluk sari dengan erat.

Sari hanya bisa menahan rasa nyeri karena beberapa luka yang semalam tersentuh saat Bu Sumi memeluknya.

"ya Allah aku memang salah mencintai istri orang lain, tapi mau bagaimana lagi, aku tak bisa melupakan Sari, terlebih setelah aku tau dia tak bahagia dan selalu mendapatkan siksaan dari suaminya," batin Fendi yang melihat keduanya.

"tunggu dulu kamu kok makin kurus nduk, ya Allah kamu begitu berubah, karena sewaktu kita bertemu dulu kamu lebih berisi dan murah senyum," kata Bu Sumi.

"iya Bu, karena dulu saya terlalu suka main, dan sekarang saya harus menjaga rumah, sudah ya Bu tadi mas Nanang meminta saya tak lama-lama karena ingin sarapan bersama, saya pamit dulu, assalamualaikum..." pamit Sari.

Fendi pun ingat jika akan memberikan permen kacang kesukaan Sari.

"tunggu Sari!" panggilnya.

Sari yang kaget malah keserimpet kakinya sendiri dan hampir jatuh, tapi beruntung Fendi menahan tubuh Sari.

"ah terima kasih dan maaf, ada apa mas," kata sari yang langsung mendorong tubuh Fendi.

"ini permen yang aku janjikan," kata Fendi.

"terima kasih mas, saya pamit," kata Sari yang takit telat pulang.

tapi dia kaget saat melihat ada Yuni yang menyaksikan semuanya, tapi dua tak peduli karena keselamatannya hari ini sangat penting di banding Yuni.

"tunggu dulu, kamu seharusnya menjelaskan hal barusan," kata Yuni menahan lengan Sari.

"tidak sekarang, nanti setelah kamu pulang sekolah atau apapun itu, ku mohon Yuni..." kata Sari yang nampak panik.

Yuni pun memiliki pikiran yang tidak-tidak pada kakak iparnya itu, sedang Fendi yang memang tak memiliki perasaan apapun pada gadis itu memilih pergi.

"mas Fendi, sebenarnya apa hubunganmu dengan kakak ipar ku?" tanya Yuni yang menarik lengan pria itu.

"kenapa kalian sekeluarga begitu kasar! jika kamu ingin tau, aku hanya menolongnya yang hampir jatuh dan juga memberikan sebuah makanan kesukaannya, itu saja, jika kamu memang adik ipar dan sahabatnya, kenapa kamu tak menolongnya dari kakak mu itu!" marah Fendi.

"apa maksudmu?" tanya Yuni bingung.

"aku tak berhak mencampuri urusan mereka, sudahlah aku tak bisa membahasnya lagi takutnya aku akan lepas kendali," kata Fendi.

Yuni yang mendengar itu pun sadar jika ada yang di sembunyikan oleh semua orang.

dan hal yang harus dia ketahui adalah Sari, terlebih perubahan temannya itu terlalu mengerikan sekarang.p

1
aira aira
Good very good
Mulya Nurhayati
bagus ceritax.mksih tgor
Khusnul Khotimah
wah author nya orang Jombang.....salam Thor aq jg dr Jombang
Meidina: hai kak, Jombang mana?🤭🤭🤭 siapa tau tetangga
total 1 replies
Xyylva Xyylva
kenapa novel nya gak ada terjemahannya thor...karena saya bukan orang jawa thor...jadi gak paham dengan ceritanya
tionauli tumanggor
jawab sari
Linzyuu Quen Pioh
mff ya thorr,,,🙏 klw pke bahasa jawa aku tidak mengerti itu ceritanx apa,,
Lely Su
yaelahh..cerita apa ini,,yg jhat mlh hidup bjgia dgn selingkuhanta, tp yg baik mlh sll mnderita,,disiksa,,stlh cerai mlh diperkosa mrtua sndri..cerita ga nrmutu
Nuriyah
alhamdulillah yeeyy dpt pls dari othor ku terimakasih 😍😍😍😍😍
zakiya moriuchi 🇯🇵
hadir thor
aira aira
bagus banget, gak rela da end ada bonus partnya ya.
Sumawita
Kasian Fendi,,,apa ga sebaiknya Fendi di jodohkan SM Yuni aja kak
🎎 Lestari Handayani 🌹
kenapa Fendi liar gitu jadinya
Sumawita
Sabar juragan Fendi LG dalam pengaruh guna guna dari ibunya sendiri
vira
👎👎👎
Sumawita
Ko Dewi jadi ganjen gitu
🎎 Lestari Handayani 🌹
kok Dewi jd kegatelan kaya gt ya🤔🤔
Maya Indah
lanjutttt thorrrrrrr
Maya Indah
keren thor cerita lo
Maya Indah
makin greget ,semua mulai terungkap jati dirinya haha
Yuni_titha
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!