NovelToon NovelToon
Menjadi Selebgram Hot

Menjadi Selebgram Hot

Status: tamat
Genre:Patahhati / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Lara Handaka si Cupu memutuskan bunuh diri saat melihat Arya kekasihnya selingkuh dengan adik tirinya, Anggi.

Beruntung Lara diselamatkan oleh Agni seorang selebgram. Sayangnya, Agni meninggal saat menyelamatkan Lara.

Setelah terbangun dari koma, Lara memiliki kemampuan Agni dan berani melawan Ibu dan saudara tiri yang selama ini menindasnya. Lara menjadi setengah Agni dan setengah Lara. Lara juga mencintai Ditya, sahabat Agni yang diam-diam Agni cintai.

Sayangnya, Ditya curiga kalau Lara adalah penyebab Agni meninggal bukan karena bunuh diri seperti yang diberitakan media. Mampukah Lara menghadapi semua cobaan hidupnya dan mendapatkan hati Ditya? Mampukah Lara membalas dendam di kehidupan kedua yang diberikan padanya?


Karya ini ikut kontes Mengubah Takdir. Mohon dukungannya dengan like, komen, ⭐⭐⭐⭐ dan add favorit 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasanya Diinginkan

Lara

Semua terasa seperti mimpi bagiku. Niat awal aku dan Papa pergi ke Kusuma Corporation hendak ingin membahas tentang kerjasama di antara dua perusahaan malah berubah arah menjadi perjodohan antara 2 orang pemilik perusahaan besar.

Aku tak pernah menyangka kalau Ditya Kusuma akan menerima perjodohan kami. Ditya itu tampan, gagah, baik hati dan sangat pintar. Tentu banyak wanita di luar sana yang mengidolakan dan ingin menjadikannya sebagai suami. Kenapa Ditya harus mau padaku?

Ditya pasti pernah melihat wajahku sebelum aku melakukan perawatan. Aku, Lara Handaka Si Cupu yang baru-baru ini saja terlihat cantik. Selama ini aku tuh cuma seorang yang bahkan saking cupunya, Arya saja sangat jijik melihat penampilanku. Kenapa Ditya malah mau dengan wanita sepertiku?

Meski ada sedikit kecurigaan dalam diriku, namun rasa bahagia yang begitu membuncah mengalahkan semuanya. Mengalahkan akal sehatku dan membuatku percaya kalau semua ini bukanlah mimpi.

"Ditya setuju, Lara setuju dan kita berdua sebagai orang tua juga setuju. Sungguh perjodohan yang dipermudah karena memang mereka sudah jodohnya." ujar Bapak Kusuma dengan senyum penuh kebahagiaan.

"Tentu saja! Kita berdua akan menjadi besan dan rekan bisnis yang solid. Jadi kapan kita akan menikahkan kedua anak kita?" sahut Papa yang terdengar tak sabaran.

Aku dan Ditya saling berpandangan. Menikah? Secepat itu? Ini kan baru wacana, bukannya beneran perjodohan?! Eh... iya kan?

Ditya tersenyum dan menatapku seakan berkata kalau dia tak masalah kapan pun dilangsungkan pernikahan. Loh? Semudah itu? Beneran? Aku akan dinikahi oleh Ditya?

"Ditya sih kapan saja siap." ujar Ditya dengan penuh keyakinan.

Keningku sampai berkerut mendengar perkataan Ditya. Aku menatapnya seraya bertanya lewat tatapan tanpa suara, "Kamu serius Dit? Kamu mau nikahin aku? Enggak salah orang?"

Ditya malah tersenyum dan mengangguk ke arahku. Itu cara dia menjawab keraguanku sejak tadi.

Baik Bapak Kusuma maupun Papa Handaka, keduanya tertawa senang mendengar perkataan Ditya yang penuh keyakinan tersebut. "Apa saya bilang?" Bapak Kusuma menepuk lagi bahu Ditya dengan penuh rasa bangga. "Anak saya ini suka sekali dengan anaknya Pak Handaka?! Ditya ini orangnya pemalu. Nggak beda jauh sama Lara. Memang banyak perempuan yang menyukai Ditya, tapi dia tuh selalu acuh. Saya dengar, mereka berdua tuh sering mengobrol dengan akrab saat syuting dari para karyawan. Saya mulai curiga jangan-jangan Ditya memang menaruh hati pada Lara?"

"Benarkah? Pantas saja Nak Ditya ini langsung mengiyakan tanpa perlu berpikir panjang lagi. Rupanya, benih-benih cinta di antara mereka memang sudah tertanam sebelumnya. Ibaratnya, kita berdua itu ngasih kesempatan kepada mereka untuk berani melangkah maju ke depan." kata Papa dengan wajah yang tersenyum bahagia sambil berbicara.

"Karena itu, untuk menunjukkan keseriusan Ditya, saya dan keluarga akan datang ke rumah Bapak Handaka untuk melamar langsung putri Bapak yang cantik ini." ujar Bapak Kusuma.

Aku mau dilamar? Enggak salah nih? Ditya akan datang dan melamarku? Ya Allah... Mimpi apa aku semalam? Kayaknya, selama ini aku cuma memimpikan tentang Agni, Agni dan Agni deh. Apakah mimpi tentang Agni adalah suatu keberuntungan bagiku?

"Tentu saja! Saya sekeluarga akan menyambut kedatangan keluarga Bapak Kusuma dengan tangan terbuka. Saya tak sabar menunggu kedatangan kalian. Saya juga tak sabar ingin segera memiliki menantu. Apalagi saya sudah tahu menantu saya tuh sehebat Ditya!" ujar papa yang sejak tadi terlihat sekali sangat berbahagia.

Pembicaraan tentang acara lamaran pun terus berlanjut. Rencananya, dalam waktu dekat Ditya beserta keluarga akan datang ke rumahku untuk melamar. Setelah kesibukan kedua belah pihak mulai agak senggang. Susah mencari waktu untuk bertemu antara dua pemimpin perusahaan besar ini. Sama-sama sibuk dan banyak kepentingan.

Kami lalu mulai membahas ke tujuan inti kami datang ke perusahaan Kusuma Corporation. Membicarakan bisnis sambil sesekali menggodaku dan Ditya yang kedapatan curi-curi pandang. Rasanya aku ingin mengajak Ditya berbicara empat mata dan aku ingin bertanya apakah Ia memang serius ingin menikahiku?

Bak gayung bersambut, selesai meeting antara Papa dan Bapak Kusuma, Ditya yang mengantar kami sampai ke depan lalu meminta izin pada Papa agar kami bisa berbicara berdua. Papa mengerti kalau memang banyak hal yang harus kami berdua bicarakan. Papa pun memberikan izin dan pergi ke kantor tanpa diriku.

Ditya lalu mengajakku ke basement tempat mobilnya diparkirkan. Rupanya kami takkan berbicara di kantor karena akan memancing banyak gosip tentunya. Sepanjang jalan, kami berdua sama-sama terdiam. Ditya fokus mengemudikan mobilnya dan aku asyik melihat pemandangan di luar, mencari kesibukan agar detak jantungku tak terus bertalu kencang saat berada di dekat Ditya.

Ditya lalu memberhentikan mobilnya di sebuah cafe keluarga yang siang ini lumayan ramai. Aku turun dan Ditya memilih tempat yang agak sepi agar kami bisa berbicara dengan leluasa. Ditya pun memilih berbicara di lantai 2 cafe.

"Kebetulan kita datang di jam makan siang. Kamu mau makan apa? Disini tuh yang rekomen adalah nasi tim dan masakan seafoodnya. Kalau kamu pernah nyoba nasi tim di tempat lain, kamu pasti akan setuju kalau nasi tim di tempat ini tuh yang paling enak." Ditya sedang promosi seperti layaknya cafe milik sendiri.

"Sepertinya, kamu sering ya ke cafe ini? Kok sampai hafal sekali mana yang enak dan mana yang enggak?" aku setuju memesan menu yang direkomendasikan oleh Ditya. Ia juga merekomendasikan teh tarik yang katanya enak di sini.

"Dulu, aku suka ke sini dengan sahabatku. Karena itu, aku hafal mana menu yang enak dan mana yang enggak. Kamu juga bisa coba cemilan yang ada di sini kaya kue brownies, risol dan kue pukisnya juga enak. Nanti habis kita makan kita pesen ya cemilannya."

Aku mengangguk setuju. Suasana cafe ini memang enak. Di lantai bawah, ada taman bermain anak-anak yang ada perosotan dan ayunannya. Kami memilih di lantai 2, ruangan ber-ac yang bisa melihat pemandangan sekitar. Ditya bilang, di lantai 3 juga ada rooftopnya. Tetapi karena hari ini matahari bersinar sangat terik, lebih baik kami di tempat ber-ac saja.

"Aku mau minta maaf sama kamu." Ditya memulai percakapan dengan meminta maaf.

"Minta maaf? Untuk apa ya?" tanyaku dengan heran.

"Aku sudah menyetujui pernikahan kita tanpa menanyakan pendapat kamu terlebih dahulu. Seharusnya, sebelum mengiyakan apa yang disepakati kedua orang tua kita, aku bertanya dulu sama kamu. Aku udah kepedean dan berpikir kalau kamu bakalan mau menikah denganku. Aku enggak akan memaksa kamu. Namun, saat mendengar kedua orang tua kita ingin menjodohkan kita berdua, aku sangat senang dan aku memang menginginkan perjodohan ini."

Aku tak bisa berkata-kata lagi. Apa yang Ditya ucapkan membuatku melambung tinggi sampai ke langit ketujuh. Aku kini seperti seorang peri yang sedang terbang tinggi dengan sayapku yang mengepak sempurna tanpa celah. Merasa sangat bahagia. Aku merasa diriku sangat diinginkan.

"Kamu serius? Kita belum cukup mengenal satu sama lain loh! Kamu belum tahu siapa aku dan aku juga nggak banyak tahu tentang kamu?!" aku menyembunyikan kebahagiaanku dan terlihat tenang meski jantungku terus berdegup kencang.

"Karena aku ingin mengenal kamu lebih jauh, aku mau memulai hubungan ini dengan lebih serius lagi. Seperti kata Papa, kita bisa saling mengenal karena kita selalu bersama. Aku tahu sejak kamu memegang perusahaan Papa kamu, kamu terlihat lebih lelah. Kamu terlihat lebih kurus dan aku tahu kamu lebih suka menjadi seorang selebgram dibanding pemimpin perusahaan. Entah apa alasan kamu terjun ke perusahaan yang sama sekali nggak kamu minati. Aku cuma ingin bisa membantu kamu, agar kamu nggak terlalu lelah. Awalnya aku mau menawari kamu bantuan dalam manajemen perusahaan. Namun saat tahu kalau ternyata kita bahkan dijodohkan, kenapa tidak? Maaf aku bukan bermaksud ingin menguasai perusahaan Papa kamu. Aku hanya ingin kamu sebagai istriku. Sebelum ada laki-laki lain yang juga menginginkan kamu seperti aku. "

Siapa yang tidak akan meleleh hatinya saat seorang laki-laki tampan berkata Ia menginginkan dirimu sebagai istrinya? Itulah yang aku rasakan saat ini. Hatiku amat berbunga-bunga saat tahu kalau Ditya menginginkanku sebagai istrinya.

*****

1
☠🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦 𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
goblok ih kenapa sampek segitunya ama cowok, sampek buat rawat diri aja kagak bisa 🤦🏼‍♀️
Aysana Shanim
Ceritanya baguss kaak..
Selain cerita the buntungers, aku suka banget sama lara ditya 🫶🫶🫶
Aysana Shanim
Okeee mulai ada benang merahnya nih
Aysana Shanim
Ooh pantes lara nggak merasa asing pas pertama kesitu.
Aysana Shanim
😭😭😭😭
Aysana Shanim
Novel kak author ternyesek sih ini. Ya ampuun kemana aja aku selama ini 😭😭😭
Aysana Shanim
Nangis terus aku bacanya ini 😭
Aysana Shanim
Sediihh banget 😭😭😭
Aysana Shanim
Bima 😭
Aysana Shanim
Bimaa kamu sebaik ini 😭😭😭
Aysana Shanim
Sudah kuduga bakalan begini
Aysana Shanim
Mengandung bawang banget ceritanya 😭
Aysana Shanim
Jadi takut deh
Aysana Shanim
Benerr nih dit??
Aysana Shanim
Aku masih ragu beneran nggak ya dia suka lara tulus
Aysana Shanim
Takut ada maksud lain nanti lara yg terluka 🥲
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪
Aysana Shanim
Cinta itu buta ya.. jadi mau ngelakuin apa aja 🙂‍↔️
Aysana Shanim
Oalaaah pantesan dia dibiliang jelek 😭
Aysana Shanim
Kacung kampret kayak leo 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!