NovelToon NovelToon
SUAMIKU TERNYATA CEO

SUAMIKU TERNYATA CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari dari Pernikahan / Percintaan Konglomerat / Cinta Beda Dunia
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Bear

Siska menikahi Kevin karena cinta, meski harus hidup dalam kesederhanaan. Ia percaya kebahagiaan tidak diukur dari harta.

Namun ketika himpitan ekonomi semakin berat dan harapan terasa semakin jauh, Siska memilih pergi.

Ia tidak tahu bahwa Kevin bukan pria miskin seperti yang ia kira.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, rahasia terungkap—dan cinta diuji oleh penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Bear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nama yang Terkubur Hujan

Hujan turun sejak sore.

Bukan yang bikin banjir.

Bukan yang gaduh.

Tapi yang tipis…

yang bikin udara dingin,

dan pikiran ikut sendu.

Kevin berdiri di balkon rumah besar itu.

Lampu taman memantulkan bayangan samar di lantai basah.

Seperti potongan kenangan…

yang muncul tanpa izin.

Pintu balkon terbuka pelan.

“Kok sendirian aja?”

Suara Siska lembut.

Tapi malam ini… ada getar yang berbeda.

Kevin menoleh.

“Lagi pengen diem aja. Kamu kenapa belum tidur?”

Siska berdiri di sampingnya. Rambutnya sedikit lembap.

“Aku nggak bisa tidur.”

“Kenapa?”

Hening.

Hanya suara hujan.

“Kev…”

Siska menatap lurus ke matanya.

“Ada sesuatu yang belum pernah aku ceritain.”

Kevin langsung pasang wajah tegang.

“Serius amat? Kamu bikin aku deg-degan.”

Siska tersenyum tipis.

“Maaf. Tapi ini penting.”

Napasnya ditarik dalam.

Lalu—

“Aku kenal sama orang yang dulu menculik kamu.”

Dunia seperti berhenti.

Kevin membeku.

“Apa?”

“Aku nggak tau waktu itu kalau itu kamu,” Siska cepat menjelaskan. “Aku masih kecil. Aku cuma tau… ayahku sering kedatangan tamu aneh. Mereka ngomongin soal ‘anak komisaris’.”

Kevin mundur selangkah.

“Ayah kamu… terlibat?”

Siska langsung geleng keras.

“Nggak! Ayahku cuma dipaksa. Dia punya utang sama orang itu.”

“Siapa dia?”

Nama itu terasa seperti bayangan lama.

Siska menelan ludah.

“Aku baru sadar beberapa hari lalu. Waktu aku lihat dokumen lama di ruang kerja ayahmu.”

Kevin terdiam.

“Aku pernah lihat foto anak kecil di meja tamu rumahku dulu,” lanjut Siska pelan.

“Waktu itu aku nggak ngerti siapa. Tapi waktu aku lihat foto kamu kecil… aku inget mata itu.”

Kevin memejamkan mata sesaat.

Kenangan desa terpencil.

Rasa takut.

Malam panjang tanpa orang tua.

Semua terasa lebih rumit sekarang.

“Kenapa baru cerita?” suaranya pelan.

“Karena aku baru ngerti sekarang,” jawab Siska lirih.

“Aku takut kamu marah.”

Kevin tertawa kecil. Hambar.

“Aku bahkan belum tau harus ngerasa apa.”

Hujan makin deras.

Angin meniup tirai.

“Jadi ayah kamu tau rencana penculikan itu?” Kevin bertanya.

Siska mengangguk pelan.

“Dia tau. Tapi dia nggak setuju. Dia cuma nggak punya pilihan. Kalau nolak, aku dan ibu yang kena.”

Sunyi.

Air mata Siska jatuh pelan.

“Aku nggak ada hubungannya sama itu, Kev. Aku juga korban.”

Kevin menatapnya lama.

“Aku tau.”

Kalimat itu sederhana. Tapi tegas.

“Aku cuma butuh waktu buat mencerna.”

Siska menunduk.

“Aku siap kalau kamu butuh jarak.”

Kevin langsung menggeleng.

“Jangan ngomong gitu.”

Ia melangkah mendekat.

Menggenggam tangan Siska yang dingin.

“Kita nggak bisa milih lahir di keluarga kayak apa,” katanya serius.

“Tapi kita bisa milih jadi siapa.”

Tangis Siska pecah.

“Aku takut kehilangan kamu gara-gara masa lalu yang bukan salahku…”

Kevin menariknya ke pelukan.

“Kamu nggak akan kehilangan aku cuma karena bayangan orang lain.”

Hujan turun makin deras.

Tapi di antara mereka… hangat.

Keesokan paginya.

Kevin berdiri di depan ruang kerja ayahnya.

Arman Pratama duduk di balik meja besar. Wajahnya makin pucat, tapi sorot matanya tetap tajam.

“Ada apa, Kev? Pagi-pagi udah serius.”

Kevin duduk.

“Aku mau tanya soal orang yang dulu menculik aku.”

Tangan Arman yang memegang cangkir teh berhenti di udara.

“Kamu tau sesuatu?”

“Siska tau orang itu.”

Alis Arman terangkat.

Kevin menceritakan semuanya.

Tentang ayah Siska.

Tentang tamu misterius.

Tentang nama di dokumen lama.

Ruangan terasa berat saat cerita selesai.

“Ayahnya Siska memang pernah bekerja untuk orang kepercayaan musuhku,” Arman berkata akhirnya.

“Tapi dia cuma pion.”

Kevin mengangguk.

“Aku nggak nyalahin dia. Aku cuma pengen tau… siapa dalangnya.”

Arman menarik napas panjang.

“Namanya…”

Hening.

“Surya Darma.”

Nama itu jatuh seperti palu.

“Dulu dia rekan kerjaku,” lanjut Arman.

“Kami sama-sama di kepolisian. Tapi dia memilih jalan gelap. Bisnis ilegal. Pengkhianatan.”

Kevin mengepalkan tangan.

“Ayah yang menjatuhkannya?”

Arman mengangguk pelan.

“Dan dia membalas dengan menculikmu.”

Semua masuk akal sekarang.

“Dia masih hidup?”

“Masih,” jawab Arman tegas.

“Bersembunyi. Selama bertahun-tahun aku mencari dia… sama seperti aku mencari kamu.”

Kevin berdiri, menatap jendela.

“Kalau dia tau aku sudah kembali…”

“Dia mungkin akan muncul,” Arman menyambung.

“Dan kali ini, aku nggak akan biarkan dia menyentuhmu lagi.”

Kevin menoleh.

“Aku nggak mau cuma dilindungi. Aku mau tau semuanya.”

Tatapan Arman berubah.

Ada kebanggaan di sana.

“Kamu sudah dewasa,” katanya pelan.

“Mungkin memang sudah waktunya.”

Di sudut kota yang jauh dari rumah mewah itu—

Seorang pria berusia lima puluh tahun duduk di kursi kayu tua.

Di tangannya ada foto anak kecil.

Wajahnya samar diterpa cahaya lampu redup.

Surya Darma tersenyum tipis.

Di meja ada koran.

Berita tentang kegiatan sosial Arman dan putranya yang kembali.

“Jadi kamu sudah kembali…”

Senyumnya dingin.

“Permainan lama belum selesai, Arman.”

Hujan di luar jendela turun deras.

Seolah menandai—

Masa lalu yang terkubur…

Telah bangkit.

Dan kali ini—

Bukan cuma Kevin yang harus menghadapi bayangan itu.

Siska pun berdiri di garis tipis antara cinta…

dan sejarah kelam keluarganya sendiri.

Babak baru dimulai.

Dan badai yang sesungguhnya—

Belum datang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!