Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.
Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.
Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.
Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.
Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !
Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.
baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Pelanggan yang Menunggu
...Napas Milky memburu pendek-pendek saat ia berhasil menyelinap melalui pintu belakang khusus staf Dark Moon Maid Cafe. ...
...Dadanya naik-turun dengan drastis, berjuang meredakan pasokan oksigen yang seolah menipis setelah aksi lari maratonnya menembus gang tadi. ...
...Ia melirik jam dinding di atas loker staf....
...Pukul 19.45....
..."Mampus, telat lima belas menit!" bisik Milky dengan wajah pias, meski rona merah muda buatan dari blush-on pink-nya mencoba menyamarkan rasa paniknya itu....
..."Milky! Astaga, akhirnya kamu sampai juga!" Manajer Tedi mendadak muncul dari balik tirai dapur dengan raut wajah yang luar biasa tegang, bahkan dasi necisnya sedikit miring....
... "Tuan VVIP nomor satu sudah menunggu sejak lima belas menit yang lalu. Aura ruangannya benar-benar mencekam, Milky! Tadi Kak Hanny mencoba mengantarkan air putih saja langsung diusir dengan tatapan mata yang seperti mau memotong leher. Cepat ke atas sebelum kastel kita dihancurkan oleh kemarahannya!"...
...Mendengar deskripsi "tatapan mata seperti mau memotong leher", Milky tidak perlu menebak dua kali siapa pria di atas sana. ...
...Arkananta Narendra sedang dalam mode tiran penuh. ...
...Sifat iblis kantornya pasti terbawa hingga ke kafe karena harus menunggu....
...Milky menepuk kedua pipinya dengan keras, memejamkan mata abu-abunya selama dua detik untuk mengunci identitas Rania yang lelah ke dalam kotak terdalam sanubarinya. ...
..."Baik, Manajer! Milky akan segera menjinakkan Tuan Besar!" jawabnya dengan nada melengking imut yang dipaksakan keluar dari kerongkongannya yang kering....
...Dengan langkah yang diatur seanggun mungkin namun secepat kilat, Milky menaiki anak tangga kayu menuju lantai dua. ...
...Setiap pijakan kakinya terasa seperti langkah menuju tiang gantungan. ...
...Ia tahu betul bagaimana Arkan menghukum keterlambatan sepuluh menitnya di kantor beberapa waktu lalu dengan membereskan gudang arsip lima tahun dan jebakan laporan lembur yang nyaris membunuhnya. ...
...Sekarang, ia terlambat lima belas menit di hadapan pria yang sama dalam wujud pelanggan VVIP....
...Milky berhenti di depan pintu kayu ek bernomor '1'. ...
...Ia menarik napas dalam-dalam, memastikan bando rendanya tegak lurus, lalu mengetuk pintu dengan ritme manis tiga kali....
..."Tuan Besar yang agung... ini Milky~ Boleh kelinci kecil ini masuk ke dalam?" ucapnya dengan nada suara paling manis dan manja yang bisa ia hasilkan....
...Hening. ...
...Tidak ada ketukan balasan di atas meja seperti biasanya....
... Hanya ada suara langkah kaki berat dari dalam yang mendekati pintu, sebelum akhirnya pintu itu ditarik terbuka dari dalam dengan sentakan kasar....
...Sret!...
...Aura intimidasi yang kuat langsung menerpa wajah Milky....
... Arkananta Narendra berdiri di ambang pintu tanpa jasnya, hanya mengenakan kemeja hitam premium yang kancing atasnya terbuka, menampilkan tatapan mata elang yang luar biasa tajam, dingin, dan... cemberut. ...
...Ya, bibir tipis sang CEO berkedut jengkel, dan kedua alisnya bertaut rapat, mengekspos kemarahan seorang penguasa yang tidak terbiasa diabaikan....
..."Kamu terlambat lima belas menit, Milky," suara bariton Arkan terdengar sangat rendah dan menekan, membuat suasana koridor lantai dua mendadak drop beberapa derajat....
... "Saya tidak suka membuang waktu untuk menunggu."...
...Deg! ...
...Ketakutan Rania sebagai anak magang sempat menyengat otaknya, namun sisi profesionalitas Milky langsung mengambil alih dengan kecepatan penuh....
... Ini bukan kantor. ...
...Ini adalah wilayah kekuasaannya....
...Tanpa membuang waktu, Milky langsung menjatuhkan dirinya berlutut di atas karpet beludru merah marun tepat di hadapan kaki panjang Arkan....
... Gerakannya begitu dramatis dan tiba-tiba, membuat Arkan terkejut dan mundur satu langkah....
...Milky menangkupkan kedua tangan kecilnya di depan dada, membentuk pose memohon yang luar biasa imut. ...
...Ia mendongak, menatap lurus ke dalam netra hitam Arkan dengan sepasang mata abu-abu besarnya yang sengaja dikondisikan berkaca-kaca, penuh dengan binar penyesalan yang menggemaskan. ...
...Poni cokelat madunya sedikit berantakan di dahi, menambah kesan ringkih yang memikat....
..."Uuu... Tuan Besar yang agung dan tampan, mohon maafkan kelinci kecil yang teledor ini!"...
... Milky merengek pelan dengan nada suara yang bergetar manis, persis seperti karakter anime yang sedang memohon ampun pada tuannya. ...
..."Jalanan di luar kastel tadi tiba-tiba diserang oleh penyihir macet yang sangat jahat! Milky sudah melompat secepat mungkin melompati atap-atap gedung demi menemui Tuan Besar, tapi kaki kelinci Milky tetap saja kalah cepat... Milky tahu Milky salah karena membuat Tuan Besar kesepian. Tolong jangan hukum Milky keluar dari kastel, Tuan Besar~ Kyun..."...
...Milky memiringkan kepalanya, meletakkan jari telunjuknya di sudut bibir yang dipulas liptint stroberi, menatap Arkan dengan tatapan "anak anjing yang minta dikasihani" yang paling mematikan....
...Arkan mematung di tempatnya berdiri. ...
...Amukan kemarahan tingkat tinggi yang sudah ia siapkan sejak lima belas menit lalu, kemarahan yang biasanya sanggup membuat satu divisi gemetar ketakutan, mendadak membentur dinding hatinya dan hancur berkeping-keping....
...Sepasang mata elang sang CEO melebar sedikit. ...
...Ia menatap pelayan imut yang sedang berlutut di kakinya dengan pandangan yang mendadak linglung. ...
...Bibir tipisnya yang tadi terkatup rapat jengkel kini terbuka sedikit, kehilangan semua kosakata tajam yang biasa ia gunakan untuk mencaci bawahan....
...Perubahan emosi di dalam diri Arkan bergejolak hebat, meruntuhkan harga diri korporatnya dalam sekejap....
... Di balik penampilannya yang angkuh, dadanya berdegup kencang karena serangan rasa imut (moe) yang terlalu besar dari Milky....
... Rona merah muda yang sangat pekat merayap cepat dari leher, naik ke pipi, hingga membuat kedua daun telinganya merona merah padam. ...
...Pria itu menutupi setengah wajahnya dengan tangan kanan, memalingkan pandangannya ke dinding koridor demi menyembunyikan rasa salah tingkahnya yang luar biasa canggung....
..."B-berdirilah," kata Arkan akhirnya, suaranya sedikit pecah dari nada dinginnya yang biasa. ...
...Ia berdeham berat berulang kali untuk mengembalikan wibawanya. ...
..."Jangan berlutut di lantai seperti itu. Milky."...
...Milky tidak langsung berdiri....
... Ia mengedipkan mata abu-abunya dengan polos....
... "Tuan Besar sudah tidak marah lagi pada Milky? Tuan Besar mau memaafkan kelinci kecil ini?"...
...Arkan mendengus pelan, sebuah helaan napas yang kali ini sama sekali tidak terdengar menyeramkan, melainkan penuh akan rasa pasrah karena kalah telak oleh pesona pelayan di depannya....
... Pria itu menurunkan tangannya dari wajah, menampilkan ekspresi gengsi yang sangat kentara, namun binar matanya yang menatap Milky telah melunak sepenuhnya, memancarkan rasa senang yang tersembunyi karena sosok yang ia tunggu akhirnya ada di depannya....
..."Ya. Saya maafkan," ucap Arkan ketus, mencoba mempertahankan sisa-sisa harga dirinya yang sudah jatuh ke lantai....
... "Tapi dengan satu syarat. Masuk ke dalam dan buatkan saya teh yang tidak manis seperti kemarin. Cepat."...
..."Siap, Tuan Besar yang paling baik hati sedunia! ✨" Milky langsung melompat bangkit berdiri dengan ceria, memberikan pose hormat yang imut dengan tangan di pelipis....
...Saat ia melangkah melewati Arkan untuk masuk ke dalam ruangan VVIP, Rania merasakan sebuah kelegaan yang luar biasa besar menyerbu dadanya....
... Di dalam hatinya, ia tertawa penuh kemenangan yang ironis....
... Monster yang tadi sore menjebaknya dengan laporan analisis pasar yang mustahil, kini berhasil ia taklukkan hanya dengan modal rengekan kelinci dan tatapan mata bulat....
... Permainan ganda ini memang melelahkan, tetapi melihat sang tiran kantor tak berdaya di bawah kendali pesona "Milky" adalah hiburan terbaik yang bisa ia dapatkan di hari Jumat malam yang panjang ini....