NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Misi Penyamaran si Mbak Pel

Pagi harinya, Arkan sudah pergi ke kantor Knight Company dengan pengawalan ketat dari Kenan dan Samuel. Ini adalah kesempatan Evelyn untuk bergerak.

"Ed, aku akan masuk ke kantor Arkan hari ini. Samuel, head hacker-nya Black Eclipse, sepertinya mulai mencoba melacak sinyal EVG di sekitar sini. Aku harus memasang firewall fisik di server utama mereka agar identitasku tetap aman," lapor Evelyn sambil mengunyah roti selai kacang.

"Anda ingin masuk sebagai istri CEO?" tanya Edward ragu.

"Gila kau? Arkan akan pingsan jika aku muncul di kantornya dengan baju kuning kunyit ini. Aku akan masuk sebagai staf cleaning service baru. Kebetulan perusahaan pembersih yang bekerja di sana adalah salah satu anak perusahaan rahasia milik EVG."

Dua jam kemudian, di gedung Knight Company yang menjulang tinggi, seorang wanita dengan seragam biru, masker medis, dan topi yang ditarik rendah sedang sibuk mengepel lantai di koridor lantai paling atas—area ruang kerja Arkan.

Evelyn bekerja dengan sangat efisien. Sambil mengepel, ia menjatuhkan mini-drone seukuran lalat untuk memetakan sensor laser yang dibicarakan Arkan semalam.

"Bos, staf pembersih yang baru itu rajin sekali ya," bisik Kenan pada Arkan yang baru saja keluar dari ruang rapat.

Arkan melirik sekilas ke arah "si mbak pel". Ia mencium sesuatu. Bukan bau pembersih lantai murahan, melainkan aroma sabun bayi yang sangat lembut. Aroma yang sama dengan yang ia cium di rumahnya semalam saat berada di dekat Evelyn.

Arkan berhenti melangkah. Kenan dan Samuel ikut berhenti, bingung.

Arkan berjalan mendekati Evelyn. Evelyn tetap menunduk, tangannya terus mengayunkan pel dengan ritme yang stabil. Sial, kenapa dia mendekat? Ingat radius satu meter, Tuan Higienis! batin Evelyn panik.

Arkan berhenti tepat satu meter di belakang Evelyn. "Kau. Staf baru?"

Evelyn mengubah suaranya menjadi suara wanita paruh baya yang serak. "I-iya, Tuan Besar. Saya baru mulai hari ini. Maaf jika saya menghalangi jalan Tuan."

Arkan menyipitkan mata. Ia melihat tangan wanita itu. Meskipun terlihat kasar karena penggunaan sarung tangan karet, tapi gerakannya sangat terlatih. "Gunakan disinfektan merk ini untuk meja kerjaku. Jangan pakai yang lain," Arkan menyerahkan sebuah botol kecil dari sakunya.

"Baik, Tuan Besar."

Arkan berjalan pergi, tapi ia sempat berbisik pada Kenan. "Periksa latar belakang staf pembersih itu. Aku benci bau sabun bayi di kantorku."

Evelyn menghela napas lega setelah Arkan masuk ke ruangannya. Ia segera menuju ke ruang server yang terletak di balik dinding pantry. Dengan kecepatan cahaya, ia meretas kunci pintu digital dan masuk ke dalam ruangan yang dingin dan penuh suara bising mesin tersebut.

"Oke, mari kita buat sedikit kekacauan, Samuel Whitaker," gumam Evelyn sambil mencolokkan *flashdisk* hitam ke server utama.

Di ruangannya, Samuel tiba-tiba berteriak. "Bos! Sistem kita diserang! Seseorang mencoba menanamkan firewall yang tidak bisa kutembus!"

Arkan langsung berdiri. "Lacak lokasinya!"

"Sinyalnya berasal dari... dalam gedung ini! Lantai ini!"

Arkan langsung berlari keluar. Insting mafianya bekerja. Ia teringat si mbak pel tadi. Ia langsung menuju ruang server, namun saat ia mendobrak pintu, ruangan itu kosong. Hanya ada kabel server yang masih sedikit bergoyang.

Evelyn sudah berada di atas plafon, merayap menuju saluran udara. Ia tersenyum miring melihat Arkan yang tampak marah di bawah sana.

Tiba-tiba, suara alarm gedung berbunyi. Bukan karena peretasan, melainkan karena... asap?

"Kebakaran!" teriak seseorang di koridor.

Evelyn terkejut. Aku tidak membakar apa pun! Ia melihat melalui celah ventilasi, ada dua pria berpakaian hitam—bukan anak buah Arkan—sedang melempar bom asap di lobi lantai atas. Itu anak buah Sebastian Black!

Mereka memanfaatkan kekacauan untuk masuk ke ruang kerja Arkan.

Arkan, yang sedang berada di depan ruang server, tiba-tiba dikerumuni oleh karyawan yang panik berlarian menuju tangga darurat. Trauma Arkan kambuh seketika. Wajahnya pucat pasi, napasnya tersengal-sengal. Ia merasa oksigen di sekitarnya habis saat orang-orang tak sengaja menyenggol bahunya.

"Jangan... jangan mendekat..." gumam Arkan lemas, ia bersandar di tembok, tubuhnya bergetar hebat.

Kenan dan Samuel terpisah oleh kerumunan massa yang panik.

Evelyn melihat itu dari ventilasi. Ia mendengus kesal. "Pria sombong ini benar-benar punya titik lemah yang merepotkan."

Evelyn menjatuhkan diri dari plafon tepat di depan Arkan. Ia tidak peduli lagi dengan penyamarannya sebagai mbak pel. Ia menarik tangan Arkan—melanggar aturan radius satu meter—dan menarik pria itu masuk ke dalam ruangan pantry yang kosong.

"Tutup matamu dan dengarkan suaraku!" perintah Evelyn dengan suara aslinya yang penuh otoritas.

Arkan yang setengah sadar hanya bisa merasakan kehangatan tangan wanita itu. Anehnya, sentuhan ini tidak membuatnya jijik. Ia justru merasa seperti menemukan jangkar di tengah badai.

"Bernapas, Arkan. Satu... dua... tiga... Ikuti ritmeku," ucap Evelyn sambil menekan dada Arkan pelan untuk membantunya mengatur napas.

Setelah beberapa saat, napas Arkan mulai stabil. Ia membuka matanya dan melihat "si mbak pel" yang kini maskernya sedikit melorot, memperlihatkan bibir yang ranum dan dagu yang indah.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arkan lemah.

Evelyn tersadar. Ia segera menarik tangannya dan membetulkan maskernya. "Saya... saya hanya orang yang tidak ingin Tuan mati di pantry dan membuat saya kehilangan pekerjaan. Cepat pergi, anak buah Sebastian ada di luar."

Evelyn segera keluar dari pantry dan menghilang di tengah asap, meninggalkan Arkan yang masih bingung dengan jantung yang berdegup kencang—bukan karena takut kerumunan, tapi karena sentuhan wanita misterius itu.

Evelyn berlari menuju pintu darurat, ia harus segera kembali ke rumah dan berubah menjadi "si wortel layu" sebelum Arkan pulang.

"Pernikahan ini benar-benar akan menguras tenagaku," keluh Evelyn sambil melompat ke jok motor sport-nya yang tersembunyi di gang samping gedung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!