Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Runtuhnya Keangkuhan
Benturan dua kekuatan yang berbeda dimensi itu menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan debu-debu di alun-alun. Panggung utama tempat Keluarga Mu berada bahkan berguncang keras.
Gu Jue tersenyum bengis, mengira ia telah meremukkan pemuda sombong ini. Namun, senyumnya seketika membeku ketika ia melihat apa yang terjadi pada kapak pusaka tingkat rendah miliknya.
Bilah pisau frekuensi tinggi milik Ethan yang bergetar dalam kecepatan molekuler, ditambah dengan fokus daya siber, secara perlahan namun pasti mulai memotong besi kapak Gu Jue dari tengah. Kebisingan ultrasonik dari pisau Ethan merusak struktur atom dari senjata kultivasi tersebut.
KRAK!
Kapak raksasa itu patah menjadi dua bagian.
"T-tidak mungkin! Senjata fana macam apa yang bisa menghancurkan senjata rohku?!" Gu Jue berteriak horor, melangkah mundur dengan panik.
Ethan tidak memberinya jawaban. Dengan satu putaran tubuh yang efisien, ia menyapu kaki Gu Jue hingga sang Ketua Geng terjatuh telentang, lalu menancapkan bilah sibernya tepat di atas jakun Gu Jue, menyisakan jarak hanya satu milimeter dari kulitnya.
"Sains dan teknologi dari duniaku tidak mengenal istilah 'senjata roh'," ucap Ethan dingin melalui modulator suaranya. "Kami hanya mengenali tingkat kepadatan materi."
"T-tunggu... ampuni aku..." Gu Jue gemetar hebat, seluruh keangkuhannya sebagai penguasa distrik bawah runtuh seketika di hadapan kematian yang begitu dekat dan dingin.
"Di dalam kamus seorang Assassin, tidak ada kata ampun setelah pelatuk ditarik," jawab Ethan datar.
Sleb.
Bilah siber itu menembus leher Gu Jue, mengakhiri hidup sang Ketua Geng Serigala Hitam dalam sekejap.
Di ujung alun-alun, Lin Hao yang melihat adegan itu langsung lemas, terduduk di tanah dengan wajah pucat pasi. Pria kekar yang menjadi sandarannya kini telah mati seperti ayam di tangan pemuda misterius itu.
Namun, sebelum Ethan sempat menarik pisaunya kembali, sebuah tepukan tangan yang lambat terdengar dari arah panggung. Tetua Feng dari Sekte Pedang Awan melangkah turun, matanya menatap Ethan bukan dengan kemarahan, melainkan dengan keserakahan yang membara.
"Luar biasa. Benar-benar luar biasa," Tetua Feng tersenyum licik, aura Ranah Pemurnian Qi Tingkat 5 miliknya mulai menguar, menekan seluruh alun-alun dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari Gu Jue. "Pakaian besimu, senjatamu, dan teknik pergerakanmu... semuanya adalah harta karun tingkat tinggi. Anak muda, jika kau menyerahkan semua rahasia tubuhmu dan baju besimu itu kepadaku, aku, atas nama Sekte Pedang Awan, berjanji akan membiarkanmu hidup sebagai budak elit di sekte kami."
Ethan perlahan berdiri di atas mayat Gu Jue. Visor birunya berkedip, menampilkan indikator baterai Exo-Suit-nya yang kini tersisa 12% akibat serangan fokus daya tadi. Situasinya mendadak menjadi sangat kritis, namun di balik topeng itu, wajah tampan Ethan justru menunjukkan sebuah seringai yang penuh dengan kecerdasan taktis.
Pertarungan yang sesungguhnya melawan ahli tingkat tinggi dunia kultivasi baru saja dimulai, dan Ethan telah menyiapkan kalkulasi terakhirnya.
[ Peringatan: Kapasitas Daya Sel Nano Karbon: 12%. ]
[ Fungsi Sistem yang Tersedia: Pemindaian Dasar (Aktif), Langkah Bayangan (1 kali penggunaan), Modul Peretas Formasi (Siap). ]
[ Estimasi Kekuatan Target: Tetua Feng (Pemurnian Qi Tingkat 5). Peluang Kemenangan Fisik Langsung: 4,2%. ]
Angka merah yang berkedip di sudut pandang visual Ethan tidak membuatnya panik. Sebagai seorang Assassin yang tumbuh di distrik paling kejam Neo-Veridia, kepanikan adalah cacat logika yang paling cepat mendatangkan kematian. Baginya, keterbatasan daya bukan berarti akhir dari pertarungan; itu hanya berarti dia harus beralih dari metode pembantaian mekanis ke metode manipulasi taktis.
Ethan berdiri tegak di tengah alun-alun yang bersimbah darah. Angin siang menerpa jubah hitamnya yang robek di beberapa bagian, mengekspos sirkuit-sirkuit internal baju besinya yang kini berpendar tidak stabil dalam warna biru redup.
"Menyerahkan pakaian ini padamu?" Suara mekanis Ethan keluar dari modulator helmnya, terdengar lambat dan tenang, seolah ia tidak sedang berada di ujung tanduk. "Kau menginginkan teknologi yang bahkan otak primitif di dunia ini tidak akan mampu memahaminya, Tetua Feng."
"Mulutmu cukup tajam untuk seseorang yang dayanya hampir habis, Anak Muda," Tetua Feng terkekeh sinis. Sebagai seorang rubah tua yang telah hidup ratusan tahun, ia bisa merasakan bahwa pendaran cahaya di baju besi Ethan tidak lagi sekuat dan sestabil sebelumnya. "Di hadapan kekuatan absolut Ranah Pemurnian Qi Tingkat 5, artefak besi anehmu itu tidak lebih dari sekadar rongsokan!"
Tetua Feng menghentakkan kaki kanannya ke atas tanah. Seketika, energi Qi abu-abu yang pekat meledak dari tubuhnya, membentuk pusaran angin tajam di sekelilingnya. Ia mengangkat sepasang tangannya, dan dari balik lengan jubahnya yang lebar, belasan jarum perak spiritual melayang, memancarkan hawa dingin yang mematikan.
"Jurus Jarum Awan Penusuk Jiwa!"
Dengan lambaian tangan, belasan jarum perak itu melesat membelah udara, mengunci setiap titik fatal di tubuh Ethan. Kecepatan proyektil Qi ini jauh lebih tinggi daripada anak panah Geng Serigala Hitam sebelumnya.
[ Deteksi Serangan Terarah. Menghitung Trajektori... ]
Ethan tidak menggunakan Langkah Bayangan untuk menghindar. Dengan perhitungan yang super pintar, ia justru mengangkat senapan plasma panjangnya yang sudah kosong dari punggung, lalu memposisikannya secara diagonal di depan dada sebagai perisai darurat.
Ting! Ting! Ting! Krak!
Jarum-jarum perak berenergi Qi itu menghantam laras senapan plasma taktis miliknya. Kekuatan destruktif Qi tingkat 5 meremukkan komponen siber senapan tersebut hingga meledak dalam cipratan percikan listrik. Ethan terdorong mundur sejauh lima langkah, menyisakan jejak dalam di tanah alun-alun. Dada baju besinya bergetar hebat, menyerap sisa gelombang kejut yang membuat ulu hatinya terasa panas.
Uhuk... Ethan mendesis lirih di balik topengnya. Setetes darah segar mengalir dari sudut bibir tampannya, menetes di dalam kompartemen helm.
"Tuan Ethan!" Dari panggung utama, Mu Rong berteriak histeris. Ia hendak melompat turun untuk membantu, namun Mu Tianbah menahan pundaknya dengan erat.
"Jangan gegabah, Rong'er! Tekanan Qi Tetua Feng terlalu kuat, kau hanya akan mengantarkan nyawamu!" Mu Tianbah memperingatkan dengan wajah pucat, meski tangannya sendiri sudah mencengkeram gagang pedang, bersiap melakukan pertaruhan terakhir demi membela tamu agung mereka.
Tetua Feng tertawa pongah melihat senapan Ethan hancur. "Lihat? Senjata anehmu sudah tidak berguna! Sekarang, menyerahlah sebelum aku meremukkan seluruh tulang di tubuhmu!"
Ethan perlahan menegakkan tubuhnya kembali. Ia menjatuhkan sisa laras senapan plasma yang hancur ke tanah. Alih-alih menunjukkan ketakutan, sepasang matanya di balik visor justru berkilat tajam. Penghancuran senapan tadi sengaja ia lakukan untuk mengulur waktu bagi satu fungsi Sistem yang sejak tadi sudah ia siapkan.
"Sistem, aktifkan Modul Peretas Formasi," bisik Ethan dalam hati. "Target: Formasi Perlindungan Kota Angin Puyuh yang tertanam di bawah alun-alun."
[ Modul Aktif. Memindai Jaringan Formasi Kuno... Ditemukan: Formasi Pengumpul Qi Elemen Tanah. ]
[ Melakukan Peretasan Protokol Energi... 35%... 70%... 100%. Sukses. ]
[ Aliran Qi dari formasi kota kini berada di bawah kendali Sistem Anda. ]
Seketika, tanah di bawah alun-alun mulai bergetar hebat. Di bawah kaki Tetua Feng dan sisa-sisa murid Sekte Pedang Awan, pola-pola garis formasi kuno yang biasanya tersembunyi mendadak menyala terang dalam warna biru siber yang tidak alami—warna yang dipaksakan oleh program peretas Ethan.
"A-apa yang terjadi dengan Formasi Kota?!" Salah satu tetua Keluarga Mu berteriak heran.
Tetua Feng merasakan sirkulasi Qi di dalam tubuhnya mendadak menjadi kacau. Energi spiritual bumi yang biasanya menyokong kekuatannya kini berbalik arah, menarik dan mengunci kakinya ke atas tanah seolah-olah berat tubuhnya bertambah menjadi ribuan ton dalam sekejap.
"Kau... apa yang telah kau lakukan pada formasi ini?!" Tetua Feng menatap Ethan dengan mata melebar penuh horor. Memanipulasi formasi kuno sebuah kota tanpa menggunakan batu spiritual atau mantra adalah hal yang mustahil di dalam logikanya sebagai kultivator.
"Di duniaku, segalanya dikendalikan oleh jaringan kode," Ethan melangkah maju perlahan, pendaran sirkuit di baju besinya mendadak menyala terang kembali, namun kali ini bukan dari daya internalnya, melainkan karena ia menyedot langsung energi dari formasi kota yang telah ia retas.
[ Daya Exo-Suit terisi kembali melalui konversi Qi Formasi: 45%... 80%... ]
"Dan di dunia ini, formasi spiritual kalian tidak lebih dari sekadar sistem operasi usang yang sangat mudah untuk diretas," lanjut Ethan, suaranya yang dalam dan dingin menggema di seluruh alun-alun, menciptakan atmosfer dramatis yang mencekam.