NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.

Tanpa di ketahui oleh Vania, di dalam lift Natalie nampak menggerutu tak jelas akibat kebodohannya. Bagaimana Natalie tidak merasa dirinya bodoh, hendak menemui Sandi tapi tidak tahu di lantai berapa ruangan pria itu berada.

"Baiklah, untuk hari ini kamu selamat, Vania. Tetapi, besok-besok aku pasti akan kembali lagi ke hotel ini. Hari ini aku akan membiarkanmu bernapas lega saudari tiri ku sayang, tapi tidak untuk hari-hari berikutnya." Natalie menyungging senyum licik di sudut bibirnya.

Napas Vania nampak terengah-engah, setelah berjuang menapaki satu persatu anak tangga hingga ia berhasil tiba di lantai enam. Tanpa membuang waktu, Vania melanjutkan langkah melintasi koridor lantai enam hendak menuju ruangan pimpinan. Untuk pertama kalinya Vania memasuki ruangan pimpinan dengan cara kurang sopan, tidak mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.

Saat membuka pintu Vania mendapati ruangan tersebut kosong, tak berpenghuni.

"Tuan Sandi pergi sejak satu jam yang lalu, katanya ingin pergi ke sekolahan nona Sesil, nyonya." Kata asisten Tino yang tadinya hendak mengambil ponselnya yang ketinggalan di ruangan Sandi.

"Sejak satu jam lalu?." Cicit Vania dan asisten Tino mengangguk membenarkan.

"Benar, nyonya."

"Apa mungkin Nathalie sudah pergi karena tidak menemukan keberadaan mas Sandi di ruangannya?." Tebak Vania dalam hati.

"Ada apa, Nyonya? Apa ada yang bisa saya bantu?." Tanya asisten Tino ketika melihat Vania terdiam, seperti sedang melamun.

Vania spontan menggelengkan kepala.

"Tidak ada, terima kasih. Kalau begitu saya kembali ke ruang kerja saya dulu pak Tino." Pamit Vania dengan perasaan lega. Lega karena Nathalie tak berhasil menemui Sandi.

*

"Dari mana saja kamu? Bisa-bisanya kamu keluyuran nggak jelas di saat kondisi perusahaan lagi genting begini." Baru saja tiba di rumah, Natalie sudah disambut oleh omelan ayahnya yang kini sedang pusing memikirkan kondisi keuangan perusahaannya yang berada di ambang kebangkrutan.

"Terus papah maunya Natalie ngapain? Minta uang lagi sama kak Izam biar bisa bantu perusahaan papah, begitu?." Kesal Nathalie.

"Lagian Natalie heran sama papah, kenapa nggak nyuruh mamah buat minta uang sama Vania. Sekarang itu Vania sudah menikah dengan pria kaya raya, masa' nggak bisa menolong mamah kandungnya sendiri. Lagian uang nggak sebanding dengan jasa mamah yang telah berkorban nyawa buat ngelahirin dia." Kata Natalie sebelum berlalu begitu saja menuju kamarnya.

Sepeninggal putrinya, Ayahnya Nathalie lantas menghubungi sang istri yang tengah sibuk melakukan perawatan di salon. Pria itu meminta istrinya untuk segera pulang dengan alasan ada urusan penting yang harus dibahas.

Kurang dari setengah jam, sang istri tiba di rumah.

"Memangnya urusan penting apa yang ingin papah bicarakan dengan mamah, sampai-sampai meminta mamah untuk segera pulang?." Bagaimana tidak kesal, belum selesai sesi perawatannya di salon malah di minta buru-buru pulang.

"Mamah kan tahu, saat ini perusahaan papah sedang mengalami masalah keuangan."

"Lantas, apa yang harus mamah lakukan?." Wanita itu sudah bisa menebak jika suaminya tersebut menginginkan sesuatu darinya.

"Papah mau mamah minta uang pada Vania! Lagian, anak itu sudah menikah dengan pria kaya raya sekarang, masa' nggak bisa membantu keluarganya yang sedang kesusahan." Benar kata orang, di saat hidup sedang sulit bahkan keluarga pun enggan menoleh, tetapi di saat berjaya jangankan keluarga, hantu pun akan mengakui kita sebagai keluarganya.

"Baiklah, mamah akan menemui anak itu." Ibu, ayah serta anak, semuanya sama. Sama-sama tidak tahu malu.

*

Sore harinya, Vania nampak keluar dari gedung hotel Admodjo Group. Ia memesan taksi online melalui aplikasi di ponselnya. Ya, setelah kepergiannya siang tadi, Sandi tak kembali lagi ke hotel karena setelah dari sekolah Sesil, pria itu langsung lanjut menuju perusahaan. Ada sedikit urusan di sana.

Vania langsung membuka pintu mobil yang berhenti di depan gedung hotel, ia berpikir mobil tersebut pasti taksi online pesanannya. Vania baru sadar jika mobil tersebut bukanlah taksi online pesanannya setelah menyaksikan wajah ibunya dari pantulan kaca.

"Mamah...."

"Kenapa, kamu tidak senang bertemu dengan mamah kamu sendiri?."

"Bukan begitu mah, Vania hanya sedikit terkejut saja, nggak nyangka bisa bertemu lagi dengan mamah." Sebesar apapun rasa kecewa dihati akibat dibuang oleh ibu kandung sendiri, tapi Vania tetaplah seorang anak yang begitu merindukan sosok wanita yang telah melahirkannya ke dunia. Kerinduan tersebut tercetak jelas di wajah Vania hingga tak sedikitpun terbesit dihatinya alasan mengapa sampai ibu kandungnya tersebut menemuinya, setelah mengusirnya dengan begitu kejam lima tahun lalu.

Vania mencondongkan tubuhnya ke depan hendak meraih tangan ibunya untuk digenggam sebagai pelepas rindu.

"Mamah butuh uang."

Deg.

Pergerakan tangan Vania terhenti begitu saja saat mendengar perkataan ibunya. Rupanya itu alasan ibu kandungnya tersebut hingga Sudi menemuinya, bukan karena merindukannya. Apa ini yang dinamakan luka tak berda-rah?

Vania berusaha tetap tegar walaupun dadanya terasa sesak.

"Memangnya mamah butuh uang berapa?."

"Lima ratus juta."

"Apa?." Saking kagetnya, Vania sampai terbelalak.

"Vania tidak punya uang sebanyak itu, mah. Lagian untuk apa uang sebanyak itu?."

"Mau mamah gunakan untuk apapun, itu bukan urusan kamu. Cukup berikan saja uang yang mamah minta, jangan pelit!." Ibu menepikan mobilnya di tepi jalanan yang tidak terlalu ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang.

"Bukannya pelit, tapi Vania memang tidak punya uang sebanyak itu. Tabungan Vania untuk biaya sekolah Sesil pun tak sampai dua ratus juta, mah. Kalau memang mamah sangat membutuhkan uang itu, Vania akan mentransfer uang tabungan Vania ke rekening mamah."

"Kamu kan bisa minta pada suamimu. Lagipula uang segitu pasti nggak ada apa-apanya buat suami kamu." Dengan entengnya ibu mengatakan hal itu pada putrinya.

"Maaf mah, Vania nggak bisa." Dengan berat hati Vania berkata demikian karena faktanya pernikahannya dengan Sandi Admodjo tidak seindah yang dibayangkan oleh orang-orang sehingga ia tidak bisa dengan mudah meminta sesuatu pada pria itu, terlebih uang dengan nominal yang tidak sedikit.

"Apa kamu bilang, nggak bisa?." Nada ibu mulai naik beberapa oktaf, tak terima dengan jawaban Vania.

"Mah...."

"Baiklah, kalau kamu tidak bisa melakukannya biar mamah yang akan melakukannya sendiri, biar mamah yang meminta uang itu pada suami kamu. Anggap saja sebagai imbalan atas pengorbanan mamah melahirkan istrinya."

Deg.

"Kenapa mamah tega berkata seperti itu?." Hati Vania benar-benar hancur mendengar perkataan ibunya. Bisa-bisanya seorang ibu meminta imbalan atas pengorbanan nya melahirkan. Tadinya Vania sempat berpikir setelah pertemuan ini hubungannya dengan sang ibu akan membaik, tapi sepertinya semua itu hanyalah sebuah angan bagi Vania.

"Anak tak tahu diuntung sepertimu memang pantas diperlakukan dengan cara begini."

"Turun!." Ibu menyuruh Vania turun dari mobilnya.

Dengan perasaan hancur Vania turun dari mobil ibunya. Ia hanya bisa menatap mobil ibunya yang kini kembali melaju.

"Pah....Vania kangen sama papah." Air mata di pelupuk mata Vania sudah beranak sungai. Dengan sekali kedipan saja, bisa dipastikan jatuh membasahi pipi.

1
Rita Susanti
kasihan banget Vania punya ibu yg jahat banet
Lia siti marlia
akhirnya kebenaran pun terungkap untuk vania 👍👍👍bagus sandi kamu harus ambil sikap tegas👍👍👍👍👍👍👍
secret
gilaakkk gilaakkk gilaakkk, tdk bisa berword2 dgn kelakuan nenek lampir.. para napi di penjara nnti titip ni anomali y
Ariany Sudjana
begitu dengar kata pengadilan, langsung panik, minta tolong Vania. kenapa kamu ga minta tolong sama pelacur murahan kesayangan kamu itu? dasar ibu durhaka kamu juga, sudahlah bunuh saja ibu yang tidak berguna itu
sri hastuti: ibu spt buang aja, biar tau rasa, jd miskin, vania gak usah berhubungan lg sm orang tua spt itu,waktunya km bahagia
total 1 replies
partini
moga kena stroke tuh mulut biar mencongggg ibu lacknat
sri hastuti
ibu spt itu buang aja thor, bikin jengkel aja, jd orang tua jahat banget, biar dpt balasan setimpal, biar kapok huuhhh😡😡😡😡
Yallend Mungil
bisa ngk thor updatetan nya banyakin jgn cuma 1 aja 3 bgtu perhari dong
Ayila Ella
kira kira siapa ya yg dulu bucin bara apa Cika,,,next thor
secret
nahh jd salah paham kan bpk securitynya😂 hayoloo bujuk bar yg lg cemburu tp ketutup gengsii🤭 hmm lg dan lg sandi hrs menghadapi si nnek lmpir
secret
syukur deh feeling readers salah, ga ktmu 2 nenek lampirr
alahaayyy mereka tu smsm mauu tp msih bingung ajaa mengungkapkannya🤭🤭
Felycia R. Fernandez
kan kemarin udah minta 2M agar Vania lepas dari ibunya...
Felycia R. Fernandez
Bara kk Thor
Ariany Sudjana
ga Natalie ga ibunya sama saja, sama-sama pelacur murahan 🤣🤣😂😂 heh waras kamu yah? menyebut diri sebagai ibu kandung Vania? ibu macam apa yang menjual putri kandungnya dan lebih percaya sama omongan pelacur murahan seperti Natalie?
Lia siti marlia
cie cie yang kw gep security cika bara 🤣🤣🤣🤣
lah lah bagus sandi kamu bilang gitu sama siapa sih mamahnya vania namanya pokonya dia we ...biar dia sadar kalu dia telah menukar vania dengsn uang 20 miliar 👍 amnesia kali tih orang masih menyebut dirinya ibu mertua 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
cie cie cika cemburu 🤭🤭
cie cie bara ke gep jadi kelimpungan kan buat jelasin 🤭🤭
cie cie vania yang melongo karna tingkah kedua nya 🤣🤣🤣
partini
bara bere minheeeee ,, terlalu banyak wanita sih jadi susah sendiri
Ariany Sudjana
kapan sih kena batunya orang tua Vania? sudah jahat, menjual Vania, dan masih juga percaya sama omongan si pelacur murahan Natalie itu
Yallend Mungil: jgn cuma org tua nya tp natalie jg hrs kena batunya🤭
total 1 replies
Lia siti marlia
sahabat rasa saudara ini mah bahagia selalu yah kalian vania cika semoga kalian di ratukan suami kalian😍😍😍
secret
good bahagiaaa2 ajaa van, nikmati hidup😁 ehh tapii feeling bkl ketemu si 2 nenek lampir, bkl hilang deh mood bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳 : saatnya bahagia bersama suami anak dan mertua juga sahabat jangan pikirin orang-orang gila yang menyakiti mu Vania🥳semoga semua terungkap setelah paman Vania ditemukan dan tentang Ibunya Vania yang sesungguhnya
total 1 replies
secret
udah van air matamu terlalu berharga untuk org gatau diri gitu, mending bahagia2 ajaaa sm paksuu.. kehancuran otw untuk org2 gada otak ituu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!