NovelToon NovelToon
Wening

Wening

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Supernatural / Roh Supernatural / Mata Batin / Tamat
Popularitas:202.8k
Nilai: 5
Nama Author: Komalasari

Wening adalah gadis pendiam dan tertutup. Dia berprofesi sebagai perawat home care. Wening harus merawat seorang gadis belia bernama Raline, yang memiliki masalah kesehatan sejak kecil. Kesamaan karakter keduanya, membuat mereka menjadi dekat dan akrab. Hanya kepada Wening lah Raline bercerita, bahwa dirinya kerap mengalami hal-hal ganjil di luar nalar. Termasuk, saat dia didatangi bayangan hitam yang mulai meresahkan, bahkan mengancam nyawanya. Tak ingin Raline terluka, Wening berusaha melindungi. Dari sana, dia menyadari bahwa ada kekuatan besar yang tersembunyi dalam dirinya, untuk menguak segala rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara Gaib

Berhubung Wening sudah bersedia untuk kembali ke kediamannya, maka Gandhi pun merasa tenang ketika harus pergi ke luar kota untuk menghadiri rapat penting yang berkaitan dengan perusahaan. Terlebih, sesuai saran dari Wening bahwa dia meminta satu orang perawat lagi untuk menggantikan suster Ratna yang mengalami gangguan kesehatan. Tadi pagi, seorang suster baru telah datang mendampingi Wening, bersamaan dengan suster Ratna yang meninggalkan kediaman Wiratama.

Sekitar dua sampai tiga jam, waktu yang Gandhi tempuh setelah melewati jalur tol hingga memasuki area jalan raya perkotaan. Saat itu, waktu telah menunjukan pukul setengah dua belas malam. Suasana pun sudah cukup sepi, terlebih karena perumahan tempat tinggal Gandhi terletak di pinggiran kota. Duda satu anak itu sudah berkali-kali mencoba untuk pindah ke daerah pusat kota. Akan tetapi, entah kenapa karena seakan tak ada satu pun rumah yang berjodoh dengannya. Karena itu, dengan terpaksa dia tetap menempati rumah peninggalan kedua orang tuanya.

Butuh waktu sekitar setengah jam untuk bisa sampai ke perumahan tempat tinggalnya. Namun, perasaan aneh mulai menghinggapi pria empat puluh tahun itu. Dirinya seakan telah melewati jalur yang salah, karena Gandhi tak kunjung tiba di perumahan yang dia tuju. Akan tetapi, Ghandi terus melajukan mobilnya menembus malam yang kian larut. Sudah lama, dia tidak melakukan perjalanan malam. Sebenarnya, Gandhi bisa saja menginap di kota tempat dirinya mengadakan pertemuan tadi, tetapi entah mengapa kata hati pria itu mengatakan jika dirinya ingin langsung pulang malam itu juga.

Tanpa sengaja, pandangan mata pria bertubuh tegap tersebut menoleh ke arah kaca spion. Di sana, dirinya melihat seberkas cahaya berbentuk bulat seperti sebuah bola api yang melayang dan terus mengikuti mobil yang dia kendarai. Pada awalnya, Gandhi mengabaikan hal itu. Dia menganggap jika cahaya tersebut hanya sebuah sinar dari pantulan lampu mobil di belakangnya. Akan tetapi, makin lama bola cahaya itu semakin mendekat. Gandhi pun menginjak pedal gas dengan kencang, sehingga mobilnya melaju lebih cepat.

Kembali dilihatnya ke arah kaca spion, dan bola cahaya itu masih juga mengikutinya. Namun, Gandhi adalah seorang pria modern dengan pemikirannya yang sangat logis dan selalu rasional. Lagi-lagi, pria itu tak mau ambil pusing. Dia justru semakin menambah kecepatan laju mobil saat itu, hingga akhirnya Gandhi tiba pada sebuah jalan yang dia sendiri tak yakin apakah pernah melewati jalur tersebut atau tidak, karena sebelah kiri dan kanannya terasa begitu asing.

Tanpa diketahui dari mana datangnya, tiba-tiba muncul kabut asap yang makin lama semakin tebal dan mengganggu jarak pandang pria itu. Dari sana, Gandhi mulai merasa was-was. Akan tetapi, dia harus berusaha untuk tetap tenang dan berkonsentrasi. Lengah sedikit saja, maka akan sangat fatal akibatnya.

Gandhi kemudian melihat arloji di pergelangan kirinya. Sudah hampir dua jam dan dia tak juga sampai di perumahan yang dituju. Di sepanjang jalan yang dia lalui pun begitu lengang, seakan hanya dirinya yang berkendara pada malam itu. “Wening,” gumam pria empat puluh tahun tersebut. Entah mengapa, hanya nama itu yang ada di dalam pikirannya. Seusai menyebut nama Wening, tiba-tiba laju mobilnya terhenti. “Apa-apaan ini?” gumam pria itu lagi. Dia masih belum memahami apa yang tengah dialaminya. Gandhi terdiam sejenak, ketika lampu sorot mobilnya menangkap sebuah bayangan seseorang yang berjarak beberapa meter di depannya.

Orang itu pada awalnya tak terlihat jelas. Dia berjalan dengan tenang menuju ke arah mobil Gandhi berada. Sementara pria itu mulai merasa cemas. Ia tentunya tak akan berbuat bodoh dengan keluar dari mobil dan menghampiri orang asing tersebut.

Makin lama, sosok yang terkena lampu sorot dari cahaya mobil milik Gandhi semakin terlihat, meskipun tidak terlalu jelas. Akan tetapi, Gandhi merasa yakin jika sosok itu merupakan seorang wanita tua dan ... Gandhi tersentak. Sigap, dia kembali berusaha menyalakan mesin mobilnya dan menginjak pedal gas dengan kencang. Ditabrakkannya mobil itu pada sosok yang diyakininya bukanlah seorang manusia, karena sosok itu menuju ke arahnya dengan melayang beberapa senti di atas tanah.

“Ini gila!” rutuk Gandhi. Cekatan tangannya memainkan kemudi. Pria itu pun kembali menoleh ke belakang, tetapi sosok wanita yang melayang tadi tak terlihat lagi di belakangnya sehingga Gandhi dapat bernapas lega.

Namun, ternyata pria itu salah. Ketika dirinya kembali mengarahkan pandangan ke depan, tatapannya langsung tertuju pada dua buah tangan dengan kuku tajam yang menjuntai dari atas mobilnya dan menempel pada kaca depan, membuat Gandhi terkejut dan seketika mengerem laju kendaraanya. Pria itu terdiam sejenak dengan raut wajah yang terlihat begitu tegang. Dia sedikit mendongak untuk memeriksa ada apa sebenarnya di atas mobil yang tengah ia kendarai.

“Sentanu ... keluarlah,” terdengar suara tanpa wujud yang menyuruhnya untuk keluar dari dalam mobil. Akan tetapi, Gandhi tak ingin melakukan sebuah kekonyolan. Tetap berada di dalam mobil adalah keputusan yang paling tepat menurutnya.

“Sentanu ... keluarlah. Jangan sampai aku yang memaksamu,” terdengar lagi suara gaib itu begitu jelas di telinga Gandhi yang kini tengah berusaha untuk menyalakan kembali mesin mobilnya, tapi apa yang dilakukannya tak juga berhasil. Sedikit emosi, Gandhi mengerutu kesal. “Sialan! Ayo menyala!” Namun, kenyataannya mobil itu tetap tak mau hidup.

“Sentanu ....” suara itu kembali terdengar yang diiringi oleh suara goresan sebuah benda tajam di atas atap mobil Gandhi. Pria itu pun mendongak. Dia tak tahu makhluk apa yang tengah berada di atas mobilnya.

“Kau tak ingin keluar? Baiklah kalau begitu, aku yang akan masuk,” terdengar lagi suara seorang wanita dengan diiringi sebuah tawa cekikikan yang seketika membuat bulu kuduk Gandhi meremang. Belum lepas pria itu dari rasa ngeri karena mendengar suara tawa tadi, entah dari mana datangnya tiba-tiba sesosok wanita berambut panjang dengan pakaian serba hitam duduk di jok sebelah. Dia langsung menyeringai, memperlihatkan deretan giginya yang runcing dan berwarna kehitaman.

“Si-siapa kau?” tanya Gandhi semakin memundurkan tubuhnya ketika wanita dengan bola mata berwarna merah itu mencoba untuk mendekat kepadanya. Wanita itu terus tertawa saat melihat raut tegang yang diperlihatkan oleh pria tampan tersebut.

“Kau lupa padaku, Sentanu?” helaan napas wanita itu dengan aromanya yang berbau anyir menyeruak dan terendus sangat jelas di indera penciuman Gandhi. “Oh, aku lupa jika saat ini Sentanu masih tertidur dan hanya bangun pada saat-saat tertentu saja,” ucap wanita itu lagi. Dia terus mendekatkan wajahnya kepada Gandhi.

“Aku bukan Sentanu!” bantah Gandhi. Refleks tangannya meninju wajah wanita yang telah sangat mengganggunya. Gandhi pun melepas sabuk pengaman dan segera keluar dari dalam mobil. Dia menutup pintu mobil itu rapat-rapat, kemudian setengah berlari menuju ke depan kendaraannya dan berdiri di sana. Akan tetapi, dia tak melihat wanita itu ada di dalam mobilnya.

Namun, ketika Gandhi berbalik, ternyata wanita itu sudah berada di belakangnya dan segera menyerang Gandhi dengan cara mencekik leher pria itu. Gandhi pun mundur beberapa langkah hingga tubuhnya kini setengah rebah di atas kap mesin yang panas. Gandhi terus berusaha melepaskan cengkeraman tangan dengan kuku-kuku tajam dari wanita yang kini melayang di atas tubuhnya.

Pada saat pria itu semakin terdesak, tiba-tiba muncul seberkas cahaya yang menghantam tubuh wanita berkuku tajam tadi hingga dia terpental. Gandhi pun segera bangkit dan memegangi lehernya yang terasa sakit. Darah segar menetes dari luka robek pada leher sebelah kirinya, darah itu jatuh di atas kerah kemeja putih duda satu anak tersebut. Dia kemudian bergerak dengan agak sempoyongan menuju pintu mobil. Dari sana, dilihatnya cahaya putih itu kembali menghantam wanita tadi hingga si wanita menyeramkan itu pergi entah ke mana, karena dia menghilang secara ajaib ditelan gelapnya malam.

Sementara cahaya putih tadi, makin lama semakin meredup, kemudian padam seketika. Namun, bersamaan dengan hilangnya cahaya tadi, Gandhi justru melihat hal lain yang tergeletak di atas kap mesin mobilnya.

Dipandanginya benda tersebut, tetapi Gandhi tak berani untuk mendekati ataupun menyentuhnya. Pria itu masih merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia alami. Berkali-kali dirinya meyakinkan bahwa itu bukanlah mimpi, termasuk ketika dia menyentuh darahnya sendiri.

“Ambilah, Nak!” terdengar suara seorang pria tua tanpa wujud. Gandhi segera mengedarkan pandangannya pada sekeliling tempat itu. Akan tetapi, dia tak menemukan siapa pun di sana.

“Ambil dan simpan benda itu baik-baik. Perlakukan ia selayaknya kau merawat anakmu sendiri. Kelak, benda itu akan sangat membantumu,” suara pria itu terdengar kembali, tapi masih tanpa wujud yang nyata. Namun, suara pria tadi seakan telah memberikan sebuah kekuatan baru kepada Gandhi.

Tanpa ragu, pria tersebut meraih benda kecil yang tergeletak di atas kap mobilnya. Gandhi pun mengamati benda tersebut.

Adalah sebuah badik berukuran sekitar tujuh sentimeter dengan relief yang sangat khas dan dipenuhi ukiran-ukiran aneh di seluruh bagiannya. Ujungnya yang runcing tampak begitu tajam dan mengkilat. Sementara, di bagian gagangnya yang terbuat dari kayu juga terdapat sebuah ukiran menggunakan huruf pallawa. Gandhi hanya mengernyitkan keningnya karena tak memahami semua itu. Dia berdiri mematung, memandangi benda tersebut.

1
Shanty Yang
baru kali ini baca novel horor sampe tamat 😅 krna dr awal uda bikin penasaran dan seru, ga muter" jdnya lanjut terus. emang terbaik deh author satu ini ❤ semua novelnya da ku baca dan novel prtama yg dibaca dr karya author ini adalah edinburgh 👍👍 skrg lanjut yg masih on going si maman 🤭🤭 tetap sehat teteh author, biar bisa tetap membuat karya yg keren" 🤗🥰😘
Shanty Yang: ok otw 😁
total 2 replies
Nur Bahagia
jujur jadi agak males bacanya, kalo begini.. maaf ya 🙏
Nur Bahagia
kenapa pake meluk.. agak aneh nih cerita nya
Nur Bahagia
jangan2 yg bermasalah sebenarnya adalah gandhi.. dia punya pemikat kali
Nur Bahagia
lhoo kok jadi begini.. semoga alurnya ga semakin menyimpang 😏
Nur Bahagia
kayaknya paundra sakti.. tp kenapa dia ga mau bantuin raline
Nur Bahagia
bolehkan aku curiga sama paundra 🤭
Nur Bahagia
wow wening sakti ternyata 😱
Nur Bahagia
kayaknya raline di rasuki roh halus
Nur Bahagia
aku juga berfikir begitu Ning
Nur Bahagia
kann bener
Nur Bahagia
kayaknya wening bisa sekilas melihat masa depan
Dea Semilikiti Dea Semilikiti
udh curiga sm bilastri prtama baca...tp tk taulah
ren rene
sumpah...q takut. sempet berhenti baca krn kebawa sampe dlm mimpi
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝚆𝚊𝚍𝚞𝚑, 𝙺𝚊𝚔. 𝚃𝚎𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚢𝚊𝚝𝚒 𝚋𝚊𝚌𝚊𝚗𝚢𝚊, 𝚢𝚊
total 1 replies
ren rene
paundra apakah sosok kasat mata ya
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝙻𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝, 𝙺𝚊𝚔
total 1 replies
Mariana Frutty
Siti Arbainah
yg melakukan perjanjian itu dr buyut" terdahulu ya trus mereka yg sekarang hrus bisa melapas perjanjian itu
Siti Arbainah: selama bnyak orang" sesat si kalajanggi gak bakal pernah musnah kan thor
total 2 replies
Nur Setyowanti
Luar biasa
dewi andarini
suka dengan ceritanya
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Terima kasih
total 1 replies
dewi andarini
baru mulai baca... sudah menarik
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Terima kasih, kak. Lanjut
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!