raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
Sebelum pulang Rania ke toilet dulu, tapi seseorang menguncinya di luar dan memberikan tanda toilet nya rusak. Rania panik Rania mencoba membuka nya tapi tidak bisa sudah berteriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengarnya.
Karna memang semua karyawan sudah pulang Rania menangis ketakutan karna toilet nya mati lampu, dengan suara lirih Rania
"ibu tolong Rania sambil menangis karna sudah lelah Rania hanya bergumam lirih"
Arsen yang baru saja keluar dari ruangan nya melihat tas Rania masih di mejanya dan hp nya berbunyi memunculkan nama ibunya Rania yang menelpon.
Arsen mencari Rania "Rania kamu dimana" tapi tidak ada sahutan seorang satpam datang untuk mengontrol
"ada apa pak?"
"Apakah kamu melihat seseorang?
"Tidak semua karyawan sudah pulang"
Arsen mencari ke toilet satu persatu dibukanya tapi tidak ada Rania, tapi samar samar Arsen mendengar suara lirih dari toilet yang rusak Arsen pelan pelan melangkah kan kakinya
"Rania.. Rania... apa kamu di dalam?" Rania yang sudah kehabisan nafas dengan keringat dingin nya cuma bergumam.
Arsen buru buru membuka toilet nya Arsen terkejut karna Rania sudah tidak sadarkan diri. Arsen buru buru membawa Rania ke ruangan nya ke tempat biasa Arsen istirahat.
"Rania bangun Rania kamu dengar aku,tapi tidak ada jawaban badan Rania panas" Arsen terus membangunkan Rania dan Rania perlahan lahan membuka matanya.
"Rania bangun ayo minum dulu"
"aku harus pulang pak ibu dan anak anak pasti mengkhawatirkan ku'
"Tunggu dulu Rania apa kamu mau pulang dalam keadaan seperti ini pasti mereka sangat khawatir"
'Ayo makan dulu sedikit habis itu minum obat istirahat dulu sebentar"
Arsen membawa hp Rania dan memberi pesan kepada ibu Rania bahwa Rania akan menginap di rumah Mira karna dia akan pulang larut malam.
Arsen menyuapi Rania
"kenapa kamu bisa terkunci di toilet Rania?"
"aku tidak tau sebelum nya toilet nya tidak rusak tiba tiba ada yang mengunci ku dari dalam"
Arsen buru buru mengubungi Adi
"cepat kamu lihat cctv dekat toilet Rania terkunci disana ada yang sengaja menguncinya"
"oke tunggu sebentar"
"Kamu istirahat dulu nanti ada seseorang yang akan mengantarkan baju ganti mu,"
Rania merebahkan kembali tubuh nya kepalanya sungguh sangat pusing sekali akhirnya Rania tertidur.
Arsen mengecek cctv yang dikirimkan oleh Adi
"sialan kenapa dia ingin mencelakai Rania lihat saja besok dia akan tau akibat nya sudah bermain main dengan milikku"
Setelah membersihkan tubuh nya Arsen merebahkan tubuh nya di dekat Rania dan Arsen pun terlelap. Rania begitu nyaman memeluk sesuatu yang dia kira guling
Rania meraba rabanya dalam hati nya apa guling ada jenggot nya kok ada kota kotanya kaya roti sobek Rania terus meraba raba nya,sampai dia membuka matanya betapa terkejutnya Rania yang dihadapan nya bukan guling tapi guling hidup.
"Mas bangun kenapa kamu tidur disini?"
"Kenapa Rania ini masih malam tapi kamu sudah berisik Arsen malah merapat kan tubuh nya dan memeluk Rania"
"Mas lepas gak boleh gini aku mau pulang saja"
"tapi Arsen seolah menuli kan telinga nya"
"mas bangun awas aku mau pulang"
Diam Rania atau aku makan kamu,Rania langsung kicep dan mengunci mulutnya. Kalau gini aku yang tidak bisa tidur dalam hati Rania.