NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikahi Tuan Muda Duda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan
Popularitas:55.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: duwi sukema

Humaira sejak kecil hidupnya dihabiskan di pesantren mencari ilmu, ia juga tidak pernah jatuh cinta hingga suatu saat ayahnya sakit ia harus kembali pulang menunggu ayahnya yang sedang koma.

Setelah ayahnya sadar ia harus dijodohkan dengan anak yang telah membantu biaya penyembuhan ayahnya harus menikahi seorang duda beranak.

Setelah melangsungkan pernikahan Raka membuat kontrak perjanjian selama satu tahun pernikahan setelah itu mereka akan bercerai.

Namun dengan seiringnya waktu Aira mulai jatuh cinta kepadanya tetapi Raka sangat membencinya, dan sering menyakiti Aira. Akankah cinta Aira terbalaskan atau sebaliknya yang membuatnya semakin terluka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23.Penasaran

"Kamu itu ya wanita hanya menghabiskan uangku saja, tidak ada gunanya, seharusnya kamu tahu waktu, pasti kamu senang bisa menikah dengan orang kaya sepertiku, kamu itu sama saja seperti wanita lainnya yang mau menjual dirimu hanya karena harta yang kamu inginkan, kamu juga mau apa saja bisa tinggal gesek," hina Raka.

"Cukup mas, cukup, saya tidak seperti yang mas pikirkan," kata Aira menahan air matanya.

"Memang benarkan itu kenyataan dirimu, yang menjual harga dirimu agar kamu bisa hidup mewah," hina Raka dengan senyum sinisnya.

Plak, tanpa sengaja Aira menampar pipi Raka yang geram atas hinaan yang Raka berikan.

Raka memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari Aira, "Kamu sekarang berani ya sama saya."

Raka berjalan menghampiri Aira dengan emosi yang mengebu-gebu yang seperti ingin meluap. Penuh dengan tatapan yang sangat menakutkan, ia segera melayankan tangannya ke wajah Aira.

Aira yang tahu kesalahnya menampar wajah Raka, melihat Raka mengangkat tangannya Aira segera bersujud memohon maaf.

"Maaf mas, saya terlalu emosi mendengar hinaan darimu." Lirih Aira sambil menanggis menahan rasa sakit hati atas hinaan yang ia Raka lakukan serta rasa sakit atas cengkraman di lengannya.

"Mudah sekali kamu mengucap minta maaf, setelah membuat wajahku terluka."

"Biar Aira obati mas," kata Aira. Padahal lengannya saja terasa sakit atas cengkraman Raka ia hanya bisa menahannya.

"Tidak perlu, kau malah akan membuat wajahku jadi buruk rupa, mana kartu card yang saya berikan kepadamu dulu, kamu itu hanya akan menghabiskan uangku untuk kesenangmu sendiri, saya akan memberimu uang khas untuk gajimu setiap bulannya," tegas Raka.

Aira segera mengambil kartu card yang Raka berikan saat melakukan kontrak pernikahan, Aira segera memberikannya kepada Raka, toh kartu card itu juga tidak pernah ia gunakan, ia hanya mengunakan satu kali penarikan pengeluaran dua juta saat ia gunakan untuk membeli peralatan mendesain saat ia belum memiliki pendapatan.

"Terimakasih mas sudah memberikan kartu card ini padaku, adanya kartu card ini saya bisa membeli apa saja yang saya inginkan. Setiap hari saya bisa berbelanja sesuka hatiku, terimakasih banyak atas uangmu, ini saya kembalikan," ucap Aira meletakan kartu card di tangan Raka.

Aira segera meninggalkan Raka yang di ruang tamu, ia segera menaiki tangga menuju kamarnya. Aira segera masuk ke dalam kamar mandi menguyur tubuhnya di bawah guyuran shower, untuk meredakan emosi serta pikirannya.

Semakin dia membuatku terluka, semakin banyak pula saya jatuh cinta, oh Tuhan kenapa harus begini? Bagaimana saya menghilangkan rasa cintaku padanya yang semakin hari semakin bertambah banyak. Bagaiman jika ia tidak akan pernah membuka hatinya buat hamba, mungkin hamba akan semakin menderita menahan rasa cinta ini lirih Aira di bawah guyuran shower yang masih menyala.

Merasa tubuhnya telah kedinginan, ia segera menyudahinya, lalu mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadahnya. Setelah melakukan ibadah shalat isya, ia berdzikir dan melantunkan ayat-ayat Al-Quran untuk menghilangkan rasa sakit atas ucapan Raka. Aira berdoa memohon petunjuk atas rumah tangganya.

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi karunia.

“Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

“Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.”

Setelah selesai berdoa Aira segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil tengkurap, dengan memainkan pensil di tangannya membuat skesta yang akan menghasilkan pundi-pundi baginya. Namun belum sampai terselesaikan ia sudah terlelap dalam mimpinya.

****

Perusahaan Raka

Raka yang sedang duduk di kursi kebesarannya, ia segera mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Raka segera membuka aplikasi golden point of sale atau my backing untuk mengecek pengeluaran kartu card yang ia berikan kepada Aira.

Raka membulatkan matanya terkejut saat melihat data penarikan pengeluaran kartu card yang ia berikan hanya melakukan satu kali penarikan itu pun hanya dalam jumlah dua juta.

Raka heran, terhadap Aira. Padahal dia selalu membelikan main Nathan, dia juga sering berbelanja barang-barang branded. Raka berpikir itu pasti kemungkinan mengunakan uang mamanya, ia segera menghubungi mamanya untuk menanyakan hal tersebut.

📞📞 Mama

📞📞 Raka

Mama Mia yang sedang di taman belakang bersama Nathan memberi makan ikan, mendengar ponselnya berbunyi yang berada di gazebo ia segera mengambilnya. Melihat yang melakukan panggilan masuk Raka ia segera mengeser tombol hijau.

"Assalamualaikum, mah," sapa Raka.

"Waalaikumsalam, ada apa Ka?" jawab mama di dalam saluran telephone.

"Mah, Raka mau tanya, tapi jawab jujur ya, mah?"

"Tanya apa? Sepertinya penting banget," ucap mama penasaran.

"Mama, apa memberikan sejumlah uang kepada Aira, mah?" Tanya Raka ragu-ragu.

"Tidak Ka, kemarin mama ajak dia ke butik tante Retno, rencananya mama yang membayarnya tapi malah belanjaan mama, Aira juga yang membayar, memang ada apa, nak?" tanya mama semakin penasaran.

"Tidak apa-apa mah, ya sudah Raka kerja dulu, salam buat Nathan," putus Raka mematikan panggilan telephonenya.

Sebenarnya dari mana dia dapat uang banyak seperti itu, saat di jodohkan saja karena ia ingin membalas jasa papa atas biaya operasi ayahnya gumam Raka bertanya dalam hatinya.

****

Di kampus

Aira bersama para sahabatnya berjalan menuju cafe di seberang jalan di dekat kampus, untuk makan siang bersama.

Kini mereka telah duduk di ujung pojok dengan menikmati keindahan jalanan, serta pemandangan taman kampus yang terlihat dari dalam cafe karena dinding cafe terbuat dari kaca hingga tembus pandang.

Mereka tengah menikmati makan siang dengan menu pesan yang berbeda-beda, Aira memilih big salad serta tea based matcha blend.

"Hai, apa saya boleh gabung?" Tanya Daniel yang baru saja turun dari panggung langsung menhampiri Aira.

Aira hanya diam tidak menjawab juga merespon perkataan Daniel, ia lebih memilih menikmati saladnya.

"Boleh dong kak," sahut Nia.

"Terimakasih, kalian baik banget, oya agar lebih akrab kita kenal, kemarin kitakan belum sempat kenalan," ucap Daniel basa-basi.

"Boleh juga kak, saya Nia," jawab Nia dengan semangat mengulurkan tangannya.

"Daniel."

"Ema."

"Haikal," jawab Haikal berjabat tangan.

"Apa saya boleh jadi teman kalian?" tanya Daniel.

"Boleh dong," kata Nia antusias menjawab setiap perkataan sang pangeran kampus.

"Aira kemarin saya melihat kamu, bersama anak kecil juga wanita paruh baya, apa itu mama juga adik kamu ya?" tanya Daniel penasaran.

"Itu anak saya, juga mama saya," jawab Aira dengan santai sambil meminun tea based matcha blend.

"Aira," kata Nia dengan terkejut. Ia mengira jika perkataan Aira di mall kemarin hanya bercanda namum sekarang Aira mengucapkan lagi, ia merasa penasaran akan kehidupan Aira yang sebenarnya.

***

Jangan lupa like juga komen ya biar saya smgt untuk menghayal lagi...😘😘😘 smg tdk prnh bosan dengan kry sya yg kurang smpurna...😘😘😘

1
syaharman sulthan
kata malaikat itu kan halal
Aminah Badai
#kaku
Aminah Badai
kamu bgt thor raka'a visual'a kurang pas ama aira.... maaf thor hanya berusaha mengutarakan isi hati aja kok
Warni Rizki
Kecewa
Warni Rizki
Buruk
Noerlina Akbar
Luar biasa
Dela Anisa
lama bngt ya 5 jam . saya dlu paling lama 3 jam untuk mnta kuliah bahasa .. trkecuali mata kuliah utama designer itu bisa 5 jam .
Dela Anisa
aktor Raka nya jgan dia Napa tidak cocok .. 😍
Aan Aminah
Lumayan
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
Warisah
sudah tanat kah
nurul nazmi
bagus
Dahlia Anwar
tolol si Aira bego harus nya di samperin kenapa di tinggal pergi
Dahlia Anwar
laki laki seperti dia itu harus nya di bumi hanguskan
Dahlia Anwar
laki laki tolol bego
beybi T.Halim
sangat membantu klo tempat wisata disebutkan siapa tau kita BS main2 berwisata kesana..,terbaiklah.,
Marhaban ya Nur17
kan keliatan banget ini mah yg nyosor ceweknya wkkwkkwkw , mahalan dikit lah napa masa pake hijab ko gamfangan se 😫🤔
Marhaban ya Nur17
kesane gampang y aira 😁
Marhaban ya Nur17
lebay amat se tokohnya
Marhaban ya Nur17
bahasa e g nyambung y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!