Vella mariska, wanita berusia 24 tahun yang belum pernah pacaran. Tiba-tiba dilamar oleh seorang duda kaya yang bercerai karena istrinya memilih pergi bersama pria lain bernama davin.
Duda itu bernama bima argantara, Cucu dari surya argantara seorang pebisnis sukses. Merupakan pria yang sudah sangat mapan dan tentunya tulus mencintai vella. Diawal pernikahan mereka baik-baik saja. Namun ketentraman itu tak berlangsung lama. Mantan istri bima kembali dan mengganggu hubungan mereka. Mantan istri bima mengetahui rahasia yang selama ini telah disembunyikan kakek surya dari semua orang. Yaitu tentang masalah kebakaran di pabrik milik ayah vella 22 tahun lalu, yang merenggut nyawa ibu vella. Dia menggunakan itu untuk memecah hubungan bima dan vella. Dia tidak rela melihat vella yang hidup bahagia bersama mantan suaminya. Sementara dirinya hidup sengsara karena setelah bercerai dari bima, davin malah menikahi perempuan pilihan orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Di rumah sakit, vella tertidur diatas kursi ruang tunggu. Fadly duduk tak jauh darinya, dia menemani vella dari semalam. Vella terbangun, dan langsung melihat ayahnya dari pintu kaca. Ayahnya masih saja belum sadarkan diri. Kemudian vella membangunkan fadly yang tidur dengan posisi duduk sejak semalam. Dia membuka matanya.
"Ah iya udah pagi, gimana ayah kamu udah siuman?" Tanya fadly
"Belum pak, Pak fadly pulang aja deh kan udah dari semalem disini. Pasti capek banget. Oh iya saya izin nggak masuk sampai ayah saya sembuh, soalnya nggak ada yang jagain selain saya sendiri." Ucap vella
"Iya, kamu nggak usah masuk dulu. Saya pengen banget nemenin kamu disini, tapi saya ada urusan kerjaan. Kamu baik-baik disini ya, saya pulang dulu." Ucap fadly.
Saat ini vella duduk sendirian menunggu ayahnya sadar. Dia merenung, dia takut kalau ayahnya pergi meninggalkannya. Karena sekarang dia hanya punya ayahnya.
"Oh iya, kalau aku kelamaan cuti gimana biaya rumah sakit ini ya? Tapi kalau aku tinggal kerja siapa yang jaga ayah. Duh jadi bingung." Vella berbicara sendiri
Saat termenung memikirkan itu, hp vella terus berbunyi. Ternyata banyak sekali pesan masuk di grup chatnya. Teman semasa SMA-nya akan mengadakan acara reuni besok. Vella pun langsung menulis pesan di grup kalau dirinya tak bisa hadir dikarenakan ayahnya sedang dirawat di rumah sakit. Semua turut mendoakan agar ayah vella cepat sembuh.
Tringg.. tring.. tring.. Bunyi notifikasi hp lisa yang teegeletak di meja. Saat ini lisa sedang sarapan, dia meraih hpnya yang terus berbunyi.
"Dih apaan sih pagi-pagi udah rame aja ini grup chat." Ucap lisa sambil menscroll-scroll chat.
"Oh jadi mau ada acara reuni. Eh tunggu ini kenapa pada doain cepet sembuh, siapa yang sakit?
Lisa terus menscroll chat di hpnya itu, sampai akhirnya dia menemukan chat vella yang mengatakan ayahnya dirawat di rumah sakit. Tanpa basa-basi lisa langsung menelfon sahabatnya itu untuk meminta kebenarannya.
"Halo vell? Bener ayah lo di rawat di RS?" Tanya lisa
"Halo, iya lis. Ayah gue semalem ditemuin nggak sadarkan diri dirumah sama pak fadly. Sampek sekarang ayah gue belum sadar juga." Jawab vella
"Gue turut sedih, semoga pak arman cepet sadar ya. Oh iya maaf ya gue belum bisa kesana sekarang. Soalnya banyak pesenan bunga hari ini. Tapi gue janji setelah gue ngerjain semua pesanan gue kesana." Ucap lisa
"Enggak papa kok lis, gue cuma minta doanya aja." Ucap vella.
...----------------...
Jam 10 pagi, vella masih tetap berada di kursi ruang tunggu. Ada dokter yang masuk ke kamar ayahnya. Dia langsung berdiri dan melihat dari luar pintu kaca. Dokter memeriksa pak arman bersama suster. Di luar vella cemas menunggu. Saat dokter keluar dia langsung menanyakan keadaan ayahnya.
"Pak dokter, gimana keadaan ayah saya?" Tanya vella
"Saat ini belum ada perkembangan, Detak jantungnya malah semakin melemah. Berdoa saja semoga ayah anda cepat sadarkan diri. Saya permisi dulu." Ucap dokter yang kemudian meninggalkan vella.
Vella semakin merasa cemas mendengar perkataan dokter. Dia ingin sekali mendekat pada ayahnya, namun saat ini tidak ada yang boleh masuk ke dalam selain dokter dan perawat. Vella hanya bisa menatap ayahnya dari balik pintu kaca.
"Ayah, ayah harus kuat. Vella disini, ayah harus sembuh." Ucap vella lirih
Di kantor jaya ekspedisi, Siska merasa senang karena tidak melihat keberadaan vella. Dia pikir rencananya semalam itu berhasil.
"Rasain itu cewek gatel, hari ini dia nggak ada disini. Semoga aja semalem dia beneran diculik sama preman. Secara jalanan itu kan sepi. Akhirnya pengahalang gue sama pak fadly musnah." Ucap siska lirih dengan ekspresi yang bahagia.
Aryo sedang sibuk menata paket yang akan diantarnya. Dia menyadari ketidakberadaan vella disana.
"Vella kok nggak masuk ya, apa dia belum balik dari bandung? Tadi lewat depan rumahnya juga sepi banget. Biasanya kalau pagi pintu rumahnya selalu kebuka. Mungkin pak arman pergi kali ya," Aryo berbicara sendiri
Tak lama kemudian mobil fadly memasuki area parkir kantor. Siska langsung memgambil kaca dan merampikan make upnya.
"Pokoknya pak fadly harus fokus sama kecantikan gue. Si cewek gatel itu kan nggaka ada. Pokonya pal fadly harus jadi milik gue." Ucap siska
Fadly berjalan memasuki kantor, dia menyapa semua kurir disana. Siska menyambutnya dengan senyum yang sengaja dimanis-maniskan.
"Siska kamu beda ya hari ini." Ucap fadly sambil menatap dan tersenyum kearah siska
"Beda gimana pak?" Tanya siska
"Make up kamu yang beda." Jawab fadly
Siska merasa gr, dia pikir fadly pasti terpesona dengan penampilan dan kecantikannya hari ini. Baru begitu saja dia sudah salah tingkah. Siska memainkan rambutnya sendiri sambil tersenyum-senyum.
"Sepertinya aku berhasil, Nggak sia-sia tadi dandan 3 jam. Pasti pak fadly mau muji aku cantik." Ucapnya dalam hati kegirangan.
"Ah saya nggak pakai make up kok pak. Cantik alami ini." Ucap siska berbohong agar kesannya dia cantik tanpa make up
"Oh kamu nggak pakai make up, Tapi maaf itu pipi kamu merah banget kaya orang bekas di tampar."
Siska langsung malu mendengar perkataan fadly. Setelah fadly masuk ke ruangannya. Dia mengambil kaca dan melihat wajahnya sendiri. Aryo cekikikan mendengar perkataan fadly pada siska.
"Ahahahah.. kek orang ditamapar ahaha.." Tawa aryo disusul kurir lain.
Siska hanya menatap dengan sinis. Dia menghapus make upnya yang memang lebih tebal dari biasanya. Fadly keluar dari ruangannya menghampiri siska.
"Sis kamu gantiin kerjaan vella ya, Sementara ini dia nggak akan masuk kerja. Ayahnya sedang dirawat di rumah sakit." Ucap fadly.
"Jadi itu cewek gatel masih selamet, Tapi seenggaknya dia nggak akan masuk dalam beberapa hari ini. Semoga aja ayahnya nggak sembuh-sembuh biar sekalian dia resign dari sini." Ucap siska dalam hati
Aryo yang mendengarnya langsung mendekat pad fadly.
"Apa pak? Jadi pak arman masuk rumah sakit, di rumah sakit mana?"
"Ayah vella di rawat di RS citra husada."
"Pak saya mohon ijin nih, Saya mau jenguk kesana dulu sekalian jalan ngantar paket." Ucap aryo
"Iya silahkan aja tapi tetep tanggung jawab loh sama paketnya jangan sampai ada yang hilang." Ucap fadly
...----------------...
Sampai dirumah sakit, aryo menitipkan motor berisi banyak paket kepada satpam. Kemudian dia masuk dan mencari keberadaan vella. Aryo melewati kantin rumah sakit. Dia teringat pasti vella belum makan. Dia membelikan makan dan minum untuk vella. Setelah cukup lama berkeliling dan bertanya-tanya perawat disana, aryo menemukan keberadaan vella. Dia terlihat sedang duduk sambil terus berdoa untuk ayahnya. Aryo menepuk bahu vella.
"Astaga mas aryo, kaget aku. Kok mas ada disini?" Ucap vella yang kaget dengan kedatangan aryo
Aryo pun duduk di sebelah vella.
"Tadi di kantor pak fadly bilang kalau ayah kamu dirawat disini. Jadi aku langsung kesini. Oh iya nih aku bawain makanan. Pasti kamu belum makan." Ucap aryo dengan memberikan kantong plastik berisi nasi kotak dan air mineral.
"Yaampun mas, Kenapa repot-repot sih."
"Nggak papa udah cepet dimakan, Ayah kamu kan lagi sakit, kalau kamu ikutan sakit siapa yang jagain ayah kamu."
"Makasih ya mas. Eh tapi mas aryo udah makan?"
"Udah, aku udah makan."
Vella pun memakan nasi pemberian aryo. Aryo terus menatap kearah vella yang sedang makan.
"Aku tuh suka banget sama kamu vell, tapi jadi temen baik kamu aja udah lebih dari cukup. Aku nggak akan lagi berharap lebih." Ucap aryo dalam hati.
sekarang saatnya kiara yang dapat karmanya 😠
langsung terbuka semua rencana mereka sih ini
mantap dah
singkirkan semua penghalang
hempaskan wanita gak tau diri itu