NovelToon NovelToon
Diagnosis: Ghost!

Diagnosis: Ghost!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Misteri / Mata Batin / Tunangan Sejak Bayi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Salah klik jurusan saat kuliah adalah bencana, tapi bangun dari koma dan bisa melihat hantu adalah petaka!"
Arini, dokter forensik yang aslinya clumsy dan penakut, harus menerima kenyataan pahit: ia terbangun dari koma dengan "bonus" mata batin terbuka. Kini, ruang otopsinya jadi ramai! Ia harus membedah mayat sambil mendengarkan curhat para arwah yang menuntut keadilan (dan permintaan konyol lainnya).
Untungnya, ada Mika—hantu gadis Tionghoa yang centil dan bar-bar—yang setia membantu Arini mengungkap fakta medis lewat "jalur gaib".
Masalahnya satu: Tunangan Arini, Baskara, adalah Jaksa kaku yang skeptis dan hanya percaya logika. Baskara memang bucin parah, tapi bagaimana jadinya jika sang Jaksa tahu bahwa bukti-bukti kemenangan kasusnya berasal dari bisikan makhluk halus?
Di tengah konspirasi maut yang mengancam nyawa, Arini harus memilih: Tetap waras di antara para hantu, atau terjebak dalam pelukan posesif sang Jaksa yang benci takhayul?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Kesaksian di Bawah Sumpah Gaib

​Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pagi itu penuh sesak. Udara terasa berat oleh aroma keringat, kopi, dan ketegangan yang kental. Arini duduk di kursi saksi, meremas jemarinya yang dingin di bawah meja. Di depannya, Baskara berdiri dengan gagah, lencananya berkilat tertimpa lampu ruang sidang, memberikan kesan otoritas yang tidak tergoyahkan.

​"Terdakwa Adhitama," suara Hakim Ketua bergema, "Apakah Anda mengakui semua bukti digital yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum?"

​Sebelum pria tua itu menjawab, pengacaranya, Hendrawan, berdiri dengan gerakan dramatis. "Keberatan, Yang Mulia! Sebelum bukti ini dibahas, kami harus mempertanyakan kredibilitas saksi kunci, Dokter Arini Kusuma!"

​Baskara menyipitkan mata. "Alasan keberatannya, Saudara Penasihat Hukum?"

​"Klien kami menduga adanya rekayasa bukti yang dipicu oleh kondisi kejiwaan saksi!" Hendrawan berjalan mendekati Arini, menatapnya dengan pandangan meremehkan. "Dokter Arini, Anda baru saja bangun dari koma selama tiga bulan, benar?"

​"Benar," jawab Arini singkat, berusaha tegar.

​"Dan dalam catatan medis rumah sakit, Anda sering ditemukan berbicara sendiri di ruang otopsi? Bahkan staf rumah sakit menyebut Anda mulai berhalusinasi melihat orang yang tidak ada?"

​"Itu bukan halusinasi," bantah Arini, suaranya sedikit bergetar.

​"Lalu apa? Teman imajinasi? Yang Mulia, bagaimana hukum bisa menerima bukti yang ditemukan oleh seseorang yang bahkan tidak bisa membedakan kenyataan dan khayalan?" Hendrawan tertawa sinis, memancing gumaman dari para pengunjung sidang.

​Di kursi penonton, Siska—istri kedua mendiang Pak Darmawan—tersenyum puas. Ia merasa di atas angin. Namun, ia tidak menyadari bahwa botol parfum di dalam tas Arini mulai bergetar.

​Psssht...

​Uap tipis beraroma melati keluar. Mika muncul, duduk santai di atas bahu Arini, sambil mengikir kukunya yang transparan.

​"Duh, pengacara ini minta dicolok hidungnya pakai bolpoin ya, Rin?" bisik Mika. "Tenang, aku sudah pulih. Biar aku kasih dia sedikit 'kejutan'."

​Mika terbang melesat, bergelantungan di atas kepala Hendrawan. Ia meniup tengkuk pengacara itu dengan hawa es yang luar biasa dingin. Hendrawan mendadak bergidik, suaranya tercekat di tenggorokan.

​"Kenapa, Saudara Penasihat Hukum? Anda kedinginan?" Baskara bersuara, nadanya datar namun sangat tajam. Ia berjalan mendekat ke arah istrinya, berdiri tepat di samping Arini sebagai pelindung nyata. "Yang Mulia, keberatan ini hanyalah upaya pengalihan isu murahan. Bukti digital yang saya pegang adalah data forensik yang sudah divalidasi oleh ahli independen. Tidak ada hubungannya dengan kondisi psikologis istri saya."

​"Istri Anda?" Hendrawan mendengus, mencoba memulihkan suaranya. "Oh, jadi ini masalah pribadi? Seorang Jaksa membela istrinya yang memiliki gangguan mata batin?"

​"Ini masalah kebenaran!" Baskara memukul meja saksi dengan keras, membuat seluruh ruangan tersentak. "Anda ingin bicara soal halusinasi? Mari kita bicara soal fakta. Saudara Terdakwa Adhitama, kenapa Anda gemetar saat melihat foto Sari di layar?"

​Tuan Adhitama tidak menjawab. Matanya terbelalak menatap kursi kosong di sebelah Baskara. Di sana, arwah Sari berdiri, mengenakan seragam pelayan kusam yang penuh noda darah, memegang kerah leher anjing yang pernah dipaksakan padanya.

​"Pergi... pergi kamu..." gumam Adhitama lirih.

​"Apa yang Anda katakan, Terdakwa?" tanya Hakim.

​"DIA DI SANA! SARI DI SANA! DIA MAU MEMBUNUHKU!" teriak Adhitama histeris sambil menunjuk-nunjuk ke arah udara kosong.

​Seluruh ruang sidang menjadi riuh. Wartawan sibuk memotret momen kegilaan itu.

​Mika tertawa terpingkal-pingkal sambil berputar-putar di langit-langit. "Lihat, Rin! Penjahatnya malah yang kelihatan gila! Sari keren juga kalau lagi akting serem begitu."

​Arini menarik napas panjang, ia menatap Tuan Adhitama dengan berani. "Tuan Adhitama, Sari tidak ingin membunuh Anda. Dia hanya ingin Anda mengakui apa yang Anda lakukan di kamar rahasia itu. Dia ingin namanya dibersihkan."

​"DIAM! KAMU SAMA SAJA SEPERTI DIA!" raung Adhitama.

​Baskara menoleh ke arah Hakim. "Yang Mulia, Terdakwa baru saja mengonfirmasi keberadaan 'Sari' tanpa saya sebutkan lebih dulu dalam dakwaan ini. Ini adalah bukti rasa bersalah yang terpatri dalam sanubarinya. Saya mohon sidang dilanjutkan ke pemeriksaan barang bukti primer."

​Hakim mengetuk palunya. "Keberatan ditolak. Sidang dilanjutkan."

​Setelah sesi yang melelahkan itu berakhir, Baskara langsung membawa Arini keluar dari ruang sidang melalui pintu belakang. Di lorong yang sepi, ia langsung menarik Arini ke dalam pelukannya.

​"Kamu hebat sekali tadi, Arini," bisik Baskara, menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Arini. "Maafkan aku karena harus membiarkanmu mendengar hinaan pengacara itu."

​"Aku tidak apa-apa, Bas. Selama ada kamu di sampingku, suaramu lebih keras daripada ejekan mereka," Arini membalas pelukan suaminya erat-erat.

​"Cieee... baper di lorong pengadilan," Mika muncul lagi, kali ini sambil membawa botol parfum Arini. "Rin, jangan senang dulu. Siska di luar kelihatannya lagi pesan 'paket ekspres' buat kita. Auranya item banget, kayak pantat panci."

​Baskara melepaskan pelukannya, rahangnya mengeras. "Dia tidak akan menyentuhmu, Arini. Aku sudah menyiapkan unit pengamanan ekstra untuk membawamu pulang. Tidak akan ada satu orang pun yang lolos dari pengawasanku malam ini."

​Arini tersenyum, meski hatinya waspada. Perang hukum ini baru saja dimulai, dan musuh mereka sedang bersiap untuk serangan terakhir yang lebih licik.

1
Zee
ternyata orang bertato doyan makan seblak juga/Facepalm/
Ariska Kamisa: tato nya asesoris doang kayanya.... 🤣🤣🤣🤣
mulutnya tetap nyari micin 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Cerry Beta
di tunggu lanjutannya 🤩
Ariska Kamisa: oke siap, terimakasih banyak kak... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut😍
Ariska Kamisa: oke deh /Good//Good//Good//Good//Good/
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Neneng
seruuu..
lanjut thorr
Ariska Kamisa: gaskeun....
total 1 replies
Ariska Kamisa
mikacu... ♥️♥️♥️♥️
umie chaby_ba
min.. aku ga sabar mau tahu lanjutannya
umie chaby_ba
mika lu polos banget sumpah... ga bisa apa kamu cari tahu masalalu mu? atau jangan-jangan hantu juga bisa lupa ingatan???
Ariska Kamisa: mungkin saja... mika kejedot dialam hantu🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
mika??? waduh jangan-jangan ada sangkut pautnya nih.. kenapa mika ngintil mulu🫣
Ariska Kamisa: tenang kal nanti terungkap kok,
jangan lupa ikuti yaaa
total 1 replies
umie chaby_ba
ikut merinding sih aku... 🫣
Ariska Kamisa: /Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lagian botol parfum taro diluar dulu deh rin kalo mau bikin anak. hantu lu resek🤭🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: eehh.. nanti di curi orang 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... mika denger ga yaaa🤭
umie chaby_ba
mika bisa ga lu diem .. dia lagi bulan madu woyy
Ariska Kamisa: maafkan mika ya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
pen banget diakui 🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: begitulah mika🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
hantu apaan lu banyak mau🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: hantu pick me🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
seblaknya keluar lagi nih🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: aduh.. ketahuan 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
mika .. 🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
pesen apa nih? 🫣
Ariska Kamisa: pesan siomay🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!