NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:304.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 14 - Perintah Seseorang

Juana tiba di kediaman keluarga Harold tepat waktu.

Wanita itu melangkah masuk dengan sikap profesional seperti biasa. Ini bukan pertama kalinya ia menginjakkan kaki di rumah besar keluarga Harold, sehingga tidak ada rasa canggung dalam dirinya. Para pelayan sudah mengenalnya dengan baik, bahkan tanpa banyak tanya ia langsung dipersilakan menuju ruang kerja Davion.

Namun di balik langkahnya pikiran Juana tidak setenang biasanya.

Obat kontrasepsi darurat.

Permintaan itu terus terngiang di kepalanya sejak semalam. Sebagai sekretaris, ia sudah terbiasa menerima berbagai perintah tanpa perlu mempertanyakan. Tapi kali ini sulit untuk tidak berpikir lebih jauh.

Siapa yang akan meminumnya?

Apakah Nyonya Aluna?

Padahal selama ini di mata semua orang, pernikahan mereka terlihat sempurna. Tidak ada celah, tidak ada keretakan. Bahkan Tuan dan Nyonya muda Harold selalu tampak serasi di hadapan publik.

Namun obat itu seolah membuka kemungkinan lain yang tidak pernah terlihat di permukaan.

Juana menghela napas pelan, menenangkan dirinya sendiri sebelum akhirnya mengetuk pintu ruang kerja.

“Masuk,” suara dingin Davion terdengar dari dalam.

Juana melangkah masuk, menundukkan kepala sedikit. “Selamat pagi, Tuan.”

Davion tidak banyak bicara. Tatapannya langsung tertuju pada tas kecil di tangan Juana.

“Sudah kamu bawa?”

“Sudah, Tuan,” jawab Juana, lalu menyerahkan kotak kecil itu dengan kedua tangan.

Davion menerimanya tanpa ekspresi. “Kamu bisa kembali.”

“Baik, Tuan.”

Namun tepat saat Juana berbalik untuk pergi Pintu kembali terbuka dari luar.

Aluna masuk dengan membawa nampan kecil berisi teh hangat, langkahnya pelan namun tetap terlihat anggun. Kehadirannya seketika membuat Juana menghentikan langkah.

Untuk sesaat Juana benar-benar terpaku. Nyonya Aluna terlihat sangat sempurna. Sangat cantik dengan sorot mata yang teduh. Refleks Juana langsung menundukkan kepala lebih dalam.

“Selamat pagi, Nyonya," sapanya penuh hormat.

Aluna sedikit terkejut melihat adanya orang lain di dalam ruangan, namun ia tetap menjaga sikapnya. “Apa aku mengganggu?”

“Tidak, Nyonya,” jawab Juana cepat. “Saya justru sudah selesai. Saya permisi.”

Aluna mengangguk pelan.

Tanpa menambah kata, Juana segera keluar dari ruangan. Namun sebelum pintu benar-benar tertutup, ia sempat melirik sekilas ke arah sang Tuan, Davion. Lalu ke arah kotak kecil di tangannya. Dan rasa penasaran itu kembali muncul.

Di dalam ruangan kini hanya tersisa mereka berdua.

Setelah pintu tertutup Aluna melangkah mendekat, meletakkan cangkir teh di atas meja kerja suaminya. “Ini teh hangatmu, Dav," ucap Aluna, pagi ini dia menggunakan salah satu baju yang kemarin ia beli bersama mommy Ivana. Bukan lagi gaun berwarna putih, tapi warna lain yang membuatnya makin terlihat cantik.

Apa yang terjadi semalam seperti tak meninggal jejak apapun, Aluna benar-benar bersikap seperti biasanya.

Namun belum sempat Aluna menjauh Davion sudah lebih dulu berdiri. Ia melangkah mendekat membawa sesuatu di tangannya.

Kotak kecil itu.

Tanpa banyak bicara Davion menyodorkannya ke arah Aluna. “Minum.”

Satu kata tanpa penjelasan.

"Apa ini?" tanya Aluna, dia benar-benar tak tahu apa yang Davion berikan.

"Obat agar kamu tidak hamil."

Deg! Aluna tersentak seketika, begitu tak inginnya Davion memiliki anak darinya. Padahal rasanya Aluna sudah mengupayakan banyak hal untuk pernikahan mereka berdua.

Aluna menatap benda itu beberapa detik. Tangannya terangkat perlahan dan menerima kotak tersebut.

“Dari mana kamu mendapatkan ini?” tanyanya pelan. “Apa sekretarismu yang mengantar?”

“Tidak usah banyak bicara,” potong Davion cepat. “Segera minum.”

Nada suaranya tidak memberi ruang untuk penolakan. Dan seperti biasa Aluna tidak pernah membantah.

Ia membuka kemasan itu dengan hati-hati, lalu mengambil obat tersebut. Tanpa ragu dan banyak tanya, ia langsung meminumnya dengan air yang ada di meja.

Semudah itu.

Seolah apa yang ia lakukan bukan sesuatu yang besar.

Setelah selesai, Aluna menurunkan gelasnya perlahan. Ia tidak langsung pergi. Sebaliknya ia berdiri di tempatnya, lalu menatap Davion.

“Untuk hal seperti ini tidak perlu melibatkan orang lain," ucap Aluna pelan, baginya masalah rumah tangga mereka tak perlu diketahui oleh orang lain. Karena Aluna sungguh takut mama Sarah akan kembali ikut campur andai mendengar desas desusnya.

Sebelum mama Sarah pergi, beliau mengatakan bahwa Aluna harus bertahan dalam pernikahan ini apapun yang terjadi. Jadi sungguh, Aluna tak ingin membuat masalah sedikitpun.

Davion tidak menjawab.

Dan Aluna kembali melanjutkan ucapannya. “Kamu cukup memberiku perintah dan Aku bisa mengurusnya sendiri," timpal Aluna.

"Tidak usah mengaturku, lagipula Juana bukan orang lain. Dia adalah salah satu orang yang ku percaya."

"Tapi sekarang dia mungkin berpikir kamu tidak menginginkan anak dari istrimu sendiri."

"Dan itu memang benar, kenapa aku harus menutupinya?"

'Karena jika mama Sarah sampai tahu, dia akan marah dan kecewa padaku,' balas Aluna, namun kata-kata ini hanya mampu keluar di dalam hatinya. Sementara mulutnya jadi terkunci rapat.

Aluna tahu dia tak boleh mengeluh, karena semakin jauh ia bicara Davion akan semakin menyakitinya. Aluna tak akan sanggup andai mendengar Davion berkata bahwa keluarga Harold telah membayarnya.

"Maaf Dav, aku yang salah."

Davion tidak berkata apa-apa lagi setelah itu, ia kembali duduk di kursinya dan Aluna keluar dari ruangan tersebut.

"Nyonya, ponsel Anda tertinggal di dapur dan ada panggilan telepon dari nyonya Sarah," ucap seorang pelayan.

Aluna tertegun sesaat mendengar nama itu disebut, ia menerima uluran ponsel dari pelayan dan melihat ada satu panggilan tak terjawab.

Sebelum menelpon kembali, Aluna lebih menuju kamarnya. Ia duduk di sofa dan menekan tombol panggil.

Tak butuh waktu lama mama Sarah pun menjawabnya. "Aluna."

"Iya, Ma."

"Apa-apaan ini, seseorang mengatakan pada Mama semalam kamu berbelanja dengan Ivana dan membeli baju dengan berbagai warna. Kamu tahu betul Jesselyn tak pernah menyukai warna lain selain warna putih!"

Aluna terdiam, siapa yang sangka selalu saja ada mata yang menghubungkannya dengan mama Sarah.

"Maafkan aku Ma, aku hanya menuruti keinginan mom Ivana."

"Jangan banyak alasan, kamu bisa menolaknya," balas Sarah dengan sengit. Aluna adalah anak yang dia adopsi untuk menggantikan Jesselyn, Sarah tak akan pernah rela jika Aluna bahagia dengan kehidupannya sendiri. Selamanya Aluna harus sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Bahkan setelah menikah dengan Davion, Aluna harus tetap menjadi putri kesayangannya. "Mama sebenarnya tidak ingin marah seperti ini padamu Aluna, Mama hanya sedih, mama sedih jika tidak melihat ada Jesselyn dalam dirimu."

Aluna pun merasa sangat bersalah mendengar hal tersebut, bagaimana pun mama Sarah adalah seorang ibu yang pernah kehilangan anaknya. Dan sekarang Aluna tak ingin membuat luka itu jadi kembali ternganga. Tak peduli tentang transaksi uang yang telah terjadi, Aluna tetap menyayangi kedua orang tua angkatnya. Pasti ada alasan kuat atas transaksi tersebut.

"Maafkan aku Ma, aku yang salah," jawab Aluna kemudian.

"Gunakanlah baju seperti yang biasa mama atur Sayang, dengan begitu Mama bisa tenang."

"Baik Ma," jawab Aluna patuh.

Panggilan terputus dan Aluna segera menuju ruang ganti, ia tanggalkan baju di tubuhnya dan diganti dengan warna putih.

Dan Davion yang memperhatikan itu semua di layar CCTV sampai mengerutkan kening, setelah mendapatkan panggilan telepon Aluna langsung mengganti bajunya seperti biasa. Seolah Aluna melakukan hal itu atas perintah seseorang yang baru saja menelponnya.

"Memangnya siapa yang menelponnya?"

1
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
sabar Davion. jangan maksa
Dini Rachmawati
Belajar menahan diri ya Dav, dari semua keinginan kamu ke Aluna ...
Belajar untuk membiarkan Aluna merasakan hidup sendiri tanpa tekanan dari siapapun dan menjadi dirinya sendiri...
Tetaplah dukung dan terus berada disisinya walaupun kalian terpisah tunjukan bahwa cinta yang tulus itu mulai tumbuh dihatimu ...
Dewi Ariyanti
bgus Aluna kau harus tegas pada Davion jangan mudah luluh dengan ucapan dan perilakunya.....
Agus Indrawati
sudah menjauh untuk sementara,,buat aluna merasa kehilangan mu juga
juwita
klo mau nerima lg si daki. bener" Aluna g pny harga diri udh di hina di rendahkan
Mardiana
davion patah hati 😘😘😘
Ny Rudi Harianto
davion bener² kalah untuk sekarang....benar² gak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana saat ini perasaan hati...
call mi
maaf ya Thor..alur untuk saat ini kayak adegan slow motion..kita readers JD bingung tentang kelanjutan hubungan mereka mau di bawa kemana 🙏🙏🙏🙏
Imas Kartini
coba aja kamu dulu g menyakiti Aluna mungkin kamu Skrang bahagia
Alexa Juliana
Mantap tuh..Biar Davion merasakan apa yg dirasakan Aluna saat di suruh menggonggong ky anjing..
Alexa Juliana
Jangan rindu Dav, itu berat biar Dilan aja yg merasakannya..
Alexa Juliana
Seorang asisten kerjaannya selalu paling cape apalagi hrs nurutin kemauan si bos yg kadang diluar nurul🤣🤣
Alexa Juliana
Yaoloohh Dav, saking pengennya melihat penampilan Aluna sampai cosplay jd panitia gadungan...😁😁
Alexa Juliana
Blm di spil nih anak siapa Samuel Wu ini apakah anak si lobster Jackson dan Anne alias adiknya Dokter Shinee atau malah anaknya Shinne dan Laura Carter?
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Aku jadi ingat, kau gak salah namanya Azam dan Bella. Di Season 1 Azam dihujat habis2an, Sampai semuanya ingim Bella bersama dengan yang lain. Tapi dibuku baru Season 2, Azam berjuang habis²an dan reader berbalik arah mendukung mereka balikan.

Nah apakah disini Aluna dan Davion bisa bersama? sedangkan Aluna sdh nyaman hidup seperti ini, Davion setelah bertemu Aluna mungkin sdh tidak bermain wanita lagi. Tapi entahlah dulu sampai tahap mana dia bermain, Yang pasti Aluna sdh tidak peduli lagi. Mungkin akan sedikit tersentuh kalau Davion berhasil membawa Aluna bertemh keluarga kandungnya kembali.
Shee_👚
aluna kaya yang trauma g sih, dia takut kalau ada ikatan hidup nya bakalan tertekan lagi dan bakalan seperti boneka
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Karena Aluna sdh nyaman dengan kehidupannya yang sekarang.
Lela Angraini
saking dalamny luka itu membuat aluna truma ooonnn daviioonnnn. biarkan aluna menjalani harinya dgn tnang dulu oonn davioonn,,klo kamu langsung gercep ya begitulah akibatny. setulus apa perjuanganmu utk membuka hal baru akan sulit
ari sachio
setidakny sebagian hal yg tlh menyakiti aluna sdh davion rasakan.pelajaran hdp bgt.kita tk boleh punya penyakit hati aplg sampai bnr2 menuduh d menghakimi menghina orng ln tnp mendgr dulu penjlsn dt org tsb.
Puji Sri Lestari
tidak semudah membalikkan telapak tangan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!