NovelToon NovelToon
Jalan Abadi Sang Pengembara

Jalan Abadi Sang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Wuxia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.

Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.

Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akademi Langit Timur

​WUUUNG!

​Pusaran gerbang ruang berwarna emas perlahan-lahan pudar dan tertutup rapat. Di hadapan Shen Yu dan Ling'er, membentang hamparan kota raksasa yang teramat bising dan ramai oleh lalu-lalang para kultivator dari berbagai penjuru benua.

​Di atas lautan awan, belasan pedang terbang melintas cepat memotong angin. Kereta-kereta roh mewah bertatahkan kristal tampak ditarik oleh kawanan harimau bersayap emas. Namun, seluruh mata pengembara di kota ini bermuara pada satu pusat perhatian utama: sebuah puncak gunung agung yang menjulang menembus awan, tempat bertakhtanya bangunan benteng melayang yang teramat megah.

​Tepat di atas pelataran gerbang batu besarnya, terukir pahatan empat aksara kuno berdarah: [Akademi Langit Timur].

​Mo Chen memalingkan wajah bertopeng peraknya ke arah Shen Yu. "Perjalananku mengawalmu harus terhenti sampai di titik ini, Shen Yu. Para tetua dari Sekte Iblis dan musuh Klan Phoenix Langit terus melacak koordinat keberadaanku. Jika aku tetap melangkah di sisimu... hal itu justru akan membahayakan keselamatan nyawamu."

​Shen Yu menganggukkan kepalanya paham. "Aku mengerti, Mo Chen. Terima kasih atas bantuanmu."

​Mo Chen meraba lipatan jubah putihnya, mengeluarkan selembar token batu giok berwarna merah keemasan berukir relief phoenix yang bersinar hangat.

​"Jika suatu hari nanti kau terdesak oleh bahaya maut yang tak sanggup kaumusnahkan sendiri... hancurkan token ini. Di mana pun koordinatmu berada, aku pasti akan datang."

​Shen Yu menerima token tersebut, menyimpannya aman ke dalam Cincin Penyegel Langit. "Terima kasih."

​Mo Chen mengangguk takzim, lalu dalam satu kedipan mata, tubuh fisiknya memudar menjadi berkas pendaran cahaya keemasan dan melesat hilang menembus awan.

​Di saat yang sama, Naga Dewa Purba, Long Tian, meremukkan celah spasial di udara. "Tuan Muda, hamba juga harus bergegas kembali untuk memperkokoh sisa fondasi Dunia Dewa Purba. Semoga saat takdir mempertemukan kita kembali di masa depan... Anda telah menjelma menjadi sesosok ahli puncak yang sanggup berdiri sejajar di sisiku!"

​Shen Yu menyunggingkan senyuman tipis. "Proses itu mutlak tidak akan memakan waktu yang terlalu lama, Long Tian."

​Long Tian meletuskan tawa gemuruh kepuasan sebelum akhirnya tubuh naga kolosalnya tersedot habis melintasi celah dimensi ruang.

​Kini... Shen Yu dan Ling'er berdiri berdua di bawah naungan megahnya gerbang utama kota. Ling'er memeluk erat lengan jubah hitam Shen Yu dengan mata membelalak. "Kakak... kota ini benar-benar teramat sangat besar..."

​Shen Yu mengusap lembut rambut Ling'er. "Tetaplah berada di dekatku, Ling'er. Di tempat asing ini, terlalu banyak pasang mata yang mengincar leher kita."

​Mereka berdua baru saja melangkah belasan meter memasuki jalan utama ketika sebuah ledakan keributan mendadak meletus dari arah alun-alun kota.

​"Minggir kalian semua, Tikus-tikus Fana! Beri jalan!"

​"Putra Muda dari Sekte Pedang Langit sedang melintas!"

​Kerumunan massa seketika terbelah dua secara histeris, menyisakan jalur kosong di tengah jalan. Sebuah kereta roh emas yang ditarik oleh dua ekor Binatang Buas Ranah Atas berhenti perlahan. Dari dalam kereta, melangkah turun seorang pemuda tampan berkaus jubah bersulam benang emas dengan belasan pengawal zirah yang mengawal ketat.

​Dagu pemuda itu terangkat tinggi, memancarkan tatapan penuh keangkuhan seolah seluruh semesta berada di bawah pijakan kakinya.

​Bruk!

​Di tengah himpitan kerumunan, seorang anak kecil pengemis tak sengaja tersandung dan menabrak bagian bawah jubah emas pemuda tersebut.

​Anak kecil itu jatuh tersungkur di tanah. Pemuda jubah emas itu menunduk, menatap bercak debu di jubahnya dengan gurat jijik dan murka yang teramat pekat.

​"Onggokan sampah fana yang tidak tahu diri..." desisnya dingin.

​Ia mengangkat telapak tangan kanannya ke udara, menyalakan gumpalan energi spiritual berdensitas tajam. Niat membunuhnya meletup tanpa belas kasihan—ia berniat mengeksekusi mati anak kecil itu murni hanya karena hal sepele!

​Melihat kekejaman tersebut, puluhan warga di sekeliling alun-alun hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah pucat. Tidak ada satu pun kultivator yang memiliki keberanian untuk angkat suara melawan kekuasaan sekte besar.

​Shen Yu mengembuskan napas panjang secara perlahan. "Ling'er... berdirilah tepat di belakang punggungku."

​Ling'er mengangguk patuh.

​Di dalam dimensi cincin, Roh Menara tertawa kecil seraya menggelengkan kepala. "Sepertinya insting pemburumu mulai gatal untuk memicu kekacauan baru lagi, Shen Yu..."

​Shen Yu menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan pesona dingin. "Bukan aku yang memicu kekacauan, Kakek... melainkan kekacauan itu sendiri yang sengaja melompat berdiri di depan pelupuk mataku."

​Tap!

​Shen Yu melangkah maju, memotong jarak dan berdiri tegak persis di antara pemuda jubah emas dan sang anak kecil.

​"Tuan Muda yang terhormat..." ucap Shen Yu lempang, suaranya memotong keheningan alun-alun. "...jika kau memiliki keberanian untuk memukul seseorang, pilihlah lawan yang sanggup membalas pukulanmu."

​Hening.

​Seluruh alun-alun Kota Awan Biru seketika membeku total. Pemuda berjubah emas itu secara perlahan memutar kepalanya, mengunci sepasang mata tajamnya tepat ke arah wajah Shen Yu. Tatapannya dipenuhi oleh rasa tidak percaya dan gurat penghinaan yang mendalam.

​Sejak ia lahir di atas takhta kekuasaan, belum pernah ada satu pun manusia kelas bawah yang berani mempermalukan dan menghalangi niat serangannya secara terbuka di depan umum!

​"Bocah asing... sebutkan identitas nama dan sektenmu sekarang juga!" gertak pemuda itu, suaranya sedingin es.

​Shen Yu mengangkat kedua bahunya santai. "Jika aku menyebutkan namaku... apakah hal itu sanggup membuat basis kultivasimu melesat lebih kuat?"

​Pfft! Beberapa kultivator pengembara di barisan belakang refleks menahan tawa mendengar tanggapan lempang tersebut.

​Wajah pemuda jubah emas itu seketika menggelap parah, darahnya mendidih murka. "Lancangnya mulutmu! Ketahuilah... aku adalah Qin Hao, Putra Muda Resmi dari Sekte Pedang Langit! Sepanjang sejarah, tidak ada satu pun serangga fana yang diizinkan bicara lancang di hadapanku!"

​Shen Yu mengangguk-angguk paham dengan raut wajah asal-asalan. "Oh, begitu... Aku juga baru pertama kali melihat ada seorang pemuda yang begitu sombong dan angkuh murni hanya karena ia kebetulan beruntung terlahir di dalam sekte besar."

​BOOM!

​Kalimat sindiran telak itu seketika memicu kegemparan masal di seluruh alun-alun!

​"Bocah jubah hitam itu benar-benar gila!"

"Dia terang-terangan menghina harga diri Sekte Pedang Langit!"

​"Mati kau, Bajingan!" raung Qin Hao histeris.

​BOOOOM! Fluktuasi aura makro dari ranah [Foundation Establishment] Tingkat Ketiga meletus hebat dari sekujur tubuh Qin Hao. Tekanan auranya memicu gelombang angin yang memaksa anak kecil di bawahnya pingsan karena ketakutan.

​"Berlutut dan bersujudlah memohon ampun sekarang juga!" gertak Qin Hao seraya mencabut pedang pusaka emasnya. "Jika kau melakukannya, aku mungkin hanya akan mematahkan kedua tangan dan kakimu!"

​Shen Yu menggelengkan kepalanya perlahan. "Omong kosongmu terlalu banyak."

​SWIIING!

​Darah Qin Hao mendidih, ia menebaskan pedang emasnya dengan kecepatan kilat memotong udara, mengincar lurus ke arah urat nadi leher Shen Yu!

​Namun... Shen Yu bahkan sama sekali tidak menyentuh gagang Pedang Dewa Purba di pinggangnya. Menggunakan refleks kelincahan murni tanpa belenggu beban, ia hanya memiringkan sedikit poros bahu kirinya ke samping.

​WHOOSH! Tebasan pedang emas Qin Hao meleset telak, menghantam udara kosong.

​Sebelum Qin Hao sempat menarik kembali poros tangannya yang terbuka lebar...

​PLAAAKKK!!!!!

​Sebuah tamparan telapak tangan mentah milik Shen Yu mendarat dengan sangat keras, presisi, dan bertenaga tepat di atas pipi kanan mulus Qin Hao!

​Bruk! DUAAARRR!

​Suara dentuman tamparan yang teramat keras bergema kuat memantul di dinding kota. Tubuh jubah emas Qin Hao seketika terpental melayang sejauh belasan meter di udara, sebelum akhirnya menghantam keras pilar batu alun-alun hingga amblas ke dalam!

​Setengah wajah tampan Qin Hao seketika membengkak merah kebiruan, beberapa butir giginya tanggal memuntahkan darah segar. Ia terduduk di tanah dengan sepasang mata membelalak syok, memegang pipinya yang terasa terbakar.

​"Kau... kau... berani-beraninya kau menampar wajahku, Bajingan?!" raung Qin Hao dengan suara serak.

​Shen Yu meniup santai telapak tangan kanannya di udara. "Maafkan aku, Tuan Muda Qin Hao... Mataku agak rabun, tadi aku melihat ada seekor nyamuk kotor yang sedang hinggap di pipimu."

​Bfffft!

​Gelombang tawa yang tak sanggup ditahan meletus dari mulut puluhan praktisi independen di barisan belakang.

​Wajah Qin Hao berubah merah padam karena rasa terhina yang teramat sangat. Ia bangkit berdiri seraya menunjuk wajah Shen Yu dengan jari gemetar. "Baik! Sangat baik! Mulai detik ini... aku, Qin Hao, bersumpah demi jiwaku akan mencincang tubuhmu sampai menjadi debu!"

​Shen Yu menatapnya dengan pandangan mata yang teramat datar dan dingin. "Jika kau memiliki ambisi untuk membunuhku... maka luluslah terlebih dahulu dalam Ujian Penerimaan Akademi Langit Timur besok pagi. Aku akan menunggumu di sana. Tapi sebelum hari itu tiba... belajarlah cara menerima kekalahan dengan sopan."

​Usai melontarkan kalimat savage tersebut, Shen Yu berbalik badan secara santai, menggandeng jemari Ling'er dan berjalan pergi menembus kerumunan. Tidak ada satu pun pengawal zirah Sekte Pedang Langit yang memiliki keberanian untuk melangkah menghalangi jalan kakinya!

​Sementara itu, tepat di lantai dua sebuah kedai teh megah yang menghadap langsung ke arah alun-alun kota...

​Seorang wanita muda berparas jelita berkaus jubah putih bersih tampak berdiri di dekat jendela. Di bagian dadanya, terpasang sebaris ukiran bros emas bergambar lambang resmi Akademi Langit Timur.

​Sepasang mata indahnya menatap lekat-lekat ke arah punggung jubah hitam Shen Yu yang semakin menjauh, seraya menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan ketertarikan.

​"Sungguh sebuah pemandangan yang teramat menarik..." gumam wanita muda itu. "Sesosok pemuda pengembara yang memiliki keberanian murni untuk menampar wajah Putra Muda Sekte Pedang Langit di depan umum tanpa rasa takut sedikit pun..."

​Di sampingnya, seorang tetua penguji akademi berambut putih perlahan-lahan membuka sepasang matanya. Tatapan tajamnya turut mengunci pergerakan Shen Yu.

​"Segera kirimkan lembar Laporan Khusus ini langsung ke meja Kepala Akademi..." bisik sang Tetua Penguji dengan senyum misterius. "...karena Ujian Penerimaan Murid Baru tahun ini... tampaknya telah kedatangan sesosok monster menarik yang sangat layak untuk ditunggu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!