NovelToon NovelToon
The Secret Of The Blood Moon

The Secret Of The Blood Moon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:158.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Dina oktafia

Yang dia inginkan hanyalah kehidupan normal sama seperti yang lainnya, sesekali ia berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan keinginan sederhananya namun masih juga di abaikan.

Sejenak ia berhenti bertanya pada mereka yang memburunya, ia selama ini lari dari tanggung jawab namun saat ia lelah ia berhenti berlari, berbalik kemudian menyambut mereka.

"Saya lelah jadi akhiri saja di sini"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Dina oktafia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Tamu(1)

Keesokan harinya Aldo kembali heboh, "Ada apa lagi?" tanya Nana tidak heran saat melihat Aldo dengan tergesa-gesa menghampirinya.

"Hari ini ngga ada kiriman!!" teriak Aldo histeris padahal kalau di pikir-pikir malahan bagus lho kalau ngga ada kiriman, "Kan bagus do? kenapa malah histeris sih" tanya Nana tidak habis pikir.

"Ya tapikan-" merasa kecewa.

"Padahal kemarin ni orang heboh gegara dapet kiriman kek kemarin, lah ini ngga dapet kiriman malah lebih histeris, sebenernya ni orang maunya apa sih?" Batin Nana dalam hati.

Saat mereka berdua tengah heboh berdebat mengenai kiriman tersebut dari balik pintu rupanya sudah ada seseorang yang memperhatikan mereka sedari tadi, "Haish .. sejak kapan kau ada di situ?" tanya Aldo pada sesosok laki-laki bertopi yang mulai mendekatinya.

Sosok laki-laki berparas tinggi dengan sebuah topi hitam melekat di kepalanya membuat Nana dan Aldo tersenyum lebar, "Setidaknya aku bisa melihat kalian akrab hehehe" melepaskan topinya, "Aku pulang" ujar seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahun berdiri tepat di hadapan Nana, "Selamat datang" sahut Nana santai.

Aldo serasa di kacangi di sana, "Rehan sejak kapan kau ada di sana?" tanya Aldo menghela nafas.

Sosok yang di tunggu-tunggu sejak kemarin rupanya sudah sampai beberapa saat yang lalu, "Seragam yang serasi untukmu kak" ujar Aldo menghela nafas, "Yo bagaimana bagus kan? hehehe" menyombongkan diri.

Rehan yang merupakan salah satu pendiri organisasi yang dulu sekaligus menjadi dalang di balik kekuasaan Nana sudah beberapa hari ini menjalankan tugas pengintaian terhadap suatu wilayah di luar sana yang mana membuatnya mau tidak mau bergabung dengan mereka.

"Yah capek banget" memeluk Aldo dengan erat, sosok kakak yang begitu disiplin namun tsundere rupanya membuat Aldo kewalahan, "Kau beruntung punya kakak seperti Rehan" gumam Nana yang rupanya sedikit iri akan kebersamaan keduanya.

Meskipun Nana berpikir begitu bukan berarti Aldo beruntung memiliki sosok kakak seperti Rehan tersebut, "Lepaskan lah" gumam Aldo risih akan pelukan kakaknya yang terkesan tiba-tiba itu.

"Ayolah jangan malu-malu, mau kakak cium ngga?" memonyongkan bibirnya, "Ih najis" menjauhkan wajahnya.

Aldo sebenarnya kesal akan kakaknya tersebut di karenakan pada kesempatan yang ia temui Aldo yang merupakan adik Rehan itu kerap di perlakukan layaknya budak oleh kakaknya yang mana membuatnya mau tidak mau harus sedikit kasar kepadanya, "Hadeh pergi saja Sanah" pekik Aldo menepis tangan Rehan yang memeluknya erat.

"Besok aku juga akan pergi, jadi aku sangat ingin menghabiskan waktu dengan adik satu-satu ku ini apa tidak boleh?" gumam Rehan mempererat pelukannya, "Lepaskan woy aku ngga bisa nafas" pekik Aldo memukul-mukul punggung Kakaknya.

Nana yang hanya menjadi penonton mereka pun mengulum senyum, "Hahaha kalau saja adik masih ada" gumam Nana mengingat mendiang adiknya dulu.

Kebersamaan yang singkat tersebut,

"Oh iya aku hampir lupa" kata Rehan melepaskan pelukannya, "Katanya kau membuat masalah dengan Laura yah?" tanya Rehan, "Apa maksud mu?" tanya Aldo sedikit tidak paham akan maksud kakaknya.

"Kabarnya sudah tersebar, katanya kau dengan terang-terangan mengibarkan bendera perselisihan dengan mereka, padahal itu sangat beresiko lho, jadi mungkin ini hanya salah paham kan? tapi tetap saja aku perlu memastikannya darimu" ujar Rehan mulai serius

Nana sama sekali tidak mengira kalau berita itu sampai tersebar di luar sana dan lagipula berita itu sedikit tidak benar, "Yah bukan seperti itu sih" sahut Aldo nimbrung, "Jadi seperti apa?" mengernyitkan dahinya.

"Ah, sial bagaimana bisa berita itu bisa sampai melenceng jauh seperti ini, padahal kan bukan begitu yah walaupun tidak sepenuhnya salah sih" Batin Nana dalam hati.

1
rista angel
sangat ironis
rista angel
kok bisa ya
rista angel
bkenapa jadi pada bingung
rista angel
rasa benci memang bisa menguasai siapapun. tak terkecuali
rista angel
menghilang tanpa jejak. apa jangan jangan diculik kunduruwo?
rista angel
bagaimana cara nana berhasil masuk
rista angel
akan kah ia mampu?
Kinara (Hiatus)
Semangat.... 😁
mahesa
udah bom vote kak 66
mahadheva
mampir vote
sangga
boom vote
Chaca Lee💗
kalimatnya rancu
vina
boom like untuk author semangat terus yah ngetiknya. ditunggu feedback-nya di ELANG untuk ALAN 🙏
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
semangat terus Kak Dina 😍😍😍😍😍😉😉😉
🕷yeni²🕸
mampiirr
🕷yeni²🕸
mampir
🕷yeni²🕸
oks
🕷yeni⁴🕸
lagi
🕷yeni⁴🕸
ok
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
semangat selalu ya kak Dina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!